cover
Contact Name
Herlinda Mawardika
Contact Email
herlinda.mawardika@iik.ac.id
Phone
+6287852768636
Journal Mail Official
pharmabhakta@iik.ac.id
Editorial Address
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pharma Bhakta
ISSN : -     EISSN : 27971163     DOI : 10.56710
Core Subject : Health,
Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian pada fokus dan bidang : 1. Biologi Farmasi 2. Farmasi Komunitas 3. Teknologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakologi dan Farmasi Klinik
Articles 74 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESEDIAAN VAKSINASI COVID-19 PADA WARGA KELURAHAN BANDAR LOR KEDIRI Djembor Sugeng Walujo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi yang sedang menjadi pandemic global.Vaksinasi merupakan upaya kesehatan paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit menular berbahaya. Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/pengurangan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dna kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap poduktif secara sosial dan ekonomi. Namun masyarakat masih kebingungan untuk memutuskan dilakukan vaksinasi karena kurangnya pengetahuan terkait keterbatasan informasi mengenai jenis vaksin, kapan vaksin akan tersedia dan profil keamanannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kesediaan vaksinasi Covid-19 pada warga kelurahan Bandar Lor Kediri. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner dilanjutkan dengan metode survey yang dilakukan dengan pendekatan seksional silang (cross sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 109 responden yang berasal dari warga Kelurahan Bandar Lor Kediri. Hasil: jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (74,3%), rentang usia terbayak 18-25 tahun (55%), Pendidikan terakhir terbanyak SLTA (60,6%) dan pekerjaan terbanyak mahasiswa (40,4%). Hasil gambaran tingkat pengetahuan vaksinasi Covid-19 berada dalam kategori baik (62,4%) dan gambaran kesediaan vaksinasi Covid-19 jawaban tertinggi ialah setuju dengan persentase masing-masing pernyataan (45,9%), (40,4%), (48,6%), (45,8%) dan (42,2%) dengan rata-rata 44,58%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman’s Rho didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,754 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan kesediaan vaksinasi Covid-19 pada warga Kelurahan Bandar Lor Kediri. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin tinggi pula kesediaan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT AMOKSISILIN DI UPTD PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI Djembor Sugeng Walujo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik amoksisilin adalah obat yang umumnya diresepkan untuk pasien, namun penggunaannya sering tidak tepat. Akibat dari penggunaan yang tidak tepat akan mengakibatkan resistensi yaitu kondisi dimana bakteri dalam tubuh tidak dapat dibunuh menggunakan antibiotik. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pasien tidak tepat atau patuh dalam penggunaan obat amoksisilin, salah satunya kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat amoksisilin di UPTD Puskesmas Campurejo Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan uji skala guttman. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh pasien yang datang berobat dan mendapatkan obat amoksisilin yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden didapatkan hasil bahwa pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Variabel ketepatan penggunaan obat antibiotika amoksisilin angka persentase pasien tidak patuh lebih tinggi yaitu 54% dibanding variabel frekuensi penggunaan obat antibiotika amoksisilin. Dari hasil evaluasi kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat amoksisilin pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pasien patuh dan tidak patuh yang dikategorikan dalam persentase yaitu pasien patuh 24 pasien (48%) dan pasien tidak patuh 26 pasien (52%).
ANALISIS KUALITATIF FITOKIMIA KANDUNGAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI METANOL DAUN TALAS (Colocasia esculenta (L) Schott) MENGGUNAKAN METODE KLT-DENSITOMETRI Rachma Nurhayati
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang: Daun talas (Colocasia Esculenta (L) Schott) merupakan tanaman dari keluarga Araceae yang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, polifenol dan alkaloid. Flavonoid diduga memberikan aktivitas paling besar. Tujuan: Melakukan analisis kualitatif kandungan flavonoid dalam ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas. Metode: Uji kualitatif menggunakan metode KLT-Densitometri dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil: Berdasarkan spektra yang diperoleh dari ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas yang dibandingkan dengan spektra standar kuersetin diperoleh koefisien korelasi 0,999 yang menandakan bahwa spektra sampel dan standar identik. Simpulan: Ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas mengandung flavonoid.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN OMEPRAZOLE DAN RANITIDIN PADA PASIEN GASTRITIS RAWAT INAP DI RS X KABUPATEN KEDIRI Wika Admaja; Yogi Bhakti Marhenta
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan penyakit gastritis merupakan penyakit saluran cerna yang sering dijumpai, Indonesia sendiri menunjukkan persentase kasus grastritis yang cukup tinggi yakni 40,8% (WHO, 2010). Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang disebabkan karena pola makan tidak teratur, stress, dan adanya infeksi Helicobacter pylori . Terapi pengobatan gastritis sering menggunakan obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) atau Histamin-2-Reseptor Antagonis (H2RA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi yang lebih cost-efektif pada pasien dengan diagnosa gastritis rawat inap antara omeprazole dan ranitidin di RSUD Kabupaten Kediri. Metode Dalam Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 33 pasien yang terdiri dari 17 pasien mendapatkan terapi omeprazole dan 16 pasien mendapatkan terapi ranitidin. Data diidentifikasi menggunakan analisis efektivitas biaya perhitungan ACER dan ICER dengan outcome terapi lenght of stay. Hasil penelitian menunjukkan omeprazole memiliki biaya lebih rendah yakni Rp. 1.490.860/pasien dan efektivitas lama perawatan lebih singkat yakni 3,5 hari, dibandingkan dengan ranitidin Rp.1.568.806/pasien dan efekvitivas 4,2 hari, dengan nilai ACER Rp. 425.960 dan ICER sebesar Rp.137.065,71, sehingga terapi omeprazole lebih cost-effective dalam pengobatan gastritis..
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN KAMBOJA JEPANG (Adenium obesum) METODE WRITHING TEST Rosa Juwita Hesturini; Krisna Kharisma Pertiwi; Rachma Nurhayati
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Eksplorasi potensi analgetika pada tanaman yang diketahui khasiatnya secara empiris secara kontinue dilakukan. Salah satunya adalah pada daun kamboja jepang (Adenium obesum) yang teridentifikasi memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Tujuan : untuk mengetahui aktivitas analgetika dan dosis optimum pada ekstrak etanol daun kamboja jepang. Metode : Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi pelarut etanol 70% dan pengujian analgetika dilakukan dengan metode writhing test penginduksi asam asetat 1%. Kelompok perlakuan dibagi dalam 3 kelompok dosis secara berturut-turut 200 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB, kelompok control negative menggunakan CMC-Na 0,5% dan kelompok kontrol positif parasetamol 500 mg/kgBB. Geliat yang muncul diamati sebagai parameter penetuan besar daya analgetika yang muncul. Hasil: Pengujian menunjukkan persentase daya analgetika kontrol positif sebesar 72,27%, dosis I sebesar 39,37%, dosis II sebesar 44,36%, dan dosis III sebesar 71,71%. Adanya aktivitas analgetika ini diduga karena adanya kandungan flavonoid dengan peran penghambatan katalisis enzim siklooksigenase. Kesimpulan : Ekstrak daun Kamboja Jepang dosis 350 mg/kgBB memiliki aktivitas analgetik yang hampir sama dengan parasetamol.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PROPILEN GLIKOL SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI PADA SEDIAAN KRIM POLIHERBAL DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan negara yang kaya akan tumbuhan herbal, terdapat berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai herbal penumbuh rambut. Berbagai tanaman seperti daun bunga sepatu, Spirulina sp., buah mengkudu, biji jintan hitam, minyak biji pepaya, minyak kemiri, minyak zaitun serta virgin coconut oil dapat dimanfaatkan sebagai penumbuh rambut, sedangkan propilen glikol merupakan zat tambahan dalam sediaan semisolida yang digunakan sebagai peningkat penetrasi (penetration enhancher). Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas sediaan krim poliherbal terhadap pertumbuhan rambut kelinci dengan variasi konsentrasi peningkat penerasi propilen glikol yaitu FI 1%, FII 2% dan FIII 3%. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Hasil dari uji organoleptis menunjukkan dimana ketiga sediaan berbentuk krim, berwarna hijau alpukat, memiliki bau khas ekstrak dan menthol, serta memiliki tekstur semisolida. Uji homogenitas ketiga formulasi krim menunjukkan susuan krim yang homogen, krim juga memiliki pH dan daya sebar yang memenuhi persyaratan. Pengujian tipe emulsi menunjukkan krim bertipe oil in water. Uji iritasi kulit menunjukkan bahwa krim tidak mengiritasi. Data pertumbuhan rambut didapatkan terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan: Sediaan krim poliherbal penumbuh rambut memiliki efek pertumbuhan rambut pada rambut kelinci. Terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi propilen glikol sebagai peningkat penetrasi terhadap efek pertumbuhan rambut dan lama pertumbuhan rambut pada kelinci, serta didapatkan formula 1 (konsentrasi propilen glikol 1%) merupakan formula terbaik dengan hasil data pertumbuhan rambut pada hari ke 18 yaitu 25,78 ± 1,72.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK SENYAWA BIOAKTIF KAROTENOID BUAH PEPAYA (Carica Papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH Ira Oktavia
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pepaya merupakan buah yang banyak mengandung senyawa bioaktif seperti karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen yang memberikan warna kuning, orange dan merah pada tanaman. Eksploasi karotenoid sebagai antioksidan masih jarang dilakukan padahal berpotensi memiliki aktivitas tersebut. Karotenoid diduga memiliki aktivtias antioksidan yang kuat Tujuan: Melakukan ekstraksi karotenoid dan uji aktivitas antoksidan dari buah pepaya . Metode: Ekstraksi karotenoid menggunakan metode maserasi, identifikasi ekstrak menggunakan metode KLT dan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil: Maserasi menggunakan pelarut n-heksana didasarkan pada sifat karotenoid yang non polar. Selanjutnya ekstrak diidentifikasi menggunakan KLT didapatkan senyawa karotenoid dengan pembanding beta karoten serta uji antioksidan ekstrak karotenoid menunjukkan hasil yang tergolong kuat dengan pembanding vitamin C. Simpulan: Buah pepaya mengandung karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BEBERAPA TANAMAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS PUTIH Prihardini; Dewy Resty Basuki
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit yang disebabkan oleh panas yang berasal dari api, bahan kima, radiasi matahari maupun listrik, terjadinya luka bakar bisa diakibatkan oleh kelalaian maupun kecelakaan. Luka bakar derajat dua dengan ciri-ciri kulit berwarna terang, melepuh dan mengkilap atau basah.Tujuan: Ekstrak tanaman yang digunakan untuk mengobati luka bakar yaitu ekstrak etanol biji pepaya, ekstrak etanol kulit buah apokat dan ekstrak etanol pisang agung semeru. Metode: Skrining fitokimia dilakukan dengan pereaksi kimia diperoleh hasil positif kandungan tanaman di atas adalah flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Hewan coba pada penelitian luka bakar ini adalah tikus putih sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok meliputi kelompok kontrol positif (Bioplacenton), kontrol negatif, ekstrak etanol 50% dan 75%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi paling baik untuk menyembuhkan luka bakar adalah Ekstrak Etanol Biji Pepaya konsentrasi 75% yang dapat mengurangi luka bakar sebanyak 89,6%. Simpulan: Simpulan penelitian. Hindari singkatan dan referensi di dalam abstrak.
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI SEDIAAN BODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) MENGGUNAKAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULGATOR Ida Kristianingsih
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun kelor merupakan bahan alam yang berpotensi untuk melindungi kulit karena kandungan antioksidan yang terdapat didalamnya. Pengembangan bentuk sediaan dalam bentuk body lotion diperlukan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan: Mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan body lotion ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) bisa diformulasikan menjadi formulasi sediaan body lotion menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator. Hasil evaluasi pada FI dan FII sediaan telah memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH rentang pH sediaan topical 4,5-8 (SNI 16-4399-1996), standart uji daya 5 - 7 cm, dan uji tipe emulsi. Namun, pada uji daya sebar FII daya sebarnya lebih luas daripada FI dan FII lebih homogen daripada FI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP SWAMEDIKASI GASTRITIS DI INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI Dyah Kusumaratni; Umul Farida
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri mencakup pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang guna mengobati gejala pada penyakit ringan. Gastritids adalah salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari hari, merupakan suatu penyakit yang bisa dilakukan pengobatan secara swamedikasi. Dalam melakukan swamedikasi maag diperlukan pengetahuan yang baik agar swamedikasi dilakukan dengan benar. Tujuan: mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku mahasiswa terhadap swamedikasi gastritis di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Metode: deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 135 responden yang sudah sesuai dengan kriteria inklusi. Metode analisis data menggunakan analisis bivariat dan univariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 105 responden dengan persentase 77,8% memiliki pengetahuan yang baik. Sebanyak 28 responden dengan persentase 20,7% memiliki pengetahuan yang cukup, dan sebanyak 2 responden dengan persentase 1,5% memiliki pengetahuan yang kurang. Sedangkan 107 responden atau 79,3% memiliki perilaku yang baik. Sebanyak 28 responden atau 20,7% memiliki perilaku yang cukup. Hasil uji Chi-square didapatkan nilai signifikan 0,006. Simpulan: ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku mahasiswa dalam swamedikasi gastritis di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata