cover
Contact Name
Sholihul Anwar
Contact Email
anwarstaimblora@gmail.com
Phone
+6282340291679
Journal Mail Official
anwarstaimblora@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Blora - Cepu Km. 4 Seso Kab. Blora - Jawa Tengah, Indonesia, Telp. 081325908169, email:lppm@staimuhblora.ac.id
Location
Kab. blora,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pedagogy
ISSN : 19795351     EISSN : 27231879     DOI : -
The Pedagogy Journal is a scientific publication medium related to Islamic education. This journal is managed by STAI Muhammadiyah Blora under the supervision of the Institute for Research and Community Service (LPPM). This journal contains scientific works from lecturers, teachers, students, and other researchers conducting studies on Islamic education and multiculturalisme. The scientific works published in this journal are the results of both library and field research that have not been published in any other journal. This journal is published twice a year, in April and December. Indexing 2024-10-15 The journal has been indexed by several indexing engines such as Google Schooler, Scopus The focus of Jurnal Pedagogy is the leading journal in the field of Islamic education and multiculturalism. Scope: - Islamic Education and Multiculturalism - Islamic Education and Democracy - Islamic Education and Leadership - Islamic Educational in Madrasah (Islamic Schools) - Islamic Educational in Pesantren (Islamic Boarding School) - Islamic Educational in University. - Islamic Education for Disabilities - Islamic Education Thought - Progressive Islamic Education - Traditional and Conservative Islamic Education - Technology in Islamic Education - Community-Based Islamic Education
Articles 164 Documents
Ushul Fiqih Dan Fungsinya Dalm Kajian Hukum Islam Nurhartanto, Armin
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.103

Abstract

Syari'ah menurut makna kebahasaan merupakan sesuatu yang sudah biasa di dengar dla kehidupan, dan sudah biasa kita pakai dalm proses pembelajaran di sekolah khususnya ketika menyampaikan materi ibadah atau syari'ah. Lalu apa sebenarnya makna semantik atau makna kebahasaan nya. Manna' Al Qathan dalm bukunya al-Tasyri' wa al fiqh fi al islam, menyebutkan bahwa syari'ah itu bermakna segala ketentuan allah yang di syari'atkan bagi hamba hambanya, baik yang menyangkut aqidah, ibadah, mu'amalah serta akhlaq (Qathan, t.th,:15). Dengan demikian menurut dia syari'ah itu sama dengan agama yang mencakup aspek ibadah, aqidah, mu'amalah dan juga akhlaq. Pandangannya itu hampir sejalan dengan Faruq Nabhan yang menyatakan bahwa syari'ah itu adalah segala sesuatu yang disyari'atkan allah kepada hamba hambanya (Nabhan 1981 : 10). Namun lebih lanjut dia menyatakan bahwa, istlah tersebut sering di smpaikan untuk makna fiqih (Nabhan, 1981 : 13). Dengan demikian, Faruq Nabhan sudah memandang bahwa istilah syari'ah bisa digunakan untuk makna fiqih, karena banyak diantara para ahli menggunakan istilah ini untuk makna tersebutpengertian yang paling tepat dari istilah syari'ah adalah yang dikemukakan Mahmud Syalthout, dalam bukunya al islam aqidah wa as syariah, yaitu "ketentuan ketentuan yang di tetapkan allah atau hasil pemahaman manusia atas ketentuan ketentuan tersebut, untuk dijadikan pegangan oleh manusia baik dlam hubungannya dengan allah, umat manusia lainnya, orang islam dan non muslim, dengan alam semesta, dan yang mengatur penataan hidup ini para ulama' membagi syariah pada dua bagian, yaitu syari'ah ilahi dan syari'ah wadh'i. Syari'ah ilahy adalah keytentuan ketentuan hukum yang ditetapkan oleh allah dan rosulnya dan kini tertuang dalam Al quran dan Al sunah. Sedang yang dikamsud dengan syariah wadh'i adalah ketentuan hukum yang dikemukakan oleh para ulama' mujtahid (Nabhan, 1981, : 11). Dilihat dari sudut kebahasaan kata fiqih bermakna mengetahui sesuatu dan memahaminya dengan baik (Faris , 1970,: III; 442) sedang menurut istilah imu hukum islam fiqih bermakna mengetahui hukum hukum syara' yang bersifat amaliah yang di kaji dari satu persatu dlilnya (Abu Zahrah, 1958:6) Dilihat dari segi kebahasaan kata hukum islam bermakna menetapkansesuatu pada sesuatu yang lain, seperti menetapkan haram pada khamer, halal pada air susu, wajib pada solat lima waktu, sunnah pada pemberian harta se;ain zakat. Sedangkan menurut istilah hukum bermakna "titah (khitab) syar'i yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf baik perupa tuntutan, pilihan, maupun wadh'i. Dilihat dari segi kebahsaan kata ushul fiqih kata ushul fiqih terdiri dari duapenggalan kata yaitu ushul dan al fiq kata ushul yang merupakn bentuk jamk dari al aslu bermakna dasar dasar yang menjdi landasan untuk tumbuh sesuatu yang lain. Sedangkan fiqih sebagaimana telah terurai dalam pembahasan sebelumnya adalah rumusan rumusan pemikiran normatif yang mengatur sebagai perbuatan mukallaf sebagai hasil analisis terhadap dalil dalil rinci (dalam al qur'an dan al sunnah).
Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Daring Purnawanto, Ahmad Teguh
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.104

