cover
Contact Name
Frinawaty Lestarina Barus
Contact Email
frinabarus@ymail.com
Phone
+6281376362755
Journal Mail Official
basastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willeam Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23015926     EISSN : 2579793X     DOI : https://doi.org/10.24114/bss.v9i2
Core Subject : Education,
Basastra MENU Focus and Scope Flag Counter web analytics View My Stats OPEN JOURNAL SYSTEMS Journal Help USER You are logged in as... basastra My Journals My Profile Log Out INFORMATION For Readers For Authors For Librarians HOME ABOUT USER HOME SEARCH CURRENT ARCHIVES FOCUS & SCOPE CONTACT EDITORIAL TEAM VISITORS STATISTICS REVIEWER PUBLICATION ETIC JOURNAL HISTORY AUTHOR GUIDELINES Home > About the Journal > Editorial Policies Editorial Policies Focus and Scope Section Policies Open Access Policy ETIKA PUBLIKASI Focus and Scope Jurnal Basastra adalah jurnal yang bergerak dibidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unversitas Negeri Medan. Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian dan konseptual dalam bidang pembelajaran, penilaian, linguistik, dan sastra dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Articles 370 Documents
Kritik Terhadap Praktik Kolonialisme di Jawa Pada Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” Indriani, Laillia Dhiah; Yustisia, Ika Rizki
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.50518

Abstract

Tulisan ini berusaha membongkar kritik Kartini terhadap kebijakan kolonialisme yang merugikan masyarakat Jawa, khususnya yang berkaitan dengan ketimpangan gender dan relasi kuasa pemerintah kolonial. Kolonialisme yang terjadi bertahun-tahun telah meninggalkan berbagai warisan yang sampai saat ini masih diadopsi. Salah satu sumbangsih pemerintah kolonial adalah kebijakan-kebijakan yang mendiskreditkan perempuan dan memperkuat budaya patriarki. Hal ini secara tidak langsung telah membatasi ruang gerak perempuan. Baik dari segi pendidikan, relasi sosial, hingga akses ke ruang publik. Budaya patriarki sendiri sering diasosiasikan dekat dengan masyarakat Jawa. Salah satu cara untuk mendobrak budaya patriarki adalah dengan cara mengetahui akar permasalahan dari mana lahirnya budaya tersebut. Surat-surat Kartini yang dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” secara garis besar memberi gambaran bagaimana kebijakan kolonialisme mempengaruhi adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Sebagai metode analisis data, penelitian ini akan menggunakan Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak agar bisa membongkar wacana tidak hanya dari aspek tekstual, melainkan juga sosio historis yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah wacana. Hasil penelitian menunjukan adanya intervensi pemerintah kolonial Hindia-Belanda terhadap kebijakan-kebijakan seperti poligami, politik etis dan eksklusifitas pendidikan bagi perempuan, serta efek dominasi budaya barat yang melunturkan nilai-nilai lokal. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa akar dari budaya patriarki tidak hanya bersumber dari adat istiadat masyarakat Jawa, melainkan juga warisan pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada masa penjajahan. Kata kunci: Kartini, Kolonialisme, Surat, Hindia-Belanda 
MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL HARI PELARIAN KARYA YULIA SUJARWO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Choirina, Risma Choirina; Nugroho, Yusro Edy; Nuryatin, Agus
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.54960

Abstract

Kajian sosiologi sastra muncul sebagai suatu pendekatan studi sastra yang berfokus pada hubungan antara karya sastra dan masyarakat. Karya sastra dapat menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat, karena sastra ditulis oleh seorang pengarang dan pengarang hidup dalam suatu masyarakat tertentu. Hubungan antara sastra dan masyarakat erat kaitannya karena setiap orang pasti melakukan interaksi sosial antar perseorangan maupun kelompok. Dari proses interaksi sosial akan muncul suatu masalah-masalah sosial yang dapat dikaji atau dikritik melalui kritik sosiologi sastra. Salah satu novel yang menarik untuk dikritik dengan pendekatan sosiologi sastra ialah novel berjudul Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo, karena novel ini mengandung banyak permasalahan yang muncul dari adanya perjodohan yang akan dilakukan kepada tokoh utama dan masalah sosial yang muncul akibat dari perjodohan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Soekanto Soerjono yang memfokuskan pada bentuk-bentuk masalah sosial dalam karya sastra. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan berbagai masalah sosial yang terdapat di dalam novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan untuk penelitian adalah dialog dan narasi yang muncul pada novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo. Dalam penelitian ini, ada beberapa teknik pengambilan serta pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca, simak, dan catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 27 data yang terdiri dari 7 masalah sosial berupa; kemiskinan 7 data, kejahatan 3 data, disorganisasi keluarga 5 data, masalah generasi muda dengan masyarakat modern 1 data, peperangan 2 data, pelanggaran terhadap norma masyarakat 7 data, dan 2 data masalah lingkungan hidup. 
KONSTRUKSI ALUN-ALUN DAN MAKNA SIMBOLIK POHON BERINGIN DALAM PUPUH DHANDHANGGULA (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Andriani, Cindy
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54503

