cover
Contact Name
Sindy Alicia Gunawan
Contact Email
sindy.alicia@fib.unmul.ac.id
Phone
+628113212811
Journal Mail Official
ruhuirahayu@fib.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman Jl. Ki Hajar Dewantara, Kampus Gn. Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur 75123, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29632021     DOI : -
Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk menyediakan wadah bagi peneliti dari berbagai bidang keilmuan untuk mempublikasikan artikel laporan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat memuat hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat meliputi topik-topik berikut. 1) Pendidikan 2) Sosial Humaniora 3) Pengembangan Sumber Daya Manusia 4) Kesehatan 5) Teknologi Tepat Guna 6) Pembangunan Manusia dan Daya Saing Bangsa 7) Usaha Kecil Menengah 8) Pengembangan Teknologi Berwawasan Lingkungan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
MENUMBUHKAN MINAT LITERASI ANAK SEJAK DINI MELALUI POJOK LITERASI DI PAUD KHAIRUL UMMAH: Fostering Children's Interest in Literacy from an Early Age Through the Creation of a Literacy Corner for PAUD Khairul Ummah Nugroho, Bayu Aji; Dewanto, Bayu
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.45

Abstract

Abstract: The Mulawarman University team carried out community service located in Graha Indah Village. Low literacy culture is the main focus of the work program in Graha Indah Village. Therefore, one of the work programs that will be carried out is the Creation of a Literacy Corner which functions as a means of literacy facilities and forms reading habits for children from an early age. Observation is the initial stage of implementing this work program, then preparation, implementation, and evaluation. This is done for efforts to form reading adaptation in order to grow and increase interest in reading in early childhood. The work program carried out resulted in the growth of children's interest in reading at PAUD Khairul Ummah. The children of PAUD Khairul Ummah looked very enthusiastic during the reading assistance activities. As an effort to intensify the Indonesian literacy movement, it is hoped that the activities that have been welded will foster children's interest in reading. Keywords: literacy corner; reading interest; community service.   Abstrak: Tim Universtas Mulawarman melakukan pengabdian masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Graha Indah. Budaya literasi yang rendah menjadi fokus utama program kerja di Kelurahan Graha Indah. Oleh karena itu, salah satu program kerja yang akan dilakukan yaitu Pembuatan Pojok Literasi yang berfungsi sebagai sarana fasilitas literasi, dan membentuk kebiasaan membaca bagi anak-anak sejak dini. Pengamatan merupakan tahapan awal pelaksanaan program kerja ini, selanjutnya persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya pembentukan adaptasi membaca guna menumbuhkan dan meningkatkan minat baca pada anak-anak usia dini. Program kerja yang dilakukan menghasilkan tumbuhnya minat baca anak di PAUD Khairul Ummah. Anak-anak PAUD Khairul Ummah terlihat sangat antusias pada saat pelaksanaan kegiatan pendampingan baca. Sebagai upaya menggiatkan gerakan literasi Indonesia, diharapkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menumbuhkan minat baca pada anak usia dini. Kata kunci: pojok literasi; minat baca; pengabdian masyarakat.
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) SEBAGAI PENDUKUNG EKONOMI KREATIF BAGI PELAKU USAHA DI KELURAHAN BONTANG KUALA: Intellectual Property Rights (IPR) as a Support for Creative Economy to Business Actors in Bontang Kuala Sub-district Togatorop, Sonia; Kuncara, Singgih Daru
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.46

