cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
ANALISIS USAHA FRANCHISEE KUE SOUFFLE PANCAKE CO.FFEE.TEA Holila Fitriana Siregar; Muzdalifah Muzdalifah; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13033

Abstract

Usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea adalah salah satu usaha yang beroperasi di sektor industri makanan yang menghasil kanproduk berupa kue berbentuk bulat, ukuran kecil dan bergaya khaske Jepang-Jepang an yang dimulai pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan tentang usaha franchisee nya yang di analisis secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sistem franchise yang digunakan pada usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea ini adalah waralaba dengan jenis waralaba format bisnis. Biaya total yang dikeluarkan pusat usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Banjarbaru pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp28.815.065 dengan penerimaan total dari penjualan kue sebesar Rp49.910.000 dan penerimaan total dari usaha franchisee sebesar Rp5.260.000 sedangkan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp26.354.935. Biaya total yang dikeluarkanusaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Palangkaraya pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp16.527.270 dengan total penerimaan sebesar Rp24.490.000 dan keuntungan sebesar Rp7.962.730. Biaya total yang dikeluarkan usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Barabai pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp5.891.276 dengan total penerimaan sebesar Rp8.277.000 dan keuntungan sebesarRp2.385.724
Analisis Biaya, Pendapatan dan Keuntungan Perangkai Bunga Melati (Jasminum sambac) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Bastiah Bastiah; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1963

Abstract

Rangkaian bunga melati merupakan salah satu pengolahan hasil dari tanaman hias. Usaha peragkaian bunga melati ini masih merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakatnya. Kendala utama yang dihadapi dalam kegiatan berproduksinya adalah bunga melati mudah tidak tahan lama atau rusak, berfluktuasinya harga bunga melati yang tergantung musim dan adanya keragaman permintaan produk pada bulan-bulan tertentu serta penggunaan teknologi yang masih sederhana. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar meliputi Desa Bincau, Bincau Muara dan Labuan Tabu yang dimulai dari bulan Maret sampai dengan September 2018. Hasil penelitian menunjukan jenis rangkaian bunga melati dalam penelitian ini adalah jenis rangkaian selendang, adat banjar, adat jawa, adat sunda dan kembang serai. Total biaya dari usaha perangkai bunga melati pada bulan tinggi sebesar Rp 6.966.111,04 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 12.224.166,67, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 5.839.622,22 dan keuntungannya sebesar Rp 5.258.055,63. Sedangkan pada bulan sedang besar total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 5.620.188,54 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 9.353.166,67, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 4.208.022,22 dan keuntungannya sebesar Rp 2.845.444,79. Pada bulan rendah besar total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 3.930.888,54 dengan rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 6.776.333,33, maka rata-rata pendapatan yang diperoleh perangkai bunga melati adalah sebesar Rp 3.195.711,11 dan keuntungannya sebesar Rp 2.845.444,79. Kata kunci: biaya, pendapatan, keuntungan, perangkai bunga melati, Jasminum sambac
Analisis Finansial Usaha Keripik Mandai Cap Gundul di Desa Riwa, Kecamatan Batumandi, Kabupetan Balangan (Studi Kasus) Arif Fitri Setiawan; Hairi Firmansyah; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5920

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan salah satu penghasil buah cempedak di Provinsi Kalimantan Selatan yang salah satunya terletak di Desa Riwa Kecamatan Batumandi. Dalam tiga tahun terakhir, usaha keripik mandai di Desa Riwa mengalami peningkatan, namun bahan baku terbatas dan buah cempedak adalah buah-buahan musiman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan niaga keripik, menentukan biaya, pendapatan, dan keuntungan, serta menentukan titik impas (BEP) usaha keripik mandai di Desa Riwa. Metode Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, Pengumpulan data adalah untuk mendapatkan keadaan sebenarnya dari pengolahan keripik mandai dengan cara mengamati secara langsung objek penelitian, dan memperoleh data yang dibutuhkan melalui wawancara dengan pemilik usaha atau pihak terkait. Penelitian ini dilakukan di Desa Riwa Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Dimulai dari bulan September 2019-Oktober 2020. Kegiatan Usaha Keripik Mandai Cap Gundul terdiri dari penyedian bahan baku, penyedian bahan penolong,penyedian bahan kemasan (logo), peratalan produksi dan proses produksi pemasaran. Jumlah biaya yang dikeluarkan Usaha Keripik Mandai Cap Gundul sebesar Rp 23.771.250 dengan penerimaan sebesar Rp 30.775.000 dan keuntungan sebesar Rp 7.130.000. Break Event Point Usaha Keripik Mandai Cap Gundul mencapai titik impas pada saat jumlah produksi minimal 680 bungkus dengan jumlah nilaipenjualan minimal sebesar Rp. 17.028.800.
Profil Kelompok Pengrajin Anyaman Purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru Muhammad Firdaus; Kamiliah Wilda; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10313

