cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
MODIFIKASI BUSANA REMPILIS GAYO LUWES DI KALANGAN REMAJA BANDA ACEH Maisarah, Rizki; Mukhirah, .; Fitriana, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuannya untuk mengetahui modifikasi busana rempelis Gayo Luwes yang dikenakan oleh remaja di Banda Aceh. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memberikan gambaran tentang fenomena-fenomena yang terjadi saat ini. Subjek penelitian remaja kota Banda Aceh, pengumpulan data melalui wawancara. Kesimpulan penelitian yaitu: Modifikasi motif-motif yang banyak dihasilkan pengrajin saat ini sudah berkembang di seluruh kota Banda Aceh tetapi didalam modifikasi motif rempilis tidak terlalu menghilang dasar adat atau tidak banyak menghilang motif dasar. Pengembangan busana motif rempilis Gayo Lues di kota Banda Aceh sangat berkembang pada remaja usia 20 ke atas dalam merubah model busana moderen yang klasik. Remaja sangat menyukai busana rempilis Gayo Lues yang dikembangkan oleh pengrajin di Banda Aceh. Jenis-jenis yang dihasilkan pengrajin selain busana rempilis, ada tas, kupian, dan gelang tangan yang sangat diminati oleh konsumen. Kata Kunci: Modifikasi Busana, Rempilis Gayo Luwes, Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MODE BUSANA INDIA DALAM GAYA BUSANA PESTA WANITA ACEH . Suftiah; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mode merupakan ragam atau bentuk yang terbaru pada suatu waktu tertentu baik itu tentang pakaian, potongan rambut, corak hiasan dan semacamnya. Judul penelitian ini factor-faktor yang mempengaruhi mode busana india dalam busana pesta wanita Aceh penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengambilan data dengan angket, bbservasi, dokumentasi dan Wawancara, Data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket dan observasi dengan responden akan dikumpulkan dan diolah dalam bentuk kualitatif. Kesimpulan yang didapatkan yaitu: Responden sangat menyukai busana India yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan aksesoris yang memberi kesan mewah sehingga terlihat lebih menawan pada kesempata pesta. Busana India yang digunakan oleh wanita Aceh beragam, dari lengga, anarkali dan juga saree, wanita Aceh mengikuti trand mode dan juga perkembangan zaman. Dengan perfilman dan musik India membuat wanita Aceh megikuti mode busana tersebut. Selain dari televisi, wanita Aceh mendapat ide model dari internet. Aksesoris sebagai pelengkap busana India yang digunakan responden yaitu: bangles, maang tika dan kalung. Hanya sebagai hiasan moderen yang digunakan. Busana India sangat banyak peminatnya, akan tetapi hanya beberapa orang saja yang mengerti cara menjahit busana India, sehingga membuat masyarakat Aceh yang memiliki ekonomi kebawah agak susah memperoleh busana India yang menggunakan bahan biasa dan bukan bahan asli India.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA KONSUMEN PADA KUE SEUPET DENGAN PENAMBAHAN SARI PATI WORTEL Farah Zafira; . Indani; Rahmi Kamal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel merupakan sayuran yang mengandung banyak vitamin A, mudah di dapat dan harga relatif murah. Wortel dapat diolah menjadi sari pati wortel dan bisa dijadikan bahan penambah dalam membuat penganan tradisional. Penelitian ini membahas tentang penambahan sari pati wortel kue seupet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Standarisasi resep kue seupet sari pati wortel (2) Karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) kue seupet sari pati wortel (3) Daya terima konsumen pada kue seupet dengan penambahan sari pati wortel. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 5 orang narasumber dan uji penerimaan (Hedonic Scale) yang diuji kepada 30 orang panelis konsumen yaitu mahasiswa Tata Boga Universitas Syiah Kuala. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data dari uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur diperoleh dari narasumber dan panelis konsumen. Resep standar kue seupet sari pati wortel yang diperoleh adalah resep standar perlakuan pertama (R1) bahwa nilai rata-rata pada warna (4,2), aroma (3,9), tekstur (3,67) dan rasa (3,97). Simpulan dari penelitian ini adalah hasil hipotesis terima H1 karena, ada perbedaan karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen antara kue seupet tanpa penambahan sari pati wortel dengan kue seupet penambahan sari pati wortel. Kepada peneliti berikutnya untuk meneliti daya simpan kue seupet sari pati wortel dan uji kandungan gizi kue seupet sari pati wortel.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DI MAN 1 BANDA ACEH Sri Rizki Fitria; . Mukhirah; . Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur kurikulum merupakan konsep pengorganisasian dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara guru mengimplementasikan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Prakarya. Secara khusus penelitian bertujuan mengetahui tanggapan guru tentang penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Prakarya, mengetahui cara guru menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Prakarya, mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran di MAN I Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang guru yang mengajar mata pelajaran Prakarya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan teknik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kurikulum 2013 merupakan salah satu rancangan baru dari dinas pendidikan untuk memajukan mutu pendidikan. Penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Prakarya juga efektif dalam membentuk karakter siswa. Kedua, RPP disiapkan untuk memudahkan guru tersebut mengajar dan RPP yang disiapkan sesuai dengan kurikulum 2013. Ketiga, hambatan yang dihadapi ialah masih ada diantara siswa yang sulit memahami materi pelajaran dan latar belakang pendidikan guru yang berasal bukan dari mata pelajaran Prakarya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang dirancang oleh pusat Dinas Pendidikan untuk memajukan mutu pendidikan melengkapi kekurangan kurikulum sebelumnya dalam proses pembelajaran, dan kurikulum ini mampu untuk membentuk karakteristik siswa. Latar belakang pendidikan guru juga harus sesuai dengan bidang pelajaran yang dijarkannya terhadap siswa.
ANALISIS KECUKUPAN GIZI IBU MENYUSUI DI DESA ANEUK PAYA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR Maulia Fitri; . Zuraini; . Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan gizi yang dibutuhkan balita, remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui berbedabeda tergantung fisiologis individu.Perhatian khusus kepada ibu menyusui perlu diperhatikan agar dapat memproduksi ASI yang berkualitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan dan kecukupan gizi pada ibu menyusui.Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 22 orang ibu menyusui.Sampel diambil secara purposive sampling berdasarkan umur bayi dan ibu menyusui yang gagal memberikan ASI Eksklusif yang berjumlah 8 orang.Pengumpulan data dengan metode Recall dan alat bantu makanan (food model). Untuk memperkuat data dilakukan observasi.Berdasarkan hasil analisis data, Lebih dari setengah (50% dan 52,7%) ibu menyusui sarapan pagi dengan pola 1, 2 (nasi dan lauk-pauk) dan mengkonsumsi makanan selingan pagi. Sebagian besar (60,7% dan 71,4%) ibu menyusui makan siang dengan pola 1, 2 dan 3 (nasi dan lauk-pauk dan sayuran) dan mengkonsumsi makanan selingan sore. Kurang dari setengah (44,6%) ibu menyusui makan malam dengan pola 1, 2 dan 3 (nasi, lauk-pauk dan sayuran) dan pola 1, 2 (nasi dan lauk-pauk). kecukupan karbohidrat yang dikonsumsi oleh ibu menyusui di Desa Aneuk Paya berjumlah antara 741-1,196 gram, sedangkan kecukupan karbohidrat perhari untuk ibu menyusui adalah berkisar antara 1,1491,514gram. kecukupan lemak yang dikonsumsi ibu menyusui berjumlah antara 334-446 gram, sedangkan kecukupan lemak perhari berkisar antara 485638 gram. Kecukupan protein yang dikonsumsi ibu menyusui berjumlah antara 171265 gram, sedangkan kecukupan protein perhari berkisar antara 308399 gram. kecukupan kalori yang dikonsumsi oleh ibu menyusui berjumlah antara 1281-1849 kkal, sedangkan kecukupan kalori perhari berkisar antara 1,9432,552 kkal. Simpulan, ibu menyusui makan pagi dengan pola 1,2 makan siang dan malam dengan pola 1, 2, 3. Seluruh ibu menyusui kekurangan 213581 gram karbohidrat.126.73-250.40 gram lemak, 68.84-180.43gram protein, dan407.78-950.32kalori. Diharapkan kepada keluarga agar mendampingi ibu menyusui dalam memperhatikan variasi menu dan mengkomsumsi buahbuahan sehingga dapat meningkatkan kalori sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan
PENERAPAN MOTIF HIAS TRADISIONAL ACEH PADA KERUDUNG SEGI EMPAT DENGAN TEHNIK LUKIS Lilis Noniar; Rosmala Dewi; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan motif hias tradisional Aceh pada kerudung segi empat dengan menggunakan tehnik lukis masih sangat sedikit dilakukan oleh masyarakat, karena tehnik lukis ini belum terlalu dikenal di daerah Aceh. Dalam memilih warna dan menerapkan pada kerudung dibutuhkan suatu keahlian. Aceh memiliki beragam motif hias, dalam pemilihan motif hias tidak menggunakan motif hias fauna, namun yang dominan digunakan oleh masyarakat Aceh adalah motif hias flora, dan ini menjadi ciri khas motif Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain motif tradisional Aceh yang sesuai untuk kerudung, mengetahui jenis bahan kerudung yang sesuai dengan tehnik lukis, menerapkan motif tradisional Aceh dengan menggunakan tehnik lukis plakat pada kerudung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen terapan. Objek dalam penelitian ini adalah berbagai macam motif hias tradisional Aceh yang diterapkan pada kerudung segi empat dengan tehnik lukis. Berbagai jenis bahan tekstil adalah kaos, sutra, Roberto, paris, rosella, dan katun. Tehnik penerapan motif yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah tehnik plakat, menggunakan jenis cat yang tahan lama dan tidak luntur. Hasil penelitian ini adalah kerudung segi empat dengan berbagai motif hias tradisional Aceh seperti motif Gigo Darut, Rantee, Putik Bungong, Bungong Keupula, Bungong Jeumpa, Batang, dan Daun-daun. Dari tiga warna dan empat warna Keseluruhan berjumlah tujuh motif, dengan campuran 3 dan 4 warna, beberapa motif menampilkan gradasi warna dari warna yang satu kewarna yang lainnya. Penerapan motif-motif tersebut pada bagian sudut belakang dan sudut sisi kiri-kanan, pada bagian sudut paling bawah kerudung, pada bagian tengah, pada bagian atas kepala. dan pada bagian sudut sisi kiri sampai ke sudut sisi kanan.
PENERAPAN MOTIF KUPIAH MEUKEUTOP SEBAGAI HIASAN PADA BUSANA DAN PELENGKAPNYA Maulidiana, .; Mukhirah, .; Dewi, Rosmala; Fitriana, .; Novita, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan motif kupiah meukeutop sebagai hiasan busana dan pelengkapnya merupakan upaya pelestarian budaya lokal, motif kupiah meukeutop sebagai lambang kebudayaan perlu dilestarikan dan dikenalkan pada masyarakat terutama kaum muda yang mulai melupakan khazanah daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dalam penerapan motif kupiah meukeutop, penempatan motif kupiah meukeutop dan kendala yang dihadapi dalam upaya penerapan motif kupiah meukeutop sebagai hiasan pada busana dan pelengkapnya. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif, subjek terdiri dari 2 responden sebagai pengrajin, 2 pengguna busana/pelengkapnya dan 1 tokoh adat MAA kabupaten Pidie. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan penyajian data secara deskriptif dan penjelasan secara sistematis mengenai data-data yang diperoleh dalam penelitian, data dianalisa dengan menggunakan analisis komponensial. Berdasarkan temuan dilokasi penelitian, penerapan motif kupiah meukeutop mengalami perubahan dari segi warna dan motif, perubahan tersebut sebagai wujud untuk meningkatkan kualitas motif kupiah meukeutop sehingga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas yang positif dan pengguna lebih berani menampilkan busana etnik kupiah meukeutop. Penempatan motif umumnya diterapkan pada bagian depan, disesuaikan dengan bentuk tubuh pengguna busana dan ukuran besar kecilnya jenis pelengkap busana. kendala yang dihadapi diantaranya kurangnya modal, alat penunjang, penggunaan waktu relatif lama serta keahlian para pengrajin tidak merata sehingga dapat menghambat proses produksi.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JAHIT APLIKASI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas di SMK Negeri 1 Mesjid Raya) Raihanum, Putri; Dewi, Rosmala; Fitriana, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya teknologi saat ini membuat guru semakin banyak cara dalam mewujudkan kemauan dan menciptakan kesuksesan belajar. Salah satu dilakukan dengan menerapkan media audiovisual dalam pembelajaran sehingga membuat siswa tertarik, terhindar dari kebosanan dalam mengikuti pembelajaran, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan Media Audiovisual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari guru Pelajaran Jahit Aplikasi dan 28 orang siswa kelas XI Tektil di SMK Negeri 1 Mesjid Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretes sebelum memulai materi, melalui tes kepada siswa, melalui respon siswa terhadap media audiovisual, serta lembar observasi. Pengolahan data dengan menggunakan rumus persentase. Simpulan penelitian menunjukkan dengan menggunakan media audiovisual dapat menyederhanakan kesulitan guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, supaya lebih mudah dipahami sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa lebih maksimal. Megingat menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, disarankan kepada guru Menjahit Aplikasi untuk menggunakan Media Audiovisual dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Peningkatan Proses, Hasil Belajar, Media AudiovisualThe development of technology today makes teachers more and more ways in realizing the will and create success learn one of them by applying audiovisual media in learning so that makes students interested, avoid the boredom in following the learning, which aims to improve student learning outcomes. This study aims to determine the activity of teachers and student activities in following the learning and to know the improvement of student learning outcomes by using Audiovisual Media. The method used in this research is quantitative descriptive method. This research data is sourced from the teacher of application sewing lesson and 28 students of class XI Tektil in SMK Negeri 1 Mesjid Raya. Data collection in this study by giving prites before the start of the material, through student tests, through student responses to audiovisual media, observation sheet. Data processing in this research is by using formula percentage. The conclusion of this research is to use audiovisual media can simplify the difficulties that are conveyed to the students to more easily understand what is delivered by the teacher so as to improve student learning outcomes maximum. Megingat using audiovisual media in learning can improve student learning outcomes, it is advisable to teachers sewing applications to use Audiovisual Media in the delivery of material.
