cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Learning Strategies for Saxophone Instruments for Music Study Program Students ISI Yogyakarta Batch 2022 Andhika Perdana Zebua; Boy Lamris I Simamora; Bowie Putra Bayu Mukti; Ezra Deardo Purba
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.45389

Abstract

The ISI Yogyakarta music study program currently refers more to the study of art. This resulted in a reduction in the study period for major instruments for students to 3 semesters. The music study program which focuses more on music studies targets students to become researchers and writers, so that the ability to play music is not too much considered when selecting new student admissions. Many students have shifted their instrument focus to other instruments they are not good at. The author focuses on saxophone instrument students class of 2022, most of whom experience this. This study aims to observe and describe the strategies and learning processes for the saxophone instrument course for students of the ISI Yogyakarta music study program class of 2022. The method used is qualitative-descriptive, with data collection through direct observation and interviews with students and supporting lecturers. Several lists of questions have been prepared and will serve as a tool for data collection. The author also made direct observations of the learning process carried out by lecturers and students in the saxophone instrument course. The research findings regarding the learning strategies applied are the design of a new syllabus consisting of several points to be presented to students as well as the establishment of good relationships and interactions between students and lecturers to create a comfortable learning atmosphere. The syllabus refers to the old syllabus which was previously carried out for 6 semesters, but now it is condensed into 3 semesters.
Nostradamus: Konser Hasil Pembelajaran dalam Konteks Apresiasi, Ekspresi, Kreasi, dan Evaluasi Musikal Adzkia, Sagaf Faozata
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.54788

Abstract

Konser Nostradamus merupakan tajuk Konser Hasil Pembelajaran Studi Ansambel, pada  Prodi Musik Fakutas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.  Nostradamus diambil sebuah akronim dari kata neo, strada, dan music, berarti sebuah makna œkreativitas baru melalui jalan musik. Konser ini adalah konser tahunan hasil pembelajaran ko-kurikuler praktikum perkuliahan studi ansambel, sebagai wadah dan motivasi bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan dalam mengelola suatu pertunjukan musik. Artikel ini adalah hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan konsep apresiasi, ekspresi, kreasi, dan evaluasi dalam konteks musik. Tahapan yang dilalui dalam penelitian ini diantaranya melalui proses studi pustaka, observasi, wawancara, dan analisis. Hasil dari penelitian ini diantaranya konser hasil pembelajaran Nostradamus  dapat menjadi ruang apresiasi bagi audiens dalam mengamati, mendengarkan, dan meresapi nuansa artistik, sementara apresiasi bagi mahasiswa penampil adalah untuk mengembangkan citra seni. Konteks ekspresi didapat mahasiswa penampil dalam mentransmisikan emosi, ide, dan cerita melalui keterampilan musik mereka. Dalam konteks kreasi, konser tersebut menjadi platform penyajian repertoar melalui sentuhan personal, memanfaatkan dinamika, fraseologi, atau penekanan musikal yang tidak tercantum dalam partitur repertoar. Dalam konteks dievaluasi, konser hasil pembelajaran Nostradamus  secara holistik dapat dilihat melalui gambaran lengkap tentang perkembangan mahasiswa dalam aspek teknis, teoretis, artistik, dan kolaboratif.
Tema dan Variasi “Cublak-Cublak Suweng” untuk Instrumen Solo Piano dengan Pendekatan Musik Program Berdasarkan Makna Lagu Silaban , Maria Kezia Taruli; Komalig, Yudi Novrian
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.52726

Abstract

Cublak-Cublak Suweng merupakan sebuah lagu rakyat yang digunakan untuk mengiringi permainan yang sama dengan judulnya, atau dalam bahasa Jawa disebut tembang dolanan. Lagu beserta permainan ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi tradisi lisan masyarakat Jawa. Walaupun merupakan tembang dolanan yang biasanya dibawakan oleh anak kecil, makna dari lirik lagu ini berisikan petuah-petuah yang sangat baik bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Hal ini membuat penulis menggunakan makna dari lirik lagu Cublak-Cublak Suweng sebagai sumber inspirasi dari kompossi musik. Di sisi lain, lagu Cublak-Cublak Suweng memiliki melodi yang sederhana, memungkinkan melodi ini diolah dan dikembangkan menjadi komposisi baru dalam bentuk tema dan variasi. Tiap-tiap makna yang terkandung dari lirik lagu dijadikan bahan dalam penyusunan komposisi pada bagian variasi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik komposisi yang digunakan berdasarkan makna dari lirik lagu Cublak-Cublak Suweng. Metode penelitian dalam penciptaan komposisi ini dilakukan dalam beberapa tahapan yang diawali dengan tahap eksplorasi, yakni studi pustaka dan repertoar. Kemudian dilanjutkan dengan tahap interpetasi sebagai metode yang digunakan dalam menyusun variasi melalui penggalian makna dari lirik lagu Cublak-Cublak Suweng. Hal ini dilakukan untuk menentukan suasana atau emosi dari tiap bagian variasi. Tahap berikutnya adalah eksperimentasi, yakni mengolah ide musikal berdasarkan data yang telah didapatkan pada kedua tahap sebelumnya. Hasilnya adalah komposisi bentuk tema dan variasi Cublak-Cublak Suweng memiliki 6 bagian, yaitu tema, 4 bagian variasi, serta coda.
Tabuhan Rudat pada Arak-Arakan Keratuan Darah Putih di Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan Chintyasari, Chintyasari; Barnawi , Erizal; Hernanda , Agung Hero
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.56951

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk penyajian Tabuhan Rudat pada Arak-Arakan Keratuan Darah Putih di Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dari penelitiann ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk penyajian musikal dan non musikal serta deskripsi analisis struktur Tabuhan dan syair lagu pada Arak-Arakan Rudat di Keratuan Darah Putih. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dimana deskriptif kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan fakta-fakta yang ada terkait dengan bagaimana Bentuk Penyajian Tabuhan Rudat pada Arak-Arakan Keratuan Darah Putih Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan berdasakan data-data yang dikumpulkan selama proses penelitian. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara praktisi musik dan budayawan musik Arak-arakan Rudat di Keratuan Darah Putih, observasi, dan dokumentasi foto dan video serta rekaman audio yang ditranskrip ke notasi balok. Teknik analisis yang digunakan meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap triangulasi, tahap penarikan kesimpulan serta display data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua aspek penyajian dalam pertunjukan Arak-rakan Rudat di Keratuan Darah Putih di Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan, yakni bentuk penyajian musikal dan bentuk penyajian non musikal. Bentuk penyajian musikal berupa instrumentasi, nama-nama tabuhan, dan transkripsi dari permainan musiknya. Bentuk penyajian non musikal meliputi tempat penyajian, pendukung, waktu, pemain, kostum pemain, dan pengeras suara. Tabuhan Rudat di Keratuan Darah Putih Desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan mempunyai beberapa tabuhan yang digunakan saat arak-arakan serta syair lagu yang berbahasa Arab.
Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Anak Sekolah Sitepu, Epanggelia Loina; Hirza, Herna
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.58013

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi umum yang sering terjadi pada kondisi sosial. Cemas pada anak muncul karena disebabkan oleh adanya tekanan atau gangguan yang tidak menyenangkan. Tujuan dari Penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas dari terapi musik klasik terhadap perubahan kecemasan pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian ini adalah Pra-Eksperimental dengan menggunakan pendekatan metode One Group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta menggunakan uji statistik Paired Sample t Test yang dibantu oleh SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stress sebelum dilakukan terapi musik klasik rata-rata termasuk ke dalam kategori kecemasan sedang yaitu 66.47. Setelah dilakukan terapi musik klasik rata-rata tingkat kecemasan mengalami penurunan menjadi 59.60. Berdasarkan dari hasil uji Paired Sample t Test menunjukkan bahwa nilai p value 0.000 < α 0.05 sehingga Ha diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh dari pemberian terapi musik klasik terhadap perubahan tingkat kecemasan pada anak sekolah.
Music Creativity in Musical Drama Learning Through The Cooperative Model of Think-Pair-Share Heldisari, Hana Permata
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.58029

Abstract

The need for creativity in music refers to an idea of novelty such as a new work, a new method, or a new technique. Especially music in an integrated performing art, musical drama for example. Communication between the director and music director is one part of interpersonal intelligence which must be able to understand each other and benefit both parties. Therefore, it is necessary to conduct research to find out how musical creativity develops through think-pair-share type cooperative models This study uses a qualitative approach with a descriptive type using the Miles and Huberman analysis model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The object in this study is interpersonal intelligence and musical creativity. The subject of this study was determined by purpossive sampling technique with criteria for participating in musical drama courses in 2023 consisting of 12 people. Data collection is carried out using techniques in depth interviews, participant observation, and documentation of works so that they will be validated using triangulation techniques. The results of this study explain that musical creativity will emerge in line with the situation needed in drama, including collaboration between modern music with tambourine and gambus, modern music with gamelan and ethnic flute. In addition, this think-pair-share type cooperative model allows students to better understand each other and process music in accordance with existing human resources.
Turning Beats into Voices of Change: Moral Values in Papuan Urban Music Sulistyowati, Ambar; Kreuta, Daniel
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.59803

Abstract

This study investigates the transformative role of urban music, particularly Hip-Hop, in addressing moral values within the Papuan context. Young Papuan musicians utilize Hip-Hop as a medium for social critique and cultural expression, embedding themes such as justice, environmental stewardship, and resilience in their lyrics. Employing a qualitative approach, the research analyzed song lyrics, performances, and social media content from members of the Bhuyaka Art Center, complemented by in-depth interviews. The findings reveal that Papuan Hip-Hop artists effectively navigate global influences while maintaining cultural authenticity, using music to critique systemic injustices and celebrate local heritage. Notably, the integration of local linguistic elements underscores its role in preserving cultural identity amidst globalization. The study highlights the genre's dual function as an expressive art form and a tool for advocacy, bridging local and global narratives. This research contributes to the discourse on urban music as a catalyst for cultural preservation and moral discourse, emphasizing its potential in fostering societal change and empowering marginalized communities
Analisis Kesehatan Mental pada Karya Musik Twenty One Pilots Arumdapta, Rifa Alifia; Wibowo , Kunto Adi; Rahmawan , Detta
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.60349

Abstract

Permasalahan kesehatan mental mulai marak pada tahun-tahun terakhir, salah satu bentuk media yang dipakai sebagai tempat menyampaikan diskusi mengenai kesehatan mental adalah melalui musik. Twenty One Pilots merupakan artis yang seringkali menulis karya musik berisikan referensi kesehatan mental. Pada 6 album Twenty One Pilots, dilihat apakah ada peningkatan atau penurunan dalam frekuensi referensi kesehatan mental. Digunakan metode penelitian analisis isi dengan dua koder dan data dianalisis menggunakan uji analisis deskriptif untuk menghitung frekuensi referensi keseluruhan dan One-Way ANOVA untuk melihat ada atau tidaknya hubungan signifikan pada kedua variabel, analisis dilaksanakan pada perangkat lunak JASP. Ditemukan bahwa ada hubungan signifikan antara tahun rilis album Twenty One Pilots dengan frekuensi referensi kesehatan, walaupun tren tidak linear.
Strategi Optimalisasi Culture Experience Generasi Karo dalam Upaya Mempertahankan Gendang Lima Sendalanen Tarigan, Kesia Vanessa Br; Bangun, Oktriani Br; Tampubolon, Nadia Malika; Depari, Samuel Pratama; Rambe, Maya Sari; Febryani, Ayu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.61699

Abstract

Tujuan riset ini yaitu menganalisis culture experience pada Etnik Karo dalam menggunakan alat musik gendnag lima Sendalanen. Gendang Lima Sendalanen adalah ansambel musik yang digunakan dalam berbagai upacara adat Karo seperti pernikahan, kematian, guro-guro aron, dan memasuki rumah adat. Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mix method) dengan menggunakan tipe kombinasi beturutan (sequential) dan model kombinasi campuran tidak berimbang (Concurrent Embedded Design). Data kualitatif digunakan untuk menganalisis culture experience generasi Karo, penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen, dan strategi optimalisasinya. Sedangkan data kuantitatif diperlukan untuk menemukan persentase culture experience generasi Karo dalam menggunakan alat musik Gendang Lima Sendalanen. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) Culture experience Etnik Karo dalam menggunakan alat musik tradisional Gendang Lima Sendalanen adalah dengan memainkan, membuat alat musik, mendapatkan pengajaran dari orangtua dan komunitas, mendapatkan pelatihan (ekstra kurikuler) dari sekolah, ikut serta dalam pertunjukan budaya dan acara adat; (2) Faktor-faktor penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen karena faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai makna, minimnya ahli (expert) musik tradisional khususnya Gendang Lima Sendalanen, masuknya politic bible yang menilai negatif masyarakat menggunakan Gendang Lima Sendalanen; (3) Strategi optimalisasi culture experience melalui pengrajin/pemain musik Gendang Lima Sendalanen, komunitas, dan ekstrakurikuler musik tradisional disekolah. Keseluruhan riset berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan dan solusi atas upaya pewarisan budaya.
Comprehending The Beatles Through its Song ‘Yellow Submarine’: Critical Discourse Analysis Manshur, Fadlil Munawwar; Faruk, Faruk; Mahmudah, Mahmudah
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.62499

Abstract

This study aims to elaborate on The Beatles band through a study of one of its songs called Yellow Submarine. This study uses the Critical Discourse Analysis (CDA) approach, an approach that aims to describe, interpret, and critically explain in a qualitative manner about how discourse builds, maintains, and legitimizes social inequalities. A number of relevant primary and secondary literatures were studied and analyzed critically to understand and recognize the process of creating, producing, broadcasting, concert performance, and public reception for the song Yellow Submarine by the Beatles and its socio-cultural context. The results of the study showed that this song was dedicated to children who lost the joy and delight of their childhood due to ideological conflicts (capitalism-communism), social tensions, the Vietnam War, the Cold War, drugs, etc., in the 1960s. Although this song has been associated with various interpretations, ranging from drugs, money, war, peace, cowardice to death, most of The Beatles’ fans and observers believe there is an element of joy and delight that they would like to present to their children. They gave joy and delight, especially to children, when the state failed to provide them.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue