cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Studi Efek Anti-Aging Resveratrol pada Caenorhabditis elegans yang Diinduksi Penuaan dengan Ultraviolet B dan Iskemia-Reperfusi : Study on the Anti-Aging Activity of Resveratrol on Ultraviolet B- and Ischemia-Reperfusion-induced Aging in Caenorhabditis elegans Siswanto, Ferbian Milas
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2265

Abstract

Resveratrol (RSV) is a polyphenol with potent antioxidant activity and is abundant in fruits. There has been a lot of scientific evidence regarding the anti-aging effect of RSV. Aging can be induced by UV-B and ischemia-reperfusion (I/R) due to the production of reactive oxygen species (ROS) and oxidative stress. This study aimed to test the anti-aging activity of RSV on UV-B- and I/R-induced Caenorhabditis elegans. The results showed that UV-B and I/R reduced the healthspan (pharyngeal pumping rate) and shorten the lifespan of wild-type worms. RSV ameliorated the aging phenotypes induced by UV-B and I/R. Anti-aging activities of RSV were not observed in skn-1 loss-of-function strain, indicating the critical involvement of SKN-1 in the mechanism of action of RSV. The expression of the putative SKN-1 target gene, gcs-1, indicated that RSV activated the SKN-1 pathway. It can be concluded that resveratrol can prevent aging due to extrinsic factors through SKN-1. Keywords:          anti-aging, ischemia-reperfusion, resveratrol, oxidative stress, ultraviolet B   Abstrak Resveratrol (RSV) adalah polifenol dengan aktivitas antioksidan yang tinggi dan banyak ditemukan pada buah-buahan. Telah banyak bukti ilmiah mengenai efek anti-aging dari RSV. Penuaan dapat diinduksi oleh sinar UV-B dan iskemia-reperfusi (I/R) karena produksi reactive oxygen species (ROS) dan menyebabkan stres oksidatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek anti-aging RSV pada nematoda Caenorhabditis elegans yang diinduksi sinar UV-B dan I/R. Hasil menunjukkan bahwa paparan sinar UV-B dan perlakuan I/R dapat menurunkan healthspan (laju pompa faring) dan memperpendek lifespan dari nematoda C. elegans strain wild-type. Pemberian RSV dapat meningkatkan rerata healthspan dan median lifespan pada nematoda yang diinduksi UV dan I/R. Efek ini tidak teramati pada strain skn-1 (loss-of-function mutant), yang mengindikasikan pentingnya SKN-1 dalam mekanisme kerja RSV. Pemeriksaan ekspresi gen gcs-1, target gen utama dari SKN-1, mengindikasikan bahwa RSV dapat mengaktifkan jalur SKN-1. Dapat disimpulkan bahwa resveratrol dapat mencegah penuaan akibat faktor ekstrinsik melalui SKN-1. Kata Kunci:         anti-aging, iskemia-reperfusi, resveratrol, stress oksidatif, ultraviolet B
Pengembangan Eksipien Cetak Langsung dari Crosslinked Pati Buah Pisang Kepok dengan Silicon Dioxide Menggunakan Teknik Coprocessing: Development of Direct Compression Excipient from Crosslinked Kepok Banana Starch with Silicon Dioxide Using Coprocessing Techniques Rahmawati, Tias Eka; Siswanto, Agus; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2284

Abstract

This research aims to create and evaluate the crosslink coprocess of Kepok banana starch with silica dioxide as an additional material for making tablets using the direct compression method. Coprocessing is carried out using the coprecipitation method of silica on the surface of starch that has been crosslinked with sodium tripolyphosphate. Coprocesses were evaluated based on solubility characteristics, swelling power, angle of repose, Hausner ratio, compressibility index, FTIR, and SEM microscopy. The starch-silica coprocess showed better flow properties and compressibility compared to other frequently used super disintegrants. FTIR showed that there was no chemical reaction between the two starch and silica materials during the coprecipitation process. Coprocess crosslink kepok banana starch can be used as an excipient for making tablets using the direct compression method because it has better flow properties and a compressibility index. Keywords:          Banana Starch, Coprocess, Crosslink starch, Silicon dioxide   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan melakukan evaluasi coproses crosslink pati buah pisang kepok dengan silika dioxide sebagai eksipien pembuatan tablet dengan metode cetak langsung. Pembuatan coprosess dilakukan dengan metode kopresipitasi silika pada permukaan pati yang sudah di crosslink dengan sodium tripoluphospate. Coprosess dievaluasi berdasarkan karakteristik kelarutan, daya pengembangan, sudut diam, rasio hausner, indeks kompresibilitas, FTIR dan mikroskop SEM. Coprocess pati-silika menunjukkan sifat alir dan kompresibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan superdisintegran lain yang sering digunakan. FTIR menunjukkan tidak ada reaksi kimia antara kedua bahan pati dan silika selama proses kopresipitasi. Coprosess crosslink pati buah pisang kepok dapat digunakan sebagai eksipien pembuatan tablet dengan metode kempa langsung karena memiliki sifat alir dan indeks kompresibilitas yang lebih baik. Kata Kunci:         Coprocess, Pati buah pisang, Pati ikat silang, Silicon dioxide
Studi Molecular Docking dan Farmakoinformatika Senyawa Kurkumin dan Arturmeron pada Tumbuhan Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Sebagai Antihipertensi: Molecular Docking and Pharmacoinformatics Study of Curcumin and Arturmeron Compounds in Turmeric Plants (Curcuma Longa Linn.) as Antihypertensive Agustian, Dede Rahman; Syafrizayanti, Syafrizayanti; Alfath, Yuma Nur; Riga, Riga; Kusnanda, Arif Juliari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2287

Abstract

Content Angiotensin Converting Enzyme (ACE) is an enzyme that is able to convert the peptide angiotensin 1 into angiotensin 2 which plays a role in the process that causes hypertension. Curcumin and artumeron are a group of chemical compounds that are widely contained in the turmeric plant (Curcuma Longa Linn.) which are reported to have the potential to inhibit ACE in vitro. The aim of this research is to predict the binding interactions of the curcumin and artumeron compound groups with the amino acids in ACE and using the native ligand captopril as the standard ligand. The method used was pharmacokinetic screening of active compounds in the curcumin and artumeron groups using ADMET predictions, Lipinski Rule of five and molecular docking simulations with the MOE program. Based on the results of screening and molecular docking simulations, it shows that the curcumin compound can bind to the ACE enzyme with a binding affinity of -6.032 kcal.mol-1 with a binding site with the amino acid Leu 342 better than captopril which has a binding affinity value of 4.427 kcal.mol-1 with binding sites with the amino acids Glu 342, Pro 344 and Thr 345. These results showed the curcumin compound potential used as a candidate for natural ingredients in antihypertensive treatment because according to in silico predictions it has abilities that are not much different from captopril. Keywords:          ACE, antihypertensive, in silico, Curcuma Longa Linn.   Abstrak Angiotensin Converting Enzyme (ACE) merupakan enzim yang mampu merubah peptida angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 yang berperan dalam proses penyebab hipertensi. Senyawa kurkumin dan artumeron merupakan golnngan senyawa kimia yang banyak terkandung dalam tumbuhan Kunyit (Curcuma Longa Linn.) dilaporkan mempunyai potensi dalam menghambat ACE secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk prediksi interaksi penambatan golongan senyawa kurkumin dan artumeron  dengan asam-asam amino pada ACE dan menggunakan ligan native kaptopril sebagai ligan standarnya. Metode yang digunakan berupa skrining senyawa aktif golongan kurkumin dan artumeron secara farmakokinetika dengan prediksi ADMET, Lipinski Rule of Five dan simulasi penambatan molekul dengan program MOE. Berdasarkan hasil skrining dan simulasi penambatan molekul menunjukkan bahwa senyawa curcumin dapat berikatan dengan enzim ACE dengan afinitas pengikatan sebesar -6,032 kcal.mol-1 dengan situs pengikatan dengan asam amino Leu 342 lebih baik dibandingkan dengan captopril yang mempunyai nilai afinitas pengikatan sebesar 4,427 kcal.mol-1 dengan situs pengikatan dengan asam amino Glu 342, Pro 344 dan Thr 345. Hasil ini menunjukkan senyawa curcumin  dapat dijadikan sebagai kandidat bahan alami dalam pengobatan antihipertensi karena secara prediksi in silico memiliki kemampuan yang tidak berbeda jauh dengan kaptopril. Kata Kunci:         ACE, antihipertensi, in silico, Curcuma Longa Linn.
Efek Penambahan Kolesterol dan Tween 80 terhadap Karakteristik dan Stabilitas Fisik Liposom Hydrolyzed Collagen: The Effect of Adding Cholesterol and Tween 80 on the Physical Characteristics and Stability of Hydrolyzed Collagen Liposomes Amilia, Alya Nur; Rosita, Noorma; Yusuf, Helmy
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2291

Abstract

Hydrolyzed collagen (HC) exhibits excellent anti-aging activity, but when applied topically, it faces limitations related to its physicochemical properties and low permeability to penetrate the skin. A system like liposomes is required. With the addition of cholesterol and Tween 80 surfactant to the liposome formulation, it is anticipated to enhance the characteristics and stability of the system in various combination ratios of Soy phosphatidylcholine: cholesterol: Tween 80, namely (F1= 4: 2: 1), (F2= 4: 1: 1), and (F3= 4: 1: 2). Characterization test results indicate that formula F3 exhibits the best characteristics, with respective values for particle size, PDI, zeta potential, and %EE being 63.26nm ± 0.73; 0.182 ± 0.011; 2.5mV ± 0.1; and 85.54% ± 0.20. Real-time stability test results, analyzed statistically using a Paired T-test, yield p-values for all three formulas (Sig 2-tailed) < 0.05, signifying a significant difference. Formula F2 demonstrates the smallest differences in particle size reduction and %EE. Hence, it can be observed that F2 stands out as the formula with the best characteristics and stability compared to F1 and F3. Keywords:          Characteristics; hydrolyzed collagen; liposomes; cholesterol; Tween 80   Abstrak Hydrolized Collagen (HC) memiliki aktivitas anti-aging yang sangat baik, namum secara topikal memiliki keterbatasan terkait sifat fisika kimia dan permeabilitasnya yang rendah untuk menembus kulit. Dibutuhkan suatu sistem seperti liposom. Dengan penambahan kolesterol dan surfaktan Tween 80 ke dalam formulasi liposom diharapkan akan meningkatkan karakteristik dan stabilitas sistem dalam beberapa perbandingan kombinasi formula Soy phospatidylcholine:  kolesterol: Tween 80 yaitu (F1= 4: 2: 1), (F2= 4: 1: 1), dan (F3= 4: 1: 2). Hasil uji karakteristik menunjukkan formula F3 memiliki karakteristik terbaik dengan nilai ukuran partikel, PDI, zeta potensial, dan %EE secara berturut-turut 63,26nm ± 0,73; 0,182 ± 0,011; 2,5mV ± 0,1; dan 85,54% ± 0,20. Hasil uji stabilitas real-time menunjukkan hasil analisis statistik menggunakan Paired T-test diperoleh p-value ketiga formula yaitu Sig (2- tailed) < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dan formula F2 yang memiliki selisih penurunan ukuran partikel dan %EE terkecil. Sehingga, dapat dilihat bahwa F2 merupakan formula yang memiliki karakteristik dan stabilitas paling baik dibandingkan dengan F1 dan F3. Kata Kunci:         Karakteristik; hydrolized collagen; liposom; kolesterol; tween 80
Formulasi Essence Sheet Mask Kombinasi Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L.) dan Madu Trigona sp. Sebagai Anti-Acne: Formulation of Essence Sheet Mask Combination of Bidara Leaves Extract (Ziziphus Spina-Christi L.) and Trigona sp. Honey as Anti-Acne Agent Suwandi, Ahmad; Kustiawan, Paula Mariana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2292

Abstract

Bidara leaves contain secondary metabolite compounds such as saponins, tannins, alkaloids and flavonoids which have antibacterial activity. Apart from bidara leaves, another natural ingredient that has antibacterial activity is Trigona sp honey. The aim of this research is to create an essence sheet mask formulation combining bidara leaves extract and Trigona sp honey with FI (1%: 5%), FII (3%: 3%), FIII (5%: 1%). Then evaluation test was carried out: organoleptic (color, aroma, shape), homogeneity, pH, room temperature stability, viscosity, and antibacterial determination with Propionibacterium acnes. The results of pH measurements at FII and FIII showed stable results. The physical stability test of the essence preparation was stable in room temperature. Antibacterial activity test at FI 16.1 mm, FII 17.3 mm, and FIII 13.5 mm in the strong category. Essence sheet mask formulation blended with bidara leaves extract and Trigona sp honey is stable and has antibacterial activity against P. acnes.   Keywords:          Formulation, Bidara, Kelulut Honey, Mask, Anti-acne   Abstrak Daun bidara mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Selain daun bidara bahan alam lain yang memiliki aktivitas antibakteri adalah madu Trigona sp. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi essence sheet mask kombinasi ekstrak daun bidara dan madu Trigona sp. dengan FI (1%:5%), FII (3%:3%), FIII (5%:1%). Kemudian dilakukan evaluasi sediaan secara organoleptis (warna, aroma, bentuk), uji homogenitas, pH, stabilitas suhu ruang, viskositas, dan uji antibakteri dengan Propionibacterium acnes. Hasil pengukuran pH pada FII dan FIII menunjukkan hasil yang stabil. Hasil uji stabilitas fisik sediaan essence memenuhi syarat dalam penyimpanan suhu ruangan. Uji aktivitas antibakteri pada FI 16,1 mm, FII 17,3 mm, dan FIII 13,5 mm  dengan kategori kuat. Formulasi essence sheet mask blended ekstrak daun bidara dan madu Trigona sp. dapat diformulasikan menjadi sediaan essence sheet mask yang stabil dan memenuhi syarat serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap  P. acnes.   Kata Kunci:         Formulasi, Bidara, Madu kelulut, Masker, Anti-acne
Peningkatan Skala Sintesis Nanopartikel Gadolinium dengan Metode Hidrotermal sebagai Senyawa Pengontras MRI: Scaled-up Synthesis of Gadolinium Nanoparticles by Hydrothermal Method as MRI Contrast Agent Rahmani, Azmi Aulia; Fauzia, Retna Putri; Bahti, Husein Hernadi; Wyantuti, Santhy
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetic resonance imaging (MRI) has become one of the most powerful medical imaging techniques in the early diagnosis of diseases to reduce the high mortality of cancer. A contrast agent is required to enhance the contrast between the lesion tissue and healthy tissue. Gadolinium nanoparticles have been a development strategy for gadolinium chelate-based MRI contrast compounds. Nanoparticles offer several advantages such as lower toxicity and high stability, as well as allowing better control of surface properties and dose reduction to enhance contrast in MRI images. This study focuses on the scale-up of gadolinium nanoparticle synthesis by hydrothermal method based on previous optimised results. The gadolinium nanoparticles were coated with PEG polymer for the purpose of colloidal stability and good biocompatibility. The gadolinium nanoparticles shows a spherical with an average hydrodynamic diameter of 11.4 nm. Comprehensive characterisation was conducted to evaluate and confirm gadolinium nanoparticles can be used as candidate MRI contrast agents. Keywords:          Contrast Agent, Gadolinium Nanoparticle, PEG, and Scale-up   Abstrak Magnetic Resonance Imaging (MRI) menjadi salah satu pencitraan medis yang paling unggul dalam diagnosis dini penyakit guna menekan tingginya mortalitas akibat kanker. Senyawa pengontras diperlukan untuk meningkatkan kontras antara jaringan lesi dan jaringan sehat. Nanopartikel gadolinium telah menjadi strategi pengembangan senyawa pengontras MRI berbasis gadolinium kelat. Nanopartikel menawarkan beberapa keuntungan berupa toksisitas yang lebih rendah dan stabilitas yang tinggi, serta memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap sifat permukaan dan pengurangan dosis untuk meningkatkan kontras pada gambar MRI. Penelitian ini berfokus kepada peningkatan skala sintesis nanopartikel gadolinium dengan metode hidrotermal berdasarkan hasil optimal sebelumnya. Nanopartkel gadolinium dilapisi polimer PEG untuk keperluan stabilitas koloid dan biokompatibilitas yang baik. Nanopartikel gadolinium hasil sintesis berbentuk bulat dengan rata-rata diameter sebesar 11.4 nm. Karakterisasi komprehensif dilakukan untuk mengevaluasi dan memastikan nanopartikel gadolinium dapat digunakan sebagai kandidat senyawa pengontras MRI. Kata Kunci:         Senyawa Pengontras, Nanopartikel Gadolinium, PEG, dan Peningkatan Skala
Hubungan Pengukuran Antropometri Waist Height to Ratio sebagai Indikator Obesitas Terhadap Hipertensi pada Prajurit TNI di Satuan Operasional dan Non Operasional: Relationship of Anthropometric Measurement of Waist Height to Ratio as an Indicator of Obesity to Hypertension in TNI Soldiers in Operational and Non-Operational Units Aini, Fitria Nurul; Hayati, Taureni; Hanifah, Hanifah; Widuri, Lila Irawati Tjahjo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2299

