cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI ALAT DAN MESIN PERTANIAN (ALSINTAN) DI KELURAHAN PALAM, KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Ayu Yuli Yanti; Nina Budiwati; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dan masalah-masalah yang di hadapi penyuluh pertanian di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru.  Jenis data yang di gunakan adalah data  primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, berdasarkan dari 35 pertanyaan untuk mengukur peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dengan total respoden  30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total skor peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian 2212  dengan skor ideal 3150 dan berada indeks 70,22% dengan demikian peran penyuluh pertanian tergolong sedang.Masalah yang dihadapi dalam penerapan teknologi dan alat mesin pertanian adalah belum dilaksanakan dengan baik peran sebagai supervisi, pemantauan dan evaluasi sehingga hasilnya belum maksimal/optimalKata kunci : peran  penyuluh pertanian, penerapan teknologi alsintan
Analisis Risiko Produksi Tanaman Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Ardiansyah Ardiansyah; Ahmad Yousuf Kurniawan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8265

Abstract

Usahatani cabai rawit memiliki risiko yang tinggi. Petani harus meminimalisir risiko yang terjadi dengan cara melakukan upaya penanganan dalam menghadapi risiko sehingga hasil produksi dalam budidaya cabai rawit dapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang dihadapi petani pada budidaya tanaman cabai rawit dan menganalisis besarnya risiko pada usaha budidaya tanaman cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh menggunakan rancangan sampling jenuh atau sensus, sehingga menggunakan semua populasi sebanyak 45 petani responden. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif yang di bantu skala likert, expected return, variance, standard deviation dan coefficient varriation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sumber risiko yaitu sumber risiko eksternal dan internal. Sumber risiko eksternal yaitu : cuaca, hama, penyakit, bencana alam dan musim. Sedangkan sumber risiko internal yaitu : benih dan bibit, pupuk, pestisida, teknis budidaya dan teknologi. Sumber risiko yang sering dialami petani yaitu : cuaca hujan 38,67 %, penyakit antraks 54,67%, hama thrips 56,89%, dan bercak daun 58,67%. Semakin rendah presentasenya maka kemungkinan terjadinya serangan akan semakin tinggi. Nilai expected return yang diperoleh adalah sebesar 11,33. Artinya petani cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang mengharapkan rata-rata produktivitas sebanyak 11,33 ton/ha di saat kondisi risiko produksi 6% untuk setiap kondisi dalam proses budidaya yang telah diakomodasi oleh petani. Hasil analisis risiko produksi yang diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,06. Artinya pada setiap satu kilogram cabai rawit yang dihasilkan akan mengalami risiko sebesar 6% pada saat terjadi risiko produksi. Risiko produksi rawan terjadi pada musim hujan karena hama, jamur dan virus mudah berkembang.
Dampak Irigasi Haruyan Dayak Terhadap Peningkatan Produktivitas Padi di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dewi Haryanti; Hamdani Hamdani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6009

Abstract

Salah satu faktor yang meningkatkan luas garapan usahatani adalah pemanfaatan Irigasi Haruyan Dayak. Tingginya tingkat partisipasi petani tentunya akan memberikan kontribusi penting dalam kehidupan petani. Penelitian ini tujuan untuk menganalisis dampak Irigasi Haruyan Dayak terhadap produksi padi sawah dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani pengguna dan non pengguna air Irigasi Haruyan Dayak dalam pengelolaan usahatani padi sawah di Kecamatan Haruyan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani terdiri dari 15 petani pengguna Irigasi Haruyan Dayak dan 15 petani bukan pengguna.. Analisis dilakukan dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan produktivitas padi sawah petani yang menggunakan dengan tidak menggunakan Irigasi Haruyan Dayak terdapat peningkatan sebesar 2.082,44 kg/ha. Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengelola usahatani padi yaitu serangan hama tikus, wereng dan walang sangit.
KONTRIBUSI USAHATANI JERUK SIAM TERHADAP PENDAPATAN BERSIH RUMAHTANGGA PETANI DI DESA SUNGAI TUAN ULU KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Aurora Vianda; Muhammad Husaini; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.616

Abstract

Jeruk salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia. Selain buah jeruk, petani juga menanam tanaman pangan seperti padi. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui pendapatan bersih usahatani jeruk siam dan pendapatan bersih rumahtangga petani, kontribusi usahatani jeruk siam terhadap pendapatan rumahtangga petani, dan tingkat kesejahteraan rumahtangga petani. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-September 2017 di Desa Sungai Tuan Ulu Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Pemilihan lokasi dilakukan secara secara sengaja. Sampel sebanyak 30 orang petani dengan menggunakkan random sampling. Pendapatan bersih yang yang diperoleh pada usahatani jeruk siam di desa Sungai Tuan Ulu sebesar Rp 13.772.568,89 per tahun. pendapatan bersih rumah tangga petani yang terdiri dari pendapatan usahatani jeruk siam, pendapatan usahatani padi, pendapatan non usahatani dan pendapatan tenaga kerja dalam keluarga sebesar Rp 25.927.453,08 per tahun. Nilai kontribusi usahatani jeruk siam sebesar 53,12%. Hal ini berarti bahwa usahatani jeruk siam kontribusinya lebih dari setengah pendapatan total petani. Berdasarkan indikator garis kemiskinan Badan Pusat Statistik 86,67% rumahtangga petani tidak miskin atau sejahtera dan sisanya 13,33% tidak sejahtera. Sedangkan indikator Bank Dunia 43,33% rumahtangga petani tidak miskin atau sejahtera dan sisanya 56,67% tidak sejahtera.Kata kunci: pendapatan, uasahatani, jeruk siam, kontribusi, tingkat kesejahteraan
ANALISIS DAMPAK RELOKASI PASAR TERHADAP PEDAGANG SAYUR (PASAR BAUNTUNG BANJARBARU) Aldi Ahmad Romadon; Ahmad Yousuf Kurniawan; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12256

Abstract

Relokasi Pasar Banjarbaru memberikan dampak positif dan negative pada seluruh pedagang sayur. Penelitian ini bertujua nuntuk menganalisis perbedaan pendapatan pedagang sayur sebelum dan sesudah di relokasi ke pasar Bauntung Banjarbaru, dan persepsi pedagang sayur terhadap relokasi dan kondisi pasar relokasi. Penelitian ini dilakukan di lokasi Pasar Bauntung Banjarbaru yang beralamatkan Jl. RO Ulin, Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan kepada para pedagang sayur sebagai subyek penelitian. Pedagang yang hanya berjualan sayur saja di Pasar Bauntung Banjarbaru berjumlah 30 pedagang yang semuanya telah mengalami relokasi dari pasar Bauntung Banjarbaru lama. Dampak negatif dari relokasi Pasar Banjarbaru adalah menurunnya pendapatan pedagang sayur akibat dari relokasi pasar. Juga letak pasar yang baru kurang strategis karena agak jauh dari tengah kota. Rata-rata pendapatan per bulan para pedagang sayur turun sebesar 9%. Uji statistic menunjukan penurunan tersebut signifikan. Dampak positif dari relokasi Pasar Banjarbaru adalah tertatanya ruko-ruko yang sebelumnya terlihat kumuh dan kotor, sekarang lebih rapi dan jauh lebih bersih. Persepsi para pedagang sayur di pasar Bauntung Banjarbaru mengenai proses relokasi pasar banyak yang merasa tidak puas, karena tidak adanya bantuan untuk proses relokasi dankurangnya transparansi oleh pihak pemerintah. Namun di sisilain para pedagang sayur berpersepsi merasa cukup puas terhadap pengelolaan Pasar Bauntung yang baru, karena banyak fasilitas yag disediakan oleh pemerintah untuk membantu para pedagang sayur untuk beraktifitas di Pasar Bauntung yang baru tersebut.
Analisis Usahatani Integrasi Peternakan Ayam Ras Petelur dan Tanaman Jagung Hibrida di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Usahatani Bapak Ideham Chalid) M. Mahardika Syahti; Hairi Firmansyah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1277

Abstract

Abstrak. Usahatani intgerasi memperpadukan lebih dari satu usahatani yang secara optimal yang mampu menghasilkan keuntungan lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani integrasi peternakan ayam petelur dan tanaman jagung, menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan kentungan, dan menganalisis pengaruh harga terhadap suatu barang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu pada usahatani integrasi peternakan ayam petelur dengan tanaman jagung di Desa Bentok Kampung Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data perimer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 294.676.708/produksi. Hasil produksi selama penelitian diperoleh sebesar 19.050 kg dan penjualan ayam afkir sebesar Rp 10.000.000, sehingga penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 450.520.000/produksi. Keuntungan yang diperoleh sebesar 157.143.292/produksi. Berdasarkan pengaruh harga telur ayam diturunkan maka usahatani mampu bertahan sampai 25%. Maka disampulkan usahatani ini mampu bertahan meskipun harga telur ayam turun sampai 25%. Kata kunci : analisis usaha,  ayam petelur, jagung, integrasi.
PEMASARAN SAYUR-SAYURAN DI PASAR TAPANDANG BERSERI PELAIHARI, KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Noorhamida Noorhamida; Sadik Ikhsan; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2931

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui aktivitas pemasaran sayur-sayuran, mengetahui besarnya biaya, margin, dan keuntungan dari pemasaran sayur-sayuran di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari dan mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi pedagang pada pemasaran sayur-sayuran. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey menggunakan teknik wawancara langsung dan kuisioner sebagai alat bantu dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan contoh dilakukan berdasarkan teknik snowball sampling. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 15 sampel, terdiri dari 5 pedagang pengecer dan 10 pedagang besar. Saluran pemasaran yang digunakan adalah saluran dua tingkat yang melibatkan petani, pedagang besar dan pedagang pengecer. Berdasarkan hasil penelitian pada pedagang besar sayur-sayuran yang paling banyak memerlukan biaya pemasaran adalah kangkung dan yang paling sedikit memerlukan biaya pemasaran adalah kacang panjang. Pada pedagang pengecer sayur-sayuran yang paling banyak memerlukan biaya pemasaran ialah kacang panjang dan yang paling sedikit memerlukan biaya pemasaran adalah terong dan kangkung. Besarnya margin rata-rata yang diterima oleh pedagang besar dari tiga jenis sayuran tersebut berkisar antara Rp 876/kg atau 45% sampai dengan Rp 1.450/kg atau 35%, dan besarnya margin rata-rata yang diterima oleh pedagang pengecer dari tiga jenis sayuran tersebut berkisar antara Rp 1.333/kg atau 24% sampai dengan Rp 2.067/kg atau 52%. Keuntungan rata-rata yang diperoleh dalam pemasaran sayur-sayuran pada pedagang besar berkisar antara pada sayuran terong Rp 1272.31/kg, sayuran kangkung Rp 500.38/kg dan untuk sayuran kacang panjang Rp 1027.33/kg. Keuntungan rata-rata yang diperoleh dalam pemasaran sayur-sayuran pada pedagang pengecer berkisar antara pada sayuran terong Rp 1153.70/kg, sayuran kangkung Rp 1887.03/ kg dan untuk sayuran kacang panjang Rp 1187.03/kg.
Karakteristik Petani dan Analisis Usahatani Bawang Daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Adi Atma Yoga; Hamdani Hamdani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan mengetahui besar biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan, serta untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Data primer di peroleh melalui wawancara langsung dengan pelaku usahatani di lokasi penelitian menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner yang telah disediakan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber buku, jurnal, dinas atau lembaga terkait dengan penelitian ini di Kota Banjarbaru, serta bahan-bahan pustaka lainnya. Responden ditentukan dengan metode rancangan sampling jenuh atau sensus. Semua populasi petani sebagai responden yaitu sebanyak 30 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa karakteristik yang ada di tempat penelitian seperti petani masuk kedalam kategori dewasa akhir, bersuku Jawa, tingkat pendidikan rendah, berpengalaman dalam berusahatani, luas lahan tergolong sempit, mayoritas mengikuti penyuluhan pertanian, mayoritas mengikuti organisasi sosial, alat transportasi menggunakan sepeda motor, mayoritas menggunakan HP android dan memiliki internet, dan seimbang dalam kepemilikan sosia media. Biaya eksplisit sebesar Rp. 11.113.868/usahatani (Rp. 28.255.595/ha), biaya implisit sebesar Rp. 1.390.178/usahatani (Rp. 3.534.351/ha), total biaya (TC) sebesar Rp. 12.504.046/usahatani (Rp. 31.789.954/ha). Penerimaan total sebesar Rp. 28.304.500/usahatani (Rp. 71.960.593/ha), pendapatan sebesar Rp. 17.190.633/usahatani (Rp. 43.704.998/ha). Kuntungan adalah sebesar Rp. 15.800.454/usahatani (Rp. 40.170.647/ha). Nilai RCR (Revenue Cost Ratio) adalah sebesar 2,26 atau lebih dari 1, artinya usahatani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Tahu di Kelurahan Jambu Hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Studi Kasus Pengolahan Tahu Pak Nawi) Muhammad Syaidi; Nuri Dewi Yanti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7848

Abstract

Industri kecil memiliki peranan terhadap pertumbuhan perekonomian suatu negara dan peranan industri kecil ini dapat meningkatkan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menyerap tenaga kerja dan ikut berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu industri kecil yang berpotensi untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kedelai menjadi tahu. Di Kecamatan Kandangan Kelurahan Jambu Hilir terdapat industri kecil pengolahan tahu yaitu pengolahan tahu Bapak Nawi. Industri pengolahan tahu tersebut tentunya dapat memberikan nilai tambah. Nilai tambah tersebut nantinya akan diketahui dengan membedakan harga jual bahan baku (kedelai) dan harga jual tahu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu yang dilakukan oleh pengusaha tahu Pak Nawi di Kelurahan Jambu Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan cara memaparkan hasil perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan hingga nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan tahu Bapak Nawi. Hasil penelitian ini bahwa total biaya yang dikeluar oleh usaha pengolahan tahu Pak Nawi adalah sebesar Rp. 646,150 dalam satu kali proses produksi, dan penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 949.000 dalam satu kali proses produksi. Sehingga diperoleh keuntungan dari usaha pengolahan tahu Pak Nawi dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 302,850. Usaha Pengolahan tahu Pak Nawi memberikan nilai tambah sebesar Rp.416,356 dalam satu kali proses produksi.
Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Siti Rahmah; Luthfi Fatah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.772

Abstract

Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam  pembangunan ekonomi negara Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya pemberdayaan UMKM melalui strategi pengembangan usaha industri tahu yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal industri, mengetahui peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri, serta merumuskan strategi pengembangan usaha industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Data diambil dengan observasi, wawancara, kuisioner serta metode pengambilan sampel dengan metode sensus untuk pemilihan industri, metode proportionate random sampling untuk karyawan perusahaan, dan metode purposive untuk responden konsumen dengan total keseluruhan responden 42 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha industri tahu diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan acuan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan pada matriks IE, usaha industri tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok growth and build (Tahu Langgeng, Tahu Harapan Jaya, Tahu Sukatmo, Tahu Adi Karya, Tahu Berkat sekumpul) dan kelompok hold and maintain (Tahu Karya Bersama Narso dan Tahu Karya Bersama Setu) sedangkan berdasarkan diagram kartesisus SWOT terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kuadran II (strategi ST) yaitu Tahu Langgeng, Tahu Adi Karya, dan Tahu Berkat Sekumpul dan kelompok kuadran IV (strategi WT) yaitu Tahu Harapan Jaya, Tahu Karya Bersama Narso, Tahu Karya Bersama Setu, dan Tahu Sukatmo.Kata kunci: UMKM, industri tahu, strategi pengembangan, matriks SWOT