Abstract

Lembaga pendidikan menjadi tempat sentral untuk menciptakan generasi muda yang lebih baik dari sebelumnya melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan proses untuk menciptakan peserta didik menjadi manusia yang berkarakter baik secara utuh dalam dimensi akal, budi pekerti berpikir, sehat jasmani, dan berhati manusia. Pendidikan karakter mengukir akhlak siswa melalui proses mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan mengamalkan kebaikan. Proses tersebut melibatkan aspek kognitif, emosional, dan fisik, sehingga akhlak mulia dapat terwujud mengukir menjadi kebiasaan pikiran, hati, dan tangan. Pendidikan karakter diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, toleran, suka menolong, patriotik, dan dinamis, yang memiliki orientasi ilmu dan pengetahuan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Pembelajaran secara daring menuntut tenaga pendidik untuk mampu berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran seharusnya dirancang agar membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Dengan demikian semua yang dipelajari harus bermuatan pendidikan karakter. Seorang guru melaksanakan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar dengan cara: membuat siswa merumuskan pertanyaan secara aktif, menemukan sumber belajar, mengumpulkan informasi, bekerja dengan informasi, merekonstruksi fakta, dan menyajikan hasil rekonstruksi. Pembelajaran pendidikan karakter harus dilakukan oleh guru dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Moderasi Beragama Dalam Pedidikan Islam Nur'aini, Siti
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.105

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menjawab dan mengatasi problematika yang terjadi di tengah masyarakat. Pendidikan Islam mempunyai tanggung jawab untuk menjebatani munculnya berbagai persoalan sosial di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan nuansa paham keagamaan. Pendidikan Islam masih dihadapkan dengan munculnya sentimental paham keagamaan yang ditimbulkan oleh perbedaan cara pandang dalam memahami agama. Pendidikan Islam berkontribusi dalam mempertahankan penyebaran pemahaman keagamaan yang moderat. Kedalaman ilmu agama yang didapat dalam pendidikan keagamaan seperti pesantern dan madrasah serta optimalnya kiprah para ulama dan kiai yang mnjadi rujukan perilaku keberagaman masyarakat. Moderasi beragama hadir sebagai narasi penyeimbang dalam menjembatani kemunculan wacana paham keagamaan yang membawa paham radikal, ekstrem dan intoleran. Persoalan paham keagamaan merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan penanganan secara instan. Moderasi beragama hadir melalui pemberian materi-materi strategi yang tepat dalam penguatan terhadap pemahaman keagamaan keindonesiaan.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Blended Learning Untuk Meningkatkan Self Directed Learning (SDL) Pada Mahasiswa PGMI STAI Muhammadiyah Blora Gumilar, Eko Bayu
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.106

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi pembelajaran berbasis blended learning menggunakan media whatsapp, Google Clasroom dan Zoom Meeting dapat meningkatkan self directed learning mahasiswa,mengubah mindset mahasiswa mengenai pentingnya self directed learning yaitu dengan tidak hanya mengandalkan pembelajaran tatap muka di kelas terlebih lagi di masa pandemi covid-19 yang tengah melanda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah Classroom action research berisi tujuh tahapan yaitu penjabaran masalah, assessment kebutuhan, hipotesis gagasan, action plan, implementasi rencana, evaluasi dan keputusan-keputusan. Tahapan tersebut dilaksanakan setidaknya dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, anecdotal record, dan self assessment. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menarasikan setiap hasil analisa data yang telah dilakukan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Berdasar penelitian yang sudah di laksanakan dapat di simpulkan bahwa mahasiswa PGMI STAI Muhammadiyah Blora menjadi lebih siap dalam menerima pembelajaran, kesan teratur dan pendewasaan diri terlihat pada pembelajaran ini. Mahasiswa menjadi dapat mengontrol banyaknya pengalaman belajar yang terjadi dan dimiliki, perkembangan keahlian dan wawasan serta mengkaitkan materi satu sama lainnya, dapat mengubah diri pada kinerja/performa yang paling baik, manajemen diri mahasiswa, dan motivasi diri dan penilaian diri. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Self Directed Learning.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Blended Learning Untuk Meningkatkan Self Directed Learning (SDL) Pada Mahasiswa PGMI STAI Muhammadiyah Blora Gumilar, Eko Bayu
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.107

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi pembelajaran berbasis blended learning menggunakan media whatsapp, Google Clasroom dan Zoom Meeting dapat meningkatkan self directed learning mahasiswa,mengubah mindset mahasiswa mengenai pentingnya self directed learning yaitu dengan tidak hanya mengandalkan pembelajaran tatap muka di kelas terlebih lagi di masa pandemi covid-19 yang tengah melanda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah Classroom action research berisi tujuh tahapan yaitu penjabaran masalah, assessment kebutuhan, hipotesis gagasan, action plan, implementasi rencana, evaluasi dan keputusan-keputusan. Tahapan tersebut dilaksanakan setidaknya dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, anecdotal record, dan self assessment. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menarasikan setiap hasil analisa data yang telah dilakukan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Berdasar penelitian yang sudah di laksanakan dapat di simpulkan bahwa mahasiswa PGMI STAI Muhammadiyah Blora menjadi lebih siap dalam menerima pembelajaran, kesan teratur dan pendewasaan diri terlihat pada pembelajaran ini. Mahasiswa menjadi dapat mengontrol banyaknya pengalaman belajar yang terjadi dan dimiliki, perkembangan keahlian dan wawasan serta mengkaitkan materi satu sama lainnya, dapat mengubah diri pada kinerja/performa yang paling baik, manajemen diri mahasiswa, dan motivasi diri dan penilaian diri. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Self Directed Learning.
Kontribusi Etos Kerja Islami Terhadap Kinerja Dosen Murtyaningsih, Rina
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.108

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk Menjelaskan kontribusi etos kerja Islami terhadap kinerja dosen dan menjelaskan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan etos kerja Islami dosen.Etos kerja Islami merupakan akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam. Seorang pendidik yang memiliki etos kerja Islami akan melaksanakan tugasnya dengan itqan (profesional) karena menyadari bahwa bekerja profesional adalah bagian dari ibadah. Etos kerja islami diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan tugas seorang pendidik. Dari pembahasan yang sudah dilakukan, maka diketahui bahwa etos kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pengajaran dosen. Hal ini dosen dalam melaksanakan tanggung jawabnya selalu menekankan kejujuran, kerja keras, tidak membuang-buang waktu dan menganggap apa yang dikerjakan adalah bermanfaat. Disimpulkan bahwa etos kerja islami memberikan kontribusi positif terhadap kinerja dosen.Untuk meningkatkan etos kerja islami pendidik, perlu dibangun sikap-sikap, yaitu ikhlas dalam bekerja, bekerja dengan penuh tanggung jawab, bekerja berdasarkan pengetahuandan keahlian, beorientasi kepada mutu, dan bekerja dengan semangat yang tinggi.
Analisis Miskonsepsi Pada Konsep Dasar Matematika Menggunakan Certainty Of Response Index (CRI) Permatasari, Kristina Gita
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.109

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida'iyah (PGMI) pada mata kuliah Pembelajaran Matematika SD/MI khususnya bilangan. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi PGMI STAI Muhammadiyah Blora. Sample penelitiannya yaitu 5 mahasiswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes menggunakan instrumen diagnotis yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi. Non tes menggunakan wawancara kepada mahasiswa untuk mengetahui alasan mengapa mahasiswa mengalami miskonsepsi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa 34 % mahasiswa mengalami miskonsepsi pada konsep bilangan. Presentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada konsep perkalian dan pembagian yaitu sebesar 24,89 % dan presentase miskonsepsi terendah pada konsep bilangan rasional yaitu sebesar 4,63 %. Faktor utama penyebab terjadinya miskonsepsi bersumber pada sumber belajar dan pemikiran sendiri.
Implementasi Pembelajaran Qur'an Hadist Melalui Media Google Sites Di SMK Muhammadiyah 2 Blora Tahun Ajaran 2020/2021 Munawar, Mohamad
JURNAL PEDAGOGY Vol. 14 No. 1 (2021): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v14i1.110

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Blora adalah salah satu lembaga pendidikan dibawah naungan Dikdasmen Muhammadiyah Daerah Blora yang mengembangkan suatu pendidikan keagamaan, seperti pelajaran Qur'an Hadis, di dalam pelajaran materi Qur'an Hadis itu sendiri mencangkup materi suatu dalil, hadis maupun ayat al-Qur'an. Sehingga pada saat ini pada masa pandemi semua kegiatan dilakukan dengan sistem daring atau PJJ (pembelajaran jarak jauh) yang menggunakan sebuah media, sehingga bagaimana seorang guru dalam menyampaikan pelajaran tersebut agar bisa tercapai sebuah tujuan pembelajaran yang diinginkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1). konstruksi perencanaan pembelajaran AlQur'an Hadis melalui media google sites di SMK Muhammadiyah Blora (2). pelaksanaan pembelajaran berbasis daring pada mata pelajaran Hadis di SMK Muhammadiyah 2 Blora (3). evaluasi hasil belajar berbasis daring pada mata pelajaran Hadis di SMK Muhammadiyah 2 Blora. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian meliputi teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data, penelitian ini menggunakan sebuah analisis deskriptif kualitatif. Konstruksi perencanaan seperti seorang guru menyiapkan sebuah RPP, membuka aplikasi google sites berbasis web. Pelaksanaan pembelajaran seperti sebelum kegiatan pembelajaran inti dimulai seorang guru melakukan kegiatan kabar dan absensi di media pembelajaran melalui aplikasi wa, kegiatan inti seorang guru mengirimkan file pdf/ word sebagai resuman materi, penggunaan strategi seperti membaca, penggunaan alokasi waktu pembelajaran daring. Evaluasi seorang guru mengirimkan sebuah file penugasan dengan bantuan google form untuk absensi dan untuk dikerjakan oleh peserta didik sebagai uji kemampuan dari hasil belajar yang dilaksanakan, dalam pengerjaan kegiatan evaluasi ini seorang guru memberikan sebuah batas waktu dalam pengerjaan soal yang diberikan kepada peserta didik, apabila batas waktu habis maka peserta didik tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh seorang guru pada media google sites.
Metode Dan Strategi Pengembangan Moderasi Beragama Di Lembaga Pendidikan Anwar, Sholihul
JURNAL PEDAGOGY Vol. 15 No. 1 (2022): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v15i1.112

