cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Anggur sebagai Usaha Produktif di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Ichsan Akmal Mazas; Miftahul Jannah; Surya Fatma; Mahyuddin Mahyuddin; Fandi Bachtiar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/23zfh869

Abstract

Peningkatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu tujuan penting dalam pembangunan nasional, khususnya pada wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya diversifikasi usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui budidaya anggur sebagai usaha produktif di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi potensi usaha, pelatihan teknik budidaya anggur, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen. Peserta diberikan pemahaman mengenai pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama, serta strategi pengembangan usaha berbasis hasil pertanian bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, masyarakat juga dibekali pengetahuan tentang pemasaran produk, baik secara langsung maupun melalui media digital, guna memperluas jangkauan pasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya anggur serta tumbuhnya minat untuk menjadikan budidaya anggur sebagai sumber pendapatan tambahan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pembentukan Karakter Disiplin, Tanggung Jawab Siswa di SIT Qurrota A’yun Abepura Yuyun Nuriah; Komari Komari; Lia Syarifah; Yulia Cahyawati; Andre Cavin Pattipulohy
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ft9kx746

Abstract

Guru merupakan faktor penentu kualitas pendidikan, namun penguasaan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diamanatkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 masih menjadi tantangan bagi banyak tenaga pendidik, khususnya di wilayah Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) Qurrota A’yun Abepura dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan menyusun perangkat pembelajaran berupa Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Tahunan (PROTA), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPPM). Kegiatan dilaksanakan pada 25 April 2026 di aula SIT Qurrota A’yun Abepura selama delapan jam efektif, melibatkan guru-guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi dan demonstrasi, workshop terbimbing, serta refleksi dengan pendekatan andragogi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, penilaian produk workshop, serta monitoring pasca pelatihan selama dua bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang konsep, strategi, dan asesmen Pembelajaran Mendalam, serta kemampuan guru dalam menyusun perangkat CP, ATP berbasis Taksonomi SOLO, PROTA, dan RPPM. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi profesional guru dan kualitas pembelajaran di lingkungan SIT Qurrota A’yun Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Remaja Tangguh Tanpa Cemas: Differential Reinforcement of Zero Responding (DR0) dan Komunikasi Efektif Linda Widyastuti; Yoko Jimmy Panjaitan; Myrna Anissaniwaty; Alfi Fauzia Hakim; Siti Nur’aeni; Ira Hasianna Rambe; Ginu Nugina; Rena Nurafrizki Sonia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ha2b2g46

Abstract

Program ini bertujuan untuk mengatasi tantangan psikologis yang dialami oleh siswa SMK Bhakti Kencana, khususnya meningkatnya kecemasan yang disebabkan oleh tekanan akademik, tuntutan sosial, serta ketidakpastian terkait jalur karier di masa depan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, munculnya perilaku menghindar, serta terhambatnya pengembangan keterampilan komunikasi interpersonal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program ini menerapkan Differential Reinforcement of Zero Responding (DR0) sebagai strategi modifikasi perilaku untuk mendukung regulasi kecemasan yang adaptif, yang dipadukan dengan pelatihan komunikasi efektif guna mendorong interaksi sosial yang sehat. Program ini menggunakan desain pra-eksperimen one-group pre-test–post-test. Intervensi dilakukan melalui sesi pelatihan interaktif dan simulasi yang berfokus pada penerapan DR0 dalam pengelolaan kecemasan serta latihan keterampilan komunikasi praktis. Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik terbimbing dan pendampingan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah untuk memfasilitasi penerapan keterampilan dalam konteks akademik maupun sosial. Efektivitas program dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test terstandar yang mengukur tingkat kecemasan dan keterampilan komunikasi interpersonal. Data dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan serta peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal yang signifikan setelah intervensi. Uji paired-sample t-test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001 (α = 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi terintegrasi tersebut efektif dalam meningkatkan regulasi kecemasan yang adaptif dan kompetensi komunikasi siswa.
Penguatan ekoteologi melalui implementasi Program litera palana di Masyarakat Banjar kecamatan kretek Rifan Khasani; Ahmad Khoiri; Desty Putri Hanifah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/70nqgb53

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis penguatan Ekoteologi melalui implementasi program Litera Palana di masyarakat Banjar, Kecamatan Kretek. Ekotiologi difokuskan pada tiga dimensi hubungan: hablumminallah (orientasi kepada ridha Allah), hablumminalalam (pemanfaatan dan penjagaan lingkungan sebagai amanah), dan hablumminannas (penguatan kerja sama dan solidaritas sosial). Program Litera Palana yang dalam hal ini membuat sistem Akuaponik yang dikembangkan oleh tim PPK Ormawa FITK UNSIQ Wonosobo tidak hanya mengajarkan masyarakat mengenai teknologi budidaya ikan dan tanaman, tetapi juga memberikan edukasi nilai-nilai religius terkait etika Ekologis. Dalam kegiatan ini metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) karena penelitian ini bersumber dari kegiatan pengabdian dengan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kesadaran spiritual-Ekologis masyarakat, memperkuat etika konservasi lingkungan, serta mempererat hubungan sosial antaranggota kelompok akuaponik Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PAI dengan teknologi ramah lingkungan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar program Litera Palana direplikasi secara lebih luas dengan dukungan lintas sektor, serta diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan masyarakat berbasis nilai-nilai PAI guna memperkuat kesadaran ekoteologis dan kemandirian lingkungan.  
Penguatan Edukasi dan pendampingan Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja Kecamatan Rejosari Dahlia Eka Okta; Syafrani Syafrani; Reno Renaldi; Hetty Ismainar; Zainal Abidin; Anusirwan Anusirwan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p61msk08

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru yang mencatat capaian pengobatan lengkap hanya 47,9% pada tahun 2023. Rendahnya keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan pasien, lemahnya peran Pengawas Menelan Obat (PMO), serta belum optimalnya edukasi dan monitoring pasien TB. Kegiatan ini ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB, memperkuat peran PMO, dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Tahun 2025. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan tentang pencegahan dan pengobatan TB, pelatihan PMO terkait pemantauan kepatuhan minum obat, penyuluhan kepada keluarga pasien, serta monitoring pengobatan secara berkala. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2025 dengan melibatkan pasien TB, keluarga pasien, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Media yang digunakan berupa leaflet, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penularan, pencegahan, dan pengobatan TB. Peran PMO menjadi lebih optimal dalam mengingatkan pasien untuk rutin minum obat dan kontrol ke fasilitas kesehatan. Monitoring berkala juga membantu petugas kesehatan mendeteksi hambatan pengobatan lebih dini sehingga kepatuhan pasien meningkat. Kegiatan ini ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperkuat peran PMO, dan mendukung keberhasilan pengobatan TB sehingga diharapkan dapat menurunkan risiko penularan TB di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru.
Evaluasi Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Poli Saraf RS Bhayangkara Pekanbaru Nadia Miftahul Jannah; Oktavia Dewi; Novita Rany; Herniwanti Herniwanti; Hastuti Marlina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zeaqs751

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara pelayanan yang diterima dengan harapan pasien. Tingkat kepuasan pasien yang baik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit serta mendukung keberlangsungan mutu pelayanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi mutu pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS di Poli Saraf RS Bhayangkara Pekanbaru. Kegiatan ini menggunakan metode kuantitatif responden dipilih sesuai dengan kriteria kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan dimensi empati tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien adalah jaminan, Selain itu, hasil gap analysis menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan harapan pasien berada dalam kategori baik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama pada aspek jaminan pelayanan dan kondisi fisik rumah sakit, sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan. Rumah sakit diharapkan terus meningkatkan kualitas fasilitas, kenyamanan lingkungan, kebersihan, serta profesionalisme tenaga kesehatan guna menciptakan pelayanan yang optimal dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Penguatan Retensi Tenaga Kefarmasian Melalui Peningkatan Kepuasan Kerja dan Pengelolaan Stres Kerja di Provinsi Riau Nurul Anisha Hakim; Emy Leonita; Agus Alamsyah; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Adrian Mulya
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cb9ep540

Abstract

Tingginya turnover intention pada tenaga kefarmasian dapat berdampak terhadap penurunan mutu pelayanan kesehatan, terganggunya kontinuitas pelayanan, serta ketidakstabilan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya keinginan berpindah kerja dapat memengaruhi efektivitas pelayanan dan kinerja organisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan retensi tenaga kefarmasian melalui penguatan kepuasan kerja, pengelolaan stres kerja, dan peningkatan motivasi kerja tenaga kefarmasian di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui edukasi manajemen stres kerja, penyuluhan mengenai pentingnya kepuasan kerja dan loyalitas organisasi, diskusi kelompok terkait permasalahan di lingkungan kerja, serta pemberian motivasi tentang pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Sasaran kegiatan adalah tenaga kefarmasian yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Riau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnover intention pada tenaga kefarmasian dipengaruhi oleh ketidakpuasan kerja, stres kerja, usia muda, dan status pekerjaan, dengan kepuasan kerja menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keinginan berpindah kerja. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pengelolaan stres, peningkatan motivasi kerja, pentingnya dukungan organisasi, serta pengembangan karir sebagai upaya meningkatkan retensi tenaga kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu institusi kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, penguatan komunikasi organisasi, dan pemberian penghargaan yang sesuai sehingga turnover intention tenaga kefarmasian dapat menurun.
Peningkatan Kepuasan Pengguna SIMRS iCARES Melalui Pendampingan dan Evaluasi System di RS Amalia Medika Nadya Hasnafi Inra; Hetty Ismainar; Budi Hartono; Emy Leonita; Kamali Zaman; Awaliyah Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/52dt6e38

