cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
PENERIMAAN MANULA TERHADAP MENU MAKANAN DI PANTI JOMPO RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH Maya Aprilita; Rahmi Kamal; Laili Suhairi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase lansia adalah fase usia yang perlu mendapat perhatian lebih dari anak-anaknya, sanak famili bahkan orang-orang yang masih berusia muda.Pola makan yang tidak tepat dapat mempengaruhi kualitas hidup lanjut usia (lansia), mulai dari kesehatan, produktivitas dan semangatnya. Namun mengingat kondisi fisik dan biologis yang mengalami penurunan, membuat manula harus mengatur pola makannya secara khusus. Sisa makanan menjadi salah satu bukti penerimaan atau tidaknya menu makan yang disajikan oleh petugas untuk manula di Panti Jompo Rumoeh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. permasalah dalam penelitian ini bagaimana penerimaan manula terhadap menu makanan di Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan manula tehadap menu makanan di Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menimbang dan mencatat makanan yang disajikan, berserta sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh manula dan pengolahan data menggunakan teknik Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan menu makanan oleh manula di Panti Jompo adalah kurang disukai dari segi porsi makanan yang dihidangkan, masih banyak makanan yang tidak dihabiskan oleh manula. Rata-rata makanan yang disajikan sebanyak 1422 gr, yang dikonsumsi responden angka terendah adalah 615 gr dan angka tertinggi adalah 1182,66 gr. Berdasarkan hasil observasi menu yang disajikan monoton/ tidak adanya variasi serta terjadi pengulangan pada menu makanan sehingga timbul rasa kebosanan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peneriman manula terhadap menu makanan yang disajikan di panti jompo rumoh seujahtera geunaseh sayang Banda Aceh kurang disukai dikarenakan dari segi rasa, cara pengolahan dan penyajiannya kurang menarik.
STANDARISASI RESEP CIMPE SEBAGAI PENGANAN TRADISIONAL ACEH TENGGARA . Nurhayati; Yuli Heirina Hamid; . Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh Tenggara merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Aceh. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak. Cimpe merupakan penganan tradisional yang sering dikonsumsi oleh petani saat bekerja di sawah. Cimpe sudah jarang dikonsumsi oleh penduduk Aceh Tenggara karena berubahnya pola konsumsi seiring dengan perkembangan zaman dan cimpe belum memiliki resep standar. Penelitian ini bertujuan (1) menstandarisasikan resep cimpe. (2) mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) cimpe. (3) mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap cita rasa cimpe. (4) menghitung kalori cimpe. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data-data dari uji kesukaan dianalisis menggunakan analisis varian (anava) satu jalur pada cimpe yang diperoleh dari narasumber dan panelis konsumen mahasiswa suku Alas, Gayo dan Batak. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 5 orang narasumber, uji tingkat kesukaan (preferensi) yang di uji cobakan kepada 30 orang panelis konsumen. Resep standar cimpe adalah tepung beras 150 gram, gula merah 200 gram, kelapa parut 200 gram, dan garam sdt. Cimpe hasil standarisasi perlakuan ke-2 (Cp2) diterima oleh narasumber dan panelis konsumen, berdasarkan nilai rata-rata yang memperoleh nilai tertinggi perlakuan Cp2 dibandingkan cimpe perlakuan ke-1 (Cp1) karena berwarna coklat, aroma cukup harum, tekstur tidak terlalu keras dan rasanya manis. Jumlah kalori untuk satu resep adalah protein 18,5 gram, lemak 30,75 gram, karbohidrat 306 gram, dan total kalori cimpe adalah 1574.75 kal. Kalori cimpe perpotong adalah protein 0,93 gram, lemak 1,54 gram, karbohidrat 15,3 gram, dan total kalori 78,73 kal. Hipotesis penelitian H1 diterima.