Abstract

Abstract: The creative economy is one of the references for running a business in Indonesia. By pouring creative ideas into creating products and businesses with their characteristics for their creators. One of the forms of the creative economy is naming as the identification of the products produced. As is the case with Bontang Kuala, one of the sub-districts in the city of Bontang, the products that are well known by the community are shrimp paste, candied seaweed, salted fish, and the sambal gami, which have identification marks as brands that are disseminated in the community. The identification tag attached to the product has the potential for intellectual property because it has characteristics other business actors do not have. This well-known brand for a product is urgent for business actors in Bontang Kuala to be registered with the DJKI or the Ministry of Law and Human Rights in Samarinda, because it will get recognition and encourage Indonesia's creative economy, especially the Bontang Kuala creative economy. There are still many people in Bontang Kuala who do not know the potential of IPR, so it is necessary to introduce the brand used in the product and notify them that this potential can be registered online on the DJKI website or offline at the Office of the Ministry of Law and Human Rights of East Kalimantan Province. The potential of IPR is introduced through a direct socialization method so that business actors can understand the potential of IPR and its urgency in supporting the creative economy in Bontang Kuala. The result of this socialization activity is that Bontang Kuala business actors can find out that the brand they have been using in marketing their products to the general public is a potential IPR and become one of the supporters of Bontang Kuala's creative economy, which has an impact on Bontang Kuala's economy. This is also shown from the results of the discussions carried out during the socialization activities and the results of the post-test, which were completed after the socialization session ended. Keywords: Creative Economy; Business Actors; Intellectual Property Rights. Abstrak: Ekonomi kreatif menjadi salah satu acuan dalam menjalankan usaha di Indonesia. Dengan menuangkan ide dan gagasan yang kreatif dalam penciptaan produk dan usaha yang memiliki ciri khas tersendiri bagi penciptanya. Salah satu dari bentuk ekonomi kreatif itu sendiri adalah pemberian nama sebagai tanda pengenal terhadap produk yang dihasilkan. Seperti halnya Bontang Kuala, salah satu kelurahan yang ada di kota Bontang, produk yang telah terkenal dihasilkan oleh masyarakatnya adalah terasi, manisan rumput laut, ikan asin, dan olahan khas sambal gami memiliki tanda pengenal sebagai merek yang disebarluaskan di masyarakat. Tanda pengenal yang melekat pada produk tersebut memiliki potensi kekayaan intelektual karena memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh pelaku usaha yang lain. Merek yang telah dikenal terhadap suatu produk ini menjadi urgen bagi pelaku usaha di Bontang Kuala untuk didaftarkan ke DJKI atau ke Kementerian Hukum dan HAM yang ada di Kota Samarinda, karena akan mendapat pengakuan dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia terkhusus ekonomi kreatif Bontang Kuala. Masih banyak masyarakat Bontang Kuala belum mengetahui potensi HKI tersebut, sehingga perlu dilakukan pengenalan terhadap merek yang digunakan di produk serta memberitahukan bahwa potensi tersebut dapat didaftarkan secara online di laman DJKI maupun secara offline di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Timur. Pengenalan potensi HKI ini dilakukan melalui metode sosialisasi secara langsung agar pelaku usaha dapat memahami potensi HKI serta urgensinya dalam mendukung ekonomi kreatif di Bontang Kuala. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah pelaku usaha Bontang Kuala dapat mengetahui bahwa merek yang selama ini yang mereka gunakan dalam memasarkan produknya ke khalayak umum merupakan potensi HKI dan menjadi salah satu pendukung ekonomi kreatif Bontang Kuala yang berdampak pada ekonomi Bontang Kuala, hal ini pun ditunjukkan dari hasil diskusi yang telah dilaksanakan pada saat kegiatan sosialisasi, serta hasil postest yang diisi setelah sesi sosialisasi berakhir. Kata Kunci: Ekonomi Kreatif; Pelaku Usaha; HKI.
PENGEMBANGAN UMKM KULINER DI ERA DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KREATIF: The Development of Culinary Micro, Small and Medium Enterprises in the Digitalization Era as an Effort to Improve the Creative Economy Khalik, Muhammad Hafizh; Nugroho, Bayu Aji
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.47

Abstract

Abstract: The creative economy is an economic concept by optimizing the potential of ideas and also the latest information from many sources continuously and intensively to be useful to be able to reach a wider target market. The creative economy in the culinary sector is not only optimizing the potential of ideas and information but also utilizing the potential of local wisdom or culture that exists in an area to create a characteristic that is suitable for the region. The purpose of this article is to help UMKM actors to be able to follow developments in the digitalization era and improve their creativity so that they can compete with other products and can produce products with higher added value and benefit in market share. The method with this article can help UMKM to be able to improve their products in the digitalization era. Keywords: creative economy; culinary; UMKM; digitization. Abstrak: Ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi dengan mengoptimalkan potensi ide dan juga berbagai informasi terbaru dari banyak sumber secara terus menerus dan juga intensif guna bermanfaat untuk bisa menjangkau target pasar yang lebih luas. Ekonomi kreatif di sektor kuliner bukan hanya mengoptimalkan potensi ide dan informasi saja tetapi juga memanfaatkan potensi dari kearifan lokal atau budaya yang ada di suatu daerah tersebut guna menciptakan sebuah ciri khas yang sesuai dengan wilayah tersebut. Tujuan dari artikel ini dapat membantu para pelaku UMKM agar dapat mengikuti perkembangan di era digitalisasi dan meningkatkan kreativitas mereka agar dapat bersaing dengan produk – produk lain serta dapat menghasilkan produk yang bernilai tambah dan bermanfaat lebih tinggi di pangsa pasar. Pada artikel ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi mengenai pengembangan usaha kuliner di era digitilisasi kepada para pelaku UMKM yang ada di kelurahan Gunung Samarinda Baru. Adanya artikel ini dapat membantu para UMKM untuk dapat meningkatkan produk mereka di era digitalisasi. Kata Kunci: ekonomi kreatif; kuliner; UMKM; digitalisasi.
PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA MUSER KECAMATAN MUARA SAMU KABUPATEN PASER: Environment Conservation Based on Community Empowerment in Muser Village Muara Samu District, Paser Regency Gunawan, Asril; Maiateng, Delaya Alorinda; Oktaviani, Ella; Ginting, Ica Navratilova Br; Agustina, Marini; Imka, M. Rifky; Dealyardy, Muhammad Alief; Muhajirin, Muhammad Giffar; Khoirunnisa, Salza; Rabiah, Siti; Ananda, Tasya; Hutauruk, Vida Gavrila
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.48

Abstract

Abstract: Community service activity is a concrete manifestation of KKN students in supporting aspects of the Tri Dharma of Higher Education service through environmental preservation based on community empowerment in muser villages. Community service activities in Muser Village aim to enable students to provide assistance to the community by going directly and utilizing potential resources, both natural and human resources, in the Environmental Preservation program. Environmental preservation is a work program that aims to provide education to the community on the importance of preserving the environment in the village. The activities carried out are planning work programs, coordinating with related parties such as village heads, RT heads, and other parties. The results achieved through this work program are the creation of a village environment that is healthy and clean from waste and produces seeds that can be given to every RT and schools so that they look more beautiful. Keywords: Village; environment; community; preservation. Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan wujud nyata dari mahasiswa KKN dalam mendukung aspek pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat di desa muser. Kegiatan pengabdian di Desa Muser bertujuan agar mahasiswa mampu memberikan pendampingan kepada masyarakat dengan terjun langsung dan memanfaatkan potensi sumber daya baik sumber daya alam maupun manusia dalam program Pelestarian Lingkungan. Pelestarian lingkungan merupakan program kerja yang bertujuan memberikan edukasi pada masyarakat dalam pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di desa. Adapun kegiatan yang dilakukan yakni perencanaan program kerja, melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti kepala Desa, ketua RT, dan pihak-pihak lainnya. Hasil yang dicapai melalui program kerja ini yaitu terciptanya lingkungan desa yang sehat dan bersih dari sampah serta menghasilkan bibit yang dapat diberikan di setiap RT maupun sekolah-sekolah agar semakin terlihat asri. Kata Kunci: Desa, lingkungan, masyarakat, pelestarian.
SOSIALISASI PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP DALAM KONTEKS PENGENDALIAN PENCEMARAN KEPADA PELAKU USAHA DAERAH WISATA BONTANG KUALA: The Socialization of Conservation of Environmental Functions in the Context of Pollution Control to Business Actors in Bontang Kuala Tourism Area Kuncara, Singgih Daru; Valentine, Always Happy
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.49

Abstract

Abstract: This community service aims to determine what factors cause marine pollution in the Bontang Kuala Village Area, Bontang City, East Kalimantan Province. The method used in this research is the provision of theoretical material with questionnaires in the form of a pretest and posttest, namely an objective test in the form of multiple choice with two choices (yes/no) related to pollution and pollution control. The test was given at the beginning and end to measure the understanding of the audience (business actors) related to the material provided during the activity and monitoring or directly observing problems in the field through sea rigging field practices. The population used in this study was 24 business actors in Anjungan, Bontang Kuala. The results show that this activity can positively impact people's understanding, especially business actors in the Bontang Kuala area, regarding efforts to preserve environmental functions by introducing pollution control from an early age that Bontang Kuala business actors can carry out. Keywords: pollution; sea; business actor. Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan pencemaran laut yang terjadi pada Wilayah Kelurahan Bontang Kuala, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian materi secara teoritikal dengan kuesioner berupa pretest dan posttest yaitu tes objektif dengan bentuk pilihan ganda denagn dua pilihan (iya/tidak) terkait pencemaran dan pengendalian pencemaran yang diberikan di awal dan di akhir pelaksanaan kegiatan guna mengukur pemahaman sasaran kegiatan (pelaku usaha) terkait materi yang diberikan selama kegiatan juga serta melakukan pemantauan atau mengobservasi langsung permasalahan di lapangan berupa praktek lapangan susur laut. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 pelaku usaha di Anjungan, Bontang Kuala. Hasil penelitian dari kegiatan yang telah dilakukan adalah kegiatan ini mampu memberi dampak positif terhadap pemahaman masyarakat utamanya pelaku usaha wilayah Bontang Kuala terkait usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup dengan cara memperkenalkan pengendalian pencemaran sejak dini yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha Bontang Kuala. Kata kunci: pencemaran; laut; pelaku usaha.
PEMBUATAN HAND SANITIZER DI UMKM RM MAMA RIRIE SAMARINDA: The Production of Hand Sanitizer at UMKM Mama Ririe Samarinda Mubarok, Ahmad; Putri, Sri Astika
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i2.50

