cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 392 Documents
PKM Peningkatan Pengetahuan Pemamfaatan Ektrak Teripang (Stichopus Horrens) untuk Pengobatan Terapi Komplementer Diabetes Melitus di Wilayah Pesisir Kelurahan Tanjung Unggat. Sartika, Lili; Yanti, Masyitah Novia; Trianingsih, Ayu
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a6jbkb02

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya atau sebagai penyakit kronis yang terjadi akibat ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksinya dengan efektif. Salah satu Upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus dilaksanakan melalui Pengetahuan pemamfaatan ektrak Teripang (Stichopus horrens) untuk pengobatan terapi komplementer diabetes melitus di wilayah pesisir kelurahan tanjung Unggat.. Hasil pengabdian Masyarakat Tingkat menunjukkan Tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan menunjukkan sebanyak 43,9% pada kategori sedang dan kategori tinggi 27,2%. Setelah diberikan penyuluhan, tingkat pengetahuan menunjukkan sebanyak 56,8 % pada kategori sedang dan kategori tinggi sebanyak 72,8%. terdapat Peningkatan Pengetahuan pemamfaatan ektrak Teripang (Stichopus horrens) untuk pengobatan terapi komplementer diabetes melitus di wilayah pesisir kelurahan tanjung Unggat.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Triple Elimination Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Ibu Hamil Irianti, Berliana; Karlinah, Nelly
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h3hevf39

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit Human immunodeficiency virus (HIV), Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Ketiga infeksi dan penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas, disabilitas dan kematian bagi ibu dan bisa menurunkan kualitas hidup anak yang terdampak. Salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah menerapkan program triple elimination. Deteksi dini HIV, Sifilis, dan Hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat (rapid diagnostic test) menggunakan sampel darah ibu hamil. Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya. Pada ibu hamil yang memiliki hasil sifilis yang positif juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk melihat dan memantau perjalanan penyakit dari sifilis ini. Anak yang lahir dari ibu dengan HIV atau sifilis atau hepatitis B yang positif akan mendapat pelayanan dalam bentuk skrining awal untuk deteksi penyakitnya dan pengobatan apabila ditemukan hasil yang positif pada anak. Upaya untuk penurunan dan eliminasi ketiga penyakit ini sangat penting dan harus dilakukan terintegrasi, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Anemia Remaja SMAS Muhammadiyah Kota Ternate Rahayu, Agustin; Surasno, Diah Merdekawati; Andiani, Andiani; Mansyur, Suryani; Soamole, Mayasari; Musiana, Musiana; Nurhidayanti, Siti; Jafar, Monissa A.Hi.; Toduho, Norma; Sumiati, Tati; Lestari, Tutik; Wambes, Rahmania N; Arsad, Aswia; Tanassi, Dessy; Basri, Della; Muslim, Kiki
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4dp8zn39

Abstract

Anemia is a public health problem that has a negative impact on the cognitive abilities and physical capacity of adolescents. In Indonesia, the prevalence of adolescents aged 15-24 years experiencing anemia is 32% according to 2018 Riskesdas data. The aim of this community service is to increase the knowledge of Muhammadiyah High School students in Ternate City regarding nutrition, especially regarding anemia and its prevention. So you have the awareness to choose nutritious food which can prevent anemia and its negative effects in the future. The community service methods used are counseling and measuring nutritional status (BMI/U) for all students and measuring upper arm circumference (LILA) specifically for female students. Before the counseling was held, a pre-test was held for all students which was then followed by counseling on Preventing Anemia and discussion. Final Evaluation by carrying out a post test. The results obtained showed that there was a significant increase in students' knowledge (p=0.00), namely 2.69 points. The conclusion of community service is that counseling on preventing anemia is very useful for students in increasing their knowledge and awareness in behaving in a nutritionally conscious manner.
Pendidikan Kesehatan Tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) pada  Mahasiswa di STIKes Husada Gemilang Astuti, Haryati; Dewi, Novita Puspita; Pramana, Cipta
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2h73rs33

Abstract

LGBT adalah istilah terkait orientasi seksual, perilaku seksual  yang  menyimpang  itu  muncul  atas  dasar  orientasi  seksual  yang  menyimpang. Perilaku  seksual meyimpang dilakukan oleh kelompok-kelompok orang yang memiliki orientasi seksual menyimpang, atau lebih dikenal dengan istilah kelompok LGBT. LGBT merupakan salah satu fenomena yang tidak pernah habis- habisnya untuk dibahas sepanjang sejarah manusia. Mahasiswa dengan usia yang masih muda dan sedang mencari jati diri membuat kelompok ini menjadi sasaran penyebaran LGBT. Berdasarkan survei dari Central Intelligence Agency (CIA) Negara Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi LGBT terbesar ke- 5 setelah China, India, Amerika, dan Europa. Dengan kata lain, 7,5 juta dari 250 juta penduduk adalah LGBT. Berdasarkan penelitian yang sama menyebutkan faktor predisposisi LGBT diantaranya pengetahuan, sikap, dan motivasi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini melalui Pendidikan Kesehatan kepada Mahasiswa STIKes Husada Gemilang pada Prodi DIII Kebidanan dan Sarjana Gizi untuk memberikan pemahamam dan penambahan pengetahuan kepada mahasiswa terkait LGBT. Metode yang digunakan CTD (Cermah, Tanya jawab dan Diskusi) dengan menggunakan media kuesioner dari PPT yang disampaikan dalam bentuk leaflet yang didistribusikan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh prodi di STIKes Husada Gemilang Sebanyak 38 mahasiswa terdiri dari  Prodi DIII Bidan sebanyak 30 Orang dan Prodi Sarjana Gizi sebanyak 8 orang. Didapatkan dari Kuesioner Pre dan Post dimana tingkat Pengetahuan Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai LGBT dan dampak nya pada kesehatan dan psikososial meningkat setelah Edukasi. Diharapkan program ini akan dilanjutkan kepada seluruh mahasiswa.
Penerapan Inovasi Brownies Daun Kelor dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Usman, Usman; Umar, Fitriani; Sudirman, Sudirman; Rahman, Abdul; Hasnah, Hasnah; Rahmasari, Fany
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bzgmcs77

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis pangan dengan kandungan zat gizi yang lengkap untuk balita stunting. Daun kelor pada umumnya hanya dikonsumsi sebagai sayur tanpa ada inovasi. Hal tersebut mendasari sehingga penting untuk dilakukan penerapan inovasi daun kelor dalam bentuk brownies sehingga menjadi jajanan yang dapat dikonsumsi setiap saat oleh balita. Tahapan pelaksanaan program meliputi sosialisasi kegiatan, persiapan kegiatan, pembuatan brownies, pengemasan brownies daun kelor dan pendistribusian brownies daun kelor. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan kegiatan seperti pembuatan brownies daun kelor. Pembuatan brownies daun kelor dilakukan di rumah ketua Tim Pelaksana (Usman). Langkah selanjutnya adalah pengemasan brownies daun kelor. Kegiatan pengemasan dilakukan oleh tim pelaksana dengan menggunakan bahan plastik mika DMS 4C. Setelah itu dilakukan pendistribusian atau pembagian brownies daun kelor kepada masyarakat. Selain pembagian produk brownies daun kelor, juga diselingi dengan edukasi tentang kandungan dan manfaat brownies daun kelor bagi kesehatan balita khususnya mencegah kejadian stunting. Dengan penerapan inovasi brownies daun kelor akan meningkatkan berat badan balita sehingga dapat mencegah kejadian stunting pada balita.
Pencegahan Hipertensi dengan Penyuluhan Diet DASH pada Kader Posbindu PTM Listyandini, Rahma; Noor Prastia, Tika; Ariawati Putri, Pramita; Nuryana, Hurip; Afrianti Setiadi, Malda; Dea Sintani, Rapika
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/71ntxt02

Abstract

Pandemi merupakan situasi yang menjadi tantangan di bidang kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia dan merupakan komorbid yang berisiko terhadap keparahan Covid-19. Pengendalian penyakit hipertensi yang optimal penting untuk dilakukan agar menurunkan fatality rate saat pandemi Covid-19. Gaya hidup seperti aktivitas fisik dan pola makan berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi. Salah satu pola makan untuk mencegah hipertensi adalah Diet Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH). Partisipasi warga pada pengukuran tekanan darah pada lansia di Desa Ciaruteun, Cibungbulang tergolong rendah dan angka hipertensi yang cukup tinggi membuat penting dilakukan pencegahan pada Posbindu PTM melalui kader. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan kader yaitu penyuluhan mengenai hipertensi, CERDIK, dan Diet DASH melalui media online supaya protokol kesehatan tetap terjaga. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan, serta peningkatan ketrampilan menyusun menu diet DASH pada kader Posbindu PTM. Penyuluhan pada kader penting dilakukan karena peran kader yang penting dalam pencegahan hipertensi di Posbindu PTM.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Lele dalam Upaya Menyehatkan Gigi dan Tulang pada Anak Usia Sekolah Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wzjj1d54

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia. Ikan lele memiliki rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur, dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Selain itu, ikan lele merupakan ikan yang dapat dikonsumsi dengan harga yang sangat terjangkau bagi kalangan apa aja. (Tuwitri et al., 2021). Nilai gizi ikan lele yang tinggi terutama protein dalam daging sudah teratur dan dapat disajikan dalam berbagai jenis olahan rendah kolesterol, harga yang murah membuat ikan lele di kalangan masyarakat kalangan bawah, menengah dan atas sangat digemari. Budidaya ikan lele saat ini berkembang pesat dan tidak hanya membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian khususnya di Desa Batu Belah. Menyusul keberhasilan program budidaya lele ini, program pengolahan lele belum maksimal (Dumbo et al., 2012). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali ide-ide inovatif, meningkatkan produktivitas hasil produksi produk dari olahan buah lele, guna meningkatkan pertumbuhan gigi dan tulang pada anak usia sekolah  dengan berbagai olahannya. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi wirausaha dengan bahan utama lele (3) Tidak ada keragaman produk olahan lele. (4) Tidak adanya pengemasan dan pemasaran lele. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program PKM ini antara lain upaya pengembangan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Bunga Telang dalam Upaya Pencegahan Diare pada Anak-anak Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1am9jv65

Abstract

Kabupaten Kampar merupakan salah satu penghasil Bunga Telang di Propinsi Riau. Bunga telang dapat diolah dengan berbgai inovasi dan bernilai jual tinggi. Bunga telang ini sangat banyak manfaatnya, bunga telang bisa di jadikan sebagai obat salah satunya pencegah diare pada anak-anak. Sehingga bunga telang dapat di jadikan sebagai inovasi pangan yaitu camilan sehat berupa kripik. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk membantu dalam Upaya pencegahan diare pada anak-anak khususnya dan masyarakat umumnya serta dalam meningkatkan jual beli bunga telang, melestarikan bunga telang dan memberdayakan bunga telang sebagai makan pilihan ketika anak menderita diare. Inovasi yang dihasilkan seperti teh bunga telang, kripik telang. Penginovasi bunga telang diharapkan bisa sebagai Upaya pencegahan bila anak terkena diare dan meningkatkan perekonomian masyarakat bunga telang karena selama ini bunga telang hanya di biarkan begitu saja dan jarang di jumpai pada masyarakat. Kegiatan yang akan dilakukan pada Program Kemitraan Masyarakat ini ada beberapa upaya pengembangan yaitu: 1. Penggunaan IPTEKS dalam segi produksi bunga telang, sehingga mudah memberdayakan inovasi telang ini sebagai Upaya pencegahan diare pada adnak-anak 2. memberikan motivasi kepada masyarakat bunga telang untuk berwirausaha, 3. Pelatihan /praktek pembuatan produk dari hasil telang karena sangat banyak produk yang bisa dibuat dari telang itu sendiri varian produk yang dibuat adalah teh bunga telang. kripik bunga telang 4. Packing/pengemasan produk hingga siap di jual, 5. Strategi penjualan dengan menjual hasil bunga telang ke pengepul atau langsung ke pasar tradisional di kabupaten Kampar. Dan produk inovasi dari bunga telang akan di jual ke warung, atau membuka lapak, di internet.
Penyuluhan Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal sebagai Penanggulangan Stunting di Kota Kediri Pertiwi, Lintang; Winarti, Eko
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qws8pz06

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that significantly affects children's growth and development. This community service activity aims to evaluate the impact of education on local Supplementary Feeding (PMT) in combating stunting in Kediri. The method used is education about local PMT as a measure to combat stunting. The study subjects consisted of members of Ibu Persatuan Istri Tentara (Persit) Yonif 521: Dadaha Yodha in Kediri. Data were collected through self-data questionnaires, pretests, and posttests. The results of this activity showed a significant relationship between income, health cadre status, prior knowledge about local PMT and stunting, and the level of knowledge of Ibu Persit members. Moreover, there was an increase in the Ibu Persit member’s knowledge about the role of local PMT in combating stunting and a statistically significant difference in their knowledge levels before and after the education. Education on local PMT has proven effective in enhancing Ibu Persit members' understanding of nutrition and proper dietary practices, contributing to the reduction of stunting prevalence. These findings suggest the need for the widespread implementation of local PMT education programs as a strategy to combat stunting in other areas facing similar problems.
Pemberdayaan Ibu Hamil dan Kader Kesehatan dalam Penerapan Program Stimulasi Pralahir Wahyuni, Santi; Badriah, Badriah; Nurul Alfiyah, Isnar
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8aypm176

Abstract

Delays in a child's growth and development can be caused by a lack of stimulation. Some pregnant women do not know, do not realize and have a bad attitude in providing prenatal stimulation. Not all health service facilities provide classes for pregnant women that are equipped with prenatal stimulation programs. Even though parents play an important role in providing stimulation since the fetus is in the womb. Providing prenatal stimulation supports the child's growth and development after birth. Based on this urgency, there is a need for training for pregnant women and health cadres. The aim of this community service is to increase knowledge, awareness and ability of pregnant women in providing prenatal stimulation, as well as increasing community participation in supporting the implementation of prenatal stimulation programs. The results showed an increase in the knowledge aspect of 27.28 points, with an average pre-test score of 64.54 (fair category), post- test 91.82 (good category). The average ability to perform prenatal stimulation was in the good category (94.55). These results show that this training can increase participants' knowledge and abilities in carrying out prenatal stimulation programs.

Page 5 of 40 | Total Record : 392