Abstract

Obesity is a medical condition characterized by excessive body fat accumulation, which is a major risk factor for hypertension, heart disease, stroke, and diabetes. Waist Height to Ratio (WHtR) is an anthropometric indicator used to predict hypertension risk. This study analyzes the relationship between WHtR and hypertension in operational and non-operational military personnel. The observational analytic study uses a cross-sectional approach and a prospective research design, employing non-parametric tests like Pearson's Chi-Square and Fisher's Exact. With a simple random sampling technique, 74 subjects were selected. Results show a positive correlation between WHtR and hypertension in both groups, indicating that higher WHtR values increase hypertension risk. Fisher's Exact test yielded two-tailed p-value = 0.031 and one-tailed p-value = 0.022, both significant at < 0.05. The study concludes that there is a significant relationship between WHtR and hypertension. Keywords:          Obesity, Hypertension, Anthropometry, WHtR, TNI Soldiers   Abstrak Obesitas merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kelebihan akumulasi lemak tubuh. Kondisi ini salah satu faktor risiko utama hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Waist Height to Ratio (WHtR) salah satu indikator antropometri yang digunakan untuk memprediksi risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan WHtR sebagai indikator obesitas terhadap hipertensi pada prajurit TNI satuan operasional dan non operasional. Metode yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional dan rancangan penelitian prospektif dan menggunakan uji non-parametrik yaitu uji Chi Square Pearson dan Fisher’s Exact. Serta menggunakan teknik penelitian simple random sampling dengan jumlah sampel 74 subjek. Hasil penelitian terdapat korelasi positif antara pengukuran WHtR dengan hipertensi pada kedua satuan tersebut, sehingga menunjukkan nilai WHtR yang tinggi berbanding lurus dengan peningkatan risiko hipertensi. Pada Uji Fisher’s Exact didapatkan p-value (two-tailed) = 0,031, p-value (one-tailed) = 0,022 dengan nilai signifikan < 0,05. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara indikator WHtR terhadap hipertensi. Kata Kunci:         Obesitas, Hipertensi, Antropometri, WHtR, Prajurit TNI  
Uji Aktivitas Fibrinolitik Ekstrak dan Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) dengan Metode Clot Lysis: Test of the Fibrinolytic Activity of Kaffir Lime Leaves (Citrus hystrix) Extract and Fractions Using the Clot Lysis Method Wahyuningsih, Priskila; Indrayanti, Ana; Leviana, Fransiska
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2301

