cover
Contact Name
Herlinda Mawardika
Contact Email
herlinda.mawardika@iik.ac.id
Phone
+6287852768636
Journal Mail Official
pharmabhakta@iik.ac.id
Editorial Address
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pharma Bhakta
ISSN : -     EISSN : 27971163     DOI : 10.56710
Core Subject : Health,
Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian pada fokus dan bidang : 1. Biologi Farmasi 2. Farmasi Komunitas 3. Teknologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakologi dan Farmasi Klinik
Articles 74 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS RIMPANG BANGLE (Zingiber cassumunar Roxb.) TERHADAP UJI MUTU FISIK FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB Lailiyah, Munifatul; Saputra, Sony Andika
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body scrub merupakan sediaan yang digunakan sebagai pembersih badan dari kotoran dan mengangkat sel-sel kulit mati. Ampas rimpang bangle megandung butiran kasar yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan scrub. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (Pengaruh Penambahan Ampas Rimpang Bangle (Zingiber Cassumunar Roxb.) Terhadap Uji Mutu Fisik Formulasi Sediaan Body Scrub). Metode : penelitian yang digunakan yaitu secara eksperimental dengan membandingkan bahan aktif dari ampas rimpang bangle menjadi 3 jenis variasi yaitu FI 10%, FII 15%, dan FIII 20%. Hasil : hasil uji mutu fisik sediaan body scrub ampas rimpang bangle telah memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji kesukaan. Berdasarkan analisis uji anova yang dilakukan pada uji daya sebar diperoleh hasil sig 0,010 (p < 0,05) dan pada uji daya lekat diperoleh hasil sig 0,000 nilai (p < 0,05), dapat disimpulkan memiliki perbedaan yang bermakna atau signifikan. Kesimpulan: perbedaan variasi konsentrasi ampas rimpang bangle pada setiap formulasi mempengaruhi hasil uji mutu fisik. Formulasi dengan tingkat daya sebar dan tingkat kesukaan paling tinggi adalah formulasi I dengan variasi konsentrasi 10 %.
AKTIVITAS LARVASIDA ALAMI EKSTRAK ETANOL DAUN PAITAN (TITHONIA DIVERSIIFOLIA) TERHADAP LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Wahyuni, Dwi; Swandono, Hari Untarto; Kristianingsih, Ida
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dari nyamuk Aedes aegypti. Tanaman paitan merupakan famili dari Asteraceae, diketahui memiliki kandungan bahan aktif yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid dan fenolik yang dapat digunakan sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun paitan (Tithonia diversiifolia) memiliki aktivitas larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil ekstrak dibuat menjadi 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 1,8%, 3,2% dan 5,6% dengan kontrol negatif berupa aquadest dan kontrol positif berupa abate. Uji larvasida dilakukan dalam waktu 24 jam dengan menghitung jumlah kematisn larva pada masing masing-masing kelompok perlakuan. Berdasarkan Nilai probit LC50 didapatkan hasil yaitu 0.913, sedangkan hasil statistik, konsentrasi ekstrak etanol Daun Paitan yang paling efektif yaitu 5,6% (tidak ada perbedaan signifikan dengan control positif). Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka senyawa metabolit yang terkandung juga semakin banyak.
ANALISIS KADAR TANIN PADA EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH MAJA (Aegle marmelos (L.) Corr)) ASAL MLATI, MOJO, KEDIRI Arifah, Farida; Fitria, Faizatul
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bagi Desa Mlati yang berada di Kecamatan Mojo, Kediri, buah maja adalah buah yang memiliki produksi melimpah dan telah dimanfaatkan sebagai minuman  walaupun belum terstandar dan diketahui dengan pasti berapa kadar senyawanya. Buah tersebut memiliki rasa yang identik dengan keberadaan tanin sebagai metabolit sekunder, yaitu rasa pahit. Tujuan: Untuk mengetahui berapa kandungan tanin yang ada pada buah Maja. Metode: Sampel buah dipreparasi dengan cara diiris tipis-tipis, dikeringkan, diserbukkan lalu diayak sehingga menjadi simplisia. Proses ekstraksi dikerjakan secara berurutan dengan maserasi berpelarut etanol 70% dengan perbandingan simplisia: pelarut 1:10 selama 3x24 jam, disaring hingga diperoleh filtrat lalu diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga didapatkan ekstrak kental. Keberadaan senyawa tanin diidentifikasi menggunakan uji perekasi FeCl3 (ditandai dengan warna biru kehitaman) dn pereaksi gelatin (ditandai dengan terbentuk endapan putih) sedangkan kadarnya diukur dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan baku pembanding asam tanat. Hasil: Berdasarkan uji kualitatif, eksrak kental buah maja terkonfirmasi mengandung tanin, sedangkan uji kuantitatif didapatkan persamaan kurva baku yaitu y= 0,0635x + 0,0144 degan koefisien relasi (r)= 0,9996 dan rerata kadar tanin senilai 2,9932%b/b. 
VALIDASI METODE ANALISA PIROKSIKAM PADA SEDIAAN SELF NANO EMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nugroho, Septiawan Adi; Alrayan, Reza
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Piroksikam salah satu obat anti inflamasi termasuk dalam golongan BCS kelas II yang memiliki kelarutan yang rendah pada air. Kelarutan piroksikam dapat ditingkatkan dalam bentuk Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Pada SNEDDS tersusun dari beberapa komponen seperti minyak, surfaktan, dan kosurfaktan yang berpotensi menggangu hasil analisa seperti pada analisa kadar piroksikam.. Tujuan: Pada penelitian ini bertjuan melakukan validasi metode analisa piroksikam dalam formulasi SNEDDS menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Metode: parameter International Conference on Harmonization (ICH) yaitu spesifisitas, linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Hasil: parameter validasi memenuhi kriteria antara lain spesifitas yang baik, nilai akurasi pada rentang 90-107 %, nilai presisi %RSD <2%, Nilai koefisien korelasi pada linieritas >0,997, dan LOD sebesar 0,256 µg/ml dan LOQ sebesar 0,778 µg/ml.. Simpulan: Analisa piroksikam dalam SNEDDS dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis tervalidasi berdasar dari parameter spesifisitas, linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa) TERFERMENTASI BAKTERI ENDOGEN ASAM LAKTAT TERHADAP Staphylococcus aureus Hesturini, Rosa Juwita; Erlina, Dewi Venda; Rizkiawati, Dini; Basuki, Dewy Resty; Hardini, Pri
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tanaman srikaya (Annona squamosa) adalah salah satu tanaman pilihan karena adanya kandungan flavonoid, terpenoid dan alkaloid yang diduga memiliki aktivitas secara mikrobiologi (Manoi dan balittro, 2009). Proses fermentasi menggunakan bakteri yang berasal dari bakteri asam laktat (BAL) terbukti dapat menghambat bakteri patogen, menurunkan pH, dan menghasilkan senyawa antibakteri dengan cara mengubah gula menjadi sejumlah asam organik. Tujuan: Untuk mengetahui zona hambat ekstrak daun srikaya yang telah difermentasi asam laktat melawan bakteri patogen Staphylococcus aureus dibandingkan dengan ekstrak tanpa fermentasi. Metode: Terdiri dari tiga tahapan yaitu pertama ekstraksi maserasi daun srikaya. Tahap kedua yaitu pembuatan fermentasi asam laktat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus 10% (v/v) pada ekstrak dengan konsentrasi 100% (b/v), 75% (b/v), dan 50% (b/v). Tahap ketiga yaitu uji antibiotik dengan metode difusi cara sumuran. Hasil: Perbedaan secara bermakna ditunjukkan pada uji Anova nilai Sig. < 0,05. Dilanjutkan dengan Uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara ekstrak fermentasi 80% dengan semua kelompok perlakuan dengan nilai Sig. < 0,05. Simpulan: Ekstrak daun srikaya terfermentasi bakteri asam laktat memiliki aktivitas antibakteri lebih optimal dibandingkan dengan ekstrak daun srikaya tanpa fermentasi BAL dengan persentase peningkatan 25%.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GERD RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KEDIRI hariyani, Hariyani; Srihartini, Indah
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GERD (Gastroesophangeal Reflux Disease) merupakan keadaan reflux isi dari lambung naik dan masuk ke dalam kerongkongan dengan berbagai tanda dan gejala yang melibatkan kerongkongan, faring, laring dan saluran nafas. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui evaluasi penggunaan obat pada pasien GERD rawat jalan di RS Bhayangkara Kediri Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah sampel 72 pasien. Pasien GERD dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 31 dan pasien perempuan berjumlah 41. Berdasarkan usia pasien GERD yang paling banyak terdapat pada usia 56-65 tahun dengan jumlah 14 pasien. Golongan obat yang paling banyak digunakan oleh pasien GERD dalam pengobatan adalah golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) dengan jumlah 59 obat. Hasil pada penelitian ini yaitu evaluasi penggunaan obat pada pasien GERD rawat jalan di RS Bhayangkara Kediri tahun 2021 meliputi : tepat pasien sebanyak 100% (72 pasien), tepat obat 100% (72 pasien), tepat indikasi 100% (72 pasien), dan tepat dosis 96% (69 pasien).
SKRINING FITOKIMIA DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) hari purwani, asih imulda; Sari, Fita; Pertiwi, Krisna Kharisma; Lestari, Tri Puji
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun beluntas mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, sedangkan akarnya terdapat senyawa flavonoid. Skrining fitokimia termasuk uji kualitatif pada ekstrak daun beluntas dan KLT yaitu untuk memisahkan senyawa berdasarkan tingkat kepolaranya yakni fase diam dan fase gerak. Tujuan: Mengetahui hasil skrining fitokimia dari ekstrak daun beluntas, serta pada KLT dapat mengetahui hasil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari ekstrak daun beluntas. Metode: Daun beluntas dilakukan proses ekstraksi kemudian skrining fitokimia yaitu uji flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak daun beluntas dilakukan uji KLT fase gerak toluen : aseton : asam formiat (6:6:1 v/v) dengan fase diam silika gel GF 254. Hasil: Ekstrak daun beluntas terdapat senyawa metabolit yaitu flavonoid, saponin dan tanin. KLT ekstrak daun beluntas positif flavonoid dengan terdapat noda warna kuning kecoklatan dalam UV 366 nm dengan Rf 0,57 cm. Simpulan: Ekstrak daun beluntas terdapat kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin dengan Rf 0,57 cm
KARAKTERISASI SPESIFIK DAN NONSPESIFIK SIMPLISIA BUAH DAN SIMPLISIA BIJI KELOR (Moringa oleifera) Swandono, Hari; Wahyuni, Dwi
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kelor (Moringa oliefera) diketahui merupakan tumbuhan yang sering digunakan sebagai bahan pangan dalam pembuatan sayur maupun bahan obat karena memiliki kandungan beberapa senyawa bioaktif yang berperan untuk kesehatan. Tujuan: membandingkan hasil pengamatan karakter spesifik dan non spesifik simplisia dan kandungan fitokimia yang terdapat pada simplisia buah dan simplisia biji Kelor sebagai penunjang dalam standarisasi penyediaan bahan simplisia. Metode: pengamatan karakterisasi spesifik meliputi organoleptis, mikroskopis, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan skrining fitokimia (uji alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin). Pengamatan karakterisasi non spesifik meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tak larut asam. Simpulan:, Ciri mikroskopis pada simp;lisia buah Kelor terdapat fragmen kulit buah (pericarpium), serabut slerenkim dan sel batu (sklereida); sedangkan pada simplisia biji terdapat fragmen kulit biji, endosperm dan butir-butir amilum. ,Kadar sari larut air dan etanol pada biji lebih tinggi dibandingkan dengan pada buah; kadar air lebih tinggi dari pada biji lebih tinggi dibandingkan dengan pada buah; kadar abu total pada biji lebih tinggi dibandingkan dengan pada buah; dan kadar abu tak larut asam lebih tinggi pada buah dibandingkan dengan pada biji. Buah dan biji Kelor mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin.
POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN MYALGIA DI PUSKESMAS NGANJUK Fajriyah, Shofiatul; anikasari, Erni
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Myalgia paling sering dikaitkan dengan keseleo atau kaku otot. Gejala yang sering muncul adalah kemerahan di lokasi cedera, nyeri tekan, bengkak, dan demam. Nyeri otot adalah masalah medis utama dimana mayoritas (60% hingga 85%) dari populasi pernah mengalami nyeri punggung (nonspesifik). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pada pasien myalgia di Puskesmas Nganjuk Tahun 2020. Metode: Metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien myalgia dengan teknik sampling yaitu total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk prosentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 39 pasien didiagnosa myalgia. Jenis analgesik yang digunakan adalah Asam Mefenamat, Natrium Diklofenak, Metampiron, Parasetamol dan Ibuprofen. Suplemen yang digunakan pada pasien myalgia adalah Kalsium Laktat, Vitamin B kompleks, vitamin B1, Multivitamin dan Ferrous fumarat. Pola pengobatan pasien myalgia meluputi analgesik tunggal (20,5%), kombinasi 2 analgesik (10,3%), kombinasi analgesik + suplemen (66,7%) dan kombinasi 2 suplemen (2,5%).  Simpulan : Pola peresepan obat yang paling banyak adalah kombinasi Asam Mefenamat dan Kalsium Laktat
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SABUN CAIR MINYAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera L.) Pramasari, Nadia; Shoviantari, Fenita; Sholehuddin, Sultan Satrio
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Minyak biji anggur dapat menangkal radikal bebas pada kulit karena memiliki manfaat sebagai antioksidan. Untuk dapat mengaplikasikan kandungan pada minyak biji anggur dibuat sediaan sabun cair. Gelling agent yang dapat digunakan untuk pembuatan sabun cair adalah CMC-Na dan Carbopol. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk membuat formulasi dan mengetahui hasil uji mutu fisik sabun cair minyak biji anggur (Vitis vinifera L.) menggunakan variasi gelling agent CMC-Na dan carbopol. Metode: Penelitian dilakukan secara ekperimental dengan melakukan formulasi dan uji mutu fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, alkali bebas, bobot jenis, dan tinggi busa. Pada formula 1 menggunakan gelling agent CMC-Na 0,5% dan formula 2 menggunakan gelling agent Carbopol 0,5%. Pada kedua formula menggunakan bahan aktif minyak biji anggur (Vitis vinifera L.) sebesar 3%. Hasil: Penelitian ini menunjukkan formula 1 dan formula 2 memiliki perbedaaan hasil uji mutu fisik yang tidak bermakna dengan perbedaan gelling agent. Simpulan: Uji mutu fisik sabun cair minyak biji anggur meliputi organoleptis, pH, homogenitas, alkali bebas, bobot jenis, dan uji tinggi busa telah memenuhi persyaratan.