cover
Contact Name
Frinawaty Lestarina Barus
Contact Email
frinabarus@ymail.com
Phone
+6281376362755
Journal Mail Official
basastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willeam Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23015926     EISSN : 2579793X     DOI : https://doi.org/10.24114/bss.v9i2
Core Subject : Education,
Basastra MENU Focus and Scope Flag Counter web analytics View My Stats OPEN JOURNAL SYSTEMS Journal Help USER You are logged in as... basastra My Journals My Profile Log Out INFORMATION For Readers For Authors For Librarians HOME ABOUT USER HOME SEARCH CURRENT ARCHIVES FOCUS & SCOPE CONTACT EDITORIAL TEAM VISITORS STATISTICS REVIEWER PUBLICATION ETIC JOURNAL HISTORY AUTHOR GUIDELINES Home > About the Journal > Editorial Policies Editorial Policies Focus and Scope Section Policies Open Access Policy ETIKA PUBLIKASI Focus and Scope Jurnal Basastra adalah jurnal yang bergerak dibidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unversitas Negeri Medan. Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian dan konseptual dalam bidang pembelajaran, penilaian, linguistik, dan sastra dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Articles 370 Documents
METAFORA KONSEPTUAL EMOSI MARAH: STUDI KASUS MASYARAKAT SUKU JAWA DI PROVINSI LAMPUNG Pangestuti, Dina Agil
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54532

Abstract

Metafora konseptual emosi marah telah dikategorisasikan oleh Kövecses (2003) dalam beberapa bentuk metafora seperti salah satu contoh ANGER IS THE HOT OF A FLUID IN A CONTAINER. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat metafora konseptual emosi marah pada penutur Bahasa Indonesia beretnis Jawa di Provinsi Lampung, dengan menerapkan konseptual metafora yang telah dikonsepkan Kövecses (2003). Penelitian ini merupakan studi kasus dengan melibatkan empat partisipan perempuan. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai partisipan yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian ini mendukung temuan Kövecses. Namun, peneliti menemukan keunikan metafora konseptual emosi marah yang belum dirumuskan oleh penelitian sebelumnya yang dipahami sebagai objek berupa benda padat yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dalam dada. Kata Kunci: Metafora konseptual, emosi marah, perempuan, Jawa
Analisis Wacana Kritis Pidato Ganjar Pranowo : “Tinggalke Kanca Wingking, Sambut Kanca Setara” Aulia, Kenasta
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.53694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis dalam pidato Ganjar Pranowo di reels instagram yang mewakili peran perempuan di masyarakat jawa dengan istilah “kanca wingking”. Jenis penelitian ini mengunakan kualitatif dan deskriptif dengan pendekatan teori Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik mendengarkan dan catat simak. Data yang didapat berupa vidio pidato yang diunggah Ganjar Pranowo diakun instagram @ganjar_pranowo. Hasil penelitian menunjukan pada level analisis teks, berupa kata kiasan atau perumpamaan dengan menekankan bagian tertentu sebagai penegas dan maksud dari gagasan yang disampaikan. Selanjutnya pada level analisis praktik wacana, peneliti menemukan adanya keterkaitan antara unsur politik Ganjar Pranowo dengan arah kebijakaannya mengenai isu perempuan sehingga memicu respon positif dan negatif terhadap konten pidato tersebut. Pada tingkat analisis praktik sosiokultural, peneliti menemukan adanya manifestasi pidato tersebut berasal dari Ganjar Pranowo yang ingin menarik simpati masyarakat terkait kondisi isu kesetaraan gender yang masih terjadi di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman gender, khususnya dalam konteks masyarakat jawa. Adanya analisis wacana kritis terhadap pidato Ganjar pranowo dapat memberikan wawasan mendalam tentang motivasi di balik komunikasi politik yang disampaikan.
OPTIMALISASI KOMUNIKASI: PERAN LAGU ANAK SEBAGAI MEDIA TERAPI BAGI PENYANDANG RHOTISISME Ashiilah, Tara; Sitanggang, Benni; Ardini, Putri; Fajriana, Retno Rezky; Ramadan, Azan Alfana; Tansliova, Lili; Lubis, Fitriani
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.61409

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas lagu anak sebagai media terapi bagi anak-anak penyandang rhotisisme, gangguan fonologis yang mempengaruhi pengucapan bunyi “R”. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif di Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, dan dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Objek penelitian adalah anak-anak penyandang rhotisisme yang diberikan intervensi dengan lagu anak ciptaan dan dua lagu anak lain yang memiliki konsonan “r”. Data dari 13 anak menunjukkan perubahan signifikan dalam kemampuan berbicara. Pada pretest, nilai minimum adalah 13 dan maksimum 50, dengan rata-rata 35,37 dan standar deviasi 6,91. Setelah intervensi, nilai posttest meningkat dengan minimum 50 dan maksimum 75, rata-rata 61,15, dan standar deviasi 7,11. Observasi menunjukkan beberapa anak memiliki masalah pada alat ucap dan kegugupan saat berbicara, tetapi tidak ada yang mengidap autisme. Masalah pengucapan tidak terkait dengan bahasa sehari-hari, dan mayoritas anak tidak merasa minder berbicara di depan umum serta mampu mempertahankan percakapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu anak yang kaya akan konsonan “R” efektif sebagai stimulus untuk meningkatkan keterampilan pengucapan dan kepercayaan diri anak-anak penyandang rhotisisme. Kata kunci: Komunikasi, Lagu Anak, Rhotisisme, Treatment   AbstractThis study aims to determine the effectiveness of children’s songs as a therapeutic medium for children with rhotisism, a phonological disorder that affects the pronunciation of the “R” sound. The research used a quantitative experimental method in Binjai Bakung Village, Pantai Labu District. Data were collected through observation, interview, and questionnaire, and analyzed using normality test and paired sample t-test. The object of the research was children with racism who were given an intervention with a children’s song created by them and two other children’s songs that have the consonant “r”. Data from 13 children showed significant changes in speaking ability. In the pretest, the minimum score was 13 and the maximum was 50, with a mean of 35.37 and a standard deviation of 6.91. After the intervention, posttest scores increased with a minimum of 50 and a maximum of 75, a mean of 61.15, and a standard deviation of 7.11. Observations showed that some children had speech problems and nervousness when speaking, but none had autism. Pronunciation problems were not related to colloquial language, and the majority of children did not feel inferior speaking in public and were able to sustain conversations. This study shows that children’s songs rich in “R” consonants are effective as a stimulus to improve the pronunciation skills and self-confidence of children with rhotisism. Keywords: Communication, Children’s Songs, Rhoticism, Treatment
Analisis Wacana Pada Iklan Teh Pucuk Harum : Kajian Metafora Multimodal Paino, Novhira Putri; Lubis, Malan; Surip, M.
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.53773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa makna dari teks iklan secara kompleks yang dianalisis dengan metafora multimodal berdasarkan interpretasi sumber dan target pada bentuk verbal dan visual untuk memperkaya khazanah pengetahuan bahwa keterlibatan unsur tersebut mengiringi keberhasilan penggunaan bahasa dalam interaksi sosial. Data penelitian ini bersumber dari Youtube. Metode penelitian ini besifat deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teori hubungan logis intersemiotik. Analisis data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat baik tulisan maupun lisan, gambar, audio, gerakan dalam iklan “Teh Pucuk Harum”. Hasil penelitian menunjukkan adanya metafora multimodal dalam iklan ”Teh Pucuk Harum” yang  dianalisis berdasarkan teori Charles Forceville (2017) untuk menentukan modalitas, pemetaan, domain sumber dan target, dan interpretasi makna dengan penerapan metode analisis data peneliti mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan hasil analisis data. Hal tersebut dilakukan agar makna pesan dapat terealisasikan sehingga membuat pendengar atau pembacanya lebih mudah memahami maksud dari pesan yang disajikan dari iklan ”Teh Pucuk Harum” tersebut.
Kritik Sastra Feminisme Sastra Lisan Aceh “Putri Jambul Emas” (Strukturalisme Genetik) Istikhomah, Aulia; Widyawati, Shalma; Dewi, Trisna Kumala Satya
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.59628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan eksistensi cerita rakyat ini kepada masyarakat yang lebih luas, mempertahankan keberadaan cerita Putri Jambul Emas sebagai suatu cerita rakyat dan bagian dari identitas budaya Aceh, serta mengungkap isu-isu feminis yang terdapat dalam kisah Putri Jambul Emas yang relevan dengan latar belakang sosial perempuan Aceh. Cerita rakyat Aceh ini dikaji dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menerapkan teknik simak dan catat dalam proses pengumpulan data. Data dan informasi yang terhimpun dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik untuk menganalisis isu feminisme dalam cerita rakyat tersebut. Pembahasan dalam penelitianini mengarahkan pada tiga sub pembahasan, yaitu struktur internal cerita Putri Jambul Emas, latar belakang sosial perempuan Aceh pada abad ke-17 Masehi, dan genetik teks dalam cerita Putri Jambul Emas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama dalam cerita ini adalah Putri Jambul Emas yang digambarkan sebagai perempuan yang berani, cerdas, dan berjiwa kepemimpinan. Tokoh Putri Jambul Emas merupakan penggambaran Ratu Safiatuddin, tokoh Lila Bangguna adalah penggambaran mengenai undang-undang pemberian rumah untuk anak perempuan yang diusulkan serta ditetapkan pada masa pemerintahan Ratu safiatuddin. Sementara itu, Raja Cina menjadi penggambaran atas intervensi pihak asing dan simbolisasi masyarakat patriarki yang melakukan penolakan kepemimpinan Ratu Safiatuddin karena gender. Penelitian ini penting untuk mengenal salah satu cerita rakyat Aceh dengan latar belakang sosial yang melatarbelakangi penciptaan karya tersebut.
KECEMASAN TOKOH NISKALA DALAM FILM KU KIRA KAU RUMAH KAJIAN PSIKOANALISIS Maghfiroh, Erisa Faridatul; Darmadi, Renalita Adesyah Putri; Apriliany, Yeppi; Nugroho, Abdillah
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.58435

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik dan   kecemasan tokoh Niskala dalam film Ku Kira Kau Rumah menggunakan kajian psikoanalisis. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Menggunakan dua teknik penelitian. Teknik studi kepustakaan yang dilakukan dengan mengintegrasikan referensi yang memiliki fokus sebagai landasan teori yang digunakan. Teori yang digunakan berupa dari seorang pakar bernama Sigmund Freud. Psikoanalisis berangkat dari sebuah ilmu guna menelisik tujuan sebuah sikap psikologis dari manusia. Teknik observasi dengan menganalisis film Kukira Kau Rumah yang dilakukan secara berulang-ulang yang diiringi dengan group discussion guna mendapatkan berbagai perspektif berbagai sudut. Dari data yang telah dikaji terhimpun sepuluh data yang dimana dapat disimpulkan, karakteristik tokoh  Niskala yaitu, bipolar, ramah, introvert, dan koleris. Para pemeran pendukung turut menonjolkan tokoh Niskala dengan sifat dan sisi kecemasan yang dimilikinya. Atau dapat dikatakan sutradara mengemas film dengan apik hingga rasa sampai kepada pononton atau penikmat film. Kecemasan tokoh Niskala dalam film tersebut terdapat, kecemasan realistik, kecemasan neurotik, dan kecemasan moral.
Bahasa Tabu Dalam Bahasa Aceh Helmi, Rahil -; Liana, Putri
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.49789

Abstract

Pada setiap kelompok masyarakat terdapat norma tata krama yang sebaiknya diikuti oleh anggotanya. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan mereka dari reaksi yang mungkin timbul akibat ungkapan gagasan atau perasaan yang dianggap tabu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menggambarkan bahasa tabu yang ada dalam bahasa Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, di mana gejala bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang berbicara dalam bahasa Aceh diamati secara seksama. Proses penelitian ini melibatkan tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan 20 kata-kata tabu dalam bahasa Aceh, yang dapat dikelompokkan menjadi kosakata tabu berupa kata dan frasa. Unsur referen yang terkandung dalam kata-kata tabu ini meliputi binatang, manusia, alat vital (kelamin), sifat-sifat tertentu, organ tubuh, tuhan, makhluk gaib. Ditinjau dari jenisnya, kata-kata tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kata-kata tabu yang berkaitan dengan Ketuhanan dan makhluk halus. Kedua, kata-kata tabu yang terkait dengan upacara adat, digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang tidak mematuhi norma sopan santun dan tidak pantas untuk diikutsertakan dalam forum resmi. Ketiga, kata-kata tabu yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Temuan ini memberi wawasan lebih dalam tentang budaya dan bahasa Aceh.Kata Kunci: Analisis, Tabu, Bahasa Aceh 
MITOS BEGU GANJANG: TRADISI LISAN MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERUJUNG KRIMINALITAS Simanjuntak, Firman Matias; Sagala, Vika Maria; Situmorang, Yuni Yolanda; Anggriana, Fuza; Sianturi, Astri Dewi; Siallagan, Lasenna
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.60953

Abstract

Mitos begu ganjang merupakan tradisi lisan yang masih ada bagi masyarakat Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis esensi begu ganjang sebagai tradisi lisan, persepsi masyarakat etnis Batak Toba terkait mitos begu ganjang, dan tanggapan mereka terhadap tindak kejahatan yang terjadi akibat masalah begu ganjang. Penelitian ini dilakukan di Manik Hataran dan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik dengan menggunakan metode campuran desain concurrent embedded. Data diperoleh dari 335 sampel dengan penggolongan berdasarkan rentang usia melalui teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat begu ganjang adalah tradisi lisan tertua dalam sastra lisan berbentuk mitos. Persepsi masyarakat memandang begu ganjang sebagai makhluk pembunuh supranatural dengan beragam deskripsi mengenai begu ganjang dan parbegu ganjang. Isu tersebut mampu menciptakan tindak kejahatan yang merugikan. Menimbang dampak yang muncul, mitos begu ganjang yang beredar dianggap tidak perlu direstorasi lagi.
Makna Leksikal pada Tembang Sasak Pembayunan di Desa Sakra Selatan Lombok Timur Zulkarnaen, Lalu Purnama; Maharoni G, Lalu Aswandi; Ardi, Fanny Frinti
Basastra Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i3.53725

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna leksikal pada tembang Sasak pembayunan yang digunakan pada acara adat sorong serah aji krama di Desa Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini latarbelakangi oleh urgensi memahami bahasa yang digunakan dalam tradisi ini mengingat pesan yang disampaikan sarat dengan nilai-nilai moral dan sopan santun. Selain itu, pemahaman terhadap bahasa ini penting sebagai sarana mempertahankan bahasa Sasak sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Sasak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitianini dikumpulkan dengan teknikdokumentasi pada berkas, dokumen dan gambar yang berkaitan laludiklasifikasikanmenurutjenisnya. Selain itu, pengumpulan data juga dilakukan dengan teknik catat untuk memudahkan dalam menganalisisbahasa pembayunanberdasarkansemantikleksikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagaijenisragambahasapembayunan  yangdigunakanolehkelompokpembayunandiDesa Sakra Selatan, KabupatenLombokTimur. Ragam bahasa ini cenderung tidak dipahami oleh masyarakat luas karena menggunakan bahasa Sasak laras tinggi sehingga perlu dikaji dan dimaknai sehingga pesannya sampai pada masyarakat luas.
Leksikon Kuliner Khas Melayu Deli di Sumatera Utara : Kajian Ekolinguistik Paino, Novhira Putri; Gafari, M. Oky Fardian; Adisaputera, Abdurahman
Basastra Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54435

Abstract

Kuliner tradisional tidak hanya mencerminkan khazanah makanan, bahan-bahan yang digunakan, cara pengolahan dan keunikan cita rasa lokal, namun juga mewakili kesatuan budaya masyarakat tertentu. Leksikon nama kuliner khas Melayu Deli di Sumatera Utara mengandung makna budaya yang penting untuk dianalisis dan diinterpretasi untuk mengungkapkan nilai simbolis dan budaya yang terkandung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penamaan kuliner tradisional masyarakat Melayu Deli yang ada di Sumatera Utara berdasarkan tinjauan bentuk leksikon, pandangan masyarakat, dan bahan dasar kuliner tradisional tersebut. Fenomena kabahasaan dapat muncul berkaitan dengan isu kelestarian lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ekolinguistik menggunakan teori dialektikal yang mencakup tiga dimensi praksis sosial, yaitu dimensi ideoligis, dimensi sosiologis, dan dimensi biologis. Objek yang diteliti merupakan makanan dan minuman yang dapat menunjukkan identitas budaya masyarakat Melayu Deli di Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini didapatkan dari observasi dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa leksikon kuliner khas masyarakat Melayu Deli di Sumatera Utara terdapat tiga pengelompokkan jenis kuliner yaitu makanan berat, makanan ringan, dan minuman.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 2 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 1 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 3 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 2 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 3 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 3 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 4 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 4 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Basastra More Issue