cover
Contact Name
Muh.Yamin
Contact Email
yaminmohammad08@gmail.com
Phone
+6285396976233
Journal Mail Official
yaminmohammad08@gmail.com
Editorial Address
Jl. Makkarani Komp. Green Riyousa Blok E. No 12 A Panciro, Kab. Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, 92160
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Educational Review
ISSN : 30470706     EISSN : 30470706     DOI : https://doi.org/10.58230/ijier.v1i1.45
IJIER: Indonesian Journal of Islamic Educational Review is a scientific publication media managed and published by South Sulawesi Education Development (SSED) (Deed of Establishment of the Institution No. 32 dated July 17, 2009, by Notary Ina Kartika Sari S.H. - Decree of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia Number C-58.HT.03.01 Year 2003). The Indonesian Journal of Islamic Education Review (IJIER) is a scientific journal that emphasizes research and development in the field of Islamic education. This journal provides a platform for conveying thoughts, ideas, and the latest findings in efforts to enhance the quality of Islamic education globally. IJIER welcomes contributions from researchers, academics, and education practitioners focusing on various aspects of Islamic education, including curriculum, teaching methods, technology in education, educational management, as well as evaluation and assessment.
Articles 143 Documents
Problematika Kosakata bagi Pembelajar Non-Native Speakers Bahasa Arab Halwa Khoerunnisa; Abdul Hafidz bin Zaid
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.701

Abstract

Pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Arab, sangat bergantung pada penguasaan kosakata, karena pengetahuan kosakata yang memadai merupakan dasar penting dalam pengembangan keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Namun, karakteristik morfologis, semantis, dan sosiolinguistik bahasa Arab dapat menimbulkan tantangan tersendiri bagi pembelajar nonpenutur asli. Artikel ini bertujuan untuk memetakan berbagai permasalahan utama yang dihadapi pembelajar nonpenutur asli dalam memperoleh kosakata bahasa Arab. Permasalahan tersebut meliputi kesulitan mengenali akar kata, kesulitan membedakan bentuk derivatif, kesulitan memahami kata polisemi, kesulitan memahami idiom dan ungkapan tetap, kesulitan memahami kolokasi, kesulitan memilih padanan terjemahan yang tepat, interferensi bahasa ibu, serta perbedaan kosakata antara bahasa Arab fusha dan 'ammiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, bersumber dari artikel jurnal nasional dan internasional serta buku rujukan kebahasaan yang terbit terutama dalam sepuluh tahun terakhir, dipilih melalui proses seleksi bertahap dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab saling berkaitan dalam dimensi morfologis, semantis, fraseologis, lintas bahasa, dan sosiolinguistik. Kesulitan tersebut mencakup pemahaman akar kata dan bentuk derivatif, polisemi, idiom dan kolokasi, pemilihan padanan terjemahan, interferensi bahasa ibu, serta variasi kosakata antara bahasa fusha dan 'ammiyah. Pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai permasalahan tersebut diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang pembelajaran kosakata yang lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajar
Integrasi Teori Kecerdasan Majemuk dalam Pedagogi Inklusif pada Pendidikan Vokasi: Studi Kasus di Temanggung Nanik Oktaviani; C. Asri Budiningsih
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.705