Abstract

Kebudayaan masa lampau dapat ditelusuri melalui serat atau naskah kuno. Dalam naskah kuno terkandung kearifan lokal, salah satunya penggambaran alun-alun dalam pupuh Dhandhanggula. Tujuan penelitian ini di antaranya: (1)mendeskripsikan leksikon yang berkaitan dengan alun-alun dalam pupuh Dhandhanggula, (2)menjelaskan konstruksi alun-alun dalam pupuh Dhandhanggula, dan (3)menjelaskan makna simbolik pohon beringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik. Sumber data pada penelitian ini diambil dari Serat Panji Jayakusuma yang merupakan alih aksara dari naskah kuno, sedangkan data pada penelitian ini adalah pupuh Dhandhanggula 2 yang terdapat dalam bagian 1 Serat Panji Jayakusuma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1)leksikon yang berkaitan dengan alun-alun dibagi menjadi dua, yaitu leksikon kata dan leksikon gabungan kata. (2)Konstruksi alun-alun dibangun dengan bahan material bata putih, bata merah, dan bata hitam. Daerah luar alun-alun dikelilingi pagar besi, sedangkan di dalamnya ditanami dua pohon beringin. (3)Pohon beringin memiliki makna simbolik sebagai lambang kebijaksanaan, perlindungan, dan pengayoman raja terhadap rakyatnya.
SESIKUN/SEKIMAN (PERIBAHASA) LAMPUNG DIALEK “A” YANG BERUNSUR HEWAN ATAU TUMBUHAN Aljannati, Aljannati
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54570

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang Sekiman/Sesikun (Peribahasa) Bahasa Lampung dialek A yang berunsur hewan atau tumbuhan. Peneliti memilih topik Sekiman/Sesikun bahasa Lampung ini karena bahasa Lampung merupakan salah satu bahasa yang terancam punah  dan Sesikun/Sekiman ini kurang dipahami dengan baik terkait bentuk, makna dan pesannya oleh masyarakat Lampung terutama generasi muda penutur Lampung, jadi harapannya dengan adanya penelitan ini bahasa Lampung tetap dilestarikan dan Sesikun/Sekiman (peribahasa) dalam bahasa Lampung dialek A (api) ini dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Lampung khususnya generasi muda penutur asli Lampung yang menggunakan bahasa Lampung dialek A (api). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menemukan empat peribahasa Lampung dialek A yang mengandung unsur hewan dan dua peribahasa yang mengandung unsur tumbuhan. Dari enam peribahasa yang ditemukan tersebut, peneliti menemukan dua bentuk pengklasifikasian yaitu peribahasa yang digunakan sebagai nasehat dan peribahasa yang digunakan sebagai perumpamaan. Dari hasil penelitian ini kita dapat mengetahui apa tujuan digunakannya unsur hewan atau tumbuhan pada peribahasa serta kita dapat memahami makna dan pesan yang terkandung dalam peribahasa tersebut.  Absract             This research disccuses about Lampung proverb “A” dialect named Sekiman/Sesikun that involves animal or plant element. The researcher chooses the topic of Lampung Sekiman/Sesikun because Lampung language is one of the extinct languages and Lampung society especially young generation of Lampung speakers. So, hopefully by this research, Lampung language is still preserved and Sesikun/Sekiman (Lampung proverb) can be understood by all of Lampung society especially young generation of Lampung speakers who use Lampung language “A” dialect. This research uses descriptive qualitative method. In this research, the researcher found four proverbs which have animal elements and two proverbs which have plant elements. From those six proverbs, the researcher found two classification form: proverb as the advice and proverb as the parable. From the findings, we can know the purpose of animal and plant elements using in proverbs and we can understand the meaning and the message implied in those proverbs.
SYAIR PERANG MENGKASAR (SHA’IR SIPELMAN) KARYA ENTJI’ AMIN: ANALISIS ANAKRONISME DAN PATRONASE zuliawati, Shavira rahma; Wirajaya, Asep Yudha
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.56486

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan basis kritik sastra. Topik pembahasan yang dikaji adalah mengenai unsur anakronisme dan patronase dalam Syair Perang Mengkasar (Sha’ir Sipelman) karya Entji’ Amin. Anakronisme merupakan sebuah gambaran atau lukisan peristiwa yang dianggap tidak memiliki kesamaan (ketidakcocokan) dengan zaman tertentu yang tidak sesuai menurut waktu, penempatan tokoh yang tidak sesuai, dialog, maupun latar yang dianggap tidak sesuai dengan realita. Adapun patronase adalah hubungan timbal balik dalam penciptaan karya sastra yang memuncukan aspek lain dalam proses inspirasi dan interaksi. Sumber data penelitian ini adalah Syair Perang mengkasar, dengan data yang diambil berupa kalimat-kalimat yang memuat anakronisme dan kalimat yang menunjukkan adanya patronase. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan hermeneutika-historis. Hasil penelitian menunjukkan adanya anakronisme atau ketidaksesuaian fakta peristiwa sejarah dengan kutipan dalam teks Syair Perang Mengkasar. Diketahui pula informasi terkait patronase atau posisi pengarang yaitu Encik Amin selaku penulis naskah Syair Perang Mengkasar. Kata Kunci: Anakronisme, Patronase, Syair Perang Mengkasar  
Fungsi Disfemisme dalam Tuturan Suporter Tim Nasional Futsal Indonesia Rifai, Mohamad Adib; Wirajaya, Asep Yudha
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.52966

Abstract

Bahasa berfungsi sebagai sarana pemersatu dan alat komunikasi antarbudaya. Namun, apa jadinya jika bahasa yang dituturkan membawa penilaian negatif. Penelitian ini bertujuan membahas fungsi disfemisme dalam tuturan suporter Tim Nasional Futsal Indonesia ketika pertandingan melawan Tim Nasional Afghanistan dalam Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024. Sumber data tuturan suporter dalam rekaman video siaran langsung di MNC TV yang disiarkan ulang di channel Youtube Federasi Futsal Indonesia. Data penelitian kata dan kalimat yang mengandung disfemisme. Menggunakan teknik simak dan rekam catat sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif pada kata atau kalimat tuturan suporter yang mengandung disfemisme, teknik ini dilakukan untuk mendeskripsikan fungsi disfemisme dalam tuturan Suporter Tim Nasional Futsal Indonesia. Data penelitian ini berjumlah 15 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi disfemisme yang dilakukan oleh suporter berfungsi sebagai: 1)Sarana mempermalukan orang lain; 2) Sarana mengekspresikan kemarahan; 3) Sarana menekankan hal atau kondisi; dan 4) Sarana mengungkapkan keheranan.Kata Kunci: disfemisme, tuturan, suporter
DESAIN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PERSPEKTIF MULTIDIMENSI PADA MATA KULIAH APRESIASI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA Wasilah, Atika; Harahap, Safinatul Hasanah; Yuhdi, Achmad
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.59233

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya kemampuan mahasiswa angkatan 2022 dalam mengapresiasi dan mengkritik karya sastra Indonesia di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed. Sebagaimana diketahui bahwa apresiasi dan kritik sastra merupakan salah satu kegiatan yang melibatkan kemampuan afektif, memahami nilai-nilai, sekaligus berupaya memetakan pola dan tata nilai yang diperoleh dari karya sastra yang diapresiasi ke dalam proporsi yang sesuai dengan konteks persoalannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain pembelajaran yang dapat memfasilitasi sekaligus meningkatkan kemampuan apresiasi dan kritik sastra mahasiswa. Kemampuan tersebut akan ditingkatkan melalui pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pengembangan, dan 2) menguji kelayakan model pembelajaran perspektif multidimensional dalam pembelajaran apresiasi dan kritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode reseacrh and development (r&d) dengan model 4-D. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa proses penelitian disusun dengan berdasarkan tahapan pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Kelayakan model pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional sudah memenuhi kriteria kelayakan “sangat layak” dan keterangan catataan “tidak perlu revisi” sesuai dengan hasil penilaian validasi ahli desain model pembelajaran sebesar 91,25%. Sedangkan untuk hasil uji coba apresiasi sastra mahasisa diperoleh nilai rata-rata 75,78% dengan kategori “baik” dalam standar penilaian kemampuan apresiasi sastra. Oleh karena itu, dapat disimpulkan model pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional valid dan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan apresiasi dan kritik sastra mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Unimed Angkatan 2022.
KONSTRUKSI REALITAS PADA MEDIA MASSA DETIK.COM DALAM BERITA SEPUTAR PENDAFTARAN CALON PRESIDEN 2024-2029 PASANGAN PRABOWO-GIBRAN Ayudia, Alda Marsya; Santoso, Wahyudi Joko; Rustono, Rustono
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54108

