cover
Contact Name
Darul Prayogo
Contact Email
darul@pip-semarang.ac.id
Phone
+6285640691182
Journal Mail Official
ijpsm@pip-semarang.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.pip-semarang.ac.id/ijpsm/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Port and Shipping Management
ISSN : -     EISSN : 30639301     DOI : https://doi.org/10.46484/ijpsm.v1i2
The Indonesian Journal of Port and Shipping Management, hosted by the Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, focuses on topics related to maritime logistics, port operations, and shipping management, reflecting Indonesia’s position as a major maritime nation. The journal emphasizes research that enhances operational efficiency, policy insights, safety, and sustainability in port and shipping industries. It serves as a platform for academic and industry professionals to share knowledge about optimizing maritime transport systems, infrastructure management, and environmental strategies in shipping. This journal primarily aims to advance research and practical applications relevant to the Indonesian maritime sector, which plays a critical role in the region’s economy and trade routes
Articles 22 Documents
Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Waktu Berlayar pada Operasional Kapal TB Marina 21 hernanda, arga isyraq; Amrullah , Yozar Firdaus; Ndori, Akhmad; Prasetya, Tri Budi
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 1 No 2 (2024): August Edition
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v1i2.822

Abstract

Bahan bakar dan waktu berlayar adalah suatu hal yang penting dalam divisi operasional untuk mencapai targetnya dalam kemajuan perusahaan. Dalam penggunaan bahan bakar dan waktu berlayar terkadang mengalami ketidaksesuaian dengan ketentuan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi bahan bakar dan waktu berlayar kemudian dampak apa yang dialami perusahaan dengan tidak tercapainya target tersebut dan upaya yang dilakukan perusahaan untuk mencapai target BBM dan waktu berlayar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber dan teknik. Kesimpulan dan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kurangnya SDM yang bertugas khusus untuk monitoring kapal, perawatan mesin kapal belum maksimal dan fasilitas untuk monitoring penggunaan BBM dan waktu berlayar belum memadai. Diperlukan evaluasi agar lebih diperhatikan perihal penggunaan BBM dan waktu berlayar. Dampak yang dialami dapat membuat penurunan pendapatan perusahaan akibat tidak tercapainya penggunaan BBM dan waktu berlayar. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kelebihan penggunaan BBM dan waktu berlayar ialah perusahaan memberikan penegasan kepada kru kapal dengan memberikan potongan bonus yang diberikan jika target tidak tercapai serta memberikan apresiasi kepada kru kapal jika target tersebut tercapai.
Pengaruh Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi dan Desentralisasi terhadap Kinerja Organisasi Desi Aryani, Agung Tri Prabowo, Dani Mustika Kurniawan
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 1 No 2 (2024): August Edition
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v1i2.880

Abstract

Perencanaan sistem informasi akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi yang dgunakan sebagai pengendalian organisasi yang perlu mendapatkan perhatian, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses keberhasilan kinerja sebuah organisasi. Salah satu fungsi dari sistem informasi akuntansi adalah menyediakan informasi penting untuk membantu manajer dalam mengendalikan aktivitasnya sehingga diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dengan sukses. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik sistem informasi akuntansi dan desentralisasi terhadap kinerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Penelitian ini akan menggunakan data survei yang dikumpulkan dari responden yang terlibat langsung dalam penggunaan dan pengelolaan SIA. Sampel yang digunakan adalah pegawai di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang terlibat dalam pengelolaan informasi akuntansi dan pelaksanaan desentralisasi. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi (SIA) dan desentralisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Karakteristik SIA yang baik, terutama dalam hal keakuratan dan ketepatan waktu, meningkatkan kinerja organisasi dengan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Desentralisasi, di sisi lain, juga berkontribusi positif terhadap kinerja organisasi dengan memberikan kewenangan lebih besar kepada unit daerah, memungkinkan mereka untuk merespons kebutuhan lokal secara lebih efisien. Penelitian ini juga menemukan keterkaitan bahwa desentralisasi berperan sebagai variabel moderasi, yang memperkuat hubungan antara karakteristik SIA dan kinerja organisasi. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas SIA dan penguatan desentralisasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi
Pengaruh Penggunaan Inaportnet Terhadap Efektivitas Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar Online Di KSOP Kelas IV Probolinggo Elisa, Elisa; Rahmawati, Maulidiah; Ratnaningsih, Dyah; Nofandi, Faris
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i1.801

