cover
Contact Name
Hasba Edukasi Mandiri
Contact Email
info@hasbaedukasi.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
info@hasbaedukasi.co.id
Editorial Address
Kompleks Green Kemilau Pelangi, B. 04, Jl. Handil Bahalang I, Simpang Empat, Kec. Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 70654
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30629489     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk mempublikasikan penelitian dan kajian akademis di bidang pendidikan dengan pendekatan multidisiplin. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian, ulasan pustaka, dan kontribusi ilmiah lainnya yang meliputi bidang-bidang seperti kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, serta kebijakan, evaluasi pendidikan, serta laporan penelitian. Tujuan utama jurnal ini adalah sebagai wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara global. Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh PT. Hasba Edukasi Mandiri, dan terbit setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 537 Documents
CODE-SWITCHING IN PRUDENCE ANGELINE’S TIKTOK ACCOUNT: A SOCIOLINGUISTIC STUDY Wita Meilina Laura; Otong Setiawan Djuharie
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.536

Abstract

This study aims to identify and analyze the forms and functions of code-switching in the TikTok content of Prudence Angeline using a sociolinguistic approach. In the current digital era, social media has become a vital platform for individuals to construct self-image and employ communication strategies, including the alternating use of two languages. Drawing on Hoffman’s (1991) theory, this research classifies code-switching into three main types: intra-sentential switching, inter-sentential switching, and emblematic switching. Data were collected from eleven TikTok videos uploaded by Prudence Angeline between April 24 and May 8, 2025. The findings reveal that the most dominant form of code-switching is intra-sentential switching, where the speaker blends Indonesian and English within a single sentence structure in a flexible and natural manner. These findings indicate that code-switching serves not only as a means of communication but also as a strategy for constructing a professional identity and enhancing engagement with a bilingual audience.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DATARAN RENDAH DI DESA CIPOCOK SERANG BANTEN Alfina Rahma Putri; Keyla Atala Avanza Satiri; Rafa Aliyah Shabira
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.542

Abstract

This study aims to analyze the forms of community participation in the development of lowland areas, focusing on contributions in the form of ideas, labor, and material support. The approach used is qualitative through a literature study, examining various scholarly documents and case studies, particularly related to the development of Cipocok Village, Serang, Banten. The results indicate that community participation tends to be high when residents are actively invited by the organizers, especially in terms of contributing ideas and labor. However, participation in the form of material support remains low due to economic limitations. The driving factors for participation include responsive local leadership, the presence of active youth organizations, direct economic benefits, and open communication strategies. On the other hand, obstacles include a culture of modesty, dependence on organizers, and a low level of collective awareness about the importance of citizens' roles in development. Tourism attractions developed based on local culture and daily activities have proven to be effective tools for empowering the community. The involvement of youth in managing these attractions serves as a key driver for the sustainability of rural development. This study recommends participatory facilitation and continuous training to strengthen the community's role in regional development.
PENGELOLAAN JALAN TRANS - KALIMANTAