cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Kepuasan Petani terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Heldayanti Heldayanti; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7791

Abstract

Petani tidak megikuti asuransi pertanian disebabkan karena petani merasa berhasil atau tidak butuh AUTP, sikap negatif dan ketidakpuasan petani terhadap atribut AUTP. Hal ini yang membuat petani tidak ikut kembali asuransi pertanian pada tahun selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan petani terhadap atribut AUTP di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Customer Satisfaction Index atau indek kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, indeks kepuasan petani terhadap atribut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar sebesar 67,11%, termasuk kategori puas. Didukung dengan penilaian terhadap tingkat kepentingan dan kinerja atribut AUTP yang dikelompokkan yaitu produk, harga, tempat, promosi, proses, lingkungan fisik dan stakeholder. Skor rata-rata nilai tingkat kepentingan atribut AUTP sebesar 4,26 yang termasuk kategori sangat penting, sedangkan tingkat kinerja atribut AUTP adalah 3,34 yang termasuk kategori baik.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN AL ZAHRA EXPRESS FOOD DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS) Redhani Pamungkas Dwi Suryo; Nuri Dewi Yanti; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.599

Abstract

Indikator yang terdiri dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, untuk rata-rata skor tingkat kepentingan didapat skor 4,46 termasuk kategori Sangat Penting dan rata-rata skor tingkat kinerja didapat skor 2,60 termasuk kategori Cukup Puas. Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Al Zahra Express Food di Kota Banjarbaru didapat nilai sebesar 78,18% dengan kriteria Puas, jadi konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil yang diperoleh, ada 5 atribut yang perlu ditingkatkan lagi terhadap pelayanan yang diberikan juga sebagai bahan evaluasi bagi pihak perusahaan, terdapat pada atribut pengangkatan peralatan kotor, atribut penyambutan dan penerimaan tamu, atribut penawaran makanan penutup, atribut pelayanan selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada konsumen dari kelima atribut tersebut diharapkan pihak manajemen perlu ditingkatkan lagi dan terutama untuk atribut sarana Wi-Fi diharapkan kepada pihak manajemen dapat mengadakan untuk atribut tersebut karena konsumen mengharapkan lebih terhadap atribut sarana Wi-Fi dan bagi perusahaan lain yang berbisnis sama dibidang kuliner diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi agar sesuai dengan yang diharapkan konsumen sebelum melakukan transaksi pembelian. Kata kunci: Kepuasan Konsumen, Pelayanan, I.P.A
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA USAHA MINUMAN KEKINIAN “BUBBLE TIE” DI KOTA BANJARBARU Aulya Triapritasyari; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13059

Abstract

Minuman Kekinian adalah julukan yang diberikan pada inovasi minuman yang digemari oleh anak muda pada masa ini. Salah satu minuman kekinian yang cukup populer pada masanya yaitu minuman boba dan bubble. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha “Bubble Tie” menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) dan menganalisis kelayakan usaha “BubbleTie” menggunakan metode RCR pada bulan Maret – Juni 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha “Bubble Tie” di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha dan pengisian kuisioner oleh pelanggan dengan memakai daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari instansi, buku, jurnal,dan literatur-literatur yang dapat memberikan informasi berkaitandengan penelitian ini. Pada penelitian ini didapat 9 elemen blok BMC pada usaha “Bubble Tie” yaitu customer segmentasit, valueproposition, channels, customers relationship, revenue streams, keyresources, key activities, key partnership, dan cost structure. Biaya total yang dikeluarkan Usaha “Bubble Tie” pada bulan Maret - Juni 2024 sebesar Rp 170.899.035. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp 205.890.300. Keuntungan yang dihasilkan usaha “Bubble Tie” sebesar Rp 34.991.265. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1,204, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan usaha “Bubble Tie” untuk memproduksi sebuah minuman dan makanan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1.204.
Analisis Kinerja Usaha Bebek Potong Peking di Desa Mamar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Usaha Bebek Peking Bapak Haris dan Bapak Anwar) Muhammad Zakki Yamani; Djoko Santoso; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2114

Abstract

Abstrak. Di Kecamatan Amuntai Selatan tepatnya di Desa Mamar merupakan lokasi terbesar usaha peternakan bebek. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, usaha tersebut memiliki struktur organisasi yang begitu sederhana dan tenaga kerja yang tidak begitu banyak sehingga mengakibatkan pembagian kerja menjadi terbatas serta strukturnya yang belum jelas, Selain itu terdapat kekurangan dalam kesehatan administrasi sehingga dalam usaha ini pengelolaan keuangan tidak terlihat secara jelas. Hal ini menyebabkan pemilik usaha tidak mengetahui total biaya yang dikeluarkan dan pendapatan bersih yang mereka peroleh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja usaha bebek potong peking di Desa Mamar dengan skala usaha yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai dengan November 2019 di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan secara observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth Interview). Dalam observasi partisipatif, peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati sehingga dapat menggali informasi yang lengkap dan kompleks. Responden yang dipilih adalah pemilik usaha bebek potong peking yaitu Bapak Haris dan Bapak Anwar. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan Usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar dapat dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan total pendapatan dengan total biaya, yaitu pada usaha Bapak Haris diperoleh angka 1,09. Sedangkan dalam usaha milik Bapak Anwar diperoleh angka 1,18. Akan tetapi usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar diperlukan pelebaran pasar agar omzet yang diperoleh lebih besar dari sebelumnya. Namun, dari hasil analisis ketiga kriteria sehat usaha maka didapat persentase untuk kesehatan kinerja usaha Bapak Haris sebesar 28,43% sedangkan untuk usaha bapak Anwar sebesar 22,54% dari total skor maksimum 102. Hal ini menunjukan bahwa pada kedua usaha ini secara keseluruhan masuk kedalam ketegori tidak sehat.Kata kunci: anilisis kinerja usaha, bebek peking
Peran Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) terhadap Pendapatan Petani di Desa Hilir Banua Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Vina Ramadhanty; Kamiliah Wilda; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5931

Abstract

Program Peningkatan Ketahanan Pangan bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman produksi, ketersediaan dan konsumsi pangan serta produk-produk olahannya termasuk di dalamnya penganekaragaman pangan, mengembangkan kelembagaan pangan yang menjamin peningkatan produksi dan konsumsi pangan yang lebih beragam, mengembangkan usaha bisnis pangan, serta menjamin ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat. Permasalahan utama yang terjadi selama ini adalah tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha. Dalam mengatasi hal ini, pemerintah menyediakan fasilitas program Pengembanngan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan petani yang mengikuti program PUPM serta peran program PUPM terhadap pendapatan petani padi di Desa Hilir Banua. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Total sampel yang diambil adalah 60 orang dengan diambil masing-masing 30 petani ikut program PUPM dan 30 petani non program PUPM. Biaya petani padi ikut PUPM lebih besar dibandingkan non PUPM yakni petani ikut PUPM sebesar Rp.2.201.731,67/usahatani atau Rp.3.731.748,27/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp.2.145.628,88/usahatani atau Rp.4.186.208,92/ha. Penerimaan petani padi peserta PUPM lebih besar daripada petani non PUPM yakni sebesar Rp7.283.333,33/usahatani atau Rp12.344.632,77/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp6.028.000/usahatani atau Rp11.592.307/ha. Pendapatan petani padi peserta PUPM lebih besar dibandingkan dengan petani non PUPM yakni petani ikut PUPM Rp5.081.601,66/usahatani atau Rp8.612.884,50/ha, sedangkan non PUPM sebesarRp3.882.371,12/usahatani atau Rp7.406.098,08/ha.
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Aulia Rahman; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dengan cara membuat daftar kuesioner dan melakukan wawancara langsung dengan petani. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani dari populasi sebanyak 94 petani. Biaya usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 24.941.783 /usahatani atau Rp 14.252.447 /hektar. Total biaya usahatani ini terdiri dari biaya eksplisit sebesar Rp 11.060.630/usahatani atau Rp 6.320.360/hektar. Sedangkan biaya implisit usahatani padi ini yakni sebesar Rp 13.881.153/usahatani atau Rp 7.932.087/hektar. Pendapatan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung yakni sebesar Rp 27.526.870/usahatani atau Rp 15.729.640/hektar. Sedangkan keuntungan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 13.645.717/usahatani atau Rp 7.797.553/hektar. Nilai RCR dari usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung berdasarkan hasil perhitungan yakni sebesar 1,55. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung layak untuk diusahakan. Nilai RCR ini dapat diartikan, bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani pada kegiatan usahatani padi memberikan penerimaan sebesar Rp 1,55. Melalui penelitian ini disarankan agara petani padi Kecamatan Kapuas Murung tetap menjalankan usahatani padi karena memiliki prospek yang baik kedepannya. Petani padi Kecamatan Kapuas Murung dapat melakukan pencatatan pada setiap musim tanam agar dapat diketahui pendapatan setiap petani pada setiap musim tanam.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet Rakyat di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu Dani Rian Rahmadi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7823