Abstract

Kaffir lime leaves (Citrus hystrix) come from the Rutaceae juss family. Kaffir lime leaves contain flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids, alkaloids and essential oils. In this study, kaffir lime leaf extracts and fractions were made into 3 concentrations, namely 5, 10, and 20 mg/mL. This study aims to determine the fibrinolytic activity of n-hexane, ethyl acetate and water extracts and fractions using the clot lysis method. Fibrinolytic activity can be seen from the lysis of blood clots in the eppendorf tube. Kaffir lime leaf extracts and fractions were tested for chemical content to determine the compounds contained therein that have fibrinolytic activity. The results showed that the extract and fractions of n-hexane, ethyl acetate and water had fibrinolytic activity. The most active sample that had fibrinolytic activity was the ethyl acetate fraction with a blood clot lysis percentage of 89.80% at a concentration of 20 mg/mL. Compounds that are thought to have fibrinolytic activity contained in the ethyl acetate fraction as the most active sample are flavonoids, saponins and essential oils.   Keywords:          clot lysis, kaffir lime leaves, fibrinolytic, fraction   Abstrak Daun jeruk purut (Citrus hystrix) berasal dari famili Rutaceae juss. Daun jeruk purut memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, alkaloid, dan minyak atsiri. Pada penelitian ini ekstrak dan fraksi daun jeruk purut dibuat menjadi 3 konsentrasi yaitu 5, 10, dan 20 mg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fibrinolitik ekstrak dan fraksi n-heksana, etil asetat, dan air dengan metode clot lysis. Aktivitas fibrinolitik dilihat dari lisisnya gumpalan darah pada tabung eppendorf. Ekstrak dan fraksi daun jeruk purut dilakukan pengujian kandungan kimia untuk mengetahui senyawa yang terkandung didalamnya yang memiliki aktivitas fibrinolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi n-heksana, etil asetat dan air memiliki aktivitas fibrinolitik. Sampel teraktif yang memiliki aktivitas fibrinolitik yaitu pada fraksi etil asetat dengan persentase lisis gumpalan darah sebesar 89,80% pada konsentrasi 20 mg/mL. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas fibrinolitik yang terdapat di dalam fraksi etil asetat sebagai sampel teraktif yaitu flavonoid, saponin, dan minyak atsiri.   Kata Kunci:         clot lysis, daun jeruk purut, fibrinolitik, fraksi
Potensi Antidiabetes Fraksi N-Heksana, Fraksi Metanol, dan Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Penghambatan Enzim Alfa-Amylase: Antidiabetic Potential of N-Hexane Fraction, Methanol Fraction, and Ethanol Extract of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) Towards Inhibiting the Alpha-Amylase Enzyme Rabbaniyyah, Muthi'ah; Dewi, Yulisa Raras; Hasanah, Fauziyyah Al; Fadhilah, Shobiyyah Hasna; Aisyah, Siti Norli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2307

Abstract

Red ginger is one of the natural ingredients that can be used to treat diabetes mellitus instead of synthetic drugs, which can have too many side effects. The compounds gingerol and shogaol obtained from red ginger have the ability to inhibit the alpha-amylase enzyme's function. Red ginger extract employs a liquid-liquid extraction method with a separating funnel for methanol fractionation and n-hexane fractionation, using a 96% ethanol solvent with an extraction method. The TLC method is utilized to identify the compounds of gingerol and shogaol, and UV-Vis spectrophotometry is employed to measure the inhibition of alpha-amylase enzyme activity. Utilizing the Rf value computation and the IC50 value computation results, data analysis was performed. The result of the methanol fraction of  5,585 µg/ml had the highest IC50 value followed by ethanol extract of 5,778 µg/ml and finally the n-hexane fraction of  5,783 µg/ml.   Keywords:          Fraction, extract, red ginger, inhibition, alpha-amylase enzyme   Abstrak Isi abstrak Pengobatan diabetes melitus dapat menggunakan bahan alam yaitu dengan jahe merah agar dapat mengurangi penggunaan obat-obatan sintesis yang dapat memicu terjadinya efek samping yang berlebih. Jahe merah memiki kandungan senyawa gingerol dan shogaol yang dapat melakukan penghambatan pada aktivitas enzim alfa-amilase. Ekstrak jahe merah menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi, untuk fraksinasi n-heksana dan fraksinasi methanol menggunakan metode ekstraksi cair-cair yang menggunakan corong pisah. Identifikasi senyawa gingerol dan shogaol menggunakan metode KLT untuk uji penghambatan aktivitas enzim alfa-amilase menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan nilai Rf dan hasil perhitungan nilai IC50. Adapun nilai IC50 tertinggi yaitu pada hasil fraksi  metanol sebesar 5.585 µg/ml diikuti dengan ekstrak etanol 5.778 µg/ml dan terakhir fraksi n-heksana sebesar 5.783 µg/ml.   Kata Kunci:         Fraksi, ekstrak, jahe merah, penghambatan, alfa-amylase
Potensi Ekstrak Etanol Rimpang Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Antibakteri Karies Gigi: Potential of Lemongrass Rhizomes Ethanol Extract (Cymbopogon citratus) as an Antibacterial for Dental Caries Lumbanraja, Gabriel Permadi; Pelawi, Herdinta Jandri; Purba, Ignasius Wardi Saputra; Lumbantobing, Hizkia Marulitua; Sari, Nur Maulida
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2311

Abstract

Lemongrass (Cymbopogon citratus) known as traditional plant that has potential as a medicinal plant. This study aims to analyze the secondary metabolite of lemongrass rhizomes and its potential as antibacterials for dental caries. Maceration was carried out using ethanol solvent, known as polar solvent. The phytochemical screening was evaluated by qualitative test methods. Antibacterial activity was examined using agar well diffusion method against Streptococcus mutans and Streptococcus sobrinus. The results of phytochemical screening showed that the ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) contained alkaloids, flavonoids, tannins and triterpenoids. Antibacterial activity of ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) showed potential activity to inhibit the Streptococcus mutans growth with 8-14 mm and Streptococcus sobrinus growth with 11-16 mm at range of concentration 3-50 µg/well. Based on the results, the ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) display potential as antibacterial agent of dental caries. Keywords:          antibacterial, Cymbopogon citratus, phytochemicals, dental caries   Abstrak Tumbuhan serai dapur (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu jenis tumbuhan tradisional yang berpotensi sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder rimpang serai dapur dan potensinya sebagai antibakteri karies gigi. Maserasi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol yang merupakan jenis pelarut polar. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak etanol rimpang serai dapur mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan triterpenoid. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang serai dapur memiliki potensi menghambat bakteri Streptococcus mutans dengan zona penghambatan sebesar 8-14 mm dan Streptococcus sobrinus dengan zona penghambatan sebesar 11-16 mm pada konsentrasi 3-50 µg/well. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak etanol rimpang serai dapur (Cymbopogon citratus) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri karies gigi alami. Kata Kunci:         antibakteri, Cymbopogon citratus, fitokimia, karies gigi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue