cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi (Oryza sativa) Sawah Lokal Pada Lahan Pasang Surut di Desa Sungai Tunjang Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Muhammad Abiel Malik; Sadik Ikhsan; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.780

Abstract

Pemanfaatan lahan marginal pada lahan pasang surut dinilai cukup potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi dengan melalui penerapan teknologi, sistem pengelolaan dan penggunaan faktor yang tepat. Penggunaan faktor produksi yang efisien secara teknis berdampak dalam peningkatan produksi padi. Tujuan penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis faktor produksi menggunakan metode Maximum Likehood Estimation (MLE) dalam fungsi produksi frontier stochastic. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Tunjang yang ditentukan secara purposive. Sebanyak 60 orang petani padi lokal diambil sebagai sampel menggunakan metode simple random sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi batas (frontier) adalah input lahan, kapur dan tenaga kerja. Untuk input produksi pupuk dan  pestisida secara statistik tidak berpengaruh dan positif, sedangkan benih secara statistik tidak berpengaruh nyata dan bernilai negatif. Sebaran tingkat efisiensi menunjukkan rata-rata ukuran efisiensi teknis sejumlah 0,86  dengan 0,35 dan 0,97 masing-masing sebagai ukuran terendah dan tertinggi. Sebanyak 83,4% petani responden termasuk usahatani padi efisien secara teknis dan 16,6% petani responden tidak efisien dalam berusahatani padi. Pengukuran inefisiensi teknis menunjukkan bahwa variabel umur, pengalaman dan pendidikan secara statistik tidak berpengaruh. Namun dari nilai koefisiean  variabel  umur bernilai positif sedangkan variabel pengalaman dan pendidikan bernilai negatif terhadap tingkat inefisiensi teknis.Kata kunci: efisiensi teknis, fungsi produksi stochastic frontier, maximum likehood estimation (MLE)
Analisis Keuntungan Ternak Ayam Broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong Rima Oktavian Marfuah; Yudi Ferrianta; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8266