Abstract

Evaluasi efektivitas penggunaan inaportnet merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa sistem ini berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran. Sebelum implementasi inaportnet di KSOP Kelas IV Probolinggo, pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar dilakukan secara manual, menghabiskan waktu dan biaya yang signifikan serta menyebabkan keterbatasan efisiensi dalam penanganan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan inaportnet terhadap efektivitas penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) online di KSOP Kelas IV Probolinggo serta mengetahui hambatan yang terjadi dalam proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) online di KSOP Kelas IV Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah keagenan kapal yang mengurus Surat Persetujuan Berlayar sebanyak 32 keagenan kapal dari 36 populasi keagenan kapal di wilayah kerja KSOP Kelas IV Probolinggo dan Paiton. Berdasarkan hasil penelitian melalui uji koefisien determinasi Nagelkerke menunjukkan bahwa penggunaan inaportnet memiliki pengaruh sebesar 0,726 yang menunjukkan hubungan kuat dan signifikan antara penggunaan inaportnet dan efektivitas penerbitan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar online. Dalam proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar online masih terdapat kendala seperti error sistem dari pusat, proses upload dokumen yang rumit, perbaikan sistem yang mendadak dan sistem yang tidak dapat membaca dokumen.
Pengaruh Implementasi International Ship and Port Facility Security Code Terhadap Tingkat Keamanan Operasional Di Terminal Khusus Semen Indonesia Group Adjie, Muhammad Bagas Giri Seno; Rahayu, Trisnowati; Nurdiansari, Henna; Putri, Indah Ayu Johana
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i1.811

Abstract

ISPS CODE adalah hukum internasional yang memberikan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan. ada kemungkinan terjadinya ancaman bahaya pada fasilitas pelabuhan dan kapal yang membuat meningkatnya security level pada Tersus Semen Indonesia Group interpretasi masing ISPS Code menjadi berbeda-beda di berbagai daerah berdasarkan kemampuan mereka di bidang-bidang yang tergolong faktor internal yaitu kualitas sumber daya manusia dan minimnya kelengkapan fasilitas serta peralatan di kapal dan pelabuhan.Penelitian ini memiliki tujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh implementasi penerapan ISPS Code terhadap tingkat keamanan operasional di Terminal Khusus Semen Indonesia Group.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada KSOP Kelas III Tanjung Pakis pada wilayah kerja Djenu khususnya Terminal Khusus Semen Indonesia Group dalam jangka waktu selama 1,5 tahun. populasi yang ditetapkan adalah pegawai KSOP Kelas III Tanjung Pakis Wilayah kerja Djenu dan Pekerja pada Terminal Khusus Semen Indonesia Group dengan sampel yang di tentukan sejumlah 50 orang. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner, observasi dan studi pustaka dengan Teknik analisis data yaitu Uji Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian ini untuk variabel Pengaruh ISPS CODE Terhadap Tingkat keamanan operasional memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan besar pengaruhnya 45%. Adapun identifikasi bahaya dengan resiko yang paling tinggi yaitu kebakaran di area pelabuhan dengan L (Likelihood) 3,C (Consequences) 4 dengan Risk Rating ekstrim.
Analisis Terjadinya Loading Rate Rendah di MV Victoria I Pada Saat Pemuatan Batu Bara Maulana, Rizal Arya; Amrullah, Yozar Firdaus; Narto, Amad
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i1.831

Abstract

Pemuatan batu bara merupakan kegiatan yang banyak dilakukan di loading point, salah satunya adalah di loading point Muara Berau Anchorage yang terletak pada Provinsi Kalimantan Timur. Pemuatan batu bara di MV Victoria I yang mengalami kerendahan loading rate sehingga mengakibatkan pengiriman muatan batu bara menuju pelabuhan selanjutnya tidak selesai dengan cepat dan berjalan dengan lambat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan dampak apa saja yang mempengaruhi rendahnya loading rate pemuatan batu bara serta upaya yang dilakukan agar loading rate terpenuhi pada MV Victoria I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yaitu menguraikan data secara naratif dengan mendeskripsikan proses yang terjadi di dalam penelitian menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama melakukan penelitian dengan berbagai narasumber yang terkait seperti Mualim 1, Foreman, dan Staf Operasional PT IDT Trans Agency Samarinda. Data kemudian dianalisis dengan berbagai teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, data tersebut diuji keabsahannya dengan sistem triangulasi. Penelitian ini menghasilkan faktor yang menyebabkan rendahnya loading rate yaitu pada salah satu derek kapal yang rusak yaitu derek kapal nomor 2 dan peralatan bongkar muat berupa derek kapal yang harus dioperasikan secara perlahan. Dampak yang ditimbulkan yaitu terlambatnya pengiriman muatan batu bara di pelabuhan selanjutnya dan kerugian bagi berbagai pihak. Lalu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perawatan kapal secara teratur dan menyediakan suku cadang peralatan bongkar muat yang lengkap di kapal.
Penyelesaian Klaim Slow Speed & Over Bunker Pada MT Gas Komodo Di PT Buana Lintas Lautan tbk Fefant, Maretta Dwiandini; Sari , Latifa Ika; Utari, Riyadini
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i1.834

Abstract

Kapal sebagai armada yang mengangkut barang untuk sampai ke tempat atau pelabuhan tujuan dengan lancar dan sesuai dengan waktu yang diperkirakan. Keterlambatan berlayar dapat terjadi jika pengiriman barang tidak dilakukan secara maksimal sehingga dapat berdampak pada penggunaan bahan bakar serta kecepatan laju kapal yang telah disepakati dalam kontrak, kedua hal ini disebut sebagai kasus slow speed and over bunker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab serta proses penyelesaian klaim slow speed & over bunker pada kapal charter MT Gas Komodo di PT Buana Lintas Lautan Tbk. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi (triangulasi) dalam pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji keabsahan data dengan mengecek melalui beberapa sumber data seperti melakukan wawancara dengan tiga narasumber yaitu staff compliance, staff operation, dan staff chartering PT Buana Lintas Lautan Tbk. Peneliti melakukan teknis analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penyebab terjadinya klaim slow speed & over bunker pada MT Gas Komodo di PT Buana Lintas Lautan Tbk adalah cuaca buruk. Kondisi cuaca mengakibatkan kapal mengalami keterlambatan pada saat kedatangan di pelabuhan tujuan. Hal tersebut menyebabkan kapal harus melakukan penurunan kecepatan (slow speed) yang mengakibatkan dampak juga terhadap pemakaian bunker yang berlebih (over bunker). Langkah-langkah penyelesaian klaim slow speed and over bunker pada MT Gas Komodo di PT Buana Lintas Lautan Tbk yaitu tahap menerima pemberitahuan klaim dan memberikan respon atas pemberitahuan klaim dari perusahaan, melakukan cek kesesuaian data pada kalkulasi klaim, pengecekan data cuaca melalui instansi BMKG, tahap akhir yaitu konfirmasi pembatalan klaim oleh pencharter kapal
Peran PT Wasaka Samudera Karya Dalam Pelayanan Jasa Keagenan kapal Pradana, Muhamad Rafli; Amrullah, Yozar Firdaus; Choeroni, Muhammad
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i1.852

Abstract

PT Wasaka Samudera Karya adalah perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang keagenan kapal. Pelayanan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan ini adalah pengurusan kedatangan dan keberangkatan kapal (clearance in dan clearance out), sandar dan lepas kapal, pengurusan dokumen, pengurusan sign on dan sign off awak kapal dan mengurus segala kebutuhan kapal termasuk bahan bakar serta isi air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan jasa keagenan di PT Wasaka Samudera Karya dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh PT Wasaka Samudera Karya dalam meningkatkan pelayanan jasa keagenan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini adalah standar pelayanan jasa keagenan di PT Wasaka Samudera Karya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Pelayanan jasa keagenan PT Wasaka Samudera Karya pada saat proses clearance mengalami kehambatan. Upaya yang dilakukan PT. Wasaka Samudera Karya dalam meningkatkan pelayanan jasa keagenan adalah melakukan pengawasan dan arahan kepada staf operasional, melakukan sosialisasi dan briefing, melakukan komunikasi dengan pihak KSOP untuk mengetahui informasi tentang maintenance sistem inaportnet.
The Impact of Work Fatigue on Incident Risk in the Ship Crew Ananda, Vemas Risky; Anita, Kristin; Prasetya, Tri Budi
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 2 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i2.1124