Abstract

Penelitian ini secara khusus mengambil media massa Detik.com sebagai objek penelitian untuk mengkaji kontruksi realitas politik yang dibangun dalam pembingkaian berita yang disajikan seputar pendaftaran pencalonan pasangan Prabowo-Gibran sebagai capres dan cawapres 2024. Secara metodologis penelitian ini mengambil desain penelitian deskriptif kualitatif. Secara teoretis, digunakan analisis framing tipe Pan dan Kosicki untuk membedah artikel berita sebagai objek kajian. Setelah dilakukan pembedahan dan analisis terhadap dua buah artikel berita Detik.com mengenai pemberitaan pendaftaran capres-cawapres pasangan Prabowo-Gibran, ditemukan bahwa berita (1) Ucapan Selamat Anies dan Ganjar untuk Prabowo-Gibran yang Daftar ke KPU, dan (2) KPU Digugat Rp 70,5 Triliun Usai Terima Pendaftaran Prabowo-Gibran telah dikonstruksi dengan realitas kenyataan yang sebenarnya terjadi. Media Detik.com mengonstruksi berita sesuai dengan latar belakang polemik dan permasalahan sebagai informasi yang ingin disampaikan. Dalam aplikasinya, berita yang disajikan berfungsi dan bertujuan sebagai cermin, filter, dari kejadian atau realitas kenyataan di lapangan, serta pada berita kedua juga berfungsi sebagai forum informasi yang menuntun masyarakat untuk memiliki pendapat atau ruang pemikiran terhadap masalah yang dibahas. Berita yang konstruksi menampilkan keinformatifan tingkat dua dan tiga yang didukung dengan latar informasi yang nyata serta pemilihan leksikon dan gambar yang tepat. 
ANALISIS SEMIOTIKA PUISI BAHASA MELAYU MANADO “CAP TIKUS BLUES” KARYA FREDY WOWOR Palit, Anatje Tineke; Humena, Stefanie; Pua, Christo Rilco; Karouw, Stella
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.49589

Abstract

This research is a study of the science of sign or semiotic, which aims to reveal the cultural meaning of Manado-Malay speaking community. The sign discussed is the sign found in Manado-Malay poem entitled "Cap Tikus Blues" by Minahasa poet Fredy Wowor. This poem was chosen since it is considered relevant to the context of the time and various generations. As for this research is a qualitative research, thus, the method used is a descriptive qualitative method or a study that describes the object under study in accordance with the function and nature of the object. Poetry in this study is studied and described based on the nature of the object or reference as stated by Charles Sanders Pierce, namely (1) icons (2) indexes, and (3) symbols. The results of the research show that these three signs are found in the poem discussed above. Symbol is the most common sign type, followed by index, and icon consecutively. The cultural meaning or message contained therein is advice that seeks to remind and criticize one another regarding the positive and negative impacts of alcohol. In addition, the results of this study show that poetry is not only a medium for expressing poets' feelings, but also as a forum for disseminating ideas as well as social criticism for the wider community.
Simbolisasi dan Nilai Moral dalam “Ramayana” Malik, Muhammad Ardiansah Maulana; Wirajaya, Asep Yudha
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.57209

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis simbolisme serta nilai moral yang terkandung dalam karya sastra Jawa Kuno, "Ramayana". Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika, penelitian ini menyelidiki berbagai elemen simbolik yang tersembunyi dalam narasi dan bagaimana elemen-elemen ini berkontribusi pada pembentukan nilai moral dan budaya masyarakat Jawa kuno. Penelitian ini juga membahas perbandingan antara versi Jawa Kuno dan versi lain dari epos Ramayana, untuk menyoroti keunikan interpretasi lokal dan pengaruhnya terhadap nilai-nilai sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ramayana versi Jawa tidak hanya merupakan karya sastra yang menghibur, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual yang mencerminkan kebijaksanaan serta filosofi hidup masyarakat Jawa kuno. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya simbol dan moral dalam sastra klasik Jawa, serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas budaya dan nilai-nilai masyarakat. Kata kunci: Simbolisasi, Nilai Moral, Ramayana

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 2 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 1 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 3 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 2 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 3 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 3 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 4 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 4 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Basastra More Issue