cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 14 Documents clear
Formulasi   Bikuit    Tepung   Beras    Merah   (Oryza  Nivara)    dan   Ikan   Teri    Nasi (Stolephorus sp) Sebagai Pangan Darurat Bagi Balita Rosa Meliani Dwi Nabila
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.20024

Abstract

Latar Belakang: Bencana dapat menimbulkan dampak yang sering kali luput dari perhatian yaitu kecukupan gizi bagi masyarakat yang terdampak, terutama balita. Produk pangan darurat berupa biskuit diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi penyintas bencana hingga bantuan lengkap tersedia. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formulasi terbaik biskuit tepung beras merah dan ikan teri nasi sebagai pangan darurat bagi balita sesuai SNI dan prinsip pangan darurat. Metode: Penelitian bersifat eksperimental dengan desain RAL dua faktor. Variabel bebas dalam penelitian adalah formulasi biskuit dan variabel terikat meliputi kandungan gizi dan daya terima biskuit. Pengambilan data dengan uji laboratorium dan uji daya terima metode hedonik 5 skala. Analisis kandungan gizi menggunakan One-Way ANOVA dilanjut uji Tukey. Analisis uji daya terima menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan Mann-Whitney, penentuan formulasi terbaik menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil: Diperoleh formulasi terbaik yaitu F1 yang mengandung karbohidrat 54,19%, protein 17,02%, lemak 12,78%, energi total 399,86 kkal, kadar air 13,05%, dan kadar abu 2,96%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan nyata pada keseluruhan kandungan gizi serta daya terima tekstur dan aroma produk. Kandungan gizi yang memenuhi SNI ialah protein dan lemak serta yang memenuhi prinsip pangan darurat yaitu karbohidrat.
Faktor yang Berhubungan Dengan Kebugaran Jasmani Remaja pada Siswa di SMPN 1 Tambakromo dan SMPN 2 Pati Wildan Ramadhani, Azizul; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.23757

Abstract

 Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mudah merasa lelah dan masih memiliki energi untuk aktivitas lainnya. Menyadari pentingnya kebugaran jasmani dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan dan minimnya penelitian di Kabupaten Pati, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani pada remaja. Metode: penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 143 siswa SMPN 1 Tambakromo dan SMPN 2 Pati, dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Analisis mencakup univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kebugaran jasmani adalah jenis kelamin (p=0.037), indeks massa tubuh (p<0.001), persen lemak tubuh (p=0.001), aktivitas fisik (p<0.001), durasi layar (p=0.035), perilaku menetap (p<0.001), kualitas tidur (p=0.002), dan perilaku merokok (p=0.023). Variabel yang tidak berhubungan adalah asupan karbohidrat, protein, dan lemak. Perilaku merokok (p<0.001) merupakan faktor paling dominan berhubungan kebugaran jasmani remaja. Kesimpulan: kebugaran jasmani remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: jenis kelamin, indeks massa tubuh, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, durasi layar, perilaku menetap, kualitas tidur, dan perilaku merokok
Peningkatan   Literasi   Keamanan   Pangan   Jajanan   Anak  Sekolah  (PJAS)  Melalui Edukasi Interaktif : Studi Kasus Desi, Sovia; Prasetya, Henky Yoga; Erawati, Sri; Wijanarko, Wahyu
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.23952

