cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Penyuluhan dan Pembinaan Kader Tentang Swamedikasi Bahan Alam Untuk Kesehatan Gigi Mulut di Kampung Adat Cireundeu Cimahi Euis Reni Yuslianti; Ayu Asri Lestari; Ayu Wulandari Wirahidayah; Henri Hartman; Rhabiah el Fitriyah; Frita Ferlita S. Djoha; Widya Irsyad; Asih Rahaju; Mutiara Sukma Suntana; Ratna Trisusanti; Ani Melani Maskoen; Fahrauk Faramayudha; Soraya Riyanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/87svj118

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih cukup tinggi di masyarakat, terutama pada kelompok dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan bahan alam dalam swamedikasi yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan swamedikasi bahan alam untuk kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Adat Cireundeu Cimahi dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan kader yang disertai evaluasi menggunakan kuesioner. Sebanyak 32 kader berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terkait penggunaan bahan alam serta kemampuan dalam menyampaikan kembali informasi kepada masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen edukasi serta mendukung upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut secara preventif dan berkelanjutan. 
Promosi Kesehatan Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Dwinda Sari; Indah Ayu Nur Hasana; Rahmayani Rahmayani; Siti Ummu Aulia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j7en6447

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai praktik kebersihan yang tepat selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan reproduksi. Santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren memerlukan pemahaman yang baik mengenai personal hygiene untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan selama menstruasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang personal hygiene saat menstruasi melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah one group pretest-posttest dengan melibatkan 80 santriwati Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah Desa Sindanghayu, Saketi, Pandeglang, Banten. Edukasi diberikan melalui penyuluhan, diskusi interaktif dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santriwati setelah diberikan edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai kebersihan organ reproduksi, frekuensi penggantian pembalut, serta upaya pencegahan infeksi selama menstruasi. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan juga mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya personal hygiene saat menstruasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai personal hygiene saat menstruasi.
Upaya Tindakan Promotif Pengendalian Hipertensi pada Lansia Sebagai Pencegahan Komplikasi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Lia Mayang Sari Sijabat; Angenia Itoniat Zega; Dedi Dedi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9hxpms24

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi dikenal sebagai silent killer dan penyebab kematian terbanyak di dunia karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian tanpa menimbulkan gejala apa pun Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggalakkan kegiatan berupa sosialisasi pengendalian hipertensi pada lansia di desa Karangsari khususnya meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian akibat komplikasi hipertensi pada lansia. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan melakukan sesi tanya jawab dari peserta. analisa kawasan, sosialisasi, evaluasi kegiatan dan penulisan laporan dalam kegiatan ini diikuti oleh 30 Peserta. Hasil dari pengabdian masyarakat  yang telah dilakukan ini berdampak pada lansia karena tingginya antusiasme para lansia terhadap banyaknya pertanyaan yang diajukan. Lansia merupakan kelompok umur yang memiliki faktor risiko hipertensi tertinggi, sehingga pengendalian penyakit dan kepatuhan pengobatan merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi hipertensi seperti stroke, gagal jantung, dan infark miokard. Implikasi dari kegiatan ini adalah salah satu dalam membatu lansia, untuk mencegah komplikasi hipertensi lebih dini.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Diri Hipertensi Melalui Edukasi Kesehatan Wahyuningsih Safitri; Atiek Murharyati; Frieda Ani Noor
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8en72a60

Abstract

Hipertensi ditandai dengan tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang serius. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, namun memiliki potensi komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan retinopati hipertensif. Manajemen pengelolaan diri yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit. Mayoritas penderita hipertensi yang belum menyadari kondisi kesehatannya dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai pentingnya terapi jangka panjang, efek samping obat, atau mitos yang beredar di masyarakat. Edukasi yang terarah dan sistematis dapat membantu penderita hipertensi dan keluarganya memahami cara mengontrol tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut maka manajemen pengelolaan diri hipertensi perlu dioptimalkan melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang manajemen pengelolaan diri hipertensi. Metode yang dilakukan melalui kegiatan ceramah penyampaian materi dan diskusi materi. Sasaran kegiatan adalah di penderita hipertensi di Dusun Ingasrejo, Plesungan, Gondangrejo. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini pengetahuan tentang pengelolaan diri hipertensi meningkat. Kesimpulannya, edukasi manajemen pengelolaan diri pada pasien hipertensi dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri untuk melakukan perubahan perilaku kesehatan.
KB IUD:  Sekali Pakai Perlindungan Jangka Panjang Ni Putu Citra Desyana Putri; Bima Suryantara; Lidia Febriyanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/15jy4h56

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengaturan kelahiran, jarak kehamilan, dan usia reproduksi yang ideal berdasarkan hak reproduksi. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi pascapersalinan, khususnya Intra Uterine Device (IUD), masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu pascapersalinan mengenai KB IUD pascapersalinan melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Abiansemal I dengan sasaran 30 ibu hamil dan ibu pascapersalinan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet KB IUD pascapersalinan yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), disertai pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Sebelum edukasi, 33,3% peserta memiliki pengetahuan kategori cukup dan 66,7% kategori kurang. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, tanpa lagi ditemukan kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12–16 jawaban benar sebelum edukasi menjadi 23–25 jawaban benar setelah edukasi, dengan rata-rata peningkatan sekitar 7 poin. Edukasi kesehatan yang didukung media leaflet ber-HKI terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai KB IUD pascapersalinan serta berpotensi mendukung peningkatan pemanfaatan kontrasepsi jangka panjang pada masa pascapersalinan
Peningkatan Produksi Pangan Aman melalui Pendampingan Legalitas dan Sertifikasi Halal Maman Surahman; Panji Adam Agus Putra; Hendi Suhendi; Yuda Dharma Putra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kgxwqz85

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran penting dalam menyediakan produk pangan bagi masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan keamanan pangan, legalitas usaha, dan sertifikasi halal yang berdampak pada kualitas produk serta daya saing usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui edukasi dan pendampingan mengenai kebersihan dan sanitasi, keamanan pangan, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta Sertifikat Halal. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, pelatihan, diskusi, praktik, dan pendampingan kepada 22 pelaku UMKM Kelompok Usaha Pangan Bojong Koneng. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest yang terdiri atas 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan total skor dari 301 pada pretest menjadi 311 pada posttest, dengan rata-rata skor meningkat dari 13,68 menjadi 14,14 atau sebesar 3,39%. Selain itu, sebanyak 10 peserta (45,45%) mengalami peningkatan skor. Luaran kegiatan berupa 2 pelaku UMKM berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), 1 pelaku UMKM telah mengajukan Sertifikat Halal, sedangkan peserta lainnya masih dalam proses pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM sekaligus mendorong penerapan legalitas usaha, keamanan pangan, dan jaminan produk halal sebagai upaya meningkatkan kualitas produk serta daya saing UMKM pangan secara berkelanjutan.
Siswa Siaga Stroke: Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengenalan Tanda Stroke melalui Simulasi FAST di Sekolah Dasar Ester Saripati Harianja; Mestika Lumbantoruan; Amila Amila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fzt28f91

Abstract

Stroke merupakan kegawatdaruratan neurologis yang membutuhkan pengenalan gejala dan aktivasi layanan darurat secepat mungkin. Anak usia sekolah dapat berperan sebagai agen literasi kesehatan di keluarga karena mampu mempelajari pesan sederhana dan menyampaikannya kepada orang tua maupun kakek-nenek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mengenali tanda awal stroke menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time). Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi satu kelompok pre-test dan post-test melalui ceramah interaktif, video animasi, demonstrasi FAST, permainan peran, dan evaluasi keterampilan. Peserta adalah 23 siswa kelas IV di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Kartika Medan pada tanggal 22 Mei 2026. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi demonstrasi FAST. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan kurang, yaitu 12 siswa (52,17%), cukup 8 siswa (34,78%), dan baik 3 siswa (13,04%). Setelah edukasi, pengetahuan meningkat dengan kategori baik sebanyak 18 siswa (78,26%), cukup 5 siswa (21,74%), dan tidak terdapat siswa pada kategori kurang. Pada evaluasi keterampilan, 21 siswa (91,30%) mampu mengenali wajah tidak simetris, 20 siswa (86,96%) mengenali kelemahan lengan, 19 siswa (82,61%) mengenali gangguan bicara, dan 18 siswa (78,26%) mampu menyebutkan tindakan segera meminta bantuan. Edukasi FAST berbasis sekolah berpotensi menjadi strategi sederhana untuk meningkatkan literasi stroke siswa dan memperluas pesan kesehatan kepada keluarga. Program ini perlu dilanjutkan melalui penguatan materi visual, simulasi berkala, pelibatan guru dan orang tua.
Pemberdayaan Kader Sigap Stroke Berbasis Community Health Nursing untuk Meningkatkan Kapasitas Deteksi Dini dan Respons Awal Stroke di Desa Antasan Senor Ilir Bernadetta Germia Aridamayanti; Muhammad Iqbal Qushoyyi; Maya Raaida Latifah; Khusnul Khotimah; Renia Nor Azzahra; Isma Azizah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rba0aw25

Abstract

Stroke was one of the leading causes of mortality and long-term disability, requiring early detection and prompt response to reduce complications. Antasan Senor Ilir Village experienced a high burden of stroke accompanied by limited community awareness and inadequate health cadres' capacity to recognize early stroke symptoms. This community service program aimed to improve the capacity of health cadres in early stroke detection and initial response through a Community Health Nursing-based empowerment approach. The program was conducted on 27–28 June 2026 in Antasan Senor Ilir Village, Banjar Regency, South Kalimantan, involving 25 health cadres from the Family Welfare Movement (PKK) and the Integrated Non-Communicable Disease Post (Posbindu PTM). The intervention consisted of community education, training, demonstrations, FAST (Face, Arm, Speech, Time) simulations, and mentoring. Program outcomes were evaluated using pre-tests, post-tests, and direct observation of participants' practical skills. The findings demonstrated that the proportion of cadres with good knowledge increased from 8.0% to 84.0%. The mean knowledge score improved from 61.84 to 88.72, accompanied by substantial improvements in early stroke detection and initial response skills across all FAST components. Participant attendance exceeded the initial target by reaching 125%, and the program also initiated the establishment of the Stroke Response Cadre Team at the village level. The Community Health Nursing-based empowerment approach effectively improved the knowledge and practical skills of health cadres in supporting community-based stroke prevention, early detection, and initial response.
Penguatan Kompetensi Pronunciation Bahasa Inggris Siswa SMP Bunda Hati Kudus Jakarta melalui Pelatihan Digital Berbasis AI (SpeechAce) Irma Rahmawati; Lutfi Alhazami; Todo Sibuea; Wahyu Budi; Tjong Lie Fong; Diandra Shafa Azzahra; Elen Elen
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qmevrq93

Abstract

Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada aspek pronunciation. Namun, pemanfaatan teknologi AI sebagai media pembelajaran masih terbatas di tingkat sekolah menengah pertama, sehingga proses pembelajaran pelafalan umumnya masih bergantung pada metode konvensional yang kurang mampu memberikan umpan balik secara individual dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pronunciation Bahasa Inggris siswa SMP Bunda Hati Kudus Jakarta melalui pelatihan digital berbasis AI menggunakan aplikasi SpeechAce. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 25 siswa kelas VIII melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan SpeechAce, praktik terbimbing, pendampingan, post-test, dan evaluasi. Implementasi SpeechAce yang memanfaatkan teknologi Automatic Speech Recognition (ASR) memungkinkan peserta memperoleh umpan balik secara langsung mengenai ketepatan artikulasi, word stress, intonasi, dan kelancaran berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pronunciation, meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, serta tumbuhnya kemandirian belajar melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain memberikan dampak positif bagi peserta didik, program ini juga memperkenalkan alternatif media pembelajaran inovatif bagi guru dalam melakukan evaluasi pelafalan secara lebih objektif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris berpotensi menjadi model pembelajaran yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era transformasi digital.