Abstract

Abstract: In the current era of the Covid-19 pandemic, maintaining health and continuing to implement health protocols is very important. One effort that can be done is to clean hands using soap. However, this becomes inefficient when you are outside the home or when you have to travel. To overcome this, use hand sanitizer. The KKN activities that took place during the pandemic period encouraged students to carry out the hand sanitizer program at RM Mama Ririe KKN location. Hand sanitizer is a material that contains an antiseptic that is practical to use. To make a hand sanitizer, you need 95% alcohol, 3% HO, 98% glycerin and water. The resulting hand sanitizer has an alcohol content of 79%, which is in accordance with good antiseptic standards, namely the alcohol content ranges from 60-80%. So that, the hand sanitizer that has been made is safe to use and effective in killing germs on the hands. Keywords: alcohol; Covid-19, hand sanitizer.   Abstrak: Di era pandemik Covid-19 saat ini, menjaga kesehatan dan terus menjalankan protokol kesehatan sangatlah penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan tangan menggunakan sabun. Namun, hal tersebut menjadi tidak efisien dilakukan ketika berada di luar rumah atau saat harus bepergian. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan hand sanitizer. Kegiatan KKN yang berlangsung selama masa pandemi mendorong mahasiswa untuk melakukan program hand sanitizer di lokasi KKN RM Mama Ririe. Hand sanitizer merupakan bahan yang mengandung antiseptik yang praktis untuk digunakan. Untuk membuat hand sanitizer diperlukan alkohol 95%, HO 3%, gliserin 98% dan air. Hand sanitizer yang dihasilkan memiliki kandungan alkohol sebesar 79%, di mana hal ini sesuai dengan standar antiseptik yang baik yaitu kandungan alkohol berkisar antara 60-80 %. Sehingga hand sanitizer yang telah dibuat aman untuk digunakan dan efektif untuk membunuh kuman pada tangan. Kata Kunci: alkohol; Covid-19; hand sanitizer.
PELATIHAN PEMBELAJARAN IPAS TERINTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA KEBANGSAAN DAN KEARIFAN LOKAL PADA GURU-GURU SD WILAYAH 2 KECAMATAN BARRU: The Training of IPAS Learning Integrated with The National Cultural Values and Local Wisdom for Elementary Teachers in Region 2, Barru District Akhmad, Nur Amaliah; Akib, Israwati; Sulastri, Nova Dwi Pratiwi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.51

Abstract

Pelaihan pembelajaran IPAS terintegrasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal pada guru SD di kecamatan Barru, merupakan rangkaian pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Patompo. Program ini bekerjasama dengan tim kampus mengajar yang berada di lapangan khususnya di SD 9 Batulappa Barru. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan menggunakan 2 metode pelatihan yakni ceramah dan demonstrasi. Materi utama pada kegiatan ini adalah pembelajaran IPAS yakni keintegrasian ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial, yang merupakan pembelajaran paradigma baru dari kurikulum merdeka. Pengintegrasian pembelajaran ini diharapkan membentuk pembelajar yang mencintai alam dan mampu hidup berdampingan dengan kehidupan sosialnya
PENGGUNAAN BAHAN ECO-FRIENDLY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG MENYENANGKAN DI MTS AL-JIHAD SAMBOJA: Using Eco-Friendly Materials as the Media for Fun English Learning in MTs Al-Jihad Samboja Sanhadi Rahayu, Famala Eka; Setyoko, Aris; Valiantien, Nita Maya; Hanum, Irma Surayya; Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu; Musthofa, Dwi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.55

Abstract

This community service program aims to improve students’ interests and attitudes toward English language learning and promote environmental awareness, especially in reusing plastic bottles to minimize microplastic trash. The community service program is a seminar with an interactive lecture method, a Games Tournament, and a project-based learning method. To measure students’ interest and attitude toward English language learning, they are requested to fill out the questionnaire before and after the activity to see how it changes. The questionnaire results showed a significant improvement in students’ interests and attitudes to English language learning, which is caused by environmental and psychological change. Students are believed to be more encouraging in the activity because they feel safe to express their idea in class after having their awareness of the learning process raised. Therefore, a fun circumstance and safe atmosphere are keys to success in learning English.
UMKM GOES ONLINE : MEMPERSIAPKAN UMKM DALAM SEGI PEMASARAN PRODUK DAN PRODUKTIVITAS PELAKU UMKM SECARA ONLINE: UMKM Goes Online: Preparing MSME in The Aspects of Online Product Marketing and Productivity of MSME Players Subroto, Aryo; Dahan, Zaky Naufal; Ulfiani, Ayu; Najoan, Brigitta Laura Vianniey; Avianty, Annisa Puteri
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.59

Abstract

Abstract: The pandemic period was a tough time for micro, small and medium enterprises (MSMEs). In East Kalimantan, of around 309,000 MSMEs, there are 160,000 MSMEs or more than 50% affected by the Covid-19 pandemic. They have felt slumped and survived in very difficult conditions since the third quarter of 2020. The social penalty policy made it difficult for them to move their business. However, there are also MSMEs that are still surviving, including  Momen Krunchy MSME located in Samarinda, East Kalimantan. However, the problem that arises is that business actors are still minimal in terms of digital marketing knowledge and sales using social media. For this reason, community service in the form of Field Work Lecture (KKN) 47 at Mulawarman University is carried out to provide assistance to Krunchy Moment MSMEs so that they can survive and progress in the pandemic era. The activities were carried out boldly and attractively by students from various scientific fields and field assistant lecturers. Activities starting from coordination, implementation and evaluation. The results of this service are in the form of product catalogs, MSME profile videos, and online marketing. Evaluation of this activity is carried out by monitoring and evaluation by field assistant lecturers and the achievements perceived by MSME players are increased sales. Keywords: UMKM, Pandemic, Momen Krunchy, KKN   Abstrak: Masa pandemi adalah masa yang berat bagi pelaku Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Di Kalimantan Timur dari sekitar 309.000 UMKM, terdapat 160.000 UMKM atau lebih dari 50% terimbas pandemi Covid-19. Terpuruk dan bertahan dalam kondisi sangat sulit mereka rasakan sejak triwulan III tahun 2020. Kebijakan pembatasan  sosial menyebabkan usaha mereka sulit bergerakNamun ada juga UMKM yang masih bertahan, diantaranya UMKM Momen Krunchy yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur. Namun permasalahan yang muncul adalah, pelaku usaha masih minim dalam hal pengetahuan digital marketing dan penjualan menggunakan media sosial. Untuk itulah, pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 Universitas Mulawarman ini dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada UMKM Momen Krunchy agar tetap bertahan dan makin maju di era pandemi. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring oleh mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan dan dosen pendamping lapangan. Kegiatan dimulai dari koordinasi, pelaksanaan dan evalausi. Hasil dari pengabdian ini adalah, berupa katalog produk, video profil UMKM, dan pemasaran secara online. Evaluasi dari kegiatan ini adalah dilakukan monitoring dan evalausi oleh dosen pendamping lapangan dan capaian yang dirasakan oleh pelaku UMKM, adalah penjualan meningkat. Kata Kunci: UMKM, Pandemi, Momen Krunchy, KKN
DIGITALISASI PENYULUHAN SERTA PEMBUATAN PHOTOBOOTH SEBAGAI ORNAMEN BENTUK IKONIK DALAM MERAMAIKAN PASAR: The Digitalization of Counseling and Photobooth Creation as an Iconic Ornament to Enliven a Market Ahmad Mubarok; Pratama, Candra Galuh; Marpaung, Claudya May Ristanauli; Nisa, Rofiqoh Fadhlun
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.60

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang terlaksana pada tahun 2021 ini berlokasikan di Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau pada tanggal 21 Juni s/d 14 Agustus. Dimana metode pelaksanaan KKN dilakukan secara semi online dan offline. Dengan latar belakang dimana Pasar Baddit Dipattung yang berada di Kampung Merancang Ulu telah disepakati untuk menjadi obejek untuk menjalankan program kelompok yakni pembuatan Photobooth. Desaign dan rancangan pembuatan photobooth pun telah dibuat dan di diskusikan dengan salah satu staff BUMK selaku pengelola pasar. Dimana dalam pengerjaanya juga turut dibantu oleh staff BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) dan Pemuda Kampung Merancang Ulu. Photobooth dibuat bertujuan agar dapat memperindah sekaligus mempromosikan Pasar Baddit Dipattung itu sendiri. Dalam pembagian tugas KKN, sesuai aturan dari Universitas, program kerja dibagi menjadi dua yakni individu dan kelompok. Dalam Luaran individu, tugas ini menitik beratkan pada kemampuan masing-masing individu yang ada pada kelompok ini sesuai dengan jurusan dan peminatannya