cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 190 Documents
Pengaruh Media Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa di Sekolah Dasar Utami, Azizi Anggi; Devianty, Rina; Yumni, Auffah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xvzqt670

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Media Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa di Sekolah Dasar” didasari oleh siswa mengalami kesulitan membaca awal, sehingga guru perlu menggunakan media interaktif yang menarik untuk membantu mereka mengenali huruf dan kata sederhana secara efektif. Tujuannya mengetahui pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa di Sekolah Dasar IT Cendikia. Tahap membaca permulaan penting bagi perkembangan literasi anak, dengan media seperti Flash Card terbukti efektif meningkatkan daya ingat dan mempermudah pembelajaran secara interaktif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Uji hipotesis tes yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di dapatkan thitung = 2,1969 dan ttabel = 2,0040 maka thitung > ttabel (2,1969 > 2,0040) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Media flash card untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I perlu dikembangkan sehingga dapat melatih kemandirian siswa dalam belajar.
Penerapan Manajemen Berbasis Kinerja dalam Lembaga Pendidikan Publik: Analisis Efektivitas Kebijakan Pemerintahan Daerah Batubara, Syofia Elida; Sudarmaji, Sudarmaji; Lumbanraja, Rani Fentaria; Sumitro, Sumitro
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/pkps5h84

Abstract

Penerapan Manajemen Berbasis Kinerja (MBK) di lembaga pendidikan publik merupakan salah satu strategi reformasi birokrasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, efektivitas anggaran, dan akuntabilitas kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi MBK dalam konteks pendidikan publik, dengan fokus pada instrumen kebijakan pemerintah daerah, mekanisme penilaian kinerja, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBK pada lembaga pendidikan umumnya telah diformalkan melalui instrumen perencanaan kinerja seperti RKT, RKAS, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan evaluasi berbasis sasaran kinerja. Namun, efektivitas kebijakan masih dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, rendahnya budaya evaluasi, serta ketidaksesuaian indikator kinerja dengan standar nasional pendidikan. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat fungsi monitoring, digitalisasi penilaian kinerja, dan kapasitas manajemen sekolah agar MBK mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Evaluasi Kebijakan Merdeka Belajar dari Perspektif Manajemen Pendidikan: Analisis Sistem Pemerintahan Terpadu Kurniasih, Kurniasih; Rini, Lely Endah; Syahputra, Eriza; Sumitro, Sumitro
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/waamt419

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan otonomi lembaga pendidikan, fleksibilitas kurikulum, dan penekanan pada capaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dari perspektif manajemen pendidikan dalam kerangka sistem pemerintahan terpadu (Integrated Government System). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan modern yang menekankan desentralisasi, efisiensi, dan akuntabilitas. Namun, tantangan masih muncul dalam aspek koordinasi antarlembaga pemerintah, sinkronisasi regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dalam mendukung tata kelola kebijakan pendidikan yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.
Program Bimbingan Belajar dan Edukasi Kreatif untuk Anak-anak Desa Sei Parit sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Puta, Anas
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/qkbdg823

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sei Parit, dengan fokus utama pada Bimbingan Belajar dan Edukasi Kreatif sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak di daerah pedesaan. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam masyarakat adalah keterbatasan akses terhadap pendampingan belajar, minimnya media edukasi yang menarik dan interaktif, serta perlunya penguatan motivasi belajar dan karakter anak sejak dini. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui kegiatan belajar tematik, permainan edukatif yang menyenangkan, serta sesi pengembangan karakter anak, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama antar teman sebaya. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada minat belajar siswa, kemampuan dasar membaca dan berhitung, serta rasa percaya diri anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, program ini juga membantu membentuk keterampilan sosial anak dan menumbuhkan sikap positif terhadap proses belajar berkelanjutan. Kesimpulannya, bimbingan belajar berbasis edukasi kreatif terbukti efektif sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di komunitas pedesaan, sekaligus dapat menjadi model yang direplikasi pada konteks serupa di wilayah lain.
Landasan Teologis Pendidikan Islam dalam Al-Qur’an dan Hadits: Kajian atas QS. Al-Alaq [96]: 1-5 Ramadhan, Kumala Indah Nur; Sulisno, Sarwadi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q8jgd328

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki landasan teologis yang kuat, berakar langsung pada wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. QS. Al-‘Alaq (96): 1–5 tidak hanya menjadi tonggak awal risalah kenabian, tetapi juga fondasi konseptual pendidikan Islam yang menempatkan ilmu sebagai sarana pembebasan manusia dari kebodohan menuju kesadaran ilahiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan teologis pendidikan Islam yang terkandung dalam QS. Al-‘Alaq (96): 1–5 serta relevansinya dengan hadis Nabi SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis tafsir Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam dalam ayat tersebut mencakup dimensi tauhid, epistemologi, dan humanisasi ilmu. Pendidikan dipahami sebagai proses transformatif yang berorientasi pada pengenalan Tuhan, pengembangan akal, dan pembentukan akhlak. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan ibadah intelektual yang berlandaskan wahyu.
Nikah dalam Keraguan antara Halal dan Haram Melani, Putri; Adly, Muhammad Amar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y9wvcx89

Abstract

Pernikahan dalam Islam merupakan akad yang sangat dijaga oleh syariat karena berkaitan langsung dengan kehormatan, nasab, dan keteraturan sosial. Oleh sebab itu, keabsahan akad nikah menuntut adanya kepastian hukum dan terbebas dari unsur keraguan (syak). Artikel ini membahas konsep nikah dalam keraguan antara halal dan haram dengan menitikberatkan pada pandangan fikih Syafi‘iyyah, khususnya sebagaimana dirumuskan oleh Zainuddin al-Malibari dalam Fath al-Mu‘īn. Pembahasan difokuskan pada berbagai bentuk keraguan yang memengaruhi keabsahan akad nikah, seperti tercampurnya perempuan mahram dengan perempuan lain, ketidakjelasan identitas calon pasangan, keraguan status agama wanita ahli kitab, serta syarat-syarat kesaksian dalam akad nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan studi kepustakaan terhadap kitab fikih klasik dan literatur hukum Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih Islam menerapkan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat dalam akad nikah, dengan menempatkan pencegahan mafsadat di atas perolehan maslahat. Dengan demikian, setiap bentuk keraguan yang signifikan wajib dihilangkan sebelum akad nikah dilangsungkan, demi menjaga kesucian akad dan kepastian hukum keluarga Islam.
Konsep Wali Mujbir dalam Perspektif Fikih Klasik dan Relevansinya dalam Hukum Keluarga Modern Hanum, Fauziah; Adly, Muhammad Amar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q3wpsx08

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep wali mujbir, yakni wali yang memiliki hak ijbār untuk menikahkan perempuan tanpa persetujuannya, sebagaimana dijelaskan dalam literatur fikih mazhab Syafi‘i. Melalui pendekatan penelitian hukum normatif, studi ini menganalisis ketentuan klasik mengenai syarat-syarat wali mujbir, batasan penggunaannya, dan mekanisme perlindungan bagi perempuan dalam akad nikah. Dalil-dalil hadis serta ketentuan para ulama seperti Imam Syafi‘i, Nawawi, dan al-Malibari dijadikan landasan untuk menelaah hak ijbār sebagai instrumen kemaslahatan, bukan otoritas absolut. Analisis dilengkapi dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menilai relevansi konsep tersebut dalam konteks modern, khususnya ketika hukum positif seperti Kompilasi Hukum Islam mensyaratkan persetujuan kedua calon mempelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep wali mujbir sah secara fikih klasik, namun penerapannya pada era modern harus ditafsirkan secara ketat dan dibatasi demi perlindungan hak serta martabat perempuan.
Soren Kierkegard Abbas, Mardhiah; Andriani, Annisa Ulfa; Fadillah, Heny; Sinulingga, Aldi Alfarel
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/01e9jz79

Abstract

Krisis eksistensial dan spiritual merupakan persoalan fundamental yang dihadapi generasi muda modern di tengah dominasi rasionalisme, idealisme, dan realitas digital, yang cenderung mengikis subjektivitas dan eksistensi otentik. Fenomena ini menyebabkan individu merasa terasing, kehilangan makna, dan rentan terjebak dalam gaya hidup estetik yang dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali Filsafat Eksistensialisme Religius Søren Aabye Kierkegaard sebagai kerangka teoretis untuk mengatasi tantangan tersebut. Kajian ini berfokus pada analisis pemikiran pokok Kierkegaard mengenai kebebasan individu, tiga tahapan eksistensi (estetik, etik, dan religius), dan konsep "lompatan iman" (leap of faith), yang secara unik menempatkan Tuhan sebagai pusat eksistensi sejati. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Kierkegaard, yang mengedepankan eksistensi individu yang konkret, bebas, dan bertanggung jawab, menawarkan solusi fundamental untuk mengatasi krisis spiritualitas di era digital. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyoroti relevansi abadi filsafat Kierkegaard dalam mempromosikan pemahaman mendalam tentang subjektivitas dan mendorong individu modern untuk mencapai kehidupan spiritual yang otentik di tengah kompleksitas dunia kontemporer.
Analisis Penerapan Budaya Disiplin (Nidzam) dan Sanksi dalam Pembentukan Perilaku Islami Santri Nasyaa, Ratu Alifah; Hasugian, Yana Kianshi; Naiborhu, Dini Fadhliyah; Iqbal, Muhammad
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/29mwtd68

Abstract

Budaya disiplin (nidzam) dan penerapan sanksi merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan pondok pesantren dalam membentuk perilaku Islami santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya disiplin dan sanksi serta perannya dalam pembentukan perilaku Islami santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk memahami konsep dan mekanisme penerapan disiplin serta sanksi di pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya disiplin diterapkan melalui pengaturan waktu yang terstruktur, pembiasaan ibadah, keteladanan pendidik, dan pengawasan yang berkelanjutan. Sanksi diterapkan secara bertahap dan edukatif dengan menekankan pembinaan moral dan tanggung jawab santri. Disiplin dan sanksi saling melengkapi dalam membentuk perilaku Islami santri, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun interaksi sosial. Dengan penerapan yang konsisten, adil, dan humanis, budaya disiplin dan sanksi berperan efektif dalam membentuk santri yang berakhlak Islami.
Pengaruh Kecanduan Game Online Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di MAS Al-Washliyah 30 Binjai Larasati, Danissa; Fadilla, Nurul; Nursyafitri, Maya; Marcella, Elvica Dwi; Al-Nazri, M. Daniel
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/7n6ynw13

Abstract

Kecanduan game online merupakan fenomena yang semakin marak di kalangan siswa, terutama pada era digital saat ini. Aktivitas bermain game yang berlebihan seringkali berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, sehingga memengaruhi prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecanduan game online dengan konsentrasi belajar siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada sejumlah siswa sekolah menengah. Data dianalisis menggunakan uji korelasi untuk mengetahui keterkaitan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecanduan game online dan konsentrasi belajar siswa, di mana semakin tinggi intensitas bermain game online, semakin rendah tingkat konsentrasi belajar yang dimiliki. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam mengatur waktu bermain siswa serta perlunya strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan fokus belajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan keluarga dalam merancang program pencegahan serta pendampingan terhadap siswa yang mengalami kecanduan game online.