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, dan ketepatan dokumentasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan SIMRS, memberikan pendampingan kepada pengguna, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas, serta menyusun rekomendasi perbaikan sistem untuk mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi penggunaan SIMRS pada unit pelayanan, pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan dan petugas administrasi, diskusi kelompok, identifikasi kendala penggunaan sistem, serta evaluasi terhadap beberapa modul pelayanan. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam mengoperasikan SIMRS serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem sesuai kondisi pelayanan di rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIMRS dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, mempermudah pencatatan data pasien, serta mendukung efektivitas pekerjaan petugas. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan jaringan pada jam pelayanan sibuk, tampilan modul yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pengguna, kesulitan pencarian rekam medis bayi, pencatatan nilai kritis, input hasil USG, serta proses rekonsiliasi obat yang belum optimal. Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, pengguna memperoleh penguatan dalam pemanfaatan SIMRS dan rumah sakit memperoleh rekomendasi perbaikan sistem, terutama peningkatan stabilitas jaringan, evaluasi modul secara berkala, serta pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Penguatan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan pencegahan Seks Pranikah pada Calon Pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Sei LalaKabupaten Indragiri Hulu Nuromaito Siregar; Emy Leonita; Oktavia Dewi; Hetty Ismainar; Ahmad Hanafi; Predy Predy
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/det72d60

Abstract

Seks pranikah merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu sebelum menikah dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi remaja serta calon pengantin. Berdasarkan survei awal pada pasangan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala tahun 2024, masih ditemukan perilaku seks pranikah yang dipengaruhi oleh kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, serta minimnya komunikasi dalam keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin mengenai pencegahan perilaku seks pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi, penguatan komunikasi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu dengan melibatkan calon pengantin, petugas Kesehatan Reproduksi, petugas Promosi Kesehatan, KUA Kecamatan Sei Lala, teman sebaya, dan orang tua. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi, community engagement, pendampingan calon pengantin, serta kerja sama antara Puskesmas dan KUA dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan edukasi dan perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai dampak seks pranikah, namun akses informasi kesehatan reproduksi masih terbatas. Teman sebaya dan media sosial masih menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seks pranikah, sementara komunikasi orang tua dengan anak terkait kesehatan reproduksi masih rendah karena dianggap tabu. Kolaborasi antara Puskesmas dan KUA melalui edukasi calon pengantin serta program KUA Goes to School dinilai dapat meningkatkan pemahaman dan pencegahan perilaku seks pranikah. Community engagement juga menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat.
Edukasi Pencegahan Anemia Melalui Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru Ayuliana Angraini; Syafrani Syafrani; Budi Hartono; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Harvandy Anwar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6v4d5d52

Abstract

Pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan guna mengatasi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 menunjukkan jumlah anemia remaja putri terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sail dengan jumlah 534 siswi. Salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sail adalah SMAN 9 Pekanbaru. Tujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2025. Variabel kegiatan meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan pihak sekolah (stakeholder), dan kesehatan. Metode menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TTD telah tersebar luas, pemahaman yang mendalam dan kesadaran menjadi kunci konsumsi rutin. Sikap positif terhadap manfaat TTD, dukungan moral dari orang tua terutama ibu, serta peran aktif guru UKS dan edukasi yang konsisten di sekolah turut membentuk kepatuhan dan kebiasaan konsumsi. Selain itu, kesadaran terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan Hb juga menjadi faktor pendorong dalam menjaga konsumsi TTD secara teratur. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan siswi agar implemetasi program konsumsi TTD dapat berjalan dengan baik. Sekolah memberi edukasi, keluarga mendukung, dan siswi menjaga kesadaran diri terhadap pentingnya konsumsi TTD.