Abstract

Islam adalah agama rahmatan lil "˜alamin, sehingga agama perlu dimenifestasikan untuk menjadi problem solver dalam mengatasi persoalanpersoalan bangsa. Salah satu persoalan bangsa adalah adanya pemikiran dan gerakan radikalisme yakni pemikiran dan perilaku yang lebih memberikan penekanan pada pemahaman keagamaan yang sifatnya keras dan ekstrim dan berdampak pada prilaku intolerensi agama. Oleh sebab itu perlu adanya moderasi beragama sebagai salah satu solusinya. Moderasi beragama adalah cara beragama yang santun dan toleran, tidak radikal yaitu konservatif tekstualis serta mengabaikan konteks dan tidak pula liberal yaitu terlalu mendewakan akal dan mengabaikan teks. Secara umum dapat diartikan bahwa moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan perilaku beragama yang menjauhi ekstreminitas, menjaga keseimbangan dan keadilan serta memilih jalan tengah. Lembaga pendidikan merupakan salah satau alat strataegis dan sangat tepat menjadi "laboratorium moderasi beragama". Sekolah sebagai institusi pendidikan dapat menumbuhkan pola pikir moderasi beragama dengan kondisi bahwa pandangan eksklusif dan tindakan ekstremisme kekerasan dalam jubah agama akan merusak sendi serta tenun kebangsaan yang majemuk. Ada tiga pintu utama cara bagaimana pemahaman radikal dan intoleransi melakukan penetrasi di lingkungan sekolah; pertama, kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, peran guru dalam proses belajar mengajar. Ketiga, melalui kebijakan sekolah yang lemah dalam mengontrol masuknya radikalisme di sekolah. Metode pengembangan moderasi beragama dalam lembaga pendidikan ditempuh melalui 3 jalur melipouti pendidikan formal, non-formal dan in-formal. Pada pendidikan formal metode pembelajaran moderasi beragama pemerintah harus melibatkan lembaga pendidikan formal lainnya dalam memperkuat nilainilai kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan beragama, dan moderasi beragama. Metode praktis implementasi pembelajaran moderasi beragama pada anak usia dini di TPA, PAUD, Madrasah diniyah, Pondok Pesantren di fokuskan pada tiga aspek yaitu: 1) Penguatan Aqidah; 2) Pendidikan Akhlak; dan 3) Pembinaan Nilai Toleransi. Ketiga fokus ini diimplementasikan melalui program pembelajaran, pembiasaan dan pemberian teladan. Pada pendidikan in-formal pendidikan moderasi beragama yang bisa dilakukan orang tua antara lain sering-sering orang tua mengajak dialog secara terbuka pada anak untuk membangun sikap moderat dalam paham keagamaan anak serta dalam beberapa kesempatan mengajak anak untuk bersosiala atau mengikuti kajian majlis taklim setempat untuk menumbuhkan sikap empati anak terhadap berbagai masalah sosial dan diajak berpikir memecahkan permasalahan sosial berbasih moderasi beragama. Pengkajian lebih dalam tentang bagaimana pembelajaran PAI agar mampu mengembangkan moderasi beragama dengan pendekatan yang multikultural dan efesien. Hal ini sejalan dengan penegasan Amin Abdullah bahwa kajian keislaman kontemporer memerlukan pendekatan integratif (multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin) agar pemahaman dan penafsiran agama tidak terlepas kontak dengan realitas. Integrasi kurikulum dalam konsepsi yang paling sederhana adalah tentang membuat hubungan. Selanjutnya mereka menawarkan tiga kategori utama sebagai titik pangkal untuk memahami perbedaan pendekatan menuju integrasi yakni multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin.
Disfemia Dalam Akun Instagram @Lambe_Turah Reistanti, Agustina Putri
JURNAL PEDAGOGY Vol. 15 No. 1 (2022): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammamdiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/pedagogy.v15i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disfemisme dan jenis ujaran kebencian pada akun @lambe_turah di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan tuturan dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam.Teknik analisis tuturan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode padareferensial. Sumber tuturan penelitian ini diambil dari komentar akun instagram @lambe_turah yang mengandung disfemisme. Penelitian ini menemukan 4 tuturan ungkapan disfemisme yang dianalisis dan diidentifikasi unsur nilai rasa jenis ujaran kebencian dan konteks yang menyertainya. Nilai rasa dalam ujaran kebencian dalam disfemisme diklasifikasikan menjadi 3 jenis yakni pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong dan memprovokasi.

Page 9 of 17 | Total Record : 164