cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 124 Documents
Hujan dalam Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 11: Analisis Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI Martuani Siregar; Abdul Halim; Hery Sahputra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/py3q6594

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat berbagai petunjuk dan pelajaran, termasuk tentang fenomena alam seperti hujan. Hujan tidak hanya dijelaskan sebagai bagian dari siklus alam, tetapi juga memiliki makna spiritual dan fungsi vital dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan hikmah hujan terhadap makhluk hidup dalam perspektif Al-Qur’an, khususnya melalui analisis tafsir Surah Al-Anfal ayat 11. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research serta metode tafsir tematik (maudhu’i), dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir seperti Tafsir Kementerian Agama RI, Tafsir Al-Misbah, dan Fi Zhilalil Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan dalam Al-Qur’an bukan hanya sebagai rezeki dan rahmat, tetapi juga sebagai sarana penyucian diri, penguat fisik dan mental dalam konteks peperangan, serta penegas kekuasaan Allah Swt. atas segala sesuatu. Dengan demikian, hujan memiliki makna multidimensional baik secara ilmiah maupun teologis, dan menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu bersyukur dan menjaga alam.
Pengaruh Membaca Al-Qur’an Terhadap Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Fatiyah Fitri; Juliani; Nur Syifa Arida; Amanda Kuslaina; Egi Anisa
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/54myzm30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan membaca Al-Qur'an terhadap kedisiplinan santri di lingkungan pesantren. Disiplin merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter santri. Aktivitas membaca Al-Qur'an secara rutin diyakini mampu membentuk kepribadian yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan taat terhadap aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di salah satu pondok pesantren di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas membaca Al-Qur'an yang tinggi berkorelasi positif dengan peningkatan kedisiplinan santri dalam hal ibadah, belajar, dan kepatuhan terhadap tata tertib pesantren.
Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) pada Pasien Kemoterapi dengan Gangguan Pola Tidur di Ruang Dahlia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Riska Dwi Mai Yulinda; Angga Arfina; Dendy Kharisna; Ulfa Hasana
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3dw76266

Abstract

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Penatalaksanaan kanker disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker, kondisi umum, serta preferensi pasien. Kemoterapi merupakan salah satu tindakan sebagai terapi, pengendalian, dan paliatif dengan cara menghancurkan sel kanker, mengendalikan kanker, atau mencegah penyebaran kanker. Kemoterapi menyebabkan dampak fisik dan psikologis bagi pasien kanker, salah satunya adalah gangguan pola tidur. Aplikasi ini menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi keperawatan yang dilakukan dalam aplikasi ini mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), yaitu dukungan tidur. Selain itu, intervensi juga berfokus pada penerapan hasil praktik keperawatan berbasis bukti, yaitu terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Tujuan pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif (PMR) ini adalah sebagai intervensi mandiri dari perawat untuk mengatasi masalah gangguan pola tidur sehingga kualitas tidur dapat meningkat. Aplikasi ini dilakukan selama 1 hari dengan durasi terapi 30 menit. Instrumen yang digunakan dalam aplikasi ini adalah hasil keperawatan (SLKI) dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Sampel pada aplikasi ini adalah 2 pasien kemoterapi yang mengalami gangguan pola tidur. Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan dengan indikator keberhasilan SLKI, yaitu keluhan susah tidur, sering terbangun, penurunan ketidakpuasan tidur, berdasarkan indikator PSQI pada pasien I, skor sebelum terapi adalah 15 dan setelah terapi menjadi 11, sedangkan pada pasien II, skor sebelum terapi adalah 17 dan setelah terapi menjadi 13. Terdapat penurunan skor kualitas tidur, yaitu sebanyak 4 skor antara sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif (PMR).
Sejarah Tradisi Kenduri Khak-Khak pada Masyarakat Suku Alas Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara Ayu Novita Sari; Retno Sayekti; Nabila Yasmin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mrzxm371

Abstract

Pada umumnya pembelajaran sejarah peradaban Islam tidak jauh yakni membahas tentang kehidupan di dalam masyarakat. Yang mana dikatagorikan sebagai pelajaran yang dinyatakan untuk pembahasan apapun yang ada didalam kehidupan bermasyarakat. Skripsi ini berjudul tentang Sejarah Tradisi Kenduri Khak-Khak Pada Masyarakat Suku Alas Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara, yang mana dalam penelitian ini membahas bagaimana sejarah yang ada pada suku alas mengenai tradisi kenduri khak-khak dan bagaimana tatacara pelaksanaan tradisi kenduri khak-khak pada suku alas tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif yang mana pemecahan masalahnya berdasarkan pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data pada penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi kenduri khak khak sudah ada sejak jaman kakek moyang terdahulu. Hanya saja prosesnya sedikit demi sedikit ada yang berbeda. Kenduri khak-khak dilakukan guna untuk menjadi doa ataupun salah satu usaha agar penanaman padi jauh dari bahaya dan hama yang mana sering disebut tradisi kenduri khak-khak merupakan tradisi kenduri tolak bala pada proses penanaman padi.
Konsep Tawadhu’ dan Tasamuh dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Syajarat al-Ma’arif Karya Izz al-Din bin Abdu al-Salam Riska Fatiah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/6vya2j81

