cover
Contact Name
Herlinda Mawardika
Contact Email
herlinda.mawardika@iik.ac.id
Phone
+6287852768636
Journal Mail Official
pharmabhakta@iik.ac.id
Editorial Address
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pharma Bhakta
ISSN : -     EISSN : 27971163     DOI : 10.56710
Core Subject : Health,
Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian pada fokus dan bidang : 1. Biologi Farmasi 2. Farmasi Komunitas 3. Teknologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakologi dan Farmasi Klinik
Articles 74 Documents
OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK KASAR BROMELIN KULIT NANAS (Ananas comosus (L.)Merr) MENGGUNAKAN CARBOPOL 940 DAN GLISERIN SECARA SIMPLEX LATTICE DESIGN Anang Setyo Wiyono
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung enzim bromelin yang merupakan kelompok enzim protease sulfhidril yang dapat menghidrolisis ikatan peptida pada kandungan protein menjadi asam amino. Bromelin dapat ditemukan diseluruh bagian tanaman nanas seperti pada daging buah, bonggol, dan kulit nanas. Tujuan: Penelitian ini memanfaatkan ekstrak kasar bromelin kulit nanas sebagai bahan aktif untuk dibuat sediaan gel yang difungsikan sebagai antimemar. Metode: Ekstrak kasar bromelin kulit nanas diekstrak menggunakan metode Herdyastuti (2006) dan dibuat dalam sediaan gel. Terdapat 3 formulasi gel hasil Simplex Lattice Design dengan perbandingan konsentrasi carbopol 940 : gliserin, yaitu FI (0% : 100%), FII (50% : 50%), dan FIII (100% : 0%). Ketiga formulasi dioptimasi berdasarkan hasil uji pH, daya sebar, dan viskositas untuk mendapatkan formulasi optimum. Simpulan: Kombinasi optimum yang diperoleh antara carbopol 940 : gliserin adalah sebesar 1:1 gram. Hasil pengujian dianalisis menggunakan uji t dan diketahui tidak ada beda signifikan antara hasil formulasi optimum dengan hasil penelitian.
PROFIL MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS SPESIES AVERRHOA (BELIMBING) YANG TUMBUH DI KOTA KEDIRI SEBAGAI BAHAN BAKU HERBAL PENINGKAT SISTEM KEKEBALAN TUBUH Hari Untarto Swandono
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Averrhoa carambola dan A. bilimbi merupakan jenis belimbing yang banyak tumbuh dan ditanam oleh masyarakat Kediri. Belimbing diketahui mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi dan berkhasiat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan makanan  peningkat ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit termasuk virus. Tujuan: penelitian ini ingin mengetahui ciri morfologi dan anatomi pada spesies A. carambola dan A.bilimbi yang tumbuh di Kediri dan dilakukan dengan metode deskriptif dengan menganalisis ciri-ciri morfologi dan anatomi pada kedua jenis tanaman ini. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penyediaan bahan baku belimbing sebagai tanaman obat yang berpotensi untuk meningkatkan sistem ketahanan tubuh. Metode: penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan ciri-ciri morfologi dan anatomi yang ada pada organ daun, bunga, buah, biji, batang dan akar dari A. carambola maupun A. bilimbi yang ada di 3 kecamatan wilayah Kediri. Hasil: menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan anatomi pada organ tertentu dari  tanaman ini yang dapat digunakan untuk memastikan identifikasi tanaman ini secara tepat. Simpulan: ciri makroskopis A. bilimbi dan A. carambola menunjukkan perbedaan yang menyolok satu sama lain pada bagian batang, daun, bunga dan buah; sedangkan pada pengamatan mikroskopis diperoleh perbedaan menyolok terdapat pada batang, daun dan bunga.
EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN METODE ABC UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DI APOTEK PUNJER SANTOSA Indah Srihartini
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan obat menjadi kunci utama dalam pelayanan obat pada masyarakat. Pengendalian persediaan penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau bahkan sampai tidak tersedianya obat dan alat kesehatan dalam masa pendemi ini . Tujuan: Untuk melakukan evaluasi persediaan dengan metode ABC di apotek Punjer Santosa. Untuk menganalisa frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia dan pengaruhnya terhadap kunjungan pasien ke apotek Punjer Santosa  Metode: Analisa Deskritif kuntitatif. Hasil:.Penurunan Frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia sebesar 36,20% dan kenaikan kunjungan pasien sebesar 1,2% selama periode Januari - Desember 2020.  Kesimpulan: Kelompok A sebanyak 125  item obat (16,02 %) yang menggunakan dana sebesar Rp 98.390.716,- (74,92%). Kelompok B  sebanyak 279 item obat (35,76 %)  dana sebesar Rp 26.343.035,- (20,06%), kelompok C  sebanyak 376 item obat (48,20 %) dana sebesar Rp 6.591.357,- ( 5,02 % )dari seluruh dana yang tersedia Kunjungan pasien ke apotek realtif stabil walaupun frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia dengan kondisi fluktuatif
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BENDILWUNGU KABUPATEN TULUNGAGUNG PADA BULAN MARET TAHUN 2021 Hariyani; Dhaan Farid
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah salah satu bagian dari pelayanan kesehatan di Puskesmas. Pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan setiap insan di seluruh dunia dan setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bisa diungkapkan sebagai kepuasan pasien. Kepuasan pasien digambarkan sebagai harapan dan kenyataan yang dirasakan pasien pada saat mendapatkan pelayanan kefarmasian. Pasien akan merasa puas apabila pelayanan kefarmasian yang diperoleh pada kenyataannya sama atau melebihi harapannya, sebaliknya pasien akan merasa tidak puas apabila pelayanan kefarmasian yang diperoleh pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di  Puskesmas Bendilwungu kabupaten Tulungagung pada bulan maret tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah non random sampling dengan jumlah sampel 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan maret tahun 2021 dengan menggunakan kuesioner kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Bendilwungu Kabupaten Tulungagung berada pada kategori sangat puas dengan presentase (82,09%) berdasarkan indikator pengukuran tingkat kepuasan pasien.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN FACE SCRUB KULIT ARI KEDELAI (Glycine max) Lia Agustina; Vindy Sheila; Ninis Yuliati
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kerusakan kulit paling banyak disebabkan oleh radikal bebas salah satunya ditandai dengan kulit kering. Kedelai mengandung isoflavon sebagai antioksidan. Antioksidan dalam kosmetik memberikan efek kelembapan kulit. Kedelai dapat dimanfaatkan menjadi kosmetika yaitu scrub. Face scrub salah satu produk kosmetik pembersih yang menipiskan kulit wajah (exfoliating cleanser) digunakan karena mampu mengangkat sel kulit mati yang tidak dapat dibersikan kosmetik pembersih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi kedelai terhadap kualitas fisik gel face scrub dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kedelai terhadap efektivitas peningkatan kelembapan kulit yang berbeda. Metode: penelitian ini dibuat sediaan gel face scrub lalu dievaluasi karakteristik gel face scrub meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan iritasi. Selanjutnya diuji peningkatan efektivitas kelembapan menggunakan alat skin detector. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh variasi konsentrasi kedelai sebesar terhadap kualitas fisik sediaan gel face. Variasi konsentrasi kedelai berpengaruh terhadap peningkatan kelembapan.
PROFIL SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA S1 FARMASI INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA Esti Ambar Widyaningrum; Fentyana Dwi Rilawati; Lelly Winduhani Astuti; Rizki Nur Muhammad Aviantara
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat obat bebas dan bebas terbatas yang bisa dibeli bebas di apotik atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Dalam pelaksanaannya, masyarakat harus memiliki pengetahuan yang memadai sehingga bisa berpraktik swamedikasi yang rasional sehingga bisa memperoleh manfaat serta terhindar dari risiko atau kerugian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil swamedikasi di kalangan Mahasiswa S1 Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Periode September 2020. Metode : Penelitian deskriptif observasional dengan rancangan survey cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan sampel sebanyak 87 responden. Hasil : Profil swamedikasi pada penelitian ini adalah mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (80,5%) dan berusia 17-19 tahun (50,6%). Alasan terbanyak melakukan swamedikasi adalah karena keluhan ringan (57,5%) dengan keluhan terbanyak demam (14,9%) dan flu (12,6%). Sumber informasi terbanyak adalah dari buku kuliah dan pengalaman belajar (42,5%), tempat memperoleh obat di apotek (87,4%), mayoritas membaca aturan pakai, efek samping obat serta kadaluarsa
AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN GANDARUSSA (Justicia gendarussa Burm. F) PADA TIKUS PUTIH Rosa Juwita Hesturini; Rina Herowati; Gunawan Pamudji Widodo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu tanaman potensial Indonesia yang telah diketahui kegunaannya sebagai analgetika dan anti-inflamasi dengan penggunaan secara empiris adalah Gandarusa (Justicia gendarussa). Gandarusa diketahui mengandung steroid, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui aktivitas anti-inflamasi fraksi-fraksi ekstrak etanol gandarusa dengan penginduksi λ-karagenan. Metode: Ekstrak etanol daun gendarussa difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Uji anti-inflamasi dilakukan dengan induksi λ-karagenan pada bagian subplantar kaki belakang dan diamati pembengkakan dengan plestimometer. Dosis ekstrak dan fraksi daun gandarusa berturut-turut yaitu 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, fraksi n-heksana 314 mg/kgbb, fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dan fraksi air 144,8 mg/kgbb dengan kontrol negatif CMC 0,5% dan kontrol positif asetosal 360 mg/kgbb. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dimunculkan pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat 144,8 mg/kgbb menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang sebanding dengan asetosal. Analisa kandungan senyawa pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kandungan fitokimia aktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang diduga bertanggung jawab sebagai anti-inflamasi dengan mekanisme yaitu merangsang biosintesis protein lipomodulin yang menghambat kerja enzimatik fosfolipase yang mempengaruhi aktivitas metabolisme enzim asam arakhidonat. Simpulan: Aktivitas optimal ditunjukkan oleh fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dengan penurunan udema pada kaki tikus.
EFEKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Erni Anikasari; Nurul Istiqomah; Mita Amalia
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analgesik adalah suatu senyawa yang berkhasiat untuk menekan rasa nyeri. Analgesik memiliki efek samping apabila dikonsumsi dengan dosis berlebih antara lain reaksi hipersensitivitas, gangguan pada usus dan lambung, kerusakan ginjal, serta dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Latar Belakang: Secara umum penggunaan obat tradisional dinilai lebih aman dibandingkan obat modern, hal tersebut disebabkan oleh obat tradisional memiliki efek samping rendah jika digunakan secara tepat. Salah satu tanaman obat yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional yaitu kersen (Muntingia calabura L.). Berdasarkan penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa ekstrak etanol daun kersen memiliki efek analgesik. Tujuan: Mengetahui dosis efektif dari ekstrak daun kersen yang dapat digunakan sebagai analgesik. Metode: Pengujian dilakukan secara in vivo mengunakan 12 ekor mencit jantan (Mus musculus) dengan 4 perlakuan. Kelompok kontrol negatif menggunakan Cmc-Na 1%, kelompok kontrol positif menggunakan asam mefenamat 500 mg/kgBB, kelompok perlakuan Ekstrak Etanol Daun Kersen dengan dosis 300 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB. Analisis data menggunakan SPSS one way anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas analgesic pada dosis 300 mg/KgBB sebesar 62,82% dan dosis 600 mg/kgBB sebesar 81,59%. Simpulan: hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol daun kersen memiliki efek analgesik tertinggi pada dosis 600 mg/KgBB sebesar sebesar 81,59%.
UJI KELEMBAPAN PELEMBAB BIBIR EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) Cahaya Firdausi Imani; Fenita Shoviantari
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelembab bibir atau biasa dikenal dengan lip balm merupakan suatu sediaan yang berfungsi untuk melembabkan bibir dengan mempertahankan kelembapan, mencegah kekeringan, kerusakan kulit dan kerusakan kulit akibat sinar matahari, serta menciptakan lapisan pelindung yang membantu menghidrasi kulit, serta mencegah penguapan air dari kulit. Lidah buaya (Aloe Vera L) merupakan salah satu bahan dari alam yang dapat berfungsi sebagai pelembab kulit. Lidah buaya mengandung banyak manfaat untuk kosmetik seperti vitamin C dan E yang melembabkan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil uji mutu fisik dan hasil uji kelembapan dalam sediaan Lip balm ekstrak Lidah buaya (Aloe Vera L) dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, dan 9%. Metode: Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian eksperimental dengan 3 tahapan proses, yang pertama formulasi sediaan lip balm, kedua uji mutu fisik, dan ketiga uji kelembapan dan uji iritasi pada subyek. Hasil: Dihasilkan formula lip balm yang stabil. Hasil uji mutu fisik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji stabilitas menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada perbedaan konsentrasi ekstrak. Pada uji kelembapan didapatkan nilai peresentase kelembapan pada formula 1 sebesar 24,2%, formula 2 sebesar 27,9%, dan pada formula 3 sebesar 41%; dan semua formula tidak mengiritasi kulit. Simpulan: Perbedaan konsentrasi lidah buaya pada setiap formula tidak mempengaruhi hasil uji mutu fisik. Formula dengan daya kelembapan paling tinggi adalah formula 3 dengan konsentrasi ekstrak sebesar 9%.
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERSPEKTIF MAHASISWA FARMASI MENGGUNAKAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) Yutia Ihza Komala
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pembelajaran online semakin populer selama pandemi COVID-19 sebagai metode baru untuk pembelajaran. Focus Group Discussion (FGD) merupakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dimana sekelompok orang yang dipilih membahas topik atau isu yang ada. Tujuan: Menganalisis dampak dari pembelajaran online selama pandemi COVID-19 terhadap mahasiswa farmasi angkatan 2020 di Kabupaten Banyumas. Metode: Menggunakan metode FGD yang direkam secara digital kemudian ditranskripskan kata demi kata, dan hasil transkrip diimpor ke versi MAXQDA dan dianalisis secara tematis menggunakan prosedur pengkodean kualitatif yang ditetapkan. Hasil: Hasil penelitian menjelaskan bahwa dampak pembelajaran online ini cenderung negatif seperti yang telah dirasakan mahasiswa Farmasi jika dilihat dari hasil coding keseluruhan terdapat 18 kode dengan frekuensi sebanyak 313 terdiri dari solusi agar pembelajaran online efektif, adanya pengaruh teknologi, adanya toleransi dosen atas hambatan pembelajaran online, cara memperbaiki sistem penyampaian materi dosen, cara mengatasi kendala, efektifitas pembelajaran online bersifat optional, faktor penghambat di aspek dosen, lingkungan, sarana dan prasarana, teknologi, dan pribadi mahasiswa, faktor terciptanya pembelajaran online yang efektif, keluhan atas sistem penyampaian materi dosen, kendala pembelajaran online, ketidakefektifan pembelajaran online, pembelajaran online efektif dan solusi atas kendala sistem penyampaian materi dari dosen. Simpulan: Disimpulkan bahwa dampak pembelajaran online ini cenderung negatif dibandingkan dengan positif.