cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Upaya Peningkatan Kapsitas Sumber Daya Manusia Dalam Penguatan Ekosistem Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Selaawi, Garut Asep Ganjar Wiresna; Meiga Fristya Laras Sakti; Ocoh Suherti; Ai Siti Zenab
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/33rbv185

Abstract

Transformasi seni budaya lokal ke dalam konten digital merupakan strategi penting dalam menghadapi dinamika industri kreatif di era media sosial. Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, memiliki kekayaan seni budaya berbasis bambu yang terintegrasi dengan aktivitas sanggar seni dan UMKM kerajinan, namun pemanfaatannya sebagai komoditas kreatif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan strategi komodifikasi konten seni budaya lokal melalui media sosial untuk memperkuat industri kreatif di Kecamatan Selaawi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kreativitas dan teori komodifikasi media, yang diimplementasikan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi seni dan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Mitra kegiatan meliputi Sanggar Seni Awi Sari serta UMKM pengrajin bambu di Desa Selaawi dan Putrajawa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam produksi dan pengelolaan konten digital, optimalisasi media sosial sebagai sarana branding dan promosi, serta terciptanya karya seni inovatif berupa mini oratorium dan film dokumenter sebagai produk konten kreatif. Selain itu, terbentuknya kanal digital dan marketplace mendukung perluasan jangkauan pasar produk seni dan kerajinan lokal. Strategi komodifikasi ini berkontribusi pada penguatan ekosistem industri kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pelestarian seni budaya daerah secara berkelanjutan.
Edukasi gizi pada Ibu Balita Terhadap Peningkatan Pengetahuan Gizi di Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember Sulistiyani Sulistiyani; Risma Putri Aulia Lestari; Fita Irfana; Permata Ayu Hidayat
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/d82j0a07

Abstract

Stunting dan wasting merupakan masalah kekurangan gizi yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satu faktor berkaitan dengan tingginya permasalahan gizi tersebut yaitu pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu terkait gizi balita, asupan makanan sehat, dan pola makan sehat menyebabkan tingginya kasus kejadian tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan gizi ibu melalui edukasi gizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan gizi. Dalam penyampaian materi digunakan media poster dan buku saku gizi balita.Pemanfaatan buku saku bertujuan agar materi penyuluhan lebih mudah diingat oleh peserta, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita sekaligus mendukung perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Jember. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita sebelum diberikan edukasi gizi berada pada kategori kurang (69,4%) sedangkan sesudah diberikan edukasi gizi seluruh ibu balita (100%) mengalami peningkatan menjadi kategori baik. Terdapat peningkatan jumlah jawaban benar pada post-test, meskipun masih terdapat beberapa materi yang membutuhkan metode penyampaian lebih variatif agar lebih mudah dipahami. Adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.
Efektifitas Edukasi Kesadaran Hukum dalam Pencegahan Cybercrime terhadap Risiko Psikososial Pemuda Muhammadiyah Mainita Mainita; Syukriah Syukriah; Agus Hikmadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/m6e8tg33

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber (cybercrime) yang menyasar kelompok pemuda sebagai pengguna aktif media digital. Rendahnya pemahaman terkait hukum digital, etika bermedia, dan keamanan siber menyebabkan pemuda rentan menjadi korban maupun pelaku pelanggaran di ruang digital. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Pemuda Muhammadiyah di SMA 1 Muhammadiyah Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan kesadaran hukum digital serta pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan cybercrime. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, diskusi interaktif berbasis studi kasus, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam satu rangkaian pertemuan dengan melibatkan dua puluh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis-jenis cybercrime, etika digital, serta sikap kehati-hatian dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital. Peserta juga menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap konsekuensi hukum dari aktivitas digital. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi dan kesadaran hukum digital sebagai upaya preventif dalam membentuk pemuda yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di ruang digital
Implementasi Amenorea Primer dengan Perkembangan Karakteristik Seksual Sekunder Normal pada Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser Mira Ulfa; Nurul Fikriani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1wfphs86

Abstract

Amenorea adalah keadaan dimana seorang perempuan tidak mengalami menstruasi sama sekali atau terhentinya siklus menstruasi di usia reproduktif. Amenorea dibagi menjadi primer dan sekunder. Salah satu penyebab dari amenorea primer adalah Sindroma Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser. Agenesis mullerian seperti Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH) memengaruhi sekitar 1 dari 5000 kelahiran wanita dengan kejadian yang sporadis. Kondisi ini sering kali baru terdiagnosis pada masa remaja ketika pasien datang dengan keluhan amenore primer, sehingga diperlukan pendekatan diagnostik yang sistematis untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyebab lain. Pengumpulan data dilakukan dari seorang pasien yang berkunjung ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Pemeriksaan klinis dilakukan oleh Dokter Spsesialis Obstetri dan Ginekologi. Penegakan diagnosis didasarkan pada anamnesis terstruktur, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Seorang wanita berusia 24 tahun datang dengan keluhan tidak pernah haid. Pasien belum menikah dan tidak mengeluhkan nyeri periodik. Perkembangan karakterisitk seksual sekunder pasien dalam batas normal. Hasil pemeriksaan fisik tidak tampak introitus vagina, USG kesan hipoplasia uterus, hasil laparoskopi diagnostik didapatkan uterus rudimenter dengan kedua tuba dan ovarium dalam batas normal. Hasil kariotipe adalah 46XX, menunjukkan diagnostik pasti MRKH. Langkah-langkah paling penting dalam pengelolaan agenesis mullerian yang efektif adalah diagnosis yang benar dari kondisi yang mendasarinya, evaluasi untuk anomali kongenital terkait, dan konseling psikososial selain pengobatan atau intervensi untuk mengatasi efek fungsional dan psikologis dari anomali genital. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan ginekolog, radiolog, dan konselor psikologis diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Edukasi Kesehatan tentang Hubungan Gaya Hidup Remaja dengan Kejadian Konstipasi (Sembelit) di SMK PGRI 1 Cimahi Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Gandung Galih Asmoro; Chania Marsela Mandani Putri; Rita Juwita; Euis Nur Asy - Syifa Najiah; Vika Rahmanisah; Bunga Elia; Muhammad Arif Rahman; Nela Nuraeni; Jividhah Sri Wulan Gea
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rx3qd437

Abstract

Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada kenyamanan serta kualitas hidup. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pola makan rendah serat, kurangnya asupan cairan, serta gaya hidup sedentari yang semakin meningkat pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sembelit pada remaja serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada remaja usia 12–18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola makan, kebiasaan minum, aktivitas fisik, dan frekuensi buang air besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang mengalami sembelit memiliki asupan serat yang rendah, kurang minum air putih, serta aktivitas fisik yang minimal. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar juga menjadi faktor yang berkontribusi. Sembelit pada remaja dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri perut, dan gangguan konsentrasi dalam belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sembelit pada remaja dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat, sehingga diperlukan edukasi mengenai pentingnya konsumsi serat, hidrasi yang cukup, serta aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya sembelit (Purnamasari 2018).  
Mengenal GERD: Edukasi dan Pencegahan untuk Remaja di SMA Negeri 6 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Gina Aprilianti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati; Nadziah Mar'atush Sholihah; Andhika Rafi Ramadhan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/20f6v460

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke esofagus karena kelemahan sfingter esofagus bagian bawah. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, mual, serta ketidaknyamanan pada saluran cerna yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dalam beberapa dekade terakhir, prevalensi GERD mengalami peningkatan seiring dengan perubahan gaya hidup modern. Remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk kelompok yang rentan mengalami GERD akibat pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, makanan pedas dan berlemak, minuman berkafein, stres akademik, serta kebiasaan begadang. Dilakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai GERD serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan yang dilaksanakan di SMAN 6 Cimahi dengan pemberian materi terkait pengertian GERD, mekanisme terjadinya refluks asam lambung, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan sikap siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko terjadinya GERD pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan guna membentuk perilaku hidup sehat sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.  
Pendidikan Kesehatan tentang Waspada Gastritis: Edukasi dan Cara Mengatasinya Sejak Dini pada Siswa SMK PGRI 1 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Zahra Laila Junistiani; Syifa Ananta Zahra; Sindi Sri Ajeng; Zulfa Noviana; Andini Aulia Khaerunisa; Lania Langsa Firmansah; Zaharani Akbar Ash. Shoffi; Omat Nuraohmat; Sahla Afifah; Susiselia Susiselia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bm5g5j52

Abstract

Gastritis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada mukosa lambung yang dapat memicu peningkatan asam lambung dan sering dikenal sebagai maag. Penyakit ini cukup banyak terjadi di kalangan remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa, namun masih banyak yang belum mampu melakukan penanganan serta pencegahan dengan tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai cara penanganan dan pencegahan gastritis sejak dini pada siswa SMK PGRI 1 Cimahi. Metode yang digunakan adalah metode edukatif melalui pemberian pendidikan kesehatan mengenai gastritis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif selama proses edukasi berlangsung. Selain itu, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, pendidikan kesehatan yang dilakukan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai gastritis.
Integrasi Bioteknologi Dalam Agrosylvopastura: Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Karassing Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Evi Ristiana; Dewi Puspita Sari; Yulita Sirinti Pongtambing
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/saxd1j57

Abstract

Sistem agrosylvopastura merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengombinasikan sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu kesatuan pengelolaan lahan. Penerapan bioteknologi sederhana dalam sistem ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani, khususnya pada kelompok perempuan di pedesaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi bioteknologi dalam sistem agrosylvopastura sebagai strategi pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Karassing, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan penerapan bioteknologi pertanian. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati, fermentasi pakan ternak, dan pengolahan limbah organik mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi aktif anggota KWT. Integrasi bioteknologi dalam sistem agrosylvopastura berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas usaha tani, efisiensi biaya produksi, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
Sadar Gizi Sejak Dini: Sosialisasi Gizi Seimbang dan Jajanan Sehat pada Anak Usia Sekolah Delita Septia Rosdiana; Ahdiyatul Fauza; Hana Maulidianti; Farras Jihan Nabilah; Nabila Hakim Az-Zahra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2eqe7f55

Abstract

Anak-anak dalam usia sekolah membutuhkan asupan gizi yang seimbang karena mereka berada dalam tahap perkembangan yang sangat penting. Namun, masalah yang harus ditangani segera adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi yang sehat dan banyaknya konsumsi makanan tidak sehat di sekolah. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini, yaitu untuk memberi edukasi orang tua, guru, dan siswa SDN Ciburial 03 di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, tentang pentingnya menjaga gizi seimbang dan bagaimana memilih makanan sehat untuk anak-anak mereka. Aktivitas ini dilakukan pada 10 februari 2026 dan dihadiri oleh siswa, orang tua, dan guru. Teknik yang diterapkan adalah sosialisasi dan presentasi yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi Pertama membahas tentang Pedoman Isi Piringku mengenai gizi seimbang dan standar untuk memilih camilan sehat. Sesi kedua membahas bahaya camilan yang mengandung banyak bahan aditif. Hasil menunjukkan bahwa semua peserta berpartisipasi dengan semangat dalam kegiatan ini, seperti yang ditunjukkan oleh tingkat keterlibatan aktif peserta dalam sesi tanya jawab. Siswa berpartisipasi secara aktif dan memberikan jawaban yang tepat. Program ini diharapkan menjadi langkah pertama dalam meningkatkan kesadaran akan gizi yang berkelanjutan baik di rumah maupun disekolah
Efektivitas Pelatihan Augmented Reality Berbasis Project-Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Digital Siswa SMK Muhammad Ruslan Maulani; Santoso Santoso
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nnr64271

Abstract

Vocational high school (SMK) students, despite being adept technology consumers, often face a "productive digital skills gap." They have not been empowered to become content creators, and smartphone use in schools remains sub-optimal for learning. This community service (PkM) aims to enhance students' productive digital skills by transforming their role from passive consumers to creators. The specific objective is to measure the effectiveness of Augmented Reality (AR) learning media creation training implemented using the Project-Based Learning (PBL) method. The method involved intensive training and mentoring with 30 students from SMK Daarut Tauhid (TKJ department). Effectiveness was measured using a one-group pre-test/post-test design, with competency data analyzed using the N-Gain Score. The usability of the student-developed products was tested using the System Usability Scale (SUS). The results demonstrated a highly significant improvement in competence. The average pre-test score (38.50) increased dramatically to 84.75 on the post-test. The N-Gain analysis yielded a score of 0.752, which falls into the "High" effectiveness category. Furthermore, 100% of the groups successfully created functional AR prototypes, with the best product achieving a SUS usability score of 79.5 ("Good"). It is concluded that PBL-based AR training is highly effective in improving the productive digital skills of vocational students and shifting their mindset from passive consumers to technology creators.