Abstract

Fenomena meningkatnya polarisasi sosial, ekstremisme berbasis agama, dan krisis moral di masyarakat modern menandakan urgensi revitalisasi nilai-nilai etika Qur’ani dalam ranah publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tawadhu’ (kerendahan hati) dan tasamuh (toleransi) dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tematik terhadap tafsir Syajarat al-Maʿārif karya Izz al-Dīn bin ʿAbd al-Salām, dengan fokus pada relasi konseptual keduanya dalam membentuk karakter sosial umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data primer diperoleh dari teks Syajarat al-Maʿārif dan ayat-ayat Al-Qur’an terkait, sedangkan data sekunder dihimpun dari literatur tafsir klasik, kontemporer, serta kajian etika Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui tafsir maudhū‘ī untuk membangun sintesis makna dari ayat-ayat QS Al-Furqan: 63, Ali ‘Imran: 159, Luqman: 18–19, dan Al-Hujurat: 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawadhu’ berperan sebagai fondasi kesadaran spiritual yang menolak arogansi, sementara tasamuh merupakan manifestasi sosial dari sikap empatik dan keterbukaan terhadap perbedaan. Keduanya memiliki hubungan saling menguatkan dalam membentuk tatanan masyarakat yang inklusif dan moderat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Izz al-Dīn memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka tafsir etika transformatif yang kontekstual, serta kontribusi praktis dalam penguatan pendidikan karakter, resolusi konflik sosial, dan moderasi beragama di era kontemporer.
Studi Kasus: Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Fraktur Post ORIF untuk Mengatasi Nyeri Akut Dedek Febrianti Lestari; Dendy Kharisna; Sri Yanti; Tison S S
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wg5edr55

Abstract

Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering menimbulkan nyeri akut pasca tindakan operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Nyeri yang tidak ditangani secara optimal dapat berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi genggam jari adalah salah satu intervensi nonfarmakologis yang mulai banyak dikembangkan sebagai upaya penanganan nyeri akut pada pasien post ORIF. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan nyeri akut pada pasien fraktur post ORIF di Ruang Gardenia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode studi kasus pada satu pasien dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari selama tiga hari, masing-masing tiga kali sehari. Instrumen pengukuran menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan pain scale using faces. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 2 setelah dilakukan intervensi. Selain itu, teknik ini juga berdampak positif terhadap penurunan tanda-tanda nyeri lain, seperti gelisah, frekuensi nadi, dan tekanan darah. Temuan ini memperkuat bukti bahwa teknik relaksasi genggam jari efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengatasi nyeri akut pada pasien fraktur post ORIF. Dengan demikian, teknik ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terapi tambahan di tatanan klinik keperawatan untuk mempercepat pemulihan pasien dan meningkatkan kenyamanan selama proses perawatan.
Penerapan Kompres Air Hangat Daun Kelor Terhadap Nyeri Sendi pada Lansia di Desa Sari Galuh Andini Putri Amelia; Bayu Azhar; Sri Yanti; Ulfa Hasana
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/49vycf17

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah nyeri sendi yang dapat menurunkan kualitas hidup. Penanganan nyeri sendi secara non-farmakologis menjadi pilihan yang penting, salah satunya melalui kompres air hangat daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi kompres air hangat daun kelor dalam menurunkan tingkat nyeri sendi pada lansia di Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pre-posttest. Sebanyak 20 lansia yang mengalami nyeri sendi menjadi subjek intervensi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Kompres air hangat daun kelor dilakukan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada lansia setelah diberikan intervensi, yang diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid pada daun kelor yang bersifat antiinflamasi dan analgesik serta mudah diserap melalui pori-pori kulit. Proses vasodilatasi yang terjadi akibat kompres air hangat membantu memperlancar aliran darah ke area yang nyeri, sehingga distribusi zat aktif daun kelor menjadi lebih optimal dalam menghambat proses inflamasi. Temuan ini memperkuat bukti bahwa kompres air hangat daun kelor efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia. Terapi ini dapat dijadikan alternatif mandiri dan pelengkap terapi medis konvensional dalam asuhan keperawatan lansia di masyarakat. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi rujukan inovasi perawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan dan memiliki efek samping minimal.
Pengaruh Husain Basyaiban dalam Menyebarkan Nilai-nilai Al-Qur’an kepada Generasi Z di Era Digital Alim Muhadi Lubis
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/7eyp7a55

Abstract

Penelitian ini menyoroti bagaimana metode dakwah digital yang diterapkan oleh Husain Basyaiban secara efektif menjawab kebutuhan spiritual Generasi Z yang hidup di tengah arus informasi digital yang cepat dan kerap kali dangkal. Dengan pendekatan komunikasi yang reflektif, santun, dan mampu menyentuh aspek emosional anak muda, Husain tidak hanya menyampaikan ajaran Islam secara informatif, tetapi juga transformatif. Konten-konten dakwahnya yang ringan namun bermakna, disampaikan melalui platform populer seperti TikTok, menunjukkan adanya adaptasi strategi dakwah terhadap budaya digital tanpa mengabaikan nilai-nilai Qur’ani. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kesabaran, dan akhlak sosial disampaikan dengan pendekatan yang relatable, sehingga memudahkan audiens muda untuk menginternalisasi pesan-pesan keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi dakwah Husain yang berakar pada prinsip hikmah, mau’izhah hasanah, dan mujādalah bi-llatī hiya aḥsan dapat menjadi model dakwah kontemporer yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermakna secara spiritual. Model dakwah ini relevan dalam menghadirkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin dan mampu berinteraksi aktif dengan budaya digital tanpa kehilangan esensi keilahiannya.
Konsep ‘Ain dalam Surah Al-Kahfi: Kajian Tafsir Al-Kasysyaf Muhammad Husein Ritonga
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/21bj4h51

Abstract

Kajian terhadap lafazh-lafazh Al-Qur’an merupakan aspek penting dalam ilmu tafsir karena setiap kata memuat makna yang kompleks dan bernilai teologis, sosial, serta spiritual. Salah satu lafazh menarik untuk dikaji adalah ‘ain (نيع), yang secara leksikal berarti “mata”. Dalam Surah al-Kahfi, lafazh ini muncul dalam tiga ayat dengan makna yang berbeda: sosial dan etika (ayat 28), geografis dan visual (ayat 86), serta spiritual dan batiniah (ayat 101). Variasi makna ini menunjukkan pentingnya konteks dalam penafsiran kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir bahasa yang menelaah makna lafazh berdasarkan konteks kalimat, relasi antar kata, serta latar budaya dan retoris teks. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan analisis induktif-komparatif. Sumber utama adalah Tafsir al-Kasysyaf karya Imam az-Zamakhsyari, yang kemudian dibandingkan dengan tafsir kontemporer seperti Ali ash-Shabuni, Wahbah az Zuhaili, dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafazh ‘ain dalam Surah al-Kahfi mengalami perluasan makna. Ayat 28 menampilkan ‘ain sebagai simbol perhatian dan keadilan sosial; ayat 86 menunjukkan ‘ain sebagai simbol geografis yang menggambarkan keterbatasan penglihatan manusia; sedangkan ayat 101 menggunakan ‘ain secara metaforis untuk menggambarkan kebutaan spiritual. Penafsiran az-Zamakhsyari, dikontekstualisasikan dengan teori bahasa modern, menegaskan bahwa makna lafazh dalam Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya, retorika, dan hubungan makna. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan makna dalam menjembatani tafsir klasik dan kajian linguistik kontemporer.
Produksi Bawang Merah Tumpangsari dengan Cabai pada Beberapa Jarak Tanam Rabiyatul Adawiyah; Indah Putri Santri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jq2y3r15

Abstract

Masyarakat Indonesia menggunakan bawang merah setiap hari sebagai bahan penting dalam masakan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, produksi bawang merah perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah melalui strategi intensifikasi seperti tumpang sari. Menggabungkan bawang merah dengan cabai merupakan salah satu pendekatan yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi bawang merah ketika ditanam menggunakan metode tumpang sari dengan konfigurasi jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari enam pendekatan berbeda: tumpang sari dengan jarak tanam 15 x 15 cm, tumpang sari dengan jarak tanam 20 x 20 cm, tumpang sari dengan jarak tanam 25 x 25 cm, monokultur dengan jarak tanam 15 x 15 cm, monokultur dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dan monokultur dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Setiap pendekatan diuji coba empat kali, sehingga total terdapat 24 kelompok percobaan individu. Data dikumpulkan mengenai berat umbi segar, berat umbi kering untuk penggunaan pasar, total produksi per hektar, jumlah umbi yang diproduksi, dan lebar umbi. Informasi yang terkumpul kemudian diuji menggunakan uji F dengan ambang batas 5%, diikuti oleh uji DMRT pada ambang batas 5% yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah per hektar dengan pendekatan satu tanaman dan penanaman sela dengan jarak tanam 15 x 15 cm menghasilkan jumlah yang kurang lebih sama. Oleh karena itu, petani dapat menanam bawang merah secara sela dengan cabai menggunakan jarak tanam 15 x 15 cm.

Page 11 of 13 | Total Record : 124