Abstract

Kajian empiris mengenai penggunaan Teori Kecerdasan Majemuk sebagai lensa untuk memahami pedagogi inklusif pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) arus utama di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini mengkaji bagaimana keberagaman kecenderungan kecerdasan peserta didik diakomodasi dalam praktik pedagogi inklusif di SMK Negeri 1 Temanggung, dengan perhatian pada praktik yang berlangsung, hambatan implementasi, strategi adaptif guru, serta implikasinya bagi penempatan peserta didik dan pengembangan profesional guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental dan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025. Informan utama terdiri atas tujuh guru dan sebelas peserta didik yang dipilih secara purposif, sedangkan empat alumni serta empat orang tua/tokoh masyarakat dilibatkan untuk triangulasi sumber. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bantuan NVivo 12 untuk mendukung pengodean dan pengorganisasian data. Temuan menunjukkan adanya perbedaan yang konsisten pada kecenderungan kecerdasan dominan yang teramati antarprogram keahlian: kinestetik-jasmani, logis-matematis, dan naturalis pada Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian; kinestetik-jasmani, naturalis, dan spasial pada Agribisnis Tanaman Perkebunan; serta logis-matematis dan linguistik pada Kimia Analisis. Guru telah menerapkan pembelajaran kontekstual, berbasis proyek dan praktik, inkuiri, serta asesmen autentik, tetapi akomodasi terhadap keberagaman kecerdasan masih lebih banyak bersifat adaptif dan reaktif daripada dirancang secara sistemik. Penelitian juga menemukan kesenjangan antara persepsi guru mengenai keterbatasan penempatan peserta didik dan ruang regulatif yang tersedia untuk mempertimbangkan bakat serta minat pada seleksi SMK, disertai indikasi bahwa peserta didik yang aktif secara fisik dapat dinilai berdasarkan ekspektasi perilaku kelas yang belum sepenuhnya mencerminkan tuntutan kompetensi vokasional. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Teori Kecerdasan Majemuk, pedagogi inklusif, konteks program keahlian vokasi, proses penempatan peserta didik, dan bias persepsi guru dalam satu studi empiris pada SMK reguler di Indonesia. Temuan mendukung kebutuhan akan model inklusi vokasional yang lebih sistemik melalui penyelarasan karakteristik peserta didik, tuntutan program keahlian, desain pedagogis, dan pengembangan profesional guru.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Sikap Moderasi Beragama Pada Peserta Didik Tuju Tuju; Muhammad Yahdi; Nuryamin Nuryamin
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.706

Abstract

Media sosial telah menjadi salah satu ruang penting bagi remaja untuk mengakses, menafsirkan, dan mendiskusikan informasi keagamaan. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi pembentukan sikap moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penggunaan media sosial, tingkat sikap moderasi beragama, serta pengaruh penggunaan media sosial terhadap sikap moderasi beragama pada peserta didik kelas X SMK Negeri 3 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 430 peserta didik yang tersebar pada 12 kelas, sedangkan sampel sebanyak 82 responden ditentukan melalui proportional cluster random sampling dengan perhitungan Slovin pada taraf kelonggaran 10%. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 82,9%, sedangkan sikap moderasi beragama berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 98,8%. Model regresi menghasilkan R = 0,721, R² = 0,519, F = 86,440, t = 9,297, dan p < 0,001, dengan persamaan Y = 16,836 + 0,990X. Dengan demikian, penggunaan media sosial memiliki hubungan prediktif positif dan signifikan dengan sikap moderasi beragama; model menerangkan 51,9% variasi skor moderasi beragama pada sampel. Temuan menegaskan pentingnya penguatan literasi digital-keagamaan, kurasi sumber keagamaan, dan pemanfaatan media sosial secara pedagogis oleh sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam
Implementasi Quizizz sebagai Media Asesmen dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 7 Surakarta Pristian Nur Chamida Choirun Nisa; Dartim
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/yw05dn78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Quizizz sebagai media asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 7 Surakarta, termasuk persepsi guru terhadap respons murid serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru PAI dan didukung dokumentasi terkait penggunaan Quizizz. Analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quizizz dimanfaatkan sebagai media pendukung asesmen dengan mengemas soal dalam bentuk kuis berbasis permainan. Penggunaannya memberikan variasi terhadap asesmen konvensional dan dipersepsikan guru dapat menciptakan suasana asesmen yang lebih menarik, menyenangkan, serta mendukung perhatian dan keterlibatan murid. Implementasi Quizizz didukung karakteristiknya yang interaktif dan kedekatan murid dengan perangkat digital, tetapi masih menghadapi keterbatasan LCD dan laptop serta perbedaan kemampuan awal murid. Penelitian ini berkontribusi pada kajian asesmen digital dan gamifikasi dalam pembelajaran PAI dengan menunjukkan pentingnya kesesuaian media, strategi guru, karakteristik murid, dan kondisi fasilitas sekolah.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI di MAN 3 Palembang Neng Aisyah; Abu Mansur; Arwan Arwan; Mardeli Mardeli
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/0sb6y076

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar siswa antara kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning dan kelompok kontrol pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI MAN 3 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen posttest-only nonequivalent groups. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa dari dua kelas yang telah terbentuk sebelumnya (intact classes), masing-masing 25 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol, dengan seluruh siswa pada kedua kelas dilibatkan. Pendekatan Deep Learning pada kelompok eksperimen mengintegrasikan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. Motivasi belajar diukur menggunakan kuesioner 24 item dengan enam indikator; seluruh item memenuhi kriteria validitas corrected item-total correlation > 0,30 dan memiliki reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,872. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, independent samples t-test, dan Cohen’s d. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi kelompok eksperimen sebesar 98,12 dan kontrol 83,00, dengan selisih 15,12 poin. Perbedaan tersebut signifikan, t(48) = 8,522, p < 0,001, 95% CI [11,55–18,69], dengan Cohen’s d = 2,41. Temuan menunjukkan adanya perbedaan capaian motivasi belajar pascaperlakuan yang besar antara kedua kelompok. Namun, karena penelitian tidak menggunakan pretest dan randomisasi individual, temuan tidak diinterpretasikan sebagai bukti kausal secara penuh.
Digital Transformation of School Administration: The Influence of Mobile, Web_Based Management Applications, and Leadership in Elementary Schools Anggun Fauziana Kusumastuti; Achmad Buchori; fakhruddin
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.715

Abstract

Digital transformation in educational management encourages schools to improve administrative efficiency through information technology utilization and adaptive leadership. Effective school administration requires the integration of digital systems that support data management, information accessibility, and decision-making processes. This study aims to analyze the effects of mobile-based management applications, web-based management applications, and leadership on school administrative efficiency in public elementary schools in Jumo District, Temanggung Regency. This research employed a quantitative approach with an ex post facto design. The sample consisted of 90 teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using simple and multiple linear regression with SPSS version 26. The results showed that mobile-based management applications, web-based management applications, and leadership had positive and significant effects on school administrative efficiency, both partially and simultaneously. These findings indicate that the integration of digital technology and effective school leadership plays an important role in improving school administrative governance and supporting digital transformation in elementary education.
Pengaruh Integrasi STEAM-Labirin dalam Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah pada Materi Siklus Air di Sekolah Dasar Teresia Dwi Rustini Ningsih; Nancy Susianna; Nerru P Murnaka
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/t0594s62

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Proses pembelajaran, sayangnya, masih didominasi oleh kegiatan yang berorientasi pada penguasaan konsep sehingga peserta didik belum memperoleh pengalaman belajar yang mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi STEAM-Labirin dalam Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada materi siklus air. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu tipe desain kelompok kontrol dengan tes awal dan tes akhir. Sampel penelitian terdiri atas 40 peserta didik kelas V sekolah dasar yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan memecahkan masalah yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif serta dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney U dan analisis Gain Ternormalisasi (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (p = 0,005). Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen (0,694) juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,578). Temuan tersebut membuktikan bahwa integrasi STEAM-Labirin dalam Pembelajaran Berbasis Masalah efektif meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada materi siklus air. Hasil penelitian ini menawarkan alternatif desain pembelajaran yang memadukan pendekatan STEAM dengan pengalaman belajar yang seru, interaktif, dan merdeka sehingga mampu mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21.
Korelasi Supervisi Akademik Melalui Pendekatan Coaching dan Komunitas Belajar dengan Kompetensi Pedagogik Guru SD di Gugus Mawar Kecamatan Pelaihari Khiyaratun Nadhifah; Maximus Gorky Sembiring; Rabiatul Adawiah
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.718

Abstract

Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, sehingga diperlukan strategi pengembangan profesional yang efektif melalui supervisi akademik dan komunitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara supervisi akademik melalui pendekatan coaching dan komunitas belajar dengan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar di Gugus Mawar Kecamatan Pelaihari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh guru di Gugus Mawar Kecamatan Pelaihari, dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji korelasi, regresi linear berganda, uji t, dan uji F dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik melalui pendekatan coaching memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kompetensi pedagogik guru. Komunitas belajar juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kompetensi pedagogik guru. Secara simultan, supervisi akademik melalui pendekatan coaching dan komunitas belajar berhubungan signifikan dengan kompetensi pedagogik guru, dengan model regresi yang memenuhi asumsi klasik dan dinyatakan layak. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru dipengaruhi oleh kualitas supervisi akademik berbasis coaching dan efektivitas komunitas belajar. Oleh karena itu, penguatan supervisi akademik yang reflektif serta pengembangan komunitas belajar yang kolaboratif perlu diprioritaskan sebagai strategi pengembangan profesional guru yang berkelanjutan.
The Effect of Principal Leadership on Elementary School Teacher Performance in Petungkriyono District, Pekalongan Regency Hanif Affan Eka Putra; Senowarsito; Harjito
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.719

Abstract

This study aimed to examine the effect of principal leadership on elementary school teacher performance in Petungkriyono District, Pekalongan Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method with a correlational ex post facto design. The population consisted of 147 teachers from 21 public elementary schools, with 118 teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire developed based on principal leadership and teacher performance indicators. The collected data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation analysis, and simple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics 25. The results revealed that principal leadership had a positive and significant relationship with teacher performance (r = 0.756, p < 0.001). The coefficient of determination (R² = 0.571) indicated that principal leadership contributed 57.1% to the variation in teacher performance. Furthermore, the regression analysis produced a coefficient value of 0.492 with t = 12.435 and p < 0.001. These findings indicate that effective principal leadership is an important factor in improving elementary school teacher performance.
Hambatan dalam Pencegahan Perundungan di Sekolah Menengah: Potensi Tepa Salira sebagai Landasan Pengembangan Intervensi Erna Widiyanti; Suwarjo; Afanin Halqim
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.724

Abstract

Perundungan merupakan masalah sosial yang masih persisten di lingkungan sekolah sehingga memerlukan strategi pencegahan yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pencegahan perundungan, hambatan struktural dalam layanan bimbingan dan konseling, serta potensi tepa salira sebagai kerangka kearifan lokal dalam pengembangan intervensi preventif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multisitus pada lima sekolah menengah pertama (SMP). Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru bimbingan dan konseling serta observasi nonpartisipan, kemudian dianalisis secara tematik melalui analisis dalam situs dan lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai normatif yang dikembangkan sekolah dan perilaku sosial siswa, yang ditunjukkan oleh masih terjadinya agresi verbal serta kesulitan dalam menerapkan kepatutan sosial, empati, dan pengendalian diri. Analisis lintas situs juga menunjukkan adanya perbedaan kondisi struktural layanan bimbingan dan konseling. Dua dari lima sekolah menyediakan waktu khusus untuk konseling, sedangkan tiga sekolah lainnya tidak, sehingga konselor perlu menyesuaikan layanan preventif melalui penjadwalan yang fleksibel, pemanfaatan media digital, dan pendekatan proaktif kepada siswa. Pencegahan dan penanganan perundungan juga memerlukan koordinasi antara guru bimbingan dan konseling dengan berbagai aktor sekolah, bukan hanya mengandalkan konseling individual. Dalam konteks tersebut, tepa salira berpotensi menjadi kerangka berbasis kearifan lokal untuk memperkuat empati, pengambilan perspektif, kesadaran sosial, dan regulasi diri dalam layanan bimbingan dan konseling preventif. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan layanan pencegahan perundungan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, meskipun efektivitas intervensi berbasis tepa salira masih perlu diuji secara empiris.

Page 10 of 15 | Total Record : 143