Abstract

ABSTRAK Latar belakang:Literasi keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang masih rendah berpotensi meningkatkan risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak aman. Kebiasaan memilih jajanan sehat sejak dini dapat di bangun Edukasi interaktif, terutama pada siswa Sekolah Dasar. Tujuan : Mendapatkan Gambaran data dasar di lingkungan sekolah tentang variabel yang terkait kondisi literasi yang akan digunakan untuk mengembangkan rancangan edukasi interaktif untuk meningkatkan pemahaman keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan sampel siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 03 Gondosari, Kudus, sebanyak 31 orang dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil : Sebanyak 74% responden memiliki pengetahuan kategori kurang baik dan 68% bersikap kurang mendukung akan kesadaran konsumsi PJAS yang aman. Kesimpulan: Diperlukan metode edukasi interaktif yang menarik untuk menumbuhkan antusias anak didik dalam menyerap materi edukasi, dan diperlukan keterlibatan orang tua dalam proses edukasi ini agar tujuan edukasi yang paling efektif bisa dicapai.
Faktor – Faktor   yang   Berhubungan   Perilaku   Merokok  Pada  Remaja  di SMKN  1 Cililin Kabupaten Bandung Barat Tahun 2025 Ruhyat, Ejeb; Monica, Rizqy Dimas; Fadila, Erida; Kartikasari, M.Nur Dewi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.23960

Abstract

Latar Belakang: Perilaku merokok saat ini tidak hanya melanda orang dewasa, melainkan juga melanda remaja. Data Global Youth Tobacco tahun 2019, menunjukkan bahwa 40,6% pelajar di Indonesia (usia 13-15 tahun) sudah pernah menggunakan produk tembakau. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan perilaku merokok pada remaja di SMKN 1 Cililin. Metode: Menggunakan metode analitik observasional desain Cross Sectional Study” dengan jumlah responden sebanyak 88 orang. Metode penarikan sampel yang digunakan yaitu total sampling dan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value=0,000), pengaruh orang tua (p value=0,000, pengaruh teman (p value=0,000), dengan perilaku merokok pada remaja. Kesimpulan: pada penelitian ini bahwa pengetahuan, sikap, pengaruh orang tua dan pengaruh teman terhadap hubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMKN 1 Cililin Bandung Barat tahun 2025.
Efektivitas   Yoga  Prenatal  terhadap Self-Efficacy   dan   Persepsi  I bu   Hamil   dalam Menghadapi Persalinan Hidayanti, Maria Ulfa Nur; Damanik, Brema JK; Maria Estela Karolina; Prima Novitasari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.24063

Abstract

 Latar Belakang: Persepsi yang berkembang di masyarakat umum mengenai persalinan adalah bahwa persalinan merupakan pengalaman yang menyakitkan dan berisiko. Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Gentle birth merupakan salah satu pendekatan dalam asuhan kehamilan dan persalinan yang dapat membantu ibu mengurangi tingkat kecemasan sejak masa kehamilan. Untuk mendukung keberhasilan gentle birth, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan berlatih prenatal gentle yoga. Tujuan penelitian: Penelitian ini menilai hubungan antara praktik yoga prenatal, persepsi ibu hamil tentang persalinan, dan tingkat self-efficacy dalam menghadapi proses kelahiran. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional dengan 54 responden ibu hamil tanpa komplikasi di Kabupaten Blora (2025). Persepsi diukur menggunakan skala persepsi manfaat yoga, sedangkan self-efficacy dinilai memakai Childbirth Self-Efficacy Inventory (CBSEI). Uji Chi-Square dan Fisher Exact digunakan untuk menganalisis keterkaitan variabel. Hasil: Sebanyak 64,8 % responden mengikuti yoga prenatal. Jumlah kehamilan berhubungan signifikan dengan persepsi ibu (p = 0,034); ibu multipara cenderung melihat persalinan secara lebih positif. Tingkat self-efficacy dipengaruhi oleh wilayah tempat tinggal (p = 0,006) dan partisipasi yoga (p < 0,001). Ibu yang tinggal di perkotaan serta rutin berlatih yoga menunjukkan keyakinan diri lebih tinggi menghadapi persalinan dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan: Yoga prenatal bukan hanya latihan fisik, tetapi juga sarana meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil. Integrasi kelas yoga dengan edukasi kebidanan berbasis komunitas—terutama di wilayah pedesaan—direkomendasikan untuk memperkuat kepercayaan diri ibu dan mendorong pengalaman persalinan yang lebih positif
Snack Bar Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Substitusi Tepung Kacang Kedelai (Glycine max L.) dengan Penggunaan Gula Nipah (Nypa fruticans) sebagai Alternatif Jajanan Tinggi Protein untuk Anak Sekolah Afifa Ghina Athaya; Irwan Budiono
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.24774

Abstract

 Latar Belakang: Anak usia sekolah memiliki peningkatan kebutuhan gizi terutama protein karena faktor pertumbuhan dan aktivitas. Kebutuhan gizi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi jajanan tinggi protein sebagai selingan. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula snack bar tinggi protein, serta menganalisis kandungan gizi, mutu protein dan daya terima. Metode: Jenis penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan tepung kacang merah dan tepung kacang kedelai yang meliputi F0 (100%:0), F1 (80%:20%), F2 (75%25%), dan F3 (70%:30%). Uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kadar protein, lemak, karbohidrat, air dan abu. Daya terima dilakukan dengan uji hedonik terhadap 30 siswa sekolah dasar. Analisis data daya terima menggunakan uji Kruskal Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney. Penentuan formula terpilih menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil: Penambahan tepung kacang kedelai meningkatkan kadar protein, lemak, karbohidrat dan mutu protein snack bar. Namun, kadar air dan abu semakin menurun. Selain itu, ada perbedaan nyata daya terima berbagai formulasi snack bar terhadap aroma (p=0,047) dan tekstur (p=0,000). Namun tidak ada perbedaan nyata daya terima terhadap warna (p=0,154) dan rasa (p=0,764). Formula terpilih adalah F3 dengan kandungan zat gizi protein 11,73 gram, karbohidrat 53,94 gram, lemak 9,39 gram, air 16,05%, abu 2,42%, dan mutu protein 81. Kesimpulan: Ada perbedaan kandungan gizi, mutu protein, dan daya terima panelis terhadap snack bar. Formula terpilih dalam penelitian ini adalah F3
Studi  Identifikasi  Bahaya  K3  Menggunakan  Job  Safety  Analysis (JSA) pada Petani Bawang Merah Desa Tegalwulung Tahun 2025 Muzaqi, Lutfi; Ayuningsih, Zulfa
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.27913

Abstract

 Latar Belakang: Penyemprotan pestisida pada budidaya bawang merah berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan kerja apabila tidak dilakukan dengan prinsip keselamatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya K3 dalam proses penyemprotan pestisida menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif observasional, dilakukan pada petani bawang merah di Desa Tegalwulung. Subjek penelitian adalah 20 petani yang melakukan penyemprotan secara mandiri. Fokus penelitian ini adalah pada identifikasi aktivitas kerja dan potensi bahaya K3 pada setiap tahapan. Instrumen yang digunakan adalah formulir JSA yang berisi urutan kerja, potensi bahaya, risiko, dan upaya pengendalian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 tahapan kerja yang dianalisis, ditemukan 18 jenis bahaya, di antaranya uap beracun, tumpahan pestisida, paparan kabut semprot, dan kontaminasi limbah. Bahaya paling tinggi terdapat pada tahap pencampuran dan penyemprotan dengan potensi paparan inhalasi dan kontak kulit. Kesimpulan: Metode JSA efektif untuk mengidentifikasi bahaya dan menyusun langkah pengendalian K3, serta dapat dijadikan dasar dalam penyusunan SOP K3 pertanian yang kontekstual dan aplikatif
Faktor Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan pada Keluarga Buruh Tani Risqi Ayu Safitri; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.28240

Abstract

 Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak dibawah tinggi normal, ditandai dengan z–score TB/U <–2 SD. Tahun 2025, kasus stunting di Puskesmas Kalikajar II mencapai 22,32%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan pada keluarga buruh tani Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control, Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. . Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel independen meliputi tingkat kecukupan energi, riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif, riwayat pemberian MPASI, kunjungan posyandu, kelengkapan imunisasi, ketersediaan pangan rumah tangga,,kepemilikan jamban sehat dan ketersediaan air bersih yang diperoleh dengan intrumen kuesioner. Sedangkan tinggi badan balita diperoleh dari pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan Chi-Square dan regresi logistic biner. Hasil: hasil analisis data : tingkat kecukupan energi (p-value:0,000), riwayat penyakit infeksi (p-value:0,001), riwayat ASI eksklusif (p-value:0,037), riwayat pemberian MPASI (p-value:0,022), ketersediaan pangan rumah tangga (pvalue:0,000), kepemilikan jamban sehat (p-value:0,001), dan ketersediaan air bersih (p-value:0,009). Faktor yang paling berhubungan dengan kejadian stunting yaitu tingkat kecukupan energi (OR:0,7233) Kesimpulan: Factor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu tingkat kecukupan energi, riwayat penyakit infeksi, riwayat ASI eksklusif, riwayat pemberian MPASI, ketersediaan pangan rumah tangga, kepemilikan jamban sehat, dan ketersediaan air bersih 
Hubungan Status Merokok Dan Paparan Asap Rokok Terhadap  Kejadian  Hipertensi pada Lansia Jawa Timur Tahun 2023 Zubaidah Puan Elsyah; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.28684

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status merokok dan paparan asap rokok terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Provinsi Jawa Timur.. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Subjek penelitian adalah 9.662 lansia usia ≥60 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Variabel independen meliputi status merokok dan paparan asap rokok, sedangkan variabel dependen adalah status hipertensi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik biner. Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa merokok dan paparan asap rokok berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p<0,001). Dalam analisis multivariat, merokok tetap signifikan sebagai prediktor kuat hipertensi (AOR=2,269; 95% CI: 1,983–2,613; p<0,001), sedangkan paparan asap rokok dieliminasi dari model. Faktor lain yang signifikan meliputi jenis kelamin, usia, IMT, pendidikan, pekerjaan, dan status pernikahan. Kesimpulan: Kesimpulannya, status merokok merupakan faktor paling dominan terhadap hipertensi lansia dan perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat
Determinan  Kejadian  Pneumonia   pada   Anak  Usia 12-59  Bulan  di  Provinsi Jawa Timur (Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023) Ardiana, Iin; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.28800

Abstract

 Latar Belakang: Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi diagnosis dan gejala pneumonia balita di Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 12% dibandingkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 sebesar 4,4%. Tujuan penelitian  ini  adalah untuk  menganalisa  determinan  kejadian  pneumonia pada  anak  usia  12-59  bulan di Provinsi Jawa Timur. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan sumber data sekunder SKI tahun 2023. Jumlah sampel sebesar 4344 diolah menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas terdiri dari jenis kelamin, status imunisasi, berat lahir, riwayat menyusui, asupan vitamin A, riwayat kelahiran prematur, perokok keluarga, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu dan akses fasilitas layanan kesehatan sedangkan variabel terikat yaitu kejadian pneumonia pada anak usia 12-59 bulan. Instrumen yang digunakan tabel pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher Exact dan regresi logistik (α = 0,05). Hasil: Ada hubungan antara berat lahir (p = 0,023), status imunisasi (p = 0,001), riwayat kelahiran prematur (p = 0,002), akses fasilitas layanan kesehatan (p = 0,003). Variabel yang paling berpengaruh adalah status imunisasi dan akses fasilitas layanan kesehatan  Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi, berat lahir, riwayat kelahiran prematur dan akses fasilitas layanan kesehatan dengan pneumonia anak usia 12-59 bulan. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, status pekerjaan ibu, riwayat menyusui, asupan vitamin A, perokok keluarga,dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian pneumonia pada anak usia 12-59 bulan. Status imunisasi, akses fasilitas layanan kesehatan, riwayat kelahiran prematur menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada anak usia 12-59 bulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14