cover
Contact Name
La Ino
Contact Email
laino@uho.ac.id
Phone
+6285285786999
Journal Mail Official
cakrawala.listra@uho.ac.id
Editorial Address
Jl. H.E.A. Mokodompit, Gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Kendari - Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Cakrawala Listra : Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25035037     DOI : https://doi.org/10.33772/cakrawalalistra
Cakrawala Listra adalah jurnal yang didedikasikan untuk studi bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Fokus kami mencakup berbagai topik dalam studi humaniora, seperti studi linguistik bahasa Indonesia atau bahasa daerah di Indonesia, studi sastra Indonesia, kritik sastra, sejarah sastra, dan budaya Indonesia dari sudut pandang bahasa atau sastra. Kami bertujuan untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bahasa, sastra, dan budaya masyarakat Indonesia.
Articles 140 Documents
Disfemisme dalam Komentar Unggahan Akun Instagram Anies Baswedan Sasmita, Jaka; Nugraha, Shafwan
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/7ss13s30

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan, makna, dan fungsi disfemisme dalam komentar unggahan 20 Februari 2024 pada akun Instagram Anies Baswedan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah disfemisme berupa kata dan frasa yang terdapat dalam komentar unggahan 20 Februari 2024 pada akun Instagram Anies Baswedan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 35 data penggunaan disfemisme yang terwujud dalam satuan kata dan frasa. Makna penggunaan disfemisme adalah bermakna denotatif dan konotatif. Fungsi penggunaan disfemisme yaitu, berfungsi menyindir, menghina, mengejek, mengungkapkan kejengkelan, mengungkapkan rasa tidak suka, dan mengungkapkan ketidaksetujuan.
Perjuangan Perempuan dalam Novel Sehidup Sesurga Denganmu Karya Asma Nadia Suharti; Suharti, et.al; Qadriani, Nurlailatul; Malik, Elmy Selfiana
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/f1jx4e92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perjuangan perempuan dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia.Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Sumber datanya novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia tahun 2020.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah teknik baca dan catat.Analisis data menggunakan teori feminisme liberal untuk mengkaji perjuangan perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa perjuangan perempuan dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia ditinjau dari teori feminisme adalah (1) perjuangan perempuan dalam bidang pendidikan, direfleksikan melalui perjuangan Dyah Ayu Rembulane dalam mendapatkan pendidikan mulai pendidikan dasar sampai dengan pendidikan sarjana; (2) perjuangan perempuan dalam bidang Ekonomi, direfleksikan melalui perjuangan Dyah Ayu Rembulane mulai dari ia bekerja sebagai pekerja rumah tangga, bekerja sebagai administrator pada suatu perusahaan, bergabung dengan Multi Level Marketing (MLM), hingga ia mampu membangun usaha laundry, dan menjalankan bisnis online; (3) perjuangan perempuan di bidang sosial, direfleksikan melalui perjuangan Dyah Ayu Rembulane untuk melawan kekerasan terhadap anak, dan melawan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.
Campur Kode Bahasa Inggris terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Forum Diskusi Mahasiswa (Sebuah Kajian Sosiolinguistik tentang Bilingualisme) Nurjannah; Nurjannah, et.al.; Saerudin, Sahur
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/yn4f2g65

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kajian bilingualisme pada mahasiswa Program tudi Sastra Inggris dalam diskusi kelompok berbahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk bilingualisme yang ditemukan dalam interaksi mahasiswa pada diskusi kelompok. Data penelitian ini berupa ujaran-ujaran yang mengandung fenomena bilingualisme. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, peneliti hanya menyimak atau memperhatikan dengan seksama dan mendengarkan apa yang diujarkan oleh mahasiswa dalam diskusi yang diikuti rekam dan catat. Teknik tersebut digunakan untuk   mendokumentasi dan mencatat setiap kalimat yang termasuk dalam kategori bilingualisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam diskusi kelompok ditemukan kalimat yang termasuk kategori bilingualism berupa campur kode antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Campur kode yang ditemukan pada diskusi kelompok mahasiswa berupa kata dan frasa serta pembentukan kata dari proses morfologis dari kedua bahasa tersebut.
Mata Yang Enak Di Pandang, Sebuah Refleksi Terhadap Problematika Kelompok Marjinal Analisis Realisme Sosialis Wijaksono, Jagad
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/0kxq5y33

Abstract

This study examines socialist realism in the short story collection Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari. The focus of this study is to describe the principles of socialist realism that are the background of the creation of Ahmad Tohari's works. The study was conducted using a literature study approach with reading and note-taking data collection techniques. The content analysis technique was carried out by identifying the principles of socialist realism in Mata Yang Enak Dipandang. The results of the study show that the principles of socialist realism, characterized by class awareness of the negative impacts of capitalism and prioritizing humanity, are present in this short story collection by Ahmad Tohari. This study contributes to literary studies by showing how socialist realism becomes the basis of a literary work. In addition, this study also paves the way for further exploration of socialist realism in literary works. 
INDEKSIKALITAS JAJA UPAKARA MASYARAKAT ETNIS BALI DI LOMBOK BARAT Suktiningsih, Wiya; Ni Nyoman Luh , Seri Malini; Ni Nyoman, Widani
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/nr016412

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik budaya pangan dalam upakara masyarakat etnis Bali di wilayah diaspora Lombok Barat, dengan fokus pada fungsi indeksikalitas jaja upakara sebagai penanda identitas budaya. Etnis Bali Lombok di Lombok Barat (EB-LB) merupakan komunitas imigran yang telah lama bermukim dan membangun interaksi multikultural dengan etnis Sasak sebagai penduduk lokal. Dalam proses adaptasi dan akulturasi budaya, masyarakat EB-LB tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur melalui praktik upacara keagamaan, salah satunya penggunaan jaja upakara di banten atau sesajen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan fenomenologi, serta menerapkan teori indeksikalitas dan rekonstruksi budaya untuk menelaah simbolisme dan transformasi makna jaja upakara dalam praktik ritual kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaja upakara tidak hanya berfungsi sebagai ritual pangan, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang merepresentasikan identitas, nilai sosial, serta spiritualitas komunitas EB-LB. Proses rekonstruksi terhadap bentuk dan makna jaja upakara mencerminkan dinamika pewarisan budaya dalam konteks lingkungan multikultural, sekaligus menjadi strategi eksistensial dalam mempertahankan identitas etnis di perantauan.
Analisis Pragmatik Kesantunan Imperatif dalam Masyarakat Tutur Kendari Nurjannah; Nirmalasari; Mariani; Sahur Saerudin
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/4jn92k98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan strategi kesantunan dalam tindak tutur imperatif yang digunakan oleh masyarakat Kendari. Tindak tutur imperatif merupakan jenis tuturan yang berfungsi untuk memerintah, meminta, melarang, mengajak, atau mengarahkan mitra tutur agar melakukan suatu tindakan, serta memiliki potensi tinggi mengancam muka mitra tutur. Oleh karena itu, penerapan strategi kesantunan menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan imperatif yang digunakan dalam interaksi sehari-hari masyarakat Kendari, yang selanjutnya dianalisis berdasarkan bentuk dan strategi kesantunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kendari merealisasikan kesantunan imperatif melalui berbagai tipe kalimat, yaitu imperatif langsung, imperatif halus, imperatif permintaan, imperatif larangan, imperatif ajakan atau anjuran, kalimat interogatif bernada perintah, serta kalimat deklaratif bernada perintah. Pemilihan tipe kalimat tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial seperti usia, status sosial, hubungan kekerabatan, kedekatan sosial, serta konteks situasi tutur. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan imperatif dalam masyarakat Kendari tidak hanya berfungsi sebagai strategi linguistik, tetapi juga sebagai cerminan nilai budaya, norma sosial, dan struktur sosial yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam bidang kesantunan berbahasa, serta memberikan kontribusi empiris terhadap pemahaman praktik berbahasa masyarakat Kendari.
Makna Mantra Tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnolinguistik Yusni; Yusni, et.al; Halfian, Wa Ode
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/j22b8y63

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Mantra Tradisi Pesondo pada Masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnoliguistik”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mantra tradisi Pesondo terdapat 36 data yang terdiri atas dua mantra yakni, mantra osio (sembilan), dan mantra hoalu. Pertama, mantra osio mengandung makna suatu upaya pengobatan penyakit turunan pada anak sulung seperti kudis menahun, dan gatal-gatal, serta diharapkan anak akan lebih sehat, tambah pintar, dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Kedua, mantra hoalu (delapan) mengandung makna suatu pengharapan ketika anak sembuh dan terhindar dari penyakit turunan, si anak akan berumur panjang, rezekinya banyak, hidup bahagia, mempunyai banyak keturunan, senantiasa diberi kesehatan, dan tidak lagi merasakan gangguan dari arwah para leluhur. Makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo ada 4 yakni, makna numeralia 2 data, makna leksikal 7 data, makna gramatikal 18 data, dan makna referensial 2 data.
Kekerabatan Bahasa Tolaki dan Bahasa Mori (Pendekatan Linguistik Historis Komparatif) Raudhathul Islah, Nilma; Nirma Raudhathul Islah, et.al; Maliudin
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/6t4yaz80

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan kekerabatan antara dua bahasa daerah Indonesia, yaitu bahasa Tolaki dan bahasa Mori. Berdasarkan sejarah migrasi suku di wilayah Sulawesi, penelitian ini mencari bukti-bukti keterkaitan historis dan linguistik antara kedua bahasa ini. Temuan utama meliputi identifikasi 107 pasangan kata yang berkerabat, termasuk 51 pasangan kata yang identik, 28 pasangan kata yang mirip secara fonetis, dan 28 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda. Berdasarkan analisis data, kesimpulan penelitian menegaskan bahwa bahasa Tolaki dan bahasa Mori memiliki tingkat kekerabatan sebesar 54%, mengindikasikan bahwa keduanya berasal dari keluarga bahasa yang sama. Lebih lanjut, penelitian menetapkan bahasa Tolaki dan bahasa Mori merupakan bahasa tunggal pada 1.459 ± 186 tahun yang lalu. Bahasa Tolaki dan bahasa Mori merupakan bahasa tunggal pada 1.645—1.459 tahun yang lalu. Bahasa Tolaki dan bahasa Mori berpisah dengan bahasa proto antara 379-565 sebelum masehi (dihitung dari 2024).
Marginalisasi Aktor Sosial dengan Teknik Eksklusi dalam Pemberitaan Penangkapan Pegi Setiawan (Kasus Vina Cirebon) di Media Tribunnews.com Pratiwi M. Daut, Suci; Pratiwi M. Daut, et.al, Suci; Burhan, Faika; Nugraha, Shafwan
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/qszm8y78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik eksklusi dalam pemberitaan Tribunnews.com terkait penangkapan Pegi Setiawan serta dampaknya terhadap marginalisasi aktor sosial. Data didapatkan dari artikel berita bertopik penangkapan Pegi Setiawan di media Tribunnews.com. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sementara teknik analisis data menggunakan analisis wacana kritis model Theo van Leeuwen yang melibatkan teknik eksklusi aktor sosial dalam wacana berita. Hasil penelitian menunjukkan adanya marginalisasi terhadap Pegi Setiawan sebagai aktor sosial yang dikonstruksi secara dominan sebagai terduga pelaku tanpa sorotan memadai terhadap kemungkinan kesalahan penangkapan atau hak-haknya dalam proses hukum. Sementara itu, pihak kepolisian dieksklusi dari wacana melalui strategi pasivasi, nominalisasi, dan penggantian anak kalimat guna menjaga citra institusional dan menghindari kritik terhadap prosedur yang dijalankan. Teknik eksklusi ini tidak hanya mempertahankan kredibilitas kepolisian, tetapi juga membentuk opini publik yang memperkuat anggapan bersalah terhadap Pegi Setiawan, bahkan sebelum adanya keputusan hukum yang sah. Dengan demikian, teknik eksklusi dalam pemberitaan ini tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kredibilitas kepolisian, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk opini publik yang cenderung mengesampingkan kemungkinan lain dalam kasus ini, termasuk aspek keadilan bagi Pegi Setiawan.
Budaya Orang Buton dalam Novel di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya Sumiman Udu Nursari, Hasni; Nursari, et.al, Hasni; Lindayani, Lilik Rita; Supriatna, Agus
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/3atpmc88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya orang Buton dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumimaman Udu. Pendekatan yang digunakan adalah intertekstual ditinjau dari sastra etnografi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumiman Udu terbitan Seligi Press, Pekanbaru. Cetakan pertama, tahun 2015. Berdasarkan hasil penelitian menemukan tujuh unsur kebudayaan orang Buton yang dideskripsikan dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode yaitu, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan, dan sistem religi.