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin baik dapat meningkatkan pendapatan peternak dalam tatanan ekonomi nasional. Penyediaan pangan berupa daging bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang dapat mencapai sasaran tersebut maka peranan ayam sebagai salah satu sumber protein hewani dapat diandalkan karena ayam merupakan salah satu aset nasional yang turut menunjang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sehingga usaha ayam pedaging juga merupakan salah satu usaha peternakan yang memiliki prospek yang cukup cerah untuk terus dikembangkan dalam rangka untuk memperbesar penyediaan sumber protein hewani bagi masyarakat luas. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis keuntungan usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. 2) Untuk Mengetahuibesar R/C Ratio usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Jenis data dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel peternak menggunakan teknik cluster sampling method. Keuntungan usaha ternak ayam ras pedaging di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong sebesar Rp.36.010.416/per tahun untuk skala usaha mikro dan sebesar Rp. 83.422.337/tahun untuk skala usaha menengah. R/C Ratio Usaha ternak ayam ras di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong adalah layak untuk diusahakan yaitu sebesar 1,07 untuk skala usaha mikro dan sebesar 1,08untuk skala usaha menengah. Kendala yang paling banyak dihadapi peternak ayam ras pedaging di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong ialah serangan penyakit dan cuaca dan iklim tidak menentu.
Analisis Usaha Pengolahan Produk Makanan Kerupuk Basah (Studi Kasus Usaha Pengolahan Kerupuk Basah Asli Sukamara Merk Mahdalina di Kelurahan padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah) Nor Haidah; Usamah Hanafie; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan usaha pengolahan kerupuk basah, menganalisis biaya produksi, penerimaan dan keuntungan pada usaha kerupuk basah, menganalisis titik impas (break even point) dan mengetahui permasalahan yang ada pada usaha kerupuk basah asli Sukamara Mahdalina. Penelitian ini dilakukan pada 20 September sampai 20 Oktober 2020. Data yang dikumpulkan didapat melalui pengisian kuisioner, wawancara dan berupa studi kasus dengan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan usaha kerupuk basah Ibu Mahdalina dilakukan di Jalan Cakra Adiwijaya RT 8 RW 3 Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah. Proses dimulai dari tahap awal yaitu menyiapkan bahan selanjutnya membersihkan ikan gabus, menghaluskan ikan gabus dan bumbu-bumbu mencampurkan semua bahan, pembentukkan, perebusan, pewarnaan dan pengemasan. Besar biaya tetap adalah sebesar Rp. 125.098/bulan dan biaya variabel sebesar Rp. 6.738.400. Penerimaan yang diperoleh dari usaha kerupuk basah Ibu Mahdalina adalah sebesar Rp. 10.800.000/bulan dan keuntungan yang diterima oleh usaha kerupuk basah ibu Mahdalina adalah sebesar Rp 3.936.502. Dari penelitian diperoleh nilai Titik Impas (Break Even Point) dalam unit adalah sebesar 33,3 buntang dan dalam rupiah sebesar Rp. 329.205,26
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PEMBUATAN TAHU PUTIH DI KELURAHAN GUNTUNG PAYUNG KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Pabrik “Tahu Anyar”) Natalia Wulandari; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pemesanan bahan baku yang ekonomis per kali pesan (Economic Order Quantity), kelayakan (Revenue Cost Ratio) dan titik impas (Break Even Point) usaha pembuatan tahu putih, serta proses pemasaran tahu putih. Metode studi kasus merupakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan data dengan menyeluruh, yaitu di Pabrik “Tahu Anyar” Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pemesanan sebanyak 68.100 kg selama 1 tahun terakhir degan pemesanan bahan baku kedelai yang optimal (EOQ) adalah sebesar 5.652 kg/ kali pesan dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali pesan/tahun, sehingga diperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 163.875/kali pesan atau Rp 1.966.500/tahun dengan pemesanan bahan baku sebanyak 276 kg /kali pesan atau 3.312 kg/tahun. Keuntungan yang diper oleh adalah sebesar Rp 248.719.648/tahun dan mencapai titik impas (BEP) pada saat produksi tahu mencapai 6.304 papan atau 3.152 kg dan nilai jumlah penjualan sebesar Rp 157.600.000. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR sebesar 1.31 maka RCR > 1. Pemasaran tahu putih melibatkan beberapa pihak diantaranya produsen, pedagang pengecer dan konsumen. Proses pemasaran dilakukan langsung oleh pemilik perusahaan dengan mengantar ke pengecer di pasar antasari dan wilayah Kota Banjarmasin serta ke konsumen di sekitar Kota Banjarbaru.Kata kunci: persediaan, biaya, titik impas, kelayakan usaha, pemasaran, industri.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PARANG KAMPENG KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Robijul Yahdi Saputra; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12257

Abstract

Indonesia merupakan negara pertanian, dimana pertanian berperan penting pada perekonomian nasional. Ini terlihat dengan banyaknya rakyat atau pekerja yang memilih mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara dan memahami masalah yang dihadapi petani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja, sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara yang telah disiapkan, kemudian hasil dari wawancara tersebut dianalisis untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp10.643.896,800per usahatani per tahun (Rp4.985.383,00 per ha per tahun). Peneri-maan usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp50.435.512,00 perusaha tani per tahun (Rp23.458.377,67 per ha per tahun). Pendapatan bersih rata-rata usahatani kelapa sawit di Desa Parang Kampeng adalah sebesar Rp39.536.440,00 per usahatani per tahun (Rp18.389.041,86 per ha per tahun).
Analisis Pemasaran Perusahaan Roti Gepeng Cap ZB di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Normaulida Normaulida; Muzdalifah Muzdalifah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1284

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  fungsi-fungsi pemasaran, menghitung biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran dan share pemasaran yang dilakukan pada perusahaan Roti Gepeng ZB dan mengetahui masalah - masalah yang dihadapi dalam perusahaan Roti Gepeng ZB. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu di Perusahaan Roti Gepeng Cap ZB Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi pemasaran pada perusahaan Roti Gepeng cap ZB pada saluran I  adalah fungsi pertukaran dan fungsi fasilitas. Saluran II-A dan II-B melakukan fungsi pertukaran yaitu penjualan dan pembelian, fungsi fisik yaitu pengangkutan dan fungsi fasilitas yaitu penanggungan resiko.Biaya pemasaran tertinggi yang dikeluarkan terdapat pada pola saluran II-A yaitu sebesar Rp102,5/biji dan keuntungan pemasaran tertinggi terdapat pada pola saluran II-B yaitu sebesar Rp152,5/biji. Total margin pada saluran I sebesar Rp100/biji sedangkan saluran II-A dan II-B yaitu sebesar Rp250/biji. Dan share pemasaran  yang didapat pada saluran I yaitu sebesar 100% dan saluran II (II-A dan II-B) yaitu sebesar 100%. Permasalahan yang dihadapi adalah persaingan yang cukup ketat antar perusahaan roti sejenis yang ada di daerah Banjarbaru membuat perusahaan harus menjaga mutu produksi agar tetap sama walau kadang terjadi penaikan harga bahan baku yang membuat perusahaan kesulitan. Masalah yang juga dihadapi perusahaan adalah menaikkan harga penjualan roti yang tergolong lambat.Kata kunci:roti, fungsi pemasaran, saluran pemasaran, biaya pemasaran
PERILAKU PETANI PADA USAHATANI LANGSAT (Lansium domesticum) DI KECAMATAN TANTA KABUPATEN TABALONG Ica Katisa Maharani; Djoko Santoso; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2932

Abstract

Buah langsat adalah buah musiman yang merupakan buah endemik dan salah satu ikon daerah Kabupaten Tabalong. Komoditas langsat diusahakan sebagai usahatani penunjang, sehingga tidak ada rumah tangga petani yang menggantungkan hidupnya hanya pada berusahatani langsat sebagai komoditas utama. Hal ini dikarenakan komoditas langsat yang masih diusahakan adalah pohon-pohon warisan sehingga produktivitas yang tidak sama setiap tahun tidak dapat dihindari. Di Kabupaten Tabalong sistem usahatani pada komoditas langsat tidak ditanam pada satu hamparan lahan yang sama (monokultur). Upaya pengembangan dengan tujuan pelestarian terhadap komoditas langsat harus dilakukan melalui upaya perbaikan teknologi maupun sumberdaya manusia dan modal usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani langsat pada pengelolaan usahatani langsat dalam upaya peremajaan dan pengembangan usahatani langsat baik secara in-situ atau monokultur, sebagai acuan perbaikan kualitas sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan komoditas langsat di Kabupaten Tabalong. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan metode penarikan contoh menggunakan multistage random sampling dan diperoleh 60 petani langsat sebagai responden penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis faktor. Analisis faktor akan mereduksi 12 faktor yang menjadi pertimbangan petani pada pengelolaan usahatani langsat menjadi faktor yang lebih sedikit jumlahnya. Berdasarkan hasil analisis faktor didapatkan 5 faktor yang menjadi pertimbangan untuk melakukan pengembangan usahatani langsat baik secara ­in-situ atau monokultur yakni, faktor 1 (produktivitas, pengalaman berusahatani, ketersediaan lahan, pihak yang mendukung usahatani langsat dan kegiatan informasi penyuluhan), faktor 2 (teknik budidaya langsat, sarana produksi dan biaya total usahatani), faktor 3 (pendapatan usahatani), faktor 4 (permintaan terhadap buah langsat dan kemitraan pemasaran langsat) dan faktor 5 (keragaman usahatani yang dimiliki).
Peran Penyuluh dalam Keberhasilan Petani Menanam Padi Unggul di Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Cindy Audini; Luthfi Fatah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9417

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran penyuluh dalam keberhasilan petani menanam padi unggul didesa Binderang Kabupaten Tapin dan hambatan penyuluh dalam melakukan penyuluhan. Persiapan dan pelaksanaan penelitian sampai dengan penulisan laporan berlangsung dari bulan Mei 2021 sampai dengan bulan Januari 2023. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh melalui BPS Kabupaten Tapin, Desa Binderang serta literatur melalui buku dan jurnal. Penentuan sampel menggunakan Slovin dan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan skala likert dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian peran penyuluh dalam keberhasilan petani menanam padi unggul di Desa Binderang sangat tinggi yaitu rata-rata sebesar 92,5%. Tiga indikator peran penyuluh menunjukkan hasil yang sangat tinggi yaitu motivator sebesar 93,1%, dinamisator sebesar 92,8% dan fasilitator sebesar 91,7%. Hambatan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan yaitu sebesar 71,4%. Hambatan yang ada seperti penentuan jadwal pertemuan, akses jalan menuju tempat penyuluhan, anggota kelompok tani sulit mengerti informasi yang disampaikan, tidak ada kendaraan penyuluh saat akan melakukan kegiatan penyuluham, penerapan inovasi dan anggota yang kurang aktif dalam kelompok.
Analisis Usaha Serbuk Jahe Merah di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Usaha Serbuk Jahe Merah Borneo) Sirajunnisa Sirajunnisa; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas serta permasalahan pada usaha serbuk Jahe Merah Borneo. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan sebelum pandemi covid-19 (Maret 2019 - Februari 2020) sebesar Rp52.834.712 penerimaan total Rp159.400.000 serta keuntungan Rp106.565.284. Pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp200.703.906 penerimaan total Rp466.080.000 dan keuntungan yang diterima Rp265.376.094. Biaya total mengalami peningkatan sebesar Rp147.869.194 atau 279,87% dari biaya total sebelum pandemi covid-19, penerimaan total mengalami peningkatan sebesar Rp306.680.000 atau 192,34% dari sebelum pandemi covid-19, dan keuntungan mengalami peningkatan Rp158.810.806 atau 149,03% dari keuntungan sebelum pandemi covid-19. Hasil uji t berpasangan terdapat perbedaan keuntungan usaha serbuk Jahe Merah sebelum pandemi covid-19 dan pada masa pandemi covid-19. Kelayakan usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 sebesar 2,32. Hal ini menunjukkan bahwa usaha serbuk Jahe Merah Borneo menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Titik impas produk serbuk Jahe Merah pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) kemasan 500 gram sebanyak 36,00414 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.240.373. Produk kemasan 350 gram sebanyak 56,31982 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.379.189. Produk kemasan 100 gram sebanyak 188,8455 kemasan dengan nilai penjualan Rp4.249.023. Produk kemasan 25 gram sebanyak 2425,985 kemasan dengan nilai penjualan Rp18.194.890. Permasalahan yang dihadapi usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 bahan baku yang tidak menentu ketersediaannya dikarenakan banyaknya peminat jahe merah sehingga pengumpul harus membagi jatah jahe ke setiap konsumen,
Tingkat Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Novia Grace Kristina Rezkillah; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.773

Abstract

Tingkat partisipasi pada petani mendukung jalannya program penyuluhan pertanian dalam kelompok tani padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui tingkat partisipasi petani, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan, masalah-masalah yang dihadapi petani dalam melakukan partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan September 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey.Penentuan wilayah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Selanjutnya, pengambilan sample menggunakan multistage random sampling yaitu dari 11 kelompok tani dipilih secara acak 3 kelompok tani, kemudian dari 3 kelompok tani secara proporsi diambil sampel dengan jumlah 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu statistik non parametik, uji korelasi dan analisis deskriptif dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil yang didapat menunjukkan Tingkat partisipasi petani dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan pertanian petani padi dikategorikan tinggi (76,8%). Kemudian pada faktor internal Terdapat hubungan antara Pendidikan Non Formal, sedangkanpada Usia dan Pendidikan Formal dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada faktor internal tidak terdapat hubungannyata. Pada faktor eksternal (Luas Lahan) tidak terdapat hubungan dengan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Sedangkan jarak rumah yang tidak jauh maupun jauh tidak memiliki hubungan dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan.Dari hasil penelitian para petani padi cenderung lebih banyak menaman bibit lokal daripada bibit unggul yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan modal dan hasil yang tidak sesuai yang didapatkan oleh petani padi.Kata kunci:tingkat partisipasi, faktor internal dan eksternal, usahatani