cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30323851     EISSN : 30321883     DOI : https://doi.org/10.57235
MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion dengan nomor ISSN terdaftar 3032-3851 (Cetak - Print) dan 3032-1883 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Akuntansi, Manajemen, Ekonomi, Bisnis, dll 2. Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran 3. Sosial, Budaya, Politik, Hukum, Agama MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Maret & September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 347 Documents
Menganalisis Cara Berkomunikasi Siswa dan Kesalahan Berbahasa Indonesia di Sekolah SMP Swasta Utama Ayyu Rizkia Nasution; Hanifah Azzahra; Raudatul Fadilla; Sania Siregar; Rosmaini Rosmaini
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berkomunikasi siswa serta kesalahan berbahasa Indonesia di SMP Swasta Utama Medan. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kesalahan dalam penggunaannya, baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif untuk mendapatkan gambaran mendalam mengenai pola komunikasi siswa dan faktor-faktor yang memengaruhi kesalahan berbahasa mereka. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket yang diisi oleh siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesadaran akan pentingnya komunikasi yang baik dan penggunaan bahasa yang sopan dalam berbagai konteks. Namun, masih ditemukan beberapa tantangan, seperti kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di depan kelas serta penggunaan bahasa tidak baku dalam komunikasi sehari-hari. Faktor-faktor yang memengaruhi kesalahan berbahasa meliputi interferensi bahasa daerah, kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa Indonesia, serta pengaruh bahasa informal dari media sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengajaran bahasa Indonesia yang lebih interaktif dan kontekstual guna meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Sekolah diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam membentuk kebiasaan berbahasa yang baik dan benar.
Representasi Kondisi Sosial Dalam Musik Punk: Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu "Bayar, Bayar, Bayar" Abdul Haris; Atika Sania Samni Nst; Juniati Togatorop; Jamila Nasution; Muhammad Anggie J Daulay
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5635

Abstract

Lagu "Bayar! Bayar! Bayar!" oleh band punk Sukatani merupakan kritik tajam terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi dalam institusi kepolisian di Indonesia. Melalui lirik yang lugas dan repetitif, lagu ini menyoroti berbagai situasi di mana masyarakat harus membayar sejumlah uang kepada oknum polisi untuk mendapatkan layanan atau menghindari masalah, seperti pembuatan SIM, penilangan di jalan, hingga pengurusan laporan barang hilang. pendekatan analisis wacana kritis terhadap lirik lagu ini dapat mengungkap bagaimana teks tersebut mencerminkan dan memproduksi struktur kekuasaan serta dominasi dalam masyarakat. Menurut perspektif Pierre Bourdieu, modal simbolik yang dimiliki oleh institusi kepolisian digunakan untuk melegitimasi kekuasaan mereka, yang kemudian dieksploitasi untuk keuntungan pribadi melalui praktik koruptif. Lirik lagu ini berfungsi sebagai bentuk resistensi terhadap sistem yang koruptif, menggunakan satire dan ironi untuk mengkritik ketidakadilan yang terjadi. Selain itu, viralnya lagu ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa terwakili oleh pesan yang disampaikan, menandakan adanya dukungan publik terhadap kritik yang diutarakan. Namun, setelah mendapatkan perhatian luas, band Sukatani memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari semua platform musik dan mengunggah video permintaan maaf kepada Kapolri serta institusi kepolisian. Keputusan ini memicu spekulasi di kalangan netizen mengenai adanya tekanan terhadap band tersebut, terutama karena mereka sebelumnya selalu tampil menggunakan topeng dan tidak pernah menunjukkan identitas aslinya. Dengan demikian, analisis wacana kritis terhadap lirik lagu "Bayar! Bayar! Bayar!" dapat memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana musik punk digunakan sebagai medium untuk merepresentasikan kondisi sosial, mengkritik praktik korupsi, dan mengekspresikan resistensi terhadap struktur kekuasaan yang tidak adil.
Pengembangan Media Papan Angka Magnet pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 1 SDN 170 Pekanbaru Rabiul Jannah; Siti Quratul Ain
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media papan angka magnet untuk mata pembelajaran matematika kelas 1 SDN 170 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap: Define (analisis kebutuhan), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan lembar validator yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media papan angka magnet untuk mata pelajaran Matematika kelas 1 SDN 170 Pekanbaru Riau yang dikembangkan dengan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination) memperoleh kategori sangat valid dengan skor 87% dari aspek media dan materi. Uji validasi dilakukan oleh 4 validator, terdiri dari 2 ahli media dan 2 ahli materi. Pada tahap Dissemination, media diuji dalam skala kecil dengan 8 peserta didik dan dinyatakan layak sebagai alat bantu pembelajaran.
Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia Baku pada Siswa Kelas VIII-D UPT SMPN 23 Medan Dewi Pratiwi; Dhea Syah Nazwa Nasution; Katri Nafisa; M Rizky Fauzan Tampubolon; Putri Delvia; Rosmaini Rosmaini
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5643

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia baku merupakan indikator penting dalam kompetensi berbahasa siswa, terutama dalam lingkungan pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Indonesia baku oleh siswa kelas VIII-D UPT SMPN 23 Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan sekolah masih belum optimal. Siswa cenderung lebih sering menggunakan bahasa non-baku dalam komunikasi sehari-hari, terutama dengan teman sebaya, sementara dalam situasi formal seperti ujian dan tugas tertulis, penggunaan bahasa baku lebih dominan. Faktor utama yang mempengaruhi penggunaan bahasa baku meliputi sikap siswa terhadap bahasa, pengaruh lingkungan sekolah dan keluarga, serta dampak media sosial. Meskipun sebagian besar siswa memahami pentingnya bahasa Indonesia baku, mereka lebih nyaman menggunakan bahasa yang lebih santai dan komunikatif dalam interaksi sosial mereka. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran dan kebijakan sekolah yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia baku.
Peran Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Menanamkan Nilai Persatuan Pancasila di Kalangan Generasi Z pada Lingkungan Kampus Magdalena Friskayanti Manalu; Nadra Amalia; Anggun Adelita; Daniel Fransisto Hutabarat; Eliman Pangondyan Siregar; Miming Kartika Olivia Silitonga
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5644

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012, tumbuh di era digital yang dipenuhi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, di tengah arus globalisasi, nilai-nilai moral Pancasila, termasuk nilai persatuan, menghadapi tantangan akibat masuknya budaya asing tanpa penyaringan. Salah satu bentuk tantangan tersebut adalah maraknya penggunaan bahasa alay, bahasa Jaksel, dan berbagai bahasa gaul lainnya yang semakin populer di kalangan anak muda. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penggunaan bahasa Indonesia dalam menanamkan nilai persatuan Pancasila di kalangan Generasi Z di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam aktivitas akademik dan sosial di kampus dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap identitas nasional. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia juga memperkuat rasa persatuan, memudahkan komunikasi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang suku dan daerah, serta menciptakan lingkungan kampus yang lebih harmonis.
Teks Ulasan Sebagai Penguatan Literasi Kritis dan Pendidikan Kewarganegaraan: Strategi Mengatasi Hoaks di Era Globalisasi Nadra Amalia; Andina Larasati; Dewi Wulandari; Fahira Silva Dilla Nasution; Sri Rejeky Sitohang
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5646

Abstract

Globalisasi dan kemajuan teknologi telah mempercepat arus informasi, memungkinkan penyebaran berita dengan cepat ke seluruh dunia. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan berupa maraknya berita hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat dan mempengaruhi opini publik. Berita hoaks memiliki dampak signifikan dalam memperburuk ketegangan sosial dan politik, terutama dalam konteks pemilu dan kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teks ulasan dalam memperkuat literasi kritis mahasiswa serta meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu sosial dan kewarganegaraan di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan wawancara dengan mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Teks ulasan dapat membantu mahasiswa dalam menganalisis isu-isu sosial secara lebih mendalam, dengan memberikan konteks dan perspektif yang lebih luas dibandingkan berita biasa. Teks ulasan juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, memilah informasi yang akurat, serta memahami keterkaitan antara kebijakan sosial dan fenomena yang terjadi di masyarakat
Dampak Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Kalangan Mahasiswa Adinda Br Sitepu; Nadra Amalia; Elrisa Br Barus; Jesicana Silaban; Mikhael Juni Pratama Sebayang
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5654

Abstract

Bahasa terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, termasuk munculnya bahasa gaul yang sering digunakan oleh mahasiswa dalam interaksi sehari-hari. Penggunaan bahasa ini dapat memengaruhi keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam konteks akademik dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penggunaan bahasa gaul berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi secara lisan maupun tulisan serta mengidentifikasi dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bahasa gaul dapat memperkaya interaksi sosial dan meningkatkan kreativitas dalam berbahasa, penggunaannya yang berlebihan cenderung melemahkan keterampilan mahasiswa dalam menulis dan berbicara secara formal. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan penggunaan bahasa gaul dengan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam situasi akademik dan profesional.
Bermain Sepak Bola Orientasi Mencetak Gol Berbasis Model PBL (Problem Based Learning) Nimrot Manalu; Azhar Halim Harahap; Syahril Alamsyah Nasution; Putri Nayla Syam Lubis; Agus Surya Marpaung
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5655

Abstract

Model pembelajaran berbasis masalah atau Problem-Based Learning (PBL) telah diterapkan dalam berbagai bidang pendidikan, termasuk dalam pelatihan sepak bola. Pendekatan ini menekankan pada pemecahan masalah nyata yang dihadapi oleh pemain dalam pertandingan, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap strategi dan teknik permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas PBL dalam meningkatkan keterampilan mencetak gol pada pemain sepak bola. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah mengenai implementasi PBL dalam pelatihan sepak bola serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan, kerja sama tim, dan keterampilan teknis pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam pelatihan sepak bola memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan pemahaman taktis, kreativitas, serta kemampuan pemain dalam menciptakan peluang mencetak gol. Pemain yang dilatih dengan metode ini lebih mampu menganalisis situasi permainan, mengembangkan strategi efektif, serta mengambil keputusan yang lebih baik dalam pertandingan. Selain itu, PBL juga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan keterlibatan pemain dalam sesi latihan, karena mereka diberikan kesempatan untuk secara aktif mencari solusi dan bekerja sama dalam tim. Dengan demikian, model PBL dapat menjadi pendekatan inovatif dalam pengembangan keterampilan sepak bola, khususnya dalam orientasi mencetak gol.
Penggunaan Bahasa Indonesia di SMP Swasta Methodist 7 Medan Dea Clara May Cristin Sijabat; Hanna Mawarni Manullang; Mardiana Mardiana; Maykhel Yustinus Hutapea; Rosmaini Rosmaini
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5664

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan bahasa Indonesia di SMP Swasta Methodist 7 Medan dalam konteks komunikasi akademik dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar, faktor-faktor yang memengaruhi preferensi bahasa mereka, serta peran guru dalam meningkatkan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran, tetapi dalam komunikasi informal mereka cenderung mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa gaul. Faktor lingkungan sosial, media sosial, dan keterbatasan kosakata turut memengaruhi pola penggunaan bahasa siswa. Guru berperan penting dalam memberikan contoh penggunaan bahasa yang baik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam berbahasa Indonesia secara formal dan sesuai kaidah. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti pembentukan komunitas bahasa, serta kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa Indonesia secara optimal di lingkungan akademik dan sosial.
Penggunaan Bahasa Indonesia di SMP Swasta Utama Medan Rosmaini Rosmaini; Anggi Putri Simamora; Awy Silaban; Desi Mertina Br Sembiring; Mei Jelina Nadeak
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5665

Abstract

Penelitian ini mengamati penggunaan bahasa Indonesia di SMP Swasta Utama Medan. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa memiliki variasi dalam kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia meliputi lingkungan sosial, pendidikan, dan pengaruh media. Sikap siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia beragam, dengan beberapa siswa menunjukkan kesadaran akan pentingnya bahasa yang baik, sementara yang lain kurang peduli. Kendala yang dihadapi siswa antara lain kurangnya pemahaman kaidah bahasa dan tekanan dari teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan perlunya perhatian lebih dalam pembelajaran bahasa dan merumuskan strategi untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti program pelatihan dan kegiatan kreatif yang mendorong praktik berbahasa dalam konteks formal dan informal.