Abstract

Salah satu kecamatan di Kota Banjarbaru yang memiliki konsentrasi tinggi pengrajin purun ternama adalah Kampung Purun Kecamatan Cempaka. Purun yang tumbuh alami di rawa bekas tambang dimanfaatkan warga untuk membuat olahan anyaman. Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu menganalisis profil kelompok pengrajin anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Jenis data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder. Dengan metode studi kasus, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap kelompok tertentu, melalui wawancara secara mendalam dengan ketua kelompok mengenai profil kelompoknya serta proses produksi dan pemasarannya. Hasil penilitian ini menganalisis profil kelompok pengrajin anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru, yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu Galeri Galoeh Tjempaka, rata-rata produksi 140 produk perbulan, pemasaran dilakukan di galeri kelompok yang terletak di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru dan pemesanan melalui media WhatsApp; Galeri Galoeh Bandjar, rata-rata produksi 84 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp dan Instagram; Galeri Al-Firdaus, rata-rata produksi 84 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp serta ada juga yang dipromosikan di media sosial seperti Instagram dan Tiktok; Galeri Pelangi Al-Firdaus, rata-rata produksi 112 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp serta ada juga yang dipromosikan di media sosial Instagram.
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru Hasriati Erawati; Kamiliah Wilda; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7813

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan gula aren, serta mengetahui besar nilai tambah yang dihasilkan dari usaha pengolahan gula aren. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Terdapat dua desa yang memproduksi gula aren yaitu Desa Teluk Aru dan Desa Teluk Kemuning. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). yaitu penentuan sampel secara sengaja oleh peneliti berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan desa sampel dilakukan dengan pertimbangan yaitu desa yang memiliki unit usaha industri gula aren. Pengambilan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Adapun jumlah populasi pengrajin gula aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan berjumlah 27 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 2.993.234 per bulan, penerimaan rata- rata sebesar Rp 3.769.630 per bulan. Rata-rata keuntungan sebesar Rp 776.396 per bulan. Rata-rata nilai tambah pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 10.857,31/kg.
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) SISTEM KERJASAMA OPERSIONAL AGRIBISNIS (KOA) PADA PT CIOMAS ADISATWA DI DESA LOK BATUNG KECAMATAN PARINGIN KABUPATEN BALANGAN Rezky Fauji; Umi Salawati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.662

Abstract

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu agroindustri yang berkembang pesat di Indonesia. Agroindustri umumnya mempunyai kontribusi yang signifikan bagi negara berkembang karena tiga alasan, yaitu sebagai sarana transformasi produksi pertanian menjadi produk siap konsumsi, sebagai faktor manufaktur andalan komoditas ekspor dan sebagai penyediaan bahan makanan sumber nutrisi bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Usaha peternakan ayam ras pedaging pada umumnya menghadapi beberapa permasalahan seperti mortalias ayam pada setiap periode produksi. Bagi peternak plasma yang melakukan kemitraan memilki persoalan seperti pelayanan, harga kontrak, kualitas DOC dan biaya produksi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mekanisme kemitraan, sistem kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi serta bentuk perjanjian kerjasama antara PT Ciomas Adisatwa dengan Peternak, mengetahui besar biaya, penerimaan dan keuntungan, mengetahui kelayakan usaha usaha ternak ayam pedaging (broiler) sistem kerjasama opersional agribisnis (KOA) pada PT Ciomas Adisatwa di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan yang dimulai dari bulan Februari sampai April 2018. Jumlah sampel sebanyak 4 orang peternak, diambil dengan cara metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya, penerimaan, keuntungan dan RCR. Hasil penelitian diperoleh mekanisme atau cara bermitra dengan PT Ciomas Adisatwa ada dua cara yaitu peternak mengajukan permohonan kepada PT Ciomas Adisatwa atau pihak perusahaan memberikan tawaran untuk melakukan kerjasama pemeliharaan ternak ayam pedaging (broiler). Kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi di PT Ciomas Adisatwa ini ditandatangan dua minggu sebelum anak ayam (DOC) diserahkan kepada peternak untuk di pelihara. Bentuk perjanjian berupa dokumen Kesepakatan Harga serta Perjanjian Kerjasama. Pada usaha ternak ayam pedaging (broiler) di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan proses produksi umumnya ada 6 periode produksi selama 1 tahun, pada skala usaha menengah rata-rata biaya totalnya sebesar Rp 1.345.390.812,68 sedangkan skala usaha kecil rata-rata biaya totalnya sebesar Rp 857.297.933,04 dan rata-rata penerimaannya untuk skala usaha menengah sebesar Rp 1.374.320.535,82 sedangkan skala usaha kecil sebesar Rp 875.583,352,46 sehingga keuntungan yang diperoleh peternak untuk skala usaha menengah sebesar Rp 28.929.723,14 dan skala usaha kecil Rp 18.285.419,42. Besarnya RCR pada skala usaha menengah sebesar 1,0215 dan skala usaha kecil sebesar 1,0213 yang berarti setiap satu rupiah yang di keluarkan akan memberikan penerimaan lebih besar dari satu rupiah, dan usaha ternak ayam pedaging tersebut layak diusahakan.Kata kunci: usaha ternak ayam pedaging (broiler), sistem kerjasama operasional agribisnis (KOA).
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS PADA USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK CASUAL FARMER) Rahmat Pamuji; Hairin Fajeri; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2623

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan, menganalisis kelayakan finansial, dan mengetahui sensitivitas usahatani sayuran hidroponik terhadap penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode yang digunakan adalah metode dekskriptif untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani sayuran, untuk mengukur kelayakan finansial digunakan kriteria investasi NPV, Net B/C, dan IRR, dan analisis sensitivitas digunakan skenario penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa keadaan penyelenggaraan usahatani Casual Farmer dikatakan baik karena memenuhi panduan pertanian hidroponik dari Kementerian Pertanian. Analisis kelayakan finansial dengan menggunakan tingkat suku bunga 12% diperoleh nilai NPV positif sedangkan nilai Net B/C > 1 dan nilai IRR > Interest rate. Hal ini menandakan bahwa usahatani Casual Farmer secara finansial layak untuk diteruskan. Hasil analisis sensitivitas (switching value) pada usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer disimpulkan bahwa usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer peka atau sensitif terhadap penurunan harga jual maupun peningkatan biaya produksi. Namun kecendrungan kepekaan atau sensitifnya usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer lebih dominan terhadap penurunan harga jual. Biaya penurunan harga jual maksimal yang dapat diterima pemilik agar usahatani tetap layak sebesar 15% yaitu Rp.5.250,00 per Kg.Kata kunci: kelayakan finansial, usahatani, sayuran hidroponik 
Analisis Kualitas Pelayanan Kedai Kopi Janji Jiwa Banjarbaru Yedita Ayu Kusuma Ningrum; Kamiliah Wilda; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5963

Abstract

Kualitas pelayanan saat ini menjadi sesuatu yang diprioritaskan oleh konsumen termasuk dalam memilih kedai kopi. Janji Jiwa merupakan kedai kopi yang baru tiga tahun berdiri tetapi sudah memiliki lebih dari 700 cabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis harapan dan kinerja pelayanan di Kedai Kopi Janji Jiwa Banjarbaru. Metode pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dan terdiri dari 105 responden yang mewakili tiga Kedai Kopi Janji Jiwa di Banjarbaru. Penyebaran kuesioner berupa link google form dilakukan dengan menemui responden secara langsung guna mengurangi terjadinya kuesioner yang tidak kembali dan kuesioner yang tidak memenuhi syarat. Analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui harapan, kinerja juga strategi yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, serta Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui indeks kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, Harapan konsumen terhadap pelayanan kedai kopi Janji Jiwa di Banjarbaru memiliki skor rata-rata 4,39 dan berada pada kategori penilaian “sangat penting”. Sedangkan kinerja pelayanannya memiliki skor rata-rata 4,05 dan berada pada kategori penilaian “puas”, artinya konsumen menganggap kualitas pelayanan sangat penting dan merasa puas dengan kinerja pelayanan. Indeks kepuasan konsumen secara keseluruhan adalah 84% yang termasuk kategori good, artinya dari harapan dan kinerja pelayanan kedai kopi Janji Jiwa Banjarbaru memiliki indeks kepuasan konsumen yang baik. Sebanyak 11 sub indikator termasuk kedalam kuadran dua dengan strategi pertahankan prestasi, sebanyak 4 sub indikator termasuk kedalam kuadran satu dengan strategi peningkatan prestasi, sebanyak 6 sub indikator termasuk dalam kuadran tiga dengan strategi prioritas rendah karena pengaruh subindikator yang kecil terhadap kepuasan konsumen dan sebanyak 3 sub indikator termasuk dalam kuadran empat dengan strategi mengoptimalkan kinerja agar tidak berlebih.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Sambal Cabai Hiyung (Studi Kasus: Kwt Karya Maju Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan) Nurul Jannah; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10345

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai jenis cabai rawit yang hanya dapat tumbuh di salah satu Desa yaitu Desa Hiyung yang terletak di Kabupaten Tapin. Seringkali harga cabai melambung sampai harga yang sangat tinggi, tetapi terkadang turun menjadi harga yang sangat rendah bahkan tidak mampu menutupi biaya produksi. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada agar membantu para petani cabai untuk mengatasi fluktuasi harga dan daya simpan cabai tersebut. Adapun salah satu inovasi tersebut adalah pembuatan hasil produksi cabai hiyung menjadi sambel cabai hiyung, sehingga nilai jual maupun nilai tambah hasil produksi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan.dan. keuntungan serta untuk menganalisis nilai tambah cabai hiyung menjadi salah satu produk yaitu sambel cabai rawit hiyung. Berdasarkan hasil penelitian dari pengolahan sambal cabai hiyung dapat diketahui yaitu, total biaya yang di keluarkan adalah Rp 3.821.666,99/bulan dengan bahan baku sebesar 25 kg, penerimaan total yang diperoleh mencapai Rp 8.500.000,00/bulan dari hasil produksi sebanyak 425 botol, maka keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 4.678.333,01 setiap bulannya. Nilai tambah yang diperoleh dari hasil analisa selama satu bulan dengan menggunakan 1 kg cabai rawit hiyung sebagai bahan baku utama dengan harga awal Rp 60.000/kg menjadi sebesar Rp 196.800/kg atau sebesar 63,76%.
Sikap Masyarakat Tani terhadap Anjuran Tanam Padi Unggul di Wilayah Pasang Surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Nana Mardiana; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7865

Abstract

Kebutuhan beras penduduk Indonesia meningkat setiap tahun, maka pemerintah mengeluarkan program anjuran penanaman padi varietas unggul kepada masyarakat tani salah satunya untuk di lahan rawa pasang surut. Program Anjuran tanam tersebut untuk setiap daerah termasuk di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Pemerintah memberikan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat tani. Untuk mengatahui keberhasilan suatu program salah satunya dapat diketahui dari sikap yang diberikan petani terhadap program tersebut. Sikap petani didefinisikan sebagai kecederungan memberi respon terhadap program tersebut yang diukur berdasarkan pengetahuan, perasaan atau keyakinan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap masyarakat tani terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani padi varietas unggul di sawah pasang surut di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dan sampel yang diambil sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian, dari 3 indikator yang telah disajikan kepada responden, mayoritas petani responden memiliki sikap setuju terhadap anjuran tanam varietas padi unggul di sawah pasang surut Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dengan rata-rata skor 76%. Permasalahan yang dihadapi oleh petani pada usaha tani varietas paadi unggul di Desa pemurus Kecamatan Aluh-Aluh adalah karena lahan yang tidak cocok disebabkan pasang surut sawah tergolong dalam tipe B, harga jual yang rendah dan pupuk yang cukup sulit didapatkan.