cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
VALIDASI METODE ANALISIS RESIDU ANTIBIOTIK ENROFLOKSASIN DALAM SUSU MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Widiyanti, Prima Mei; Widiastuti, Raphaella; Sudarwanto, Mirnawati B; Sudarnika, Etih
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i1.951

Abstract

Enrofloksasin merupakan satu dari jenis antibiotik golongan fluorokuinolon yang digunakan untuk terapi pada hewan. Enrofloksasin memiliki spektrum luas, sehingga efektif untuk pengobatan penyakit infeksi bakteri Gram positif dan Gram negatif. Residu antibiotik enrofloksasin dalam susu dapat mempengaruhi kualitas produk dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk validasi metode deteksi residu antibiotik enrofloksasin dalam susu menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Tahapan validasi metode deteksi residu antibiotik enrofloksasin dalam susu menggunakan HPLC meliputi spesifisitas, akurasi, presisi, linieritas, limit of detection (LOD), dan limit of quantitation (LOQ). Hasil validasi metode menunjukkan spesifisitas yang baik. Hasil akurasi yang diperoleh menunjukkan persentase rataan 98.86% dan presisi dengan nilai relative standard deviation (RSD) adalah 3.75% serta linieritas dengan nilai koefisien determinasi (R2)=0.999. Hasil  LOD adalah 11.44 ppb dan LOQ adalah 15.28 ppb. Validasi metode analisis antibiotik enrofloksasin menggunakan HPLC pada semua parameter validasi menunjukkan hasil yang baik sesuai persyaratan regulasi. Berdasarkan hasil tersebut, maka metode dapat digunakan untuk menganalisis residu antibiotik enrofloksasin dalam sampel susu secara kuantitatif untuk menjamin keamanan pangan asal hewan demi peningkatan kesehatan masyarakat.
SENJANG ADOPSI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 01-6729-2010 PADA USAHA TANI PADI ORGANIK POKTAN TANI SUBUR DI SERDANG BEDAGAI Wasito Wasito
JURNAL STANDARDISASI Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v17i3.321

Abstract

AbstrakAdopsi sistem pangan organik pada padi organik telah terjadi secara berkelanjutan di kelompok tani (Poktan) Tani Subur, Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Untuk mengetahui senjang adopsi Internal Control System (ICS) dan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi organik (adaptasi SNI 01-6729-2010 Sistem Pangan Organik),yang merupakan perbedaan antara adopsi ICS dan teknologi PTT yang ditawarkan,telah dilakukan kajian data primer secara cross-sectional dan review hasil kajian. Kajian diawali dengan mengamati dan melibatkan diri pada komunitas petani padi organik dalam konteks yang alami (natural setting), diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam. Analisis Cohran dan himpunan digunakan untuk mengukur senjang adopsi.Peng ukuran keberlanjutan pertanian padi organik (adaptasi Awang et.al, 2008), meliputi aspek persepsi Z1: sosial,Z2: ekonomi Z3: ekologi Z4: kelembagaan, dan analisis SWOT untuk strategi pengembangan. Hasil kajian menunjukkan terjadinya kesenjangan nyata adopsi teknologi PTT dan ICSusahatani padi organik. Persepsi terhadap pertanian padi organik menuju bioindustri menghasilkan nilai total 3,83 dari nilai ideal 5,00. Artinya terdapat ketertinggalan 22,23 persen, sehingga perlu upaya pembenahan dalam pertanian padi organik untuk dapat mewujudkan pertanian bioindustri di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.Kata Kunci: Senjang adopsi SNI 01-6729-2010, poktan tani subur, Serdang Bedagai.AbstractAdoption of organic rice farming has been sustainably adopted by Subur Farmer Group, in Lubuk Bayas Village, Perbaungan Sub Districts, Serdang Bedagai Districts, North Sumatera Province. To identify the gap between ICS (Internal Control System) and Integrated Crop Management (ICM) of organic rice farming (adopted from SNI 01-6729-2010), cross sectional primary data study and review of the result have been done. The study was started by conducting observation and direct interactive with the farmer community in natural setting, focused group discussion, and in-depth interview. Cohran and set analyses were used to measure the adoption gap. Determination of the main perception parameter of organic rice farming consisted of 4 aspects, namely Z1: social, Z2: economic, Z3: ecologic; and Z4: institution, and SWOT analysis for development stategy. results of the study indicated that there was a significant gap in ICS and ICM technology adoption on organic rice farming. Total innovation perception value of organic rice farming is around 3.83, as compared to the ideal value 5.0. This approximately 1.17 gap value of organic rice farming equal to 22.23% less than the ideal value. Resolving the gap conceivably could establish agricultural bioindustry at Perbaungan Sub Districts, Serdang Bedagai Districts.Keywords: Gap adoption SNI 01-6729-2010, poktan tani subur, Serdang Bedagai.
ANALISIS PENTINGNYA STANDAR KOREKSI GEOMETRIK CITRA SATELIT RESOLUSI MENENGAH DAN KEBUTUHAN MANFAAT BAGI PENGGUNA Reza Lukiawan; Endi Hari Purwanto; Meilinda Ayundyahrini
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i1.735

Abstract

 Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, atau fenomena yang dikaji. Sebelum digunakan untuk data informasi, citra satelit perlu dikoreksi geometrik agar data yang dihasilkan sesuai dengan obyek yang ada di permukaan bumi. Menurut amanah Undang – Undang Nomor 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan bahwa perlu adanya metode dan kualitas pengolahan data penginderaan jauh yang meliputi koreksi geometrik dan radiometrik untuk mengolah data primer menjadi data proses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya standar koreksi geometrik citra satelit khususnya resolusi menengah serta untuk mengetahui manfaat data penginderaan jauh bagi stakeholders pengguna. Hasil menunjukkan bahwa responden menganggap penting adanya standar koreksi geometrik, responden mayoritas juga menganggap bahwa data penginderaan jauh bermanfaat bagi perencanaan dan pembangunan wilayah serta pemantauan SDA dan lingkungan. Manfaat penelitian ini adalah dengan diterapkannya standar proses koreksi geometrik diharapkan dapat mengatasi masalah distorsi data penginderaan jauh dan menghasilkan ketelitian, kualitas geometrik yang sesuai standar sehingga menghasilkan data penginderaan jauh yang akurat sesuai dengan obyek yang ada di bumi yang pada akhirnya berguna bagi pengguna khususnya untuk pemantauan sumber daya alam dan pengembangan wilayah.
KAJIAN INTEGRASI STANDAR SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 DAN PEDOMAN KNAPPP 02 BAGI INSTITUSI RISET DI INDONESIA I Gede Mahatma Yudha Bakti; Sik Sumaedi
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.99

Abstract

Persoalan mutu merupakan isu kritis bagi institusi riset milik pemerintah di Indonesia mengingat makin tingginyatuntutan publik atas kinerja institusi yang tidak diimbangi dengan dukungan insentif anggaran negara yang cukupmemadai. Dalam konteks itu, keberadaan sistem manajemen mutu bagi institusi riset yang memenuhi tuntutanpublik atas kinerja institusi menjadi diperlukan. Dua standar sistem manajemen mutu yang popular diadopsi olehinstitusi riset di Indonesia adalah ISO 9001 dan Pedoman KNAPPP 02 yang diterbitkan oleh Kementerian Risetdan Teknologi Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan kedua standar sistem manajemenmutu tersebut. Kedua Standar ini saling melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga integrasi keduanya akanmemungkinkan institusi riset memiliki performa yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitiandesk research. Metode penelitian ini terdiri atas tiga tahapan utama yaitu tahap interpretasi standar, tahapanalisis dan tahap integrasi standar. Hasil penelitian ini menunjukkan integrasi ISO 9001:2008 dan PedomanKNAPPP 02:2007 dalam konteks struktur proses, dokumen, maupun struktur organisasi. Dalam konteks strukturproses, integrasi ISO 9001 dan Pedoman KNAPPP 02:2007 akan menghasilkan empat kelompok proses utamayaitu proses manajemen, proses penelitian, proses pendukung, dan proses peningkatan. Dari sisi dokumentasi,terdapat tiga level dokumen yaitu (1) dokumen kebijakan strategis, (2) dokumen panduan mutu, dan (3) dokumenprosedur. Sementara dari aspek struktur organisasi, integrasi kedua standar menuntut institusi riset dapatmembentuk suatu struktur organisasi yang sekurang-kurangnya meliputi: Manajemen Puncak, Manajer Teknis,Manajer Mutu/Wakil Manajemen, Peneliti, dan Staf Administrasi.
USULAN PENETAPAN NILAI STANDAR DAN LABEL ENERGI UNTUK MESIN CUCI PADA SEKTOR RUMAH TANGGA Khalif Ahadi; Tri Anggono; Dedi Suntoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i2.517

Abstract

Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang mengkonsumsi energi listrik. Peralatan tersebut sudah umum digunakan di Indonesia terutama yang berada di kota besar. Mesin cuci merupakan salah satu peralatan yang direncanakan oleh pemerintah sebagai prioritas peralatan yang akan dimasukkan ke dalam program standarisasi dan/atau labelisasi energi. Pada tulisan ini akan dibahas pengujian kinerja pemakaian energi listrik pada mesin cuci rumah tangga dengan metoda yang sederhana. Hal ini dilakukan agar jika nantinya akan diimplementasikan, pengujian ini akan mudah dilakukan oleh seluruh laboratorium uji yang ada di Indonesia dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi. Disamping itu, metoda yang diusulkan ini juga mempertimbangkan faktor kebiasaan yang dilakukan konsumen di Indonesia dalam penggunaan mesin cuci dan disesuaikan dengan sampel uji yang didapat dari pasar. Hasil yang didapat berupa data awal yang bisa dijadikan rekomendasi untuk penerapan standar mutu hemat energi. Analisis dilakukan terhadap hasil pengujian laboratorium untuk dapat diketahui standar mutu hemat energi yang mungkin dapat diterapkan di Indonesia. Rekomendasi kriteria nilai efisiensi untuk jumlah bintang pada label hemat energi akan disajikan.
KARAKTERISTIK PULP RAYON SULFIT ASAM DAN PREHIDROLISIS KRAFT KOMERSIAL BERDASARKAN SNI 938:2017 Chandra Apriana Purwita; Susi Sugesty; Hana Rachmanasari
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.765

Abstract

Pulp rayon atau pulp larut (dissolving pulp) merupakan pulp dengan kandungan selulosa alfa tinggi dan kandungan komponen lain seperti lignin, abu, abu tak larut asam, kelarutan dalam alkali, dan ekstraktif rendah. Pulp rayon merupakan bahan baku untuk proses pembuatan serat rayon yang digunakan pada industri tekstil dan pakaian jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pulp rayon sulfit asam dan prehidrolisis kraft komersial yang kemudian dibandingkan dengan persyaratan mutu SNI 938:2017 Pulp rayon. Pulp rayon komersial yang diperoleh dari industri pulp rayon dan industri rayon di dalam negeri maupun impor dianalisis sesuai dengan persyaratan mutu SNI 938:2017. Parameter analisisnya adalah kadar air (SNI 08-7070-2005); selulosa alfa (SNI 8400:2017 (T 203 cm-09, IDT)), kelarutan dalam alkali (SNI 692:2010), ekstraktif diklorometana (DCM) (SNI 8401:2017 (T 204 cm-07, IDT)), abu (SNI 0442:2009), abu tidak larut asam (SNI ISO 776:2010), Ca dan Fe (TAPPI T 266 om-18); viskositas (SNI 8402:2017 (T 230 om-13, IDT)); viskositas intrinsik (SNI 5351:2012); dan derajat cerah ISO (SNI 2470-1:2014). Analisis dilakukan dengan 3 ulangan dan hasil dinyatakan sebagai rata-rata. Berdasarkan percobaan, pulp rayon prehidrolisis kraft memiliki kandungan selulosa alfa yang lebih tinggi, S10 dan S18 yang lebih rendah, dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan pulp rayon sulfit asam. Dari lima jenis pulp rayon komersial, hanya dua jenis pulp rayon komersial yang memenuhi persyaratan mutu SNI 938:2017. Kedua pulp rayon tersebut merupakan pulp rayon kayudaun proses prehidrolisis kraft.
UPAYA METROLOGIS UNTUK PENINGKATAN LABORATORIUM PRAKTIK MAHASISWA SEBAGAI PENYEDIA JASA KALIBRASI Budhy Basuki; Jimmy Pusaka
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.122

Abstract

Semakin bertumbuhnya perekonomian yang ditandai dengan peningkatan aktivitas industri dan perdagangan di Kalimantan khususnya di provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, belum diikuti oleh kemampuan layanan jasa kalibrasi yang dapat diakses oleh pihak industri yang memerlukannya. Untuk itu telah dilakukan penelitian tentang kebutuhan layanan jasa kalibrasi dari pihak industri di kedua wilayah tersebut, dan potensi laboratorium yang ada untuk dikembangkan menjadi laboratorium kalibrasi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian kemungkinan pengembangan ini diarahkan ke laboratorium yang digunakan untuk praktik pengukuran bagi mahasiswa teknik di sejumlah perguruan tinggi dengan memperhatikan faktor sarana, prasarana, sdm, dan dokumen pendukung. Sebagai hasil, tercatat dua laboratorium perguruan tinggi yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi laboratorium kalibrasi berdasarkan standar ISO/IEC 17025.
PENERAPAN PROSEDUR SNI DALAM UJI BANDING LABORATORIUM Analisa Kadar Proksimat dalam Powdered Tonic Food Drink Oman Zuas; Nuryatini Nuryatini; Dyah Styarini
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i2.647

Abstract

The primary objective of proficiency testing (PT) is in the provision of information and support to participatinglaboratories, to enable them to monitor and improve the quality of their measurements. However, other benefitscan be obtained from PT. These include the comparison of data for a given measurement by different methods,the validation of new methods, and the provision of information for laboratories' customers and accreditationbodies. This paper reports on the subject of the participation of Puslit Kimia LIPI on PT for proximate analysis(ash, moisture, and fat content) in Powdered Tonic Food Drink (PTFD) by using SNI: 01-2891-1992. This PT wasorganized by Food and Nutrition Research Institute (FNRI)-Philippines. The PT scheme comprisses of theselection of analysis method, method verification, and analysis of proximate in PTFD sample followed byestimating its uncertainty. The final evaluation of PT by FNRI reported that Puslit Kimia LIPI has achieved asatisfactory result for proximate analysis in the PTFD sample. From this standpoint, it can be concluded that theSNI: 01-2891-1992 has shown great performance and gave comparable result to other participants from othercountries involved in this PT.
Pendugaan tingkat keamanan jagung dengan menggunakan pengolahan citra digital dan jaringan syaraf tiruan Agus Supriatna Somantri; Miskiyah Miskyah; Wisnu Broto
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i1.5

Abstract

Food security is the main problem in food production in Indonesia. One of the reason that the food from corn is not safe to be consumed caused by contaminated by aflatoxins which produced by fungi. Determination of food contaminants is usually carried out by laboratory analysis. This method is very expensive and need a lot of time. The objective of the research was to predict the security of corn due to aflatoxin contaminant by using image processing and artificial neural network (ANN). The image of seed corn was taken by using digital camera and processed by image processing program. ANN model was developed with 10 input parameters, 20 hidden layers and 4 targets. The targets of safety levels was four such as very safe, safe, less safe and not safe. The accuracy of the model was 74%.
KAJIAN PEDOMAN DAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN PADA INDUSTRI PANGAN DI INDONESIA Hesty Nur Fadia; Ratih Dewanti Hariyadi; Siti Nurjanah
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.877

Abstract

Kontaminasi mikroorganisme pada produk pangan kerap disebabkan oleh lingkungan pengolahan yang buruk serta proses pengolahan yang tidak higienis. Program Pemantauan Lingkungan (Environmental Monitoring Program) disingkat EMP, merupakan sebuah program yang dirancang untuk memverifikasi implementasi dan efektivitas program sanitasi serta pencegahan kontaminasi bahaya yang berasal dari lingkungan. Di, Indonesia, pedoman penyusunan EMP terdapat dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.12.11.10720 tahun 2011 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang baik untuk Formula Bayi dan Formula Lanjutan Berbentuk Bubuk. Sementara itu, pedoman EMP untuk jenis pangan lainnya belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil dari pedoman EMP, dengan melakukan kajian terhadap 17 pedoman EMP yang diterbitkan oleh Codex, berbagai negara serta asosiasi pangan internasional.  Selain itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dokumen standar operasional EMP yang ada pada industri pengolahan pangan di Indonesia, dengan cara melakukan survei dengan menggunakan kuisioner. Hasil kajian pedoman EMP menunjukkan terdapat  11  komponen yang selalu ditemukan pada setiap pedoman yaitu  (1) penilaian risiko  (2) tujuan EMP (3) mikroorganisme target (4) lokasi pengambilan sampel (5) jenis sampel (6) titik dan jumlah sampel (7) tata cara pengambilan sampel (8) frekuensi pengambilan sampel (9) metode analisis sampel (10) manajemen dan analisis  data (11) tindakan perbaikan untuk hasil di luar batas. Pada penelitian ini 11 komponen tersebut dikategorikan sebagai komponen wajib penyusun pedoman maupun dokumen standar operasional EMP. Berdasarkan hasil survei terhadap industri pangan di Indonesia (n=37), sebanyak 64,.86% (24/37) responden menyatakan dokumen standar operasional EMP yang dimilikinya memuat 11 komponen wajib, serta sebesar 35,13% (13/37) responden menyatakan tidak memuat 11 komponen wajib tersebut.

Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue