cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbioco@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Bio-Creaducation
ISSN : -     EISSN : -     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/bioco
Core Subject : Education,
Journal of Bio-Creaducation is an open access journal managed by the Biology Education Study Program, Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. This journal with the abbreviation BIOCO publishes scientific articles on research results, critical analysis, and in-depth scientific studies on current issues in the fields of biology education according to the Focus and Scope. Related research that examines the latest technological developments and wetland ecosystems is encouraged. Articles are written by following the manuscript writing rules, and for more practicality please use the template. Papers are published in June and December every year.
Articles 18 Documents
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep biologi Hafizah, Hafizah; Agustina, Elya; Annisa, Majidah; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Imellia, Hanny; Norhidayati, Norhidayati; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Learning Outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study used the True Experimental Design method with the Posttest-Only-Control-Design form and the Classroom Action Research method. The data collection technique used in this study was to give posttest questions after completing the learning process in the experimental class and control class on Biodiversity material. While Classroom Action Research uses data collection techniques in the form of observation, measurement and documentation. This research uses descriptive statistical analysis techniques. The results concluded that the learning outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament learning model on students obtained an average class score of 84.90. The control class with conventional learning (discussion method) on Biodiversity material obtained a class average score = 82.35. While in the Classroom Action Research method, the average posttest value of student learning outcomes in cycle I was 70.35 and cycle II was 82.50. Cooperative Learning type Teams Games Tournament (TGT) Biodiversity material in both research methods shows that learning outcomes and student activity have increased or influenced.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hasil Belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan bentuk desain Posttest-Only-Control-Design dan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan soal posttest setelah selesai proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam materi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengukuran dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hasil belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament pada peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas 84,90. Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (metode diskusi) pada materi Keanekaragaman Hayati memperoleh nilai rata-rata kelas = 82,35. Sedangkan pada metode Penelitian Tindakan Kelas, nilai rata-rata posttest hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 70,35 dan siklus II sebesar 82,50. Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi Keanekaragaman Hayati pada kedua metode penelitian tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan atau berpengaruh.
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan Muhaimin, Ahmad; Azizah, Nur; Mahmudah, Rifatul; Nabila, Rini Salma; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Widiati, Rahmi; Rosmalina, Indah
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning materials are generally difficult to understand, so a teacher strategy is needed to deliver the material more interestingly. One strategy that can be done is the application of the inquiry approach. The inquiry approach focuses on the activities of students in seeking and finding information, so that learning is more meaningful. This study aims to determine the effect of applying learning with an inquiry approach in an effort to improve students' understanding of environmental pollution material.  The application of inquiry learning is made as interesting as possible to make it easier for students to understand the learning material. The research conducted was classroom action research with two cycles through a comparison of two studies. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, field notes and documentation. The results of this study are in the form of qualitative data analysis by describing and analyzing data from observations of learning outcomes and student activities. Experiment 1 shows that getting student learning outcomes in cycle I amounted to 58% and cycle II increased by 96%. While the results of experiment 2 showed that the learning outcomes of students in cycle I were 40% then increased in cycle II to 86%. In addition, there was also an increase in learner activity, namely in journal I by 85% while journal II by 86%.  This can be seen in the learning process, a conducive classroom situation, a positive classroom atmosphere with students who dare to ask questions and discuss, creating a pleasant learning climate, growing a sense of responsibility, good cooperation and student learning participation is quite good. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of learning with an inquiry approach can increase students' understanding and activity on environmental pollution material.Materi pembelajaran IPA umumnya sulit untuk dipahami, sehingga diperlukan strategi guru dalam menyampaikan materi tersebut dengan lebih menarik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penerapan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri berfokus pada aktivitas   peserta didik dalam mencari dan menemukan informasi, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.  Penerapan pembelajaran inkuiri dibuat semenarik mungkin untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui perbandingan dua penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan menelaah data hasil observasi hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Percobaan 1 menunjukkan bahwa mendapatkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 58% dan siklus II mengalami peningkatan sebanyak 96%. Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 86%. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yakni pada jurnal I sebesar 85% sedangkan jurnal II sebesar 86%.  Hal ini dapat dilihat pada proses pembelajaran, situasi kelas yang kondusif, suasana kelas yang positif dengan peserta didik yang berani bertanya dan berdiskusi, menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, tumbuhnya rasa tanggung jawab, terjalin kerjasama yang baik dan partisipasi belajar peserta didik cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.
Implementasi pendekatan inkuiri dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP Wulandari, Ayu; Apsari, Lisa; Febrian, Muhammad Rifqy; Maulida, Rahmah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Belawati, Octa; Otari, Widiati Hairina
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to enhance the learning quality of junior high school students through the implementation of a guided inquiry learning model using image media in science education. The research method employed is Classroom Action Research (CAR), consisting of two cycles, with each cycle encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 36 eighth-grade students in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data were collected through pretests, posttests, and observations of student activities during the learning process. The results indicate a significant improvement in student learning outcomes between the first and second cycles. This improvement was evident in both the cognitive and psychomotor domains, with the percentage of cognitive learning outcomes rising from 86.1% in the first cycle to 88.8% in the second cycle, and the percentage of student activity also showing consistent growth. Based on these results, it can be concluded that the guided inquiry learning model is effective in improving students' learning quality, particularly in science subjects. It is recommended that this approach be implemented more widely for other topics in biology education and supported by various media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan media gambar dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas VIII pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara siklus I dan II. Peningkatan terlihat pada ranah kognitif dan psikomotorik siswa, yang mana persentase hasil belajar kognitif meningkat dari 86,1% pada siklus I menjadi 88,8% pada siklus II, dan persentase keaktifan siswa juga mengalami peningkatan yang konsisten. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA. Disarankan agar pendekatan ini diimplementasikan lebih luas untuk topik-topik lain di pembelajaran biologi dan didukung oleh media yang bervariasi.
Meningkatkan pemahaman siswa sma melalui penggunaan peta konsep pada materi IPA Azmi, Jihan; Salsabilla, Nisvie Nur; Yulyana, Puspa; Ambarwati, Upik; Slamet, Zahra Anindya Putri; Zaini, Muhammad; Rezeki, Amalia; Putra, Aminuddin Prahatama; Riza, Muhammad Faisal; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concept maps are a very important visual tool in the learning process, serving to illustrate the relationship between concepts systematically. By using concept maps, students can understand and organize information better, thus improving their critical and creative thinking skills. Overall, an understanding of concept maps is essential in the modern educational context. Concept maps not only serve as learning aids, but also as a bridge to connect various complex ideas and concepts, thus facilitating more effective and efficient learning. This study aims to examine the effectiveness of using concept maps in improving students' understanding of science materials. This study was conducted based on the analysis of two classroom action researches (PTK) conducted by Amalia Rezeki and Muhammad Faisal Riza. The research shows that the use of concept maps as learning media is effective in improving student learning outcomes, both individually and classically. The research method used was descriptive with two cycles, including planning, implementation, observation, and reflection. Data were obtained through pretest, posttest, formative test, and student activity observation. The results showed a significant increase in student understanding, with individual learning completeness reaching ≥ 65 and classical completeness ≥ 85%. Students' learning activities became more active, such as making concept maps and group discussions. Concept maps proved to be able to connect new information with students' prior knowledge, resulting in meaningful learning. These findings support the importance of applying innovative learning methods such as concept maps to improve the quality of education.Peta konsep merupakan alat visual yang sangat penting dalam proses pembelajaran, berfungsi untuk menggambarkan hubungan antar konsep secara sistematis. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat memahami dan mengorganisasikan informasi dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Secara keseluruhan, pemahaman tentang peta konsep sangat penting dalam konteks pendidikan modern. Peta konsep tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghubungkan berbagai ide dan konsep yang kompleks, sehingga memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan peta konsep dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA. Kajian ini dilakukan berdasarkan analisis dua penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan oleh Amalia Rezeki dan Muhammad Faisal Riza. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peta konsep sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara individu maupun klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan dua siklus, mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui pretes, postes, tes formatif, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan ketuntasan belajar individu mencapai ≥ 65 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif, seperti membuat peta konsep dan berdiskusi kelompok. Peta konsep terbukti mampu menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan awal siswa, sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Temuan ini mendukung pentingnya penerapan metode pembelajaran inovatif seperti peta konsep untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemanfaatan media teknologi melalui pendekatan kooperatif dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa sekolah menengah atas Jainab, Jainab; Audia, Arfa Veni; Safitri, Yulina; Yuli, Yuli; Ramadhan, Muhammad Nazhief; Rahmawati, Sri; Febrianti, Gerhana; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of this research lies in the pressing need to improve the quality of biology education in secondary schools. The use of technological media and collaborative approaches creates a more interactive and collaborative learning environment that not only improves student learning outcomes but also enhances the learning process to be more effective and enjoyable. In today's digital era, integrating technology into education is essential to prepare students for global challenges and develop critical and collaborative thinking skills needed in the world of work. This research aims to analyze technology-based cooperative learning approaches, particularly animation media, in biology learning at the high school level to improve student learning outcomes and processes. The rapid development of technology opens up new opportunities for improving the quality of education, especially in the development of effective learning media. This study uses the STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model that encourages collaborative skills and active participation of students. Through classroom action research, this study compares pretest and posttest results, as well as evaluates student activities and classroom management by teachers. The results showed significant improvement in student learning outcomes, increased student activity, as well as positive responses to the use of animated media. These results support the effectiveness of animation as a learning tool and show that technology-based cooperative methods can improve learning quality and student interest in complex biological concepts.Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi di sekolah menengah. Penggunaan media teknologi dan pendekatan kolaboratif menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Di era digital saat ini, mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang diperlukan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis teknologi, khususnya media animasi, dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang baru untuk peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang mendorong keterampilan kolaboratif dan partisipasi aktif siswa. Melalui penelitian tindakan kelas, studi ini membandingkan hasil pretest dan posttest, serta mengevaluasi aktivitas siswa dan manajemen kelas oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, peningkatan aktivitas siswa, serta respons positif terhadap penggunaan media animasi. Hasil ini mendukung efektivitas animasi sebagai alat pembelajaran dan menunjukkan bahwa metode kooperatif berbasis teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap konsep-konsep biologi yang kompleks.
Meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada sistem reproduksi melalui pembelajaran kooperatif dan debat Putri, Kania Nabilah; Agustina, Noor Fithri; Noorhasanah, Noorhasanah; Simbolon, Putri Stephanie; Rahmawati, Rahmawati; Ni’mah, Laili; Hasmi, Yulita; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the process and learning outcomes of students in the reproductive system material at SMA Negeri 8 Banjarmasin by using the Jigsaw and debate cooperative learning methods. The problems faced are the low understanding of students towards bioethics and minimal participation in discussions because the lecture method used does not actively involve students. The solution offered is to integrate the debate method to deepen the understanding of bioethics and increase student participation. This study is a Classroom Action Research (CAR) with two cycles for the debate method and three cycles for cooperative learning. Data collection techniques include pre-test, post-test, observation, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in student activity and understanding of bioethics material. In the cooperative method, classical completeness increased from 47.22% in cycle I to 86.11% in cycle III, while in the debate method, completeness increased from 65.52% in cycle I to 89.15% in cycle II.  The conclusion of this study is that cooperative learning and debate methods effectively improve students' learning processes and outcomes, especially in understanding the concept of bioethics in the reproductive system material. The use of interactive methods also has a positive impact on students' social skills and critical thinking. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi di SMA Negeri 8 Banjarmasin dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan debat. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap bioetika dan minimnya partisipasi dalam diskusi karena metode ceramah yang digunakan tidak melibatkan siswa secara aktif. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengintegrasikan metode debat untuk memperdalam pemahaman bioetika serta meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus untuk metode debat dan tiga siklus untuk pembelajaran kooperatif. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas siswa serta pemahaman materi bioetika. Pada metode kooperatif, ketuntasan klasikal meningkat dari 47,22% di siklus I menjadi 86,11% di siklus III, sementara pada metode debat, ketuntasan meningkat dari 65,52% di siklus I menjadi 89,15% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran kooperatif dan debat secara efektif meningkatkan proses dan hasil belajar siswa, terutama dalam pemahaman konsep bioetika pada materi sistem reproduksi. Penggunaan metode yang interaktif juga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial dan berpikir kritis siswa.
Pengaruh metode peta konsep pada hasil belajar dan berpikir kritis peserta didik mata pelajaran biologi Aprillita, Gina; Maharani, Pramesti Diah Sulistya; Wulandari, Putri; Zuhrah, Siti Nadzifah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lestari, Ayu; Rahmi, Baiti
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low level of student understanding and participation in Biology subjects encourages the need for innovation in learning strategies, one innovation that can be applied is the concept map learning method. This research aims to improve students' learning outcomes and critical thinking in Biology subjects using the Concept Map method. The problems faced are students' low understanding of Biology Subjects and low student participation in discussions. The solution offered is to use the Concept Map Learning Method to make it easier for students to understand learning and hone students' critical thinking. The research method used was Quasi Experimental, the sample in this research was all students in class XII Science at State High Schools in Banjarmasin, the population was taken using the Random Sampling technique. The research consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the data processing stage. The data collection technique was carried out by providing questions describing tests on learning outcomes and critical thinking skills at the beginning of learning (pretest) and at the end of learning (post-test). The tests given to the experimental and control classes obtained different results, the average posttest score was 73.8 for the experimental class and 65.9 for the control class. The average critical thinking ability of experimental class students who use the Concept Map Learning Method in biology learning is higher than that of the control class who use conventional methods. The conclusion of this research is that the Concept Map Method has an effect on improving students' learning outcomes and critical thinking.Rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa dalam mata pelajaran Biologi, mendorong perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran, salah satu inovasi yang dapat diterapkan yaitu metode pembelajaran peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik dalam dalam mata Pelajaran Biologi dengan metode Peta Konsep. Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya pemahaman siswa terhadap Mata Pelajaran Biologi serta rendahnya partisipasi Peserta didik dalam diskusi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran dan mengasah cara berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII IPA pada SMA Negeri di Banjarmasin, pengambilan populasi dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling. Penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan data, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal uraian tes hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis pada awal pembelajaran (pretest) dan akhir pembelajaran (post-test). Tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol di peroleh hasil yang berbeda, untuk kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 73,8 dan untuk kelas kontrol sebesar 65,9. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen yang menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep dalam pembelajaran biologi lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metode Peta Konsep berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik.
Studi komparatif strategi pembelajaran matriks & quick on the draw (QD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa Azhari, Muhammad Hafizh; Safitri, Nabella Putri Rama; Norhafizah, Norhafizah; Ulanhar, Salma Nida; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Sari, Normila; Roziah, Mida Laisani
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning outcomes of students in the concepts of the circulatory system at MTsN Anjir Muara Kota Tengah and the locomotor system at SMP Negeri 1 Takisung have shown low completeness, below the standard of ≤ 60% and 42.30%, respectively. To address this issue, this study implemented two innovative methods: the cooperative learning model Quick on The Draw and the memory matrix strategy, aiming to improve learning outcomes, student activity, teacher activity, and responses to both methods. The Quick on The Draw cooperative learning model was conducted in two cycles, each consisting of two meetings. Results indicated that this method successfully enhanced student learning outcomes, with classical completeness increasing from 72.72% in cycle I to 90.91% in cycle II. Student engagement improved significantly, as evidenced by increased participation in reading, discussions, and answering questions. Teacher management of learning also improved from a "fairly good" to a "good" category, with 100% of students expressing that the method made learning more engaging and enjoyable. Similarly, the memory matrix strategy was implemented in two cycles, showing a 7.3% increase in learning outcomes, with average scores rising from 83.03 to 87.92. Student activities in reading, discussing, and summarizing improved, although teacher guidance decreased. Overall, both methods proved effective in enhancing student learning outcomes and creating a more active and enjoyable learning environment.Hasil belajar siswa pada pembelajaran konsep sistem peredaran darah di MTsN Anjir Muara Kota Tengah dan sistem gerak di SMP Negeri 1 Takisung menunjukkan ketuntasan yang masih rendah, yaitu di bawah standar, yaitu ≤ 60% dan 42,30%. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menerapkan dua metode inovatif: pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dan strategi matrik ingatan, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, aktivitas guru, serta respon terhadap kedua metode tersebut. Pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 72,72% pada siklus I menjadi 90,91% pada siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, terlihat dari peningkatan dalam membaca bahan ajar, berdiskusi, dan aktif menjawab pertanyaan. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, dengan 100% menyatakan setuju bahwa metode ini membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. Di sisi lain, strategi matrik ingatan juga menunjukkan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 7,3%, dengan nilai rata-rata meningkat dari 83,03 menjadi 87,92. Secara keseluruhan, kedua metode pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18