Abstract

Occupational fatigue is a significant factor that increases the risk of accidents in the shipping industry, especially for crew members working under high stress and strenuous operational conditions. Several incidents, such as crew members falling into the water and fingers being pinched in barge bolder, demonstrate the link between fatigue and occupational risk. This study aims to identify the causes of fatigue in ship crew, its impact on work safety, and prevention efforts in the ship’s operational environment. The research method used is descriptive qualitative method to determine the impact of fatigue on the risk of incidents on ship crews. This research uses data collection techniques with observation, documentation, interviews with safety officers, crew, and ship captains and literature studies. Data analysis is carried out through several stages, such as data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. For validity, researchers use triangulation of sources and triangulation of techniques so that the data is declared valid. The results of the study indicate that work fatigue in the crew of PT Dian Ciptamas Agung is influenced by irregular working hours, lack of adequate rest time, and high workload pressure. These conditions contribute to the increasing risk of incidents on board. To overcome this, systematic steps are needed by the company such as rearranging work schedules and rest times, providing safety training for crew, and monitoring work duration. Evaluation and strengthening of fatigue management policies are key to efforts to minimize the risk of incidents on an ongoing basis.
Optimalisasi Operasional Tol Laut dalam Pemenuhan Muatan dalam Palka Kapal Milik PT Meratus Line Surabaya Nala Inayatuz Zaid; Wahyuni, Okvita; Prasetya, Tri Budi; Hartoyo, Hartoyo
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 2 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i2.1258

Abstract

The implementation of the sea toll program is carried out by PT Meratus Line as the ship operator. Cargo transportation to Kupang has not been in accordance with the designated slot allocation. This has resulted in inflated Terminal Handling Charges (THC), blank sailings, and complaints from other companies. This study aims to: determine the sea toll load requirements based on Government Regulations, determine the impacts that will occur if sea toll load requirements are not met, and identify strategies for maximizing sea toll load capacity. This study uses a qualitative research method with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and literature review. The selected data is then analyzed using the Miles and Huberman theory. The research revealed that the reason for the suboptimal sea toll cargo in the hold was due to the unpreparedness of sea toll cargo and replacement cargo, and a lack of coordination with customers and the terminal. Operations and customer service should recheck and coordinate regarding the condition of the vessel and cargo readiness to avoid empty cargo. Futhermore, the company should provide privileges to customers with fixed shipping schedules.
Analysis of Factors Causing Delays in Coal Loading on the MV TAI SPRING Due to Fire in the Cargo Suryadi, Awel; Hidayat, Syaefulah; Prasetiawan, Andi; Kurniawan, Iwan
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 2 No 2 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v2i2.1197

Abstract

Coal cargo fire during the loading process is very dangerous and detrimental to various parties involved. In Indonesia, one of the incidents of coal cargo fire occurred during the loading process of MV TAI SPRING located in Muara Jawa, Kutai Kartanegara, East Kalimantan, causing delays in scheduled loading and causing losses to several parties involved. The research was conducted using a descriptive qualitative method with primary and secondary data collection through observation, interviews, documentation, and literature studies. Data analysis used the Miles and Huberman technique, then supplemented with the Fishbone technique and data validity by triangulation. The results of the study showed that the fire in the cargo was caused by the cargo owner who during loading on the MV TAI SPRING had not implemented periodic cargo temperature checks, environmental conditions that had weather according to tropical conditions were balanced by open coal loading conditions that allowed the cargo to be exposed to direct sunlight. The impact of loading delays due to fires in the cargo includes delays in the loading process due to efforts to extinguish the fire, additional costs to the PBM, delays in processing administrative documents due to late loading, and additional logistics costs for large vessels. Therefore, efforts to extinguish fires in the cargo are necessary by using a bulldozer to cool down the cargo.

Page 2 of 3 | Total Record : 22