THE USE OF ICE BREAKING ON THE PROCESS OF WORKSHOP AND ENTERPREUNER LEARNING TO IMPROVE MOTIVATION AND LEARNING OUTCOMES OF STUDENT X IS2 CLASS AT SMAN 4 BANDA ACEH Sri Erlaini Arima; Yuli Heirina Hamid; . Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the learning strategies that use to improve motivation and learning outcomes is by using ice breaking. The research that titled The use of Ice breaking on the process of workshop and entrepreneur learning to improve motivation and learning outcomes of student X IS 2 class at SMAN 4 Banda Aceh is aimed to see (1) learning motivation of student with using ice breaking in the workshop and entrepreneur learning process X IS 2 class at SMAN 4 Banda Aceh, 2016/2017 Academic Year amounting to 30 students. The approach taken in this research is quantitative approach, when data obtained, and then processed using statistic method and explained again using words (narration). While the type of research is PTK (Classroom Action Research). The instrument data of data collection are RPP (Lerning Implementation Plan), observation sheet, (observation) teacher and student activity, student worksheet, student motivation sheet on the teaching and learning process with implement ice breaking learning strategy that the learning outcomes analysed using precentage test and student motivation analysed by reference to the criteria of the result of the analyse of the learning motivation. Based on the data analyse can be concluded that: (1)Using Ice breaking on the workshop and entrepreneur learning XIS2 class at SMAN 4 Banda Aceh 2016/2017 Academic Year is increase, it is seen from the results of classical learning completeness from 63,33 % on first sicluss to 86,67% on second sicluss with increased 23,34%. (2) student motivation sheet is increased too from enough category to be good. Average score of motivation obtained on the questionnaire in first sicluss that followed 30 students 64,57% is classified enough. While average score of motivation second sicluss 78,03% is classified good with incerased 13,46%.
Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kesejahteraan Keluarga di Gampong Kuta Bahagia, Kabupaten Aceh Barat Daya . Rahmiyanti; Anizar Ahmad; . FITRIANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berusia dibawah umur 21 tahun baik itu pria maupun wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini dan pengaruh pernikahan dini terhadap kesejahteraan keluarga di Gampong Kuta Bahagia Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Responden terdiri atas tujuh orang yang berstatus sebagai istri. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab dan pengaruh terjadinya pernikahan dini di Gampong Kuta Bahagia, Kabupaten Aceh Barat Daya, dari ketujuh responden memberi jawaban yang berbeda, juga cara mengatasi permasalahan yang kadang kala harus mereka hadapi. Ada diantara mereka yang menikah di usia dini disebabkan dari beberapa hal seperti faktor ekonomi, married by accident, perjodohan, karena cinta dan paksaan dari orang tua yang mengharuskan mereka menikah pada usia dini. Kecuali itu ada juga pasangan dari pernikahan usia dini, merasa bahagia dengan pasangannya. Hal ini juga dibenarkan dari beberapa narasumber yaitu: ibu kandung, ibu mertua, kakak perempuan dan tetangga lainnya. Pengaruh pernikahan dini terdapat berbagai macam dampak yang ditimbulkan seperti: konflik yang berkepanjangan, keguguran, dan perceraian. Agar masyarakat khususnya orang tua dan juga bagi pasangan muda Gampong Kuta Bahagia, sebaiknya lebih mementingkan pendidikan anaknya, agar dapat mengikuti pendidikan minimal tingkat SMA.Kata Kunci: Pernikahan dini, Kesejahteraan Keluarga
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP JIGSAW PADA MATERI PEMANFAATAN TEKSTIL UNTUK BENDA KERAJINAN DI SMP NEGERI 16 TAKENGON Ruchayanti Listiana; Rosmala Dewi; . FITRIANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran group jigsaw. Desain penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang datanya diolah dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari Guru Pelajaran Keterampilan dan 24 siswa kelas VIII/1 SMP Negeri 16 Takengon. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kepada siswa dan lembar observasi aktivitas siswa. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, siswa memperoleh nilai rata-rata 94,16 (100 % tuntas) pada tes postes. Secara keseluruhan aktivitas siswa pada siklus I sudah dikategorikan baik meskipun belum maksimal dan masih terdapat beberapa kegiatan yang dikategorikan cukup. Selanjutnya pada siklus ke II mada praktikum memperoleh nilai rata-rata 82,70 (100 % tuntas) hasil ini sudah mencapai target yang yang ditetapkan yaitu sebanyak 75% siswa yang tuntas. Simpulan penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran group jigsaw dapat dapat memberi kesempatan kepada siswa bertanggungj awab terhadap materi secara pribadi dandisampaikan kepada kelompok, lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal. Mengingat penggunaan model pembelajaran group jigsaw pada materi pemanfaatan tekstil dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, disarankan kepada guru Keterampilan sebaiknya menggunakan model pembelajaran group jigsaw pada materi lainnya.Kata Kunci: Group Jidsaw, Pemanfaatan Tekstil, Hasil Belajar
MODIFIKASI PAKAIAN ADAT PERKAWINAN KABUPATEN ACEH TENGGARA . Masniar; . Mukhirah; ROSMALA Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pakaian adat Aceh Tenggara khususnya pada pakaian wanita. Dalam pemakaian gelang, kalung, dan aksesoris lainnya sudah banyak dirubah atau dikurangi sehingga sudah menghilangkan keasliannya, pakaian adat harusdilestarikan dan dijaga karena itu adalah warisan suatu kabupaten dan tidak boleh dihilangkan fungsi. Penelitian yang berjudul Modifikasi Pakaian Adat Perkawinan Kabupaten Aceh Tenggara.Tujuan mengidentifikasi pakaian adattradisional Aceh Tenggara, pakaian adat yang telah dimodifikasi, perkembangan modifikasi pakaian adat Aceh Tenggara dari segi bentuk pakaian, motif, warna, dan perlengkapan busana dan mengetahui menyebabkan perubahan pakaian adatKabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini sebayak 4 orang yang terdiri dari 2 tokoh adat, 2 orang penyewa pakaian adat yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.Hasil penelitian bentuk pakaian wanita berwarna hitam dipenuhi bordiran Sara Opat, belah depan dan menggunakan kancing kenop , bagian bawah (rok) menggunakan kain songket. Sedangkan yang sudah dimodifikasi dari segi bentuk pakaian masih sama. Hanya ada penambahan selendang diberi pita bikubiku pada bagian pinggirnya. Dari segi bentuk bawahanya (rok) berbentuk setegah lingkaran menggunakan bordiran yang beraturan dengan motif Sara Opat, pinggiran dipenuhi dengan motif Embun Bekhangka, Pucuk Khebung, Sara opat, Puter tali. Ada 4 jenis motif pada pakaian adat Alas Embun Bekhangka, Pucuk Khebung, Sara opat, Puter tali. Perlengkapan yang digunakan Gelang Kul, Kalung (Bogok), Bunge Sumbu. Dengan warna kuning, merah, putih, dan hijau. Penyebab terjadinya perubahan pakaian adat Aceh Tenggara karena mengikuti perkembangan zaman seperti dari rok suai berubah menjadi rok setengah lingkaran agar lebih memudahkan untuk berjalan.
EKSPLORASI TALI DAN BENANG DENGAN TEKNIK RAJUT UNTUK PEMBUATAN TAS Rauzatul Jannah; . Nurhayati; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan pengetahuan yang berkembang pesat saat ini sehingga muncul berbagai macam kerajinan, salah satunya adalah rajutan tas yang sedang digemari oleh masyarakat, selama ini merajut hanya menggunakan benang rajut sebagai bahan dasar untuk membuat aneka kreasi produk. Namun dalam penelitian ini penulis ingin membuat rajutan tas dari tali dan benang yang tidak lazim digunakan untuk kegiatan merajut seperti tali kur, tali rafia, tali termoplastik dan benang nilon. Penelitian ini berupanya mengekplorasikan tali dan benang dengan teknik rajut untuk pembuatan tas. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) dapat mengeksplorasi tali dan benang dengan teknik rajut untuk pembuatan tas, (2) mendesain serta membuat tas dari tali dan benang dengan teknik rajut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksprimen terapan yaitu percobaan yang dilakukan dengan sistematis dengan tujuan untuk mengeksplorasi tali dan benang untuk pembuatan tas. Dalam penelitian mengekplorasi tali dan be nang dengan teknik rajut untuk pembuatan tas, penulis memilih material tali kur, tali rafia, tali termoplastik dan benang nilon yang akan di kreasikan menjadi empat buah tas sebagai objek dalam penelitian ini.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen terapan yaitu mengadakan percobaan untuk menguji hipotesis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, teknik kepustakaan dan teknik dibuat dari tali dan benang menggunakan beberapa macam teknik eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian dari 4 tas tersebut memiliki hasil yang lebih menarik dari benang yang biasa digunakan untuk merajut dan unik karena hasilnya berbeda dari yang biasanya. Eksperimen ini menunjukkan eksplorasi tali kur, tali rafia, tali termoplastik dan benang nilon dengan teknik rajut untuk pembuatan tas memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Adapun yang menjadi saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada mahasiswa PKK tata busana agar lebih kreatif dalam mencari hal-hal baru.
PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP CITA RASA COOKIES PISANG OWAK (Musa paradisiaca L) . Zulhera; Suryati Sufiat; . Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies merupakan penganan yang rasanya manis, berstektur renyah yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, gula, lemak dan telur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resep standar pembuatan cookies dengan menggunakan pisang owak dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak (Musa paradiaca L). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 6 orang narasumber/ panelis terlatih yaitu dosen Prodi PKK FKIP Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen yang terdiri dari 20 mahasiswa FKIP Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data oleh narasumber terhadap resep kontrol cookies menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke II dilihat dari segi warna memiliki warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan dari segi rasa manis. Dari hasil uji pengamatan oleh narasumber terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc001 50 gr (20%). Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc00I, ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis, untuk uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik cookies pisang owak dilihat dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis. Dengan demikian hipotesis alternatif diterima (H1). Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan dari pisang owak lebih bervariasi.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STICK BIJI DURIAN (Durio zibethinus murr) Putri Mardhatillah; Rahmi Kamal; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat kesukaan (preferensi) konsumen suku Aceh, suku Jawa dan suku Batak terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) stick biji durian dengan menggunakan dua perlakuan yaitu dengan menggunakan bahan biji durian 71% dan biji durian 85%. Tujuan penelitian ini adalah menstandarisasikan resep stick biji durian, mengetahui bagaimana karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) pada stick biji durian dan mengetahui bagaimana tingkat kesukaan (preferensi) konsumen terhadap stick biji durian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 7 orang narasumber dan uji tingkat penerimaan (Acceptability test) yang diujicobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu 10 orang panelis konsumen suku Aceh, 10 orang panelis konsumen suku Jawa dan 10 orang panelis konsumen suku Batak. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih disukai oleh narasumber dan panelis konsumen suku Aceh yaitu warna (60%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (100%). Suku Jawa: warna (50%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (50%) dan suku Batak: warna (90%), aroma (40%), kerenyahan (50%), rasa (50%). Resep stick biji durian pada ulangan pertama terdiri dari 500 gram biji durian, 200 gram tepung tapioka, 10 gram garam dan 1 kg minyak goreng untuk menggoreng stick biji durian, berdasarkan nilai rata-rata resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih tertinggi dibandingkan dengan resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 85%
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG KENTANG DALAM PEMBUATAN KEMBANG GOYANG Elisa Novi Yanti; Laili Suhairi; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas masalah penggunaan tepung kentang kuning yang menjadi salah satu dari bahan dasar dalam pembuatan Kembang Goyang. Penelitian ini bertujuan unruk (I) Mengetahui resep standar dari kue Kembang Goyang kentang kuning. (2) Mengetahui daya terima konsumen terhadap kue Kembang Goyang kentang Ironing. {3) Mengetahui karakteristik dari warna, rasa, tekstur, dan aroma pada kue Kembang Goyang kentang kuning. Metode yang digunakan adalab jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data dari uji penerimaan dianalisis menggunakan analisis varian (anova) satu jalur pada Kembang Goyang yang diperoleh dari panelis narasumber dan panelis konsumen. Tek:nik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh panelis narasumber. Uji penerimaan {Hedonic Scale) diujikan kepada orang panelis konsumen. Berdasarkan basil analisis data menunjukkan Kembang Goyang kentang Ironing (Kg K2) disukai oleh konsumen, hasilnya pada warna Ironing kecoklatan 4,3 (suka), aroma harum 3,33 (netral), tekstur renyah 4,13 (suka) dan rasa manis 3,7 (suka). Sirnpulan daripenetitian ini adalah basil hipotesis dapat diterima karena ada pengaruh karateristika organoleptik dan ada perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap Kembang Goyang kentang kuning.