cover
Contact Name
Mochmamad Ainur Rhoviq
Contact Email
kopemas@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
kopemas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KOPEMAS
ISSN : -     EISSN : 28088182     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) adalah prosiding untuk memuat artikel ilmiah yang telah diseminarkan. KOPEMAS merupakan seminar nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang
Articles 425 Documents
OPTIMASI KUALITAS DAN UMUR SIMPAN SUSU PADA SUHU CHILLER (-10°C) DI SCIENCE TECHNO PARK (STP) DILLEM WILIS Markus Diantoro; Hafizh Prihtiadi; Arif Nur Afandi; Millah Nurhamidah; Avinly Muhammad Najib Abdullah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, di wilayah Dillem Wilis, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek sedang mengembangkan produk susu sapi perah. Salah satu sumber pendapatan utama masyarakat di sekitar Dilem Willis adalah peternakan susu, yang menyebabkan banyak kendang sapi di sekitar Kawasan Dilem Willis. Mempromosikan susu sapi perah masyarakat Dilem Willis ke pasar luar kota adalah salah satu inisiatif yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Trenggalek menghasilkan 20 ekor sapi perah, terdiri dari 15 ekor sapi induk dan 10 ekor anakan. Biasanya, hasil susu yang dihasilkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan dan masyarakat di Kawasan Dillem Wilis dijual langsung ke penampung susu untuk diproses menjadi susu dalam botol, yang kemudian dijual di Caffee TTP Dillem Willis. Namun, produk susu botol yang dijual hanya bertahan satu hari dalam lemari pendingin. Untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memasarkan produk susu sapi perah Kawasan Dillem Willis ke luar kota, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek harus melakukan inovasi dalam teknologi pengolahan susu. Salah satu inovasi dalam pengolahan susu adalah teknologi pendingin suhu -10 derajat Celcius. Teknologi ini meningkatkan kualitas susu, dan umur simpan susu menjadi lebih lama dan steril. Di antara tugas yang dilakukan adalah mengunjungi lokasi mitra, merencanakan inovasi untuk produk susu, mengembangkan produk pengolah susu sesuai dengan rancangan, menyerahkan produk, menyusun dokumentasi dan laporan akhir, dan menerbitkan publikasi.
SOSIALISASI KADARKUM DENGAN CERDAS CERMAT: MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM DI KOTA MALANG Meivi Kartikasari; Chaulina Alfianti Oktavia
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah mendorong penggunaan media sosial dan smartphone secara luas di masyarakat. Namun, kurangnya pemahaman terkait aturan hukum yang mengatur penyebaran informasi digital, terutama UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), menyebabkan banyak warga tidak menyadari potensi pelanggaran hukum dalam aktivitas digital mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan STIKI Malang mengadakan program Keluarga Sadar Hukum (KADARKUM) di delapan kelurahan di Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai UU ITE melalui metode sosialisasi interaktif, yaitu presentasi, diskusi, dan permainan cerdas cermat antar-kelurahan. Metode cerdas cermat dipilih untuk meningkatkan partisipasi aktif dan membuat proses belajar lebih menarik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga terhadap UU ITE dan etika digital, terlihat dari antusiasme dalam permainan serta peningkatan skor pemahaman hukum sebelum dan sesudah sosialisasi. Program ini membuktikan bahwa pendekatan interaktif dapat memperkuat literasi hukum digital dan mendorong penggunaan teknologi yang lebih bijak di masyarakat.
PEMBERDAYAAN IBU MUSLIMAT DALAM PRODUKTIVITAS KERJA MELALUI KETERAMPILAN MICROSOFT EXCEL Arini Fitria Mustapita; Mohammad Rizal
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pengangguran di Indonesia merupakan tantangan kompleks yang memberikan dampak besar pada sektor ketenagakerjaan. Program pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang, Jawa Timur, dan Indonesia pada periode 2019-2023 yang masih cukup tinggi. Keterampilan Microsoft Excel dipandang sebagai keahlian penting, khususnya bagi ibu-ibu Muslimat di Kelurahan Klojen Kota Malang, untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Pelatihan intensif diadakan dengan pendekatan Service Learning, melibatkan 40 peserta yang dipilih menggunakan metode cluster random sampling. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terkait materi Microsoft Excel serta keterampilan dalam menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya), pengelolaan data keuangan, perencanaan anggaran, dan pelaporan keuangan. Tahap evaluasi dan umpan balik menjadi langkah awal untuk merumuskan rekomendasi dan penyempurnaan ke depan, guna meningkatkan efektivitas program pelatihan Microsoft Excel serta mendukung pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu Muslimat.
UPAYA PEMBERDAYAAN LIMBAH ORGANIK DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER ENERGI BIOGAS YANG RAMAH LINGKUNGAN Yuni Kilawati; Yunita Maimunah; Adharul Muttaqin; Attabik Muhammad Amrillah; Dany Primanita Kartikasari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, memiliki populasi peternak sapi yang menghasilkan limbah signifikan, menimbulkan masalah lingkungan seperti polusi udara, air, dan penyebaran bakteri berbahaya. Untuk mengatasi hal ini, tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya menerapkan teknologi biogas guna mengolah kotoran sapi menjadi energi alternatif yang mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG serta menyediakan pupuk organik. Metode pelaksanaan meliputi survei potensi wilayah, analisis kebutuhan, dan pembangunan reaktor biogas sesuai kondisi setempat. Program ini dilengkapi penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif limbah dan manfaat biogas sebagai energi alternatif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa reaktor biogas berhasil memenuhi kebutuhan energi dua rumah tangga dan mengurangi masalah limbah. Kesimpulannya, program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan, penghematan energi, dan kemandirian energi masyarakat. Partisipasi tokoh masyarakat dan dukungan pihak setempat menunjukkan potensi perluasan penerapan teknologi biogas untuk keberlanjutan lingkungan di Kecamatan Kasembon.
SOSIALISASI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Sukmawati Sukmawati; Bertha Mangallo; Ishak Musaad; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong memiliki potensi lahan pertanian seluas 20 ha dengan topografi beragam, dari datar hingga berbukit, yang rentan terhadap erosi dan penurunan kualitas tanah. Masyarakat setempat, dengan berbagai latar belakang profesi, sebagian besar adalah petani yang masih mengandalkan sistem monokultur. Sistem agroforestry diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan keberlanjutan lahan melalui integrasi tanaman dan pohon guna mencegah erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, melibatkan 22 petani untuk memberikan pemahaman mengenai teknik dan manfaat agroforestry. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani tentang agroforestry masih rendah, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman tentang agroforestry, dengan beberapa hal yang terkait pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, dampak positif dari agroforestry dan kesadaran akan keberlanjutan lahan. Sehingga kedepannya kesadaran kelompok tani akan menerapkan system agroforestry dan keberlanjutan lahan dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan pendampingan secara kontinyu pada kelompok tani.
PEMBUATAN ANEKA KERAJINAN DARI TAMPAR MENDONG PADA MASYARAKAT DESA BLAYU, WAJAK, MALANG Agus Sugianto; Anis Sholihah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan anyaman tampar mendong telah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Blayu. Sebagian besar pengrajin adalah masyarakat lokal yang telah mempelajari teknik  membuat tampar mendong dari generasi sebelumnya yang diwariskan dalam keluarga dan komunitas, sehingga keahlian mengolah mendong menjadi tampar mendong dan kerajinan lainnya sudah terasah dengan baik, namun variasi produknya masih sangat minim sebagian hanya sebatas tikar dan topi. Tujuan pengabdian ini memberikan pengetahuan manfaat tanaman mendong dan pelatihan ketrampilan pembuatan aneka kerajinan dari tampar mendong agar lebih bervariatif dan berinovasi kepada kelompok masyarakat pengrajin tampar mendong. Permasalahan prioritas mitra kelompok pengrajin tampar mendong disepakati bersama adalah: 1).   Permasalahan pembuatan desain kerajinan yang dibuat dari tampar mendong; 2). Masalah yang berikutnya adalah masalah pemasaran produk hiasan yang telah berhasil dibuat.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan:  Kelompok pengrajin tampar mendong di desa Blayu, Wajak telah menguasai teknologi pembuatan hiasan dari tampar mendong mencapai 100% dari seluruh peserta yang dilatih. Dan 75% telah menuasai manajemen pemasaran sehingga jangkauan pemasaran hiasan dari tampar mendong  yang dibuat dapat lebih luas
PENDAMPINGAN ONLINE BISNIS PISANG UNTUK PETANI DAN PELAKU USAHA PISANG Supriyanto Supriyanto
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani dan pelaku usaha pisang termasuk kelompok terdampak pandemi Covid-19 yang perlu mendapat perhatian secara serius. Kelompok usaha ini mengalami kesulitan karena pasar utama terganggu. Ditengah kesulitan ini mereka tetap perlu bertahan dan meningkatkan kualitas dan jejaring relasi. Pengabdian ini dimaksudkan agar petani dan pelaku usaha pisang dapat tetap bertahan dan terus meningkatkan kualitas produksinya. Melalui layanan konsultasi dan pendampingan online, diharapkan petani dan pelaku usaha pisang dapat meningkatkan jaringan pemasaran melalui group social media. Petani dan pelaku usaha antusias mengikuti kegiatan dengan bukti peserta konsultasi melalui WA dan Zoom terus meningkat.
PELATIHAN RELAWAN TANGGAP BENCANA UNTUK PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN LEMBAGA DESA PEDULI GAMBUT DI DESA SUNGAI RASAU, KABUPATEN MEMPAWAH Raudhatul Fadhilah; Putri Yuli Utami; Fita Kurniasari; Masriani Masriani; Andi Ihwan; Muhammad Ishak Jumarang; Tiara Tiara; Herniawati Herniawati; Sultra Tari; Muhammad Gibran; Irfan Maftuh
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Rasau menghadapi risiko tinggi kebakaran lahan gambut yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saat ini, desa belum memiliki tim relawan yang terlatih untuk respons cepat dalam mengatasi kebakaran. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, program pelatihan relawan tanggap bencana dilaksanakan, bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis seperti penggunaan alat pemadam kebakaran, pemadaman kebakaran, dan koordinasi dalam situasi darurat. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta selama satu hari, mencakup sosialisasi risiko kebakaran, praktik penggunaan alat pemadam kebakaran, simulasi kebakaran lahan, serta latihan komunikasi darurat. Hasil survei pascapelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada peserta: 90% lebih memahami risiko kebakaran, 80% terampil menggunakan mesin pemadam kebakaran dan 85% merasa lebih siap berkoordinasi dalam keadaan darurat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi kebakaran lahan gambut dan memperkuat kapasitas Lembaga Desa Peduli Gambut (LDPG) serta keterlibatan masyarakat. Diharapkan, program ini menjadi model bagi desa lain dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.
PENGELOLAAN MANAJEMEN DAN PEMBANGUNAN WEBSITE DESA WISATA DI DESA SOKONG LOMBOK UTARA Stevany Hanalyna Dethan; Tomi Tri Sujaka; Ni Wayan Putu Meikapasa
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sokong di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menghadapi sejumlah tantangan terkait pengembangan sektor pariwisata. Meskipun memiliki potensi besar sebagai desa wisata berbasis sosial budaya dan agrowisata, pengembangan pariwisata terkendala oleh lemahnya pengelolaan organisasi, kurangnya regulasi, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Adapun tujuan dari kegiatan kolaborasi ini diharapkan Pemerintah Desa Sokong dan pengelola pokdarwis kembang dangar sebagai mitra sasaran dan juga masyarakat dapat lebih berdaya dalam melakukan penglolaan organisasi dan pengembangan wisata lokal dari Desa Sokong. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu melakukan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi dan keberlanjutan program yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan kolaborasi ini, tim pelaksana melakukan pelatihan yang menghasilkan penataan organisasi dan penyusunan SOP bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pembangunan website desa wisata berbasis sistem informasi.
PELATIHAN PEGON KEYBOARD DAN RUMAH KITAB SEBAGAI KETERAMPILAN DASAR SANTRI DALAM MENINGKATKAN DIGITALISASI PESANTREN Aya Mamlu’ah; Abdul Jalil
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pegon keybard dab rumah kitab dini dilatarbelakangi dengan adanya suatu keharusan dan kesiapan pesantren dalam menyeimbangkan proses pembelajaran pesantren dengan kemajuan digitalisasi yang ada, fokus pelatihan ini di kecamatan Senori yang merupakan daerah dengan banyak jumlah pesantren yang ada, namun tidak semua pesantren mampu dan siap dalam penerapan digitalisasi yang ada oleh karenanya memerlukan perhatian untuk pemeliharaan baik sarana prasarana maupun kegiatan-kegiatan yang positif yang diadakan pesantren-pesantren tersebut. Sementara itu pesantren kurang mendapatkan perhatian dari Lembaga Pendidikan terlebih dalam penerapan digitalisasi pesantren sehingga pesantren tertinggal jauh dengan penerapan digitalisasi tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali dan mengedukasi pesantren agar siap dan mampu mengembangkan dan membranding pesantrennya dalam hal meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi media pembelajaran dengan memanfaatkan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai Upaya menumbuhkan digitalisasi pesantren. Pelatihan ini dilakukan di Kecamatan Senori dengan jumlah 20 pesantren dengan peserta 40 yang diambil dari ustadz-ustadzah pesantren itu sendiri. Metode yang digunakan adalah ABCD yaitu dengan mengembangkan asset yang dimiliki oleh Pesantren-pesantren di Kec. Senori, salah satu asset yaitu Ustadz-Ustadzah yang memiliki kemampuan dalam menerapkan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai ketreampilan dasar dalam meningkatkan digitalisasi pesantren. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada pihak-pihak yang terkait dengan Pesantren. Hasil pelatihan ini adalah para pihak pesantren (pengasuh, ustadz-ustadzah dan santri) mengetahui penerapan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai keterampilan dasar santri dalam meningkatkan digitalisasi. Kesimpulan dari pelatihan ini hampir 99% pihak pesantren sudah mampu menerapkan aplikasi pegon keyboard dan rumah kitab sesuai dengan aturannya, dengan penerapan pegon keyboard dan rumah kitab mulai dari caranya penggunaan aplikasi, alur pembelajarannya bagaimana dengan fokus pada kitab tentang apa dan sampai pada berhasil serta mahir dalam menerapkan aplikasi pegon keyboard dan rumah kitab.