cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6282173060361
Journal Mail Official
jurnal.gsp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bhakti Abri, Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Media and Communication
ISSN : -     EISSN : 30639581     DOI : https://doi.org/10.62379/jmc
Journal of Media and Communication - JMC ( E-ISSN : 3063-9581) published by Global Sciences Publishers is an international, peer-reviewed, and interdisciplinary journal devoted to the study of media and communication with Asian focuses and perspectives. We aim to promote and disseminate high-quality scholarships on media and communication studies, both empirical and theoretical, in and on the Asia-Pacific region and among Asian communities worldwide.
Articles 108 Documents
Komunikasi Persuasif Tim Business Development dalam Membangun Kepercayaan Titip Kunci Pemilik Apartemen di Jendela360 Al Satria Diah; Euis Heryati; Fajarina .; Agus Firmansyah
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana tim business development (BD) Jendela360 membangun kepercayaan pemilik apartemen dalam layanan titip kunci. Penelitian ini merespons kesenjangan antara jumlah Leads yang masuk dan unit yang berhasil mencapai tahap penitipan kunci pada Kuartal III 2025. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus dalam paradigma post positivisme, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga anggota BD, satu manajer BD, dan tiga pemilik apartemen, didukung observasi non partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, diperkuat triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif BD terlihat melalui kredibilitas sumber yang dibangun melalui tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu expertise, trustworthiness, dan goodwill, yang dinilai pemilik secara bertahap ketika menerima informasi, mengajukan pertanyaan, menyampaikan kekhawatiran, dan mengamati respons BD. Fungsi sikap pemilik berupa pertimbangan utilitarian, knowledge, dan ego defensive membantu menjelaskan apa yang dipertimbangkan pemilik saat menerima pesan persuasif, dan unsur komunikasi interpersonal berupa keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, dan kesetaraan menggambarkan kredibilitas tersebut terbentuk. Penelitian ini juga menemukan hambatan psikologis, perseptual, dan informasional yang terbukti dikelola melalui ketiga dimensi kredibilitas yang sama. Kepercayaan berkembang secara bertahap seiring pemilik menilai informasi, konsistensi respons, kredibilitas komunikator, dan pengalaman mereka secara keseluruhan selama interaksi.
Meme Budaya Populer sebagai Alat Kritik Sosial: Analisis Semiotika terhadap Konten Komedi Politik di Platform X (Twitter) Akmal Hasan Soleh; Muhamad Ikbal
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penyebaran isu sosial-politik melalui meme humor di X (Twitter) dan Instagram menghadirkan bentuk baru dalam penyampaian kritik sosial. Namun, pengemasan pesan politik secara humor juga dapat mengaburkan batas antara kritik sosial, satire, dan disinformasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi meme budaya populer sebagai alat kritik sosial dalam konten komedi politik di X (Twitter). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap unsur visual, teks, simbol, serta representasi humor dalam meme untuk mengidentifikasi makna sosial-politik yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme politik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian kritik terhadap realitas sosial dan politik. Humor, ironi, satire, dan referensi budaya populer digunakan untuk menyampaikan kritik secara ringan dan tidak langsung. Di sisi lain, penyederhanaan pesan dapat menimbulkan beragam interpretasi dan berpotensi memunculkan disinformasi. Dengan demikian, meme politik dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi digital yang memiliki peran penting dalam membentuk cara masyarakat memahami dan merespons isu sosial-politik kontemporer.
Representasi Fase Five Stages Of Grief Dalam Lirik Lagu One More Light Karya Linkin Park: Analisis Semiotika Roland Barthes Sarah Wahyu Meylani; Herlambang Jati Kusumo; Rinta Arina Manasikana
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Music serves as a communication medium capable of representing emotional experiences, including the grieving process following loss. This study aims to analyze the representation of the Five Stages of Grief in the lyrics of One More Light by Linkin Park using Roland Barthes semiotic analysis. A qualitative approach was employed, applying Barthes three levels of signification: denotation, connotation, and myth. The data consisted of the song lyrics, which were interpreted through the framework of Elisabeth Kübler-Ross's Five Stages of Grief theory. The findings reveal that the lyrics represent four stages of grief: denial, bargaining, anger, depression, and acceptance. Among these, depression is the most dominant stage, reflected through expressions of sorrow, longing, memories, and emotional emptiness after loss. At the level of myth, the song conveys a humanistic ideology that every human life is valuable, loss is a universal human experience, and empathy is an essential value in supporting those who are grieving. These findings demonstrate that song lyrics function not only as artistic expression but also as a medium for communicating emotional support and the meaning of loss.
Integrated Marketing Communication (IMC) sebagai Strategi dalam Membangun Brand Awareness Kulumanu Kopi Rizki Alamsyah; Legisan S Samtafsir; Euis Heryati; Syurya Muhammad Nur
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan industri kedai kopi yang semakin kompetitif menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang mampu membangun brand awareness secara efektif. Bagi usaha kopi lokal, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi agar mampu menciptakan pengalaman merek yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kulumanu Kopi membangun brand awareness, mendeskripsikan implementasi Integrated Marketing Communication (IMC), serta mengevaluasi efektivitas strategi IMC dalam membangun brand awareness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik, manajer pemasaran, manajer operasional, serta konsumen Kulumanu Kopi sebagai unit analisis penelitian. Pemilihan informan dilakukan secara purposive, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kulumanu Kopi menerapkan strategi IMC secara terintegrasi melalui media sosial, event marketing, promosi penjualan, electronic word of mouth (e-WOM), interaksi langsung dengan pelanggan, serta konsistensi identitas merek pada seluruh titik kontak komunikasi. Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi saluran yang paling efektif dalam meningkatkan jangkauan dan keterlibatan konsumen, sementara pengalaman positif pelanggan mendorong terbentuknya e-WOM yang memperkuat pengenalan merek. Integrasi komunikasi online dan offline yang konsisten menghasilkan peningkatan brand recognition dan brand recall, sehingga strategi IMC yang diterapkan terbukti efektif dalam membangun brand awareness Kulumanu Kopi di kalangan target konsumennya.
Analisis Semiotika John Fiske pada Lirik dan Video Klip Lagu Mangu Karya Fourtwnty ft. Charita Utami Rizta Febrinatasya; Meiyanti Nurchaerani; Paundra Jhalugilang; Agus Firmansyah
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jmc.v3i1.1799

Abstract

This study aims to analyze the intercultural communication methods found in the lyrics and video clip of the song Mangu by Fourtwnty ft. Charita Utami using John Fiske's semiotic analysis. The song "Mangu" was chosen because it tells the story of a relationship between two people with different beliefs, which creates conflict and confusion within them, and conveys various cultural meanings through words and actions. This study used a descriptive qualitative approach and collected data by recording the song's lyrics and scenes in the video clip on YouTube. The analysis was conducted based on John Fiske's three levels of understanding: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. The results show that at the level of reality, intercultural communication is visible through facial expressions, hand gestures, clothing, the setting, and the use of language in the lyrics, which demonstrates the problems arising from differences in beliefs. In terms of representation, the use of cinematographic techniques, image composition, lighting, color, and the harmony of the lyrics with the visuals reinforce the meaning of inner conflict, loss, and the difficulty of reconciling cultural differences. Meanwhile, at the ideological level, there are depictions of pluralism, tolerance, humanitarian values, and respect for diversity, demonstrating that cultural and belief differences can be challenging in human relationships but must be faced with mutual respect. This research is expected to contribute to the study of media semiotics, particularly in understanding how intercultural communication is conveyed through music and video clips as forms of mass communication.
Publikasi Digital dan Citra Perusahaan: Menelusuri Jejak Kampanye Circular Economy Le Minerale di Kalangan Siswa SMA Jakarta Timur Soni Dewantoro
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jmc.v3i1.1800

Abstract

Sustainability campaigns have become a fixture on corporate social media feeds, and Le Minerale's circular economy movement under the #JadiBaruLagi banner is one example. Yet a crowded feed does not automatically translate into a lasting impression, and that gap is what this study set out to test empirically. The aim was straightforward, to measure whether the digital publication of Le Minerale's Circular Economy Campaign actually shapes corporate image among students of SMAN 59 East Jakarta aged 15 to 18. A quantitative survey approach was used, drawing 261 respondents through the Slovin formula from a population of 750 students, with proportionate stratified random sampling by grade level. Data were gathered through a 1 to 5 Likert scale questionnaire and processed using validity, reliability, classical assumption, and simple linear regression tests in SPSS. The results turned out rather surprising against the study's initial expectation. Descriptively, all twenty items across both variables received positive responses, with not a single respondent choosing disagree or strongly disagree. Once tested through regression, however, the t value reached only 0.866 with a significance of 0.387, well above the 0.05 threshold, so H0 was accepted and H1 rejected. The R Square obtained was merely 0.003, meaning Digital Publication barely explained any variation in Corporate Image at all. The reliability test likewise showed a Cronbach's Alpha far below acceptable standards, even turning negative for the Digital Publication variable. These findings suggest that a positive surface impression in descriptive data does not automatically indicate a statistically robust causal relationship, pointing instead toward an overly narrow data variance as the likely cause, rather than a failure of the conceptual framework itself.
Pengaruh Kualitas Konten dan Engagement Konten pada Akun TikTok @nannaa.13 terhadap Keputusan Pembelian Hijab Seventeenstore15 Aenun Nadiroh; Juandanilsyah .; Willy Purna Samadhi; Paundra Jhalugilang
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok berkembang menjadi media komunikasi pemasaran strategis yang memungkinkan kreator dan pelaku usaha membangun hubungan personal dengan konsumen. Namun, tingginya interaksi audiens tidak selalu berujung pada keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas konten dan engagement konten pada akun TikTok @nannaa._13 terhadap keputusan pembelian hijab Seventeenstore15, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan paradigma positivistik, pendekatan kuantitatif eksplanatori, dan metode survei. Unit analisisnya adalah individu, yaitu pengikut perempuan akun @nannaa._13 yang berusia minimal 18 tahun dan pernah melihat konten hijab Seventeenstore15. Dari populasi 2.863 pengikut, sebanyak 70 responden dipilih melalui non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert empat poin, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur ilmiah dan dokumentasi akun. Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 32 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan bahwa kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (B=0,172; β=0,302; t=2,628; p=0,011). Engagement konten juga berpengaruh positif dan signifikan (B=0,316; β=0,484; t=4,207; p<0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F=37,041; p<0,001) dan menjelaskan 52,5% variasi keputusan pembelian. Temuan ini memperkuat model AISAS karena kualitas pesan membentuk perhatian, ketertarikan, dan pencarian informasi, sedangkan engagement memperkuat pencarian, tindakan, serta berbagi pengalaman. Seventeenstore15 direkomendasikan mempertahankan konten yang informatif, relevan, dan menarik secara visual, sedangkan @nannaa._13 perlu meningkatkan komunikasi interaktif melalui balasan komentar, sesi tanya jawab, dan konten partisipatif untuk memperkuat kepercayaan serta mendorong pembelian.
Strategi Public Relations dalam Tahapan Penanganan Keluhan Pasien di Rumah Sakit Harum Jakarta Timur Fidel Aristo Malikul Alam; Salman Salman
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan keluhan pasien merupakan salah satu elemen penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Harum, yang merupakan rumah sakit swasta dengan akreditasi paripurna, menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keluhan pasien. Keluhan tersebut dapat mencakup berbagai aspek pelayanan, baik medis maupun non-medis, dan berpotensi mempengaruhi citra rumah sakit serta tingkat kepuasan pasien. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi komunikasi humas yang diterapkan oleh Rumah Sakit Harum dalam penanganan keluhan pasien. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh rumah sakit dalam menerapkan strategi penanganan keluhan pasien dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan informan utama, yaitu Kepala Bagian Humas, staf humas, dan pasien yang mengajukan keluhan. Observasi dilakukan untuk mempelajari dinamika interaksi antara pasien dan pihak rumah sakit, terutama dalam proses penanganan keluhan. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tambahan terkait dengan kebijakan dan prosedur yang diterapkan rumah sakit dalam menangani keluhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Harum telah menerapkan berbagai strategi komunikasi humas dalam menangani keluhan pasien, yang melibatkan penggunaan platform komunikasi manual dan digital, seperti WhatsApp, Google Review, dan website rumah sakit.
Strategi Komunikasi Pemasaran Akun @glad2glow dalam Menarik Minat Beli Pelanggan (Studi Kasus Instagram @glad2glow) Tiara Intan Saputri; Safiani A. Faaroek; Fajarina Fajarina; Yumelda Sari
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram @glad2glow dalam menarik minat beli pelanggan. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana konten visual, interaksi digital, dan narasi komunikasi yang disajikan mampu memengaruhi ketertarikan serta keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan berlandaskan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sebagai hasil konstruksi sosial melalui interaksi dan pemaknaan individu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap konten Instagram @glad2glow, wawancara dengan informan terkait, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang efektif dalam menarik minat beli pelanggan dilakukan melalui pemanfaatan konten visual yang menarik, penyampaian pesan berbasis storytelling, serta penggunaan fitur interaktif seperti komentar, likes, dan direct message untuk membangun kedekatan dengan audiens. Selain itu, konsistensi dalam penyampaian pesan, identitas visual yang kuat, serta konten yang informatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens terbukti mampu meningkatkan engagement sekaligus mendorong minat beli pelanggan. Interaksi yang aktif dan pendekatan komunikasi yang personal juga berperan dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap merek. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran yang signifikan dalam menarik minat beli pelanggan apabila dimanfaatkan secara strategis melalui konten kreatif, interaksi yang intensif, serta komunikasi yang autentik dan berorientasi pada kebutuhan audiens.
Pengaruh Kredibilitas Influencer TikTok Perut Kram dan Brand image Produk ACMIC terhadap Minat Beli pada Followers Akun TikTok Perut Kram di Kalangan Gen Z Muhammad Daffa Satria
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran melalui penggunaan influencer sebagai penyampai pesan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas influencer dan brand image produk ACMIC terhadap minat beli followers akun TikTok Perut Kram pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05, sedangkan brand image juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05. Secara simultan, kredibilitas influencer dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai signifikansi < 0,001. Selain itu, brand image merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi minat beli. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara kredibilitas influencer dan citra merek yang kuat dapat meningkatkan minat beli konsumen Generasi Z terhadap produk ACMIC di platform TikTok.

Page 10 of 11 | Total Record : 108