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat dan permasalahan apa yang dihadapi petani karet di Desa Karang Indah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif Skala Guttman dengan analisis persentase untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan keluarga petani karet rakyat di Desa Karang Indah terbanyak berada pada tingkat keluarga sejahtera III sebanyak 11 orang dengan indikator terpenuhi 18 indikator (85,71%). Sedangkan tingkat kesejahteraan keluarga terkecil berada pada keluarga sejahtera III plus sebanyak 3 orang, dengan indikator terpenuhi sebanyak 21 indikator dengan persentase sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar keluarga petani karet yang berada di Desa Karang Indah sudah berada pada tingkat keluarga sejahtera III. Serta permasalahan yang dihadapi para petani karet sebagian besar yaitu gugur daun sebanyak 18 orang dengan persentase 78,26%.
Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Rifani; Usamah Hanafie; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.672

Abstract

Tersedianya penyuluh di sebuah pedesaan tidak akan menjamin mendapatkan yang dihasilkan baik sama dikarenakan bergantung kepada penyuluh bisa menyampaikan hal yang terbaik kepada petani dengan kinerja yang dihasilkan. Kepuasan adalah salah satu kesenangan yang keluar sesudah melakukan perbandingan dengan pelayanan dan dipikirkan terhadap hasil diimpikan. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dikinerja atribut pelayanan petugas penyuluh pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara, serta untuk anjuran usaha yang baik untuk meningkatkan hasil dari pelayanan pelaksana penyuluh pertanian yang berusaha memberi yang terbaik kepada petani di masa yang akan datang. Penelitian dilaksanakan di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten HST. Sampel petani diambil dipenelitian ini sebanyak 30 responden dan urutan analisis dijalankan dengan tahap metode Performance Analysis and Importance.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan petani rendah pada penyuluh terhadap atribut, antara lain yang pertama penyuluh melakuakan kerjasama antara kelompok tani dan pihak lain,yang kedua penyuluh melakukan pembalajaran melakukan bimbingan juga penerapannya dan berbagai keterampilan usahatani ,yang ketiga para penyu;uh mendapat pertanyaan harus secepatnya mampu menjawab hingga jelas pertanyaan petani,yang keempat penyuluh menyiapkan makanan ,minuman dan bahan bacaan selama melakukan penyuluhan, yang kelima skil penyuluh didalam meningkatkan produktivitas, kuantitas dan kualitas komoditi usahatani, yang keenam kelengkapan dan kesiapan alat peraga penyuluhan.Rekomendasi dan diberikan untuk peningkatan kinerja penyuluh dimasa yang akan datang penyuluh perlu meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak lain, mempelajarkan bermacam-macam keterampilan usahatani dan melakukan pembimbingan, dan penyuluh juga bisa memberikan pelatihan atau kursus teknologi terhadap petani dengan lebih intensif dan penyuluh harus tetap mempertahankan atribut-atribut yang terdapat dikuadran dua, karena atribut ini dianggap penting dan kinerjanya sudah baik untuk kuadran tiga, penyuluh tidak perlu terlalu memperhatikan atribut ini, karena tingkat kepentingannya rendah, serta kinerjanya juga rendah sedangkan atribut yang ada dikuadran empat, penyuluh sebaiknya mengurangi perhatian terhadap atribut-atribut ini, untuk lebih memprioritaskan pada atribut yang ada pada kuadran satu ataupun dua. Kata kunci: kepuasan, kinerja, penyuluh, pelayanan.
ANALISIS PEMASARAN PISANG TALAS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Norhasanah Norhasanah; Mariani Mariani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2637

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan Kabupaten penghasil pisang terbesar pertama dibandingkan kabupaten lainnya yaitu sebesar 243.715 kuintal.  Produksi buah pisang di Kabupaten Balangan merupakan produksi buah paling besar dibandingkan buah lainnya. Jenis pisang yang banyak ditanam  antara lain adalah pisang talas.  Pisang talas adalah salah satu jenis pisang khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena sangat disenangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, share harga, efisiensi pemasaran dan permasalahan yang dihadapi dalam peyaluran pisang talas dari produsen ke konsumen. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan  secara langsung dari responden menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan  dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Halong  memiliki tiga saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, pedagang besar. Dimana lembaga-lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Dari penelitian ini biaya pemasaran tertinggi di antara III saluran adalah saluran IIIb yaitu sebesar Rp  6.222/kg, biaya terkecil terdapat di saluran I di Kecamatan Halong sebesar Rp  740/kg. Margin terbesar  pada saluran I  Rp  9.794/kg dan  margin terkecil ada  di saluran II Rp  1.040/kg.  Keuntungan terbesar ada pada saluran tingkat I sebesar Rp 9.053/kg,  keuntungan terkecil ada di  saluran IIIb Rp  4.555/kg. adapun  farmer share  yang diterima petani tertinggi terdapat di saluran I sebesar 100%, terkecil pada saluran IIIa sebesar 23%. Share yang didapatkan oleh lembaga pemasaran tertinggi ada pada  saluran IIIa, yaitu ditingkat pedagang pengecer di Pasar Kalua sebesar 61%, terkecil ada di saluran IIIa yaitu ditingkat pedagang pengumpul sebesar 7%. Saluran pemasaran pisang talas paling efisiensi ekonomis terdapat di saluran I daerah  pasar Halong karena nilai efisiensi ekonomisnya paling kecil dan efisiensi teknis terdapat pada saluran II, karena nilai efisiensi teknisnya lebih kecil.Kata kunci: pisang talas, saluran pemasaran, margin, farmer share, efisiensi
Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga dari Usaha Anyaman Purun terhadap Pendapatan Keluarga di “Kampung Purun” Kelurahan Palam Kota Banjarbaru Agus Agus; Nina Budiwati; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5987

Abstract

Kampung Purun merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang memiliki seni kerajinan berupa anyaman purun. Pengrajin yang bekerja untuk usaha anyaman purun ini merupakan ibu rumah tangga. Selain sebagai tempat wisata kampung purun juga merupakan tempat penunjang perekonomian keluarga karena pendapatan yang didapat dari hasil olahan anyaman purun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha pengolahan anyaman purun oleh ibu rumah tangga, biaya, penerimaan, pendapatan dari usaha anyaman purun dan kontribusi dari usaha pengolahan anyaman purun terhadap pendapatan keluarga di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan metode penarikan contoh. Adapun responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang bekerja dalam usaha anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru, yang diambil secara sengaja (Purposive). Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan Proportionate Random Sampling yaitu pengrajin yang tergabung dalam 4 kelompok pengrajin anyaman purun, kelompok Galueh Tjempaka, Galueh Bandjar, Pelangi Al-Firdaus, dan Al- Firdaus. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 20 orang dari 56 pengrajin anyaman purun. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis meliputi biaya, penerimaan, pendapatan dan kontribusi usaha pengrajin anyaman purun. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penganyaman purun antara lain pengambilan purun, pengeringan purun, penumbukan purun, pewarnaan purun, pembuatan pola, penganyaman dan penjualan. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 887.897, rata-rata peneriman sebesar Rp 2.995.300 dan kontribusi usaha anyaman purun ibu rumah tangga sebesar 63.8%. Artinya usaha anyaman purun ibu rumah tangga lebih dominan terhadap total pendapatan keluarga.