cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2024): Desember" : 23 Documents clear
STUDI EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF DBD DARI ASPEK ORANG DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Khaulani, Meutia Tiara; Irma, Irma; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1531

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut World Health Organization (WHO) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus Dengue menular ke manusia melalui gigitan vector nyamuk betina yang terinfeksi, terutama dari spesies nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kejadian penyakit DBD terus meningkat dan penyebaran terus meluas terutama pada negara tropis dan subtropis, seperti Indonesia. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Tahun 2020 sebanyak 57 kasus, tahun 2021 turun 16 kasus, dan tahun 2022 meningkat menjadi 62 kasus. Tahun 2023 kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Banggae Timur sebanyak 85 kasus kasus, KecamatanPamboang 10 kasus, Kecamatan Malunda 5 kasus, dan KecamatanSendana 2 kasus. Jadi, total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2023 di Kabupaten Majene sebanyak 202 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian DBD dari aspek orang dengan pendekatan analisis spasial menggunakan sistem informasi geografi (SIG). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan system informasi geografi (SIG). Penelitian ini terdiri dari 91 sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan yang termasuk dalam kategori sangat tinggi adalah Lingkungan Lembang. Lingkungan kategori tinggi adalahLingkungan Lembang Dhua, sedangkan kategori sedang adalah Lingkungan Leppe, dan kategori rendah adalah Lingkungan Leppe Barat. Dapat disimpulkan Lingkungan dengan kejadian DBD tinggi selama satu tahun yaitu Lingkungan Lembang sedangkan Lingkungan dengan kejadian DBD rendah selama satu tahun yaitu Lingkungan Leppe.
DIFFERENCES IN PARENTING PATTERNS BETWEEN GENERATIONS X, Y, Z AND ALFA Maribeth, Annisa Lidra; Hamda, Rialta; Widia Sari; Maidarmi Handayani; Ghaniyyatul Khudri; Ramadhani VN; Salsabila R
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1555

Abstract

Parenting styles or other caregivers can have an impact on children's mental health. Every family uses a different approach to parenting, typically carried over from their previous parents, when it comes to raising children. Every parent undoubtedly hails from a diverse range of backgrounds and generations. To maximize children's mental health, it is therefore essential to understand how parenting styles are passed down through generations in order to give suitable interventions. Generations X born between 1965-1980 ; Generation Y or Millennials were born between 1980-1996; Generation Z was born in 1997-2010 and Alpha generation, born in 2010-2025. Finding out how parents apply different parenting philosophies to kids from generations X, Y, Z, and Alpha is the goal of this literature. The systematic review approach is used in this literature. The PRISMA-P protocol (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis protocol) was the methodology employed in 2020. Research was gathered by looking via Google Scholar for the original source data. PICOS (Population Intervention Compare Outcome-Study Design) keyword search method. Out of the 60 studies that were located, eight were used in this analysis. The findings of this literature review highlight the disparities in parenting styles among the generations. Parents of generations X, Y, and Alpha generally apply a democratic parenting approach, which is sometimes referred to as drone parenting. Meanwhile, the application of parenting patterns for generation Z children shows quite large variations. Parents from this generation apply authoritarian, overprotective, permissive, self-disclosure, and narcissistic parenting patterns and give excessive appreciation or praise to children, which has created what is known as the "Strawberry Generation," meaning generation Z children tend to be more vulnerable.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Suryani, Suryani; Wulan, Susilo; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Ade, Novi; Syahroni, Febriyan
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja perawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu tahun 2021 sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 72 orang perawat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kinerja perawat, ada hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja perawat dan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja perawat. Bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi penghambil kebijakan dalam menempatkan perawat yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, disiplin kerja dan masa kerja perawat sehingga mampu memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan dapat dilihat dari kinerja yang ditunjukkan oleh perawat.
HUBUNGAN KONDISI KESEHATAN FISIK, FUNGSI KOGNITIF, DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DI MEDAN SUMATERA UTARA Siregar, Rinco; Blessery
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1686

Abstract

As the elderly population grows, there will be a greater need to support their daily activities, since aging can lead to a decline in physical abilities and independence. This study aimed to determine the relationship among physical health, cognitive function, stress levels, and independence of elderly people in Medan Marelan. It was a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 92 elderly participants who met certain criteria. This study used Perceived Stress Scale (PSS), Mini Mental State Examination (MMSE), vital signs measurements (blood pressure, stethoscope, thermometer, stopwatch), and the Barthel Index (IB) measurements. The results showed that physical health (p = 0.002), cognitive function (p = 0.026), and stress levels (p = 0.000) were significantly associated with the level of independence of elderly in performing daily activities. The study recommends that public health centers in North Sumatra should provide interventions to improve the health, cognitive function, and stress levels of elderly.
PENGARUH PERCEIVED VALUE DAN SOCIAL CULTURE TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASIEN PADA LAYANAN KESEHATAN DI RSUD MAJENE Achmad Djalaluddin, Nurgadima; Masniati, Masniati; Hidayat, Laode; Alim, Muh. Chandra
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived value dan social culture terhadap pengambilan keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan di RSUD Majene. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif analitik, penelitian ini melibatkan 150 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived value memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan pasien (koefisien regresi = 0.45; p < 0.05). Pasien cenderung memilih layanan kesehatan yang memberikan nilai manfaat sebanding dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan. Selain itu, social culture juga berpengaruh signifikan (koefisien regresi = 0.30; p < 0.05), di mana norma sosial, keyakinan budaya, dan rekomendasi dari tokoh masyarakat memengaruhi preferensi pasien. Nilai R² sebesar 0.62 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 62% variansi dalam pengambilan keputusan pasien. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa peningkatan kualitas layanan rumah sakit dapat dicapai melalui optimalisasi nilai yang dirasakan pasien dan integrasi budaya lokal dalam strategi pemasaran. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pasien, RSUD Majene dapat meningkatkan daya saing dan kualitas layanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
KRONOMETRI KLINIS: INVESTIGASI KOMPARATIF DURASI TUNGGU PASIEN DI FASILITAS KESEHATAN DI SULAWESI BARAT Hosni Mubarak, Muhammad; Taufik , M.; febrianti, Erni; batter, Sherly rudianti
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1717

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan waktu tunggu pasien rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan. Kami menilai beberapa strategi yang telah diterapkan dengan mengidentifikasi faktor-faktor utama seperti sistem manajemen antrian, alur kerja fasilitas kesehatan, dan kebijakan penerimaan pasien. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas kesehatan, dan analisis data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fasilitas A, yang menggunakan sistem terkomputerisasi, memiliki waktu tunggu rata-rata 12 menit dengan pelayanan yang konsisten. Sebaliknya, Fasilitas B, yang menggunakan sistem manual, memiliki waktu tunggu rata-rata 30 menit atau lebih dengan variasi yang besar. Sistem terkomputerisasi dan kebijakan responsif terbukti signifikan dalam mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien. Wawancara dan observasi mengungkapkan bahwa Fasilitas A lebih efisien dan tanggap terhadap kebutuhan darurat, sementara Fasilitas B masih menghadapi tantangan koordinasi dan registrasi. Penelitian ini menekankan pentingnya teknologi dan kebijakan yang responsif dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien.
LITERATURE REVIEW: DUKUNGAN ORANG TUA DALAM PROMOSI GAYA HIDUP SEHAT BAGI REMAJA Sukmawati, Sukmawati
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan orang tua dan promosi gaya hidup sehat pada remaja, dengan fokus pada peran media sosial sebagai faktor pendukung atau penghambat. Penelitian menggunakan metode literature review untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis hasil penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan dari basis data terpercaya, seperti PubMed, Scopus, SpringerLink, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup penelitian yang berfokus pada dukungan orang tua, gaya hidup sehat remaja, dan pengaruh media sosial, dengan rentang tahun publikasi 2019-2024. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema utama terkait peran orang tua, media sosial, dan perilaku sehat remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan sehat remaja, terutama dalam pola makan dan aktivitas fisik. Media sosial memiliki dampak ambivalen; konten positif dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi remaja untuk menerapkan gaya hidup sehat, sementara paparan konten negatif berpotensi memengaruhi kesejahteraan mental dan citra tubuh secara negatif. Intervensi berbasis media sosial yang melibatkan orang tua terbukti lebih efektif dalam mendukung perilaku sehat pada remaja. Simpulan, Dukungan orang tua yang konsisten, dikombinasikan dengan strategi pemanfaatan media sosial secara bijak, dapat menjadi pendekatan efektif untuk mempromosikan gaya hidup sehat pada remaja. Edukasi literasi digital dan keterlibatan orang tua dalam memantau penggunaan media sosial remaja direkomendasikan untuk mengurangi dampak negatif dan memperkuat perilaku sehat. Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, Remaja, Gaya Hidup Sehat, Media Sosial, Literatur Review
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPAS) KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2024 Akbar, Muhamad; Yasnani; Kamrin; Irma, Irma
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1834