Inventarisasi Makanan Khas pada Upacara Kenduri Sunat Rasul di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan . Elvina; . izwani; Zuraini Mahyidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara tradisi yang berkaitan dengan kenduri dalam masyarakat Aceh bermacam-macam jenisnya, salah satunya ialah upacara kenduri sunat rasul di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini berupaya mengungkap jenis-jenis makanan khas yang disajikan pada upacara kenduri sunat rasul di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Upacara sunat rasul terdiri dari dari empat tahap, setiap tahapan upacara kenduri disajikankan berbagai jenis makanan khas yang merupakan kearifan lokal yang dipertahankan keberadaanya dan menggambarkan identitas suatu daerah sesuai dengan budaya yang dimiliki oleh masyarakatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis makanan khas yang disajikan pada upacara kenduri sunat rasul di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sepuluh orang informan yang diperoleh dengan cara snow ball sampling, sedangkan objek penelitan terdiri dari makanan khas yang disajikan pada upacara kenduri sunat rasul. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang dilakukan dengan meliputi tiga tahap yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis makanan khas yang disajikan pada upacara kenduri sunat rasul di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan berupa Gulai Dagiang Kalio, Gulai plik U, Tumih Taruang (tumis terung), tumih batiak (tumis pepaya), Asam Duien (Asam Durian), Gulai Paku (Gulai Pakis), Apam Bakuah (Apam Berkuah), Puluik Bakuah (Pulut Berkuah), selain itu ada penambahan menu lain seperti Randang (Rendang), Lupis (Lopis), Chenel (Cenil), dan Bubur sum-sum.
MODIFIKASI RESEP KUE BANGKIT DENGAN PENAMBAHAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA, L) Rufiza Mizza; . izwani; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue kering dapat diciptakan dengan berbagai jenis bahan dasar tepung. Bahan yang digunakan berupa umbi-umbian ataupun buah-buahan yang dapat dijadikan modifikasi Kue Bangkit dengan penambahan Labu Kuning. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui pengaruh penambahan Labu Kuning terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) pada Kue Bangkit, (2) mengetahui pengaruh penambahan Labu Kuning terhadap tingkat penerimaan konsumen pada Kue Bangkit, (3) menghitung jumlah kalori Kue Bangkit dengan penambahan Labu Kuning serta (4) mengetahui pengaruh penambahan Labu Kuning terhadap mutu simpan Kue Bangkit. Kue Bangkit Labu Kuning dinilai dengan pengamatan (Sensory Evaluation) oleh narasumber dan uji penerimaan (Acceptability Test) oleh panelis konsumen, untuk melihat karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Penelitian dilakukan di Laboratorium Tata Boga Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Perhitungan jumlah kalori Kue Bangkit Labu Kuning dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan pendekatan Kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf signifikansi 0,05 dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditinjau dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa baik narasumber maupun panelis konsumen kedua dengan menyukai Kue Bangkit Labu Kuning pada perlakuan pertama (Cp1). Perlakuan pertama untuk Kue Bangkit Labu Kuning dengan jumlah kalori 95,53% (karbohidrat), 15,99% (lemak) dan 3,13% (protein). Mutu simpan selama 2 minggu. Uji hipotesis dapat diterima (H1) karena ada pengaruh karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen antara kue bangkit tanpa penambahan labu kuning dengan kue bangkit penambahan labu kuning.