cover
Contact Name
Putri Nabhani Nurany
Contact Email
putrinabhani@uinsgd.ac.id
Phone
+6285838748894
Journal Mail Official
jops@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Jl. A.H. Nasution No. 105, Bandung, 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Psychology Students
ISSN : 28300998     EISSN : 29622352     DOI : https://doi.org/10.15575/jops
Core Subject : Education, Social,
Journal of Psychology Students is an open access and peer-reviewed journal for psychology students. JoPS currently managed by highly motivated students of the Faculty of Psychology UIN Sunan Gunung Djati Bandung. JoPS is published twice a year on May and November. This journal welcomes any research methodologies (i.e. quantitative, qualitative, mixed method) as long as it meets the standard publication of this journal. JoPS is here to give students the opportunity to experience their first steps to become researchers. Our focus and scope including Cognitive Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychological Measurement, Biopsychology and other psychological fields.
Articles 78 Documents
Celebrity Worship dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswi Penggemar K-Pop Shilfani Fitri Wahyuningsih; Qurrota A'yuni Fitriana
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.52904

Abstract

Body dissatisfaction merupakan masalah psikologis yang sering dialami perempuan, ditandai dengan ketidakpuasan terhadap bentuk, berat, dan penampilan tubuh. Berbagai faktor dapat memengaruhi ketidakpuasan tubuh, salah satunya adalah faktor eksternal berupa paparan standar kecantikan yang ditampilkan dalam media populer, seperti budaya K-Pop. Budaya K-Pop menampilkan figur idola dengan standar kecantikan tertentu yang menjadi objek kekaguman bagi para penggemarnya. Salah satu bentuk keterlibatan penggemar terhadap idola dikenal sebagai celebrity worship, yaitu hubungan parasosial yang ditandai dengan ketertarikan emosional terhadap selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dan body dissatisfaction pada mahasiswi penggemar K-Pop. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan antara celebrity worship dan body dissatisfaction. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini melibatkan 164 mahasiswi penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala body dissatisfaction berdasarkan aspek dari Cooper dan Celebrity Attitude Scale oleh McCutcheon. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi r = 0,137 dengan p = 0,081 (p > 0,05). Temuan ini memperkaya kajian mengenai dinamika psikologis penggemar K-Pop terkait evaluasi diri dan menjadi landasan bagi institusi pendidikan untuk menyusun program edukasi terkait penerimaan tubuh dan literasi media bagi mahasiswa.
Peran Mindless Scrolling dalam Prokrastinasi Akademik pada Gen Z dimediasi oleh Self Esteem Dhiya' Fairuz Nabilah; Shabrina Khoirunnisa Andari; Abdullah Azzam Al Afghani
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.53171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-esteem sebagai mediator dalam hubungan antara mindless scrolling dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 180 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan skala mindless scrolling, self-esteem, dan prokrastinasi akademik, kemudian dianalisis melalui uji mediasi berbasis regresi dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindless scrolling berpengaruh negatif dan signifikan terhadap self-esteem (β = -0,175; p = 0,047). Namun, mindless scrolling tidak berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik (β = -0,032; p = 0,807), dan self-esteem juga tidak berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik (β = -0,170; p = 0,128). Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa self-esteem tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara mindless scrolling dan prokrastinasi akademik karena efek tidak langsung yang dihasilkan tidak signifikan (CI95% = -0,011 hingga 0,098). Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian psikologi digital dan psikologi pendidikan, khususnya terkait dampak penggunaan media sosial terhadap aspek psikologis mahasiswa.
Pengaruh Warna terhadap Memori Jangka Pendek pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Tessa Revinasakila; Muhammad Raihan Nugraha; Salma Faizah; Devani Shaumi Rizqania; Suci Aulia Ramadhany; Novita Sari
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.54348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pewarnaan daftar kosakata terhadap kemampuan memori jangka pendek siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain eksperimen murni posttest-only randomized two-group design dengan 44 siswa yang diacak ke dalam kelompok eksperimen (daftar kosakata berwarna berdasarkan kategori semantik) dan kelompok kontrol (daftar hitam-putih). Partisipan diminta mempelajari 25 kata dan menuliskan kembali kata yang diingat. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney karena salah satu kelompok tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dan perbedaannya signifikan (U = 347.50; p = .013), dengan ukuran efek kecil hingga sedang (rᵣᵦ = .436). Analisis berdasarkan kategori warna menunjukkan bahwa hijau dan ungu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan skor, sedangkan merah, biru, dan kuning tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa pewarnaan dapat memperkaya proses pengodean visual dan mendukung retensi verbal jangka pendek, meskipun efektivitasnya bergantung pada karakteristik warna. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi strategi penyajian materi pembelajaran pada siswa sekolah dasar.
Pengaruh Kecerdasan Adversitas dan Kepercayaan Diri terhadap Ketakutan akan Kegagalan pada Remaja di Kota Makassar Uswatun Hasanah; Dian Novita Siswanti; Wilda Ansar
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.54627

Abstract

Remaja cenderung mengalami periode yang penuh tekanan sehingga mengakibatkan munculnya ketakutan akan kegagalan, yaitu kondisi ketika remaja merasa takut untuk mencoba hal baru, mengambil risiko, atau menghadapi tantangan karena khawatir tidak mencapai harapan dan mengecewakan orang lain. Ketakutan akan kegagalan dapat dipengaruhi oleh kecerdasan adversitas dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan adversitas dan kepercayaan diri terhadap ketakutan akan kegagalan pada remaja di Kota Makassar. Responden penelitian ini melibatkan 417 remaja di Kota Makassar berusia 15–20 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan adversitas tidak berpengaruh terhadap ketakutan akan kegagalan (p = .106), sehingga hipotesis pertama ditolak. Kepercayaan diri berpengaruh negatif terhadap ketakutan akan kegagalan (p = .002), sehingga hipotesis kedua diterima. Selanjutnya, terdapat pengaruh simultan antara kecerdasan adversitas dan kepercayaan diri terhadap ketakutan akan kegagalan (p = .000), sehingga hipotesis ketiga diterima. Artinya, semakin tinggi kecerdasan adversitas dan kepercayaan diri remaja, maka peluang untuk mengalami ketakutan akan kegagalan, akan rendah. Oleh karena itu, peningkatan kecerdasan adversitas dan kepercayaan diri pada remaja penting dilakukan sebagai strategi untuk membantu mengurangi ketakutan akan kegagalan dalam menghadapi tantangan dan pengembangan diri.
“Cognitive Restructuring Lab” dalam Meningkatkan Entrepreneurial Mindset Mahasiswa Frida Zakiyya; Alfiesyahrianta Habibie; Rosyid Nurrohman; Haura Ghina Rahmi; Lydia
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.54965

Abstract

Meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja terdidik, sehingga kewirausahaan dipandang sebagai alternatif strategis untuk mengurangi angka pengangguran lulusan. Namun, minat kewirausahaan mahasiswa sering kali belum disertai dengan kesiapan psikologis untuk bertindak secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi psikologis berbasis cognitive restructuring melalui program Cognitive Restructuring Lab dalam meningkatkan entrepreneurial mindset mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test–post-test. Partisipan berjumlah 42 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan Skala Entrepreneurial Mindset. Analisis dengan paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan setelah intervensi (t = −2,119; p = 0,040; Cohen's d = 0,33). Temuan ini mengindikasikan bahwa pola pikir kewirausahaan bersifat dinamis dan dapat dikembangkan melalui intervensi psikologis terstruktur dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi, khususnya sebagai dasar evaluasi efektivitas intervensi edukatif dalam membentuk entrepreneurial mindset mahasiswa sejak tahap awal perkuliahan.
Dinamika Religiusitas dan Pencarian Identitas Diri Remaja Generasi Z dalam Era Budaya Instan Norheni Aulia; Rahma Sita Aulia Fahrida; Rafi Ihsan Al-Baihaqi; Muhammad Khalilurrahman; Surawan Surawan
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.55073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika religiusitas serta proses pencarian identitas diri pada remaja Generasi Z dalam konteks budaya instan yang berkembang melalui media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memahami pengalaman dan pandangan remaja terkait praktik keagamaan serta pembentukan identitas diri di tengah arus informasi yang cepat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima remaja Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya instan dan intensitas penggunaan media digital memengaruhi cara remaja memahami nilai-nilai religius, proses refleksi diri, serta pembentukan identitas personal. Religiusitas tetap berfungsi sebagai sumber nilai dan pedoman moral yang membantu remaja menavigasi berbagai pengaruh sosial di lingkungan digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara budaya digital dan religiusitas membentuk dinamika baru dalam proses pembentukan identitas diri remaja Generasi Z.
Gambaran Social Skill pada Wanita Dewasa Awal Penggemar K-Pop yang Terlibat Interaksi Parasosial Shafitri Widya Iswara; Irfan Fahmi; Hilmi Agni Ruhiyat
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.55220

Abstract

Berdasarkan perkembangan psikologis dan sosial, wanita dewasa awal diharapkan memiliki social skill yang matang. Namun, banyak dari mereka menunjukkan keterlibatan emosional berlebih terhadap idola sehingga mengabaikan interaksi sosial nyata di sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai interaksi parasosial yang menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana social skill mereka berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran social skill pada wanita dewasa awal penggemar K-Pop yang terlibat interaksi parasosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta kuesioner sebagai alat screening untuk menentukan subjek yang sesuai kriteria. Subjek penelitian berjumlah tiga wanita berusia 18-25 tahun, berdomisili di Bandung, penggemar K-Pop baik boygroup ataupun girlgroup, dan memiliki interaksi parasosial tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu berpartisipasi dalam aktivitas sosial, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami aspek kognisi sosial. Temuan ini berkaitan dengan dinamika lingkungan sosial subjek, baik dalam relasi pertemanan maupun keluarga.
Gambaran Pemaknaan Resiliensi pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Santri Berprestasi: Studi Fenomenologi di Pesantren Nazila Zakiyatunnisa; Akhfa Auliya Malakiyana; Endi; Muhammad Fikri Pratama; Mutiara Citra Mahmuda
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.55221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas peran mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang harus menjalani tuntutan ganda sebagai santri dan mahasiswa di Pondok Pesantren Al-Wafa’. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana resiliensi dibentuk dan dimaknai dalam konteks kehidupan pesantren. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi bagaimana resiliensi mahasiswa PBSB dibentuk dan dimaknai melalui interaksi antara aspek personal, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari dua mahasiswa PBSB yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologis Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi terbentuk melalui lima dimensi utama, yaitu kompetensi personal, toleransi terhadap emosi negatif, penerimaan perubahan, kontrol diri, dan pengaruh spiritual. Dimensi spiritual dan relasional, khususnya hubungan dengan kyai serta nilai-nilai seperti ikhlas dan barokah, menjadi faktor dominan yang mengintegrasikan seluruh aspek resiliensi. Kesimpulannya, resiliensi mahasiswa PBSB bersifat dinamis, kontekstual, serta terintegrasi dalam sistem nilai pesantren, sehingga penguatannya memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek psikologis, sosial, dan spiritual.