Abstract

Sampah adalah suatu benda yang tidak digunakan/dipakai lagi dan tidak disenangi, akan dibuang yang berasal dari aktivitas manusia. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pengelolaan Sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Penelitian ini dilakukan di TPAS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses pengelolaan sampah di TPAS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian tematik kualitatif. Penelitian ini menggunakan informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari 3 orang informan kunci\ dan 6 orang informan biasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kecamatan Puuwatu sudah berjalan dengan baik, akan tetapi belum optimal. Masih banyaknya kendala yang terjadi di TPAS Kecamatan Puuwatu seperti kurangnya sarana prasarana terutama pada kondisi mobil truk pengangkut sampah yang kurang terawat dan tergolong tua. Diharapkan dengan adanya pengelolaan di TPAS Puuwatu dapat merubah pola pikir pemerintah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana di TP AS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA LANSIA Putri, Berliana Amani; Salsabilla, Intania; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1890

Abstract

Kadar glukosa darah puasa (GDP) yang abnormal merupakan faktor risiko signifikan untuk penyakit kardiovaskular, terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar GDP dan risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan tinjauan literatur terkini. Studi ini merupakan tinjauan sistematis terhadap literatur yang diperoleh dari berbagai database ilmiah menggunakan kata kunci seperti “fasting blood glucose,” “cardiovascular disease,” dan “elderly.” Hasil menunjukkan bahwa kadar GDP ≥85 mg/dL berhubungan dengan peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular, termasuk stroke iskemik dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Lansia dengan hipertensi atau diabetes memiliki risiko lebih tinggi jika kadar GDP mereka berada di luar rentang optimal (85-124 mg/dL). Selain itu, model prediktif berbasis pembelajaran mesin menunjukkan potensi dalam mendeteksi diabetes pada individu dengan kadar GDP normal. Berdasarkan temuan ini, kadar GDP yang tidak normal, baik rendah maupun tinggi, berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada lansia. Deteksi dini dan pengelolaan kadar GDP yang efektif sangat penting untuk meminimalkan risiko kardiovaskular pada populasi ini.
KONSUMSI TEH TERHADAP PENYERAPAN ZAT BESI DAN RESIKO ANEMIA PADA REMAJA putri, Anindya Firrizqi kaurtania; Putri, Mesya Andira; Humairah, Zahrati; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1891

Abstract

Kebiasaan minum teh setelah makan, terutama di kalangan remaja, dapat berdampak negatif pada proses absorpsi zat besi karena kadar tanin dalam teh. Zat besi adalah mineral penting untuk mencegah anemia, yang pada remaja dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kebiasaan tersebut dengan penyerapan zat besi dan risiko anemia pada remaja. Penelitian dilakukan menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan mencari literatur di PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci seperti “tea consumption,” “iron absorption,” “anemia,” dan “adolescents.” Dari hasil pencarian, lima artikel yang relevan dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa minum teh setelah makan secara signifikan mengurangi penyerapan zat besi, terutama pada remaja dengan asupan zat besi rendah, sehingga meningkatkan risiko anemia. Berdasarkan temuan ini, kebiasaan minum teh setelah makan perlu dihindari, dan edukasi mengenai waktu konsumsi teh yang tepat menjadi sangat penting untuk mencegah anemia dan memastikan remaja mendapatkan penyerapan zat besi yang optimal.

Page 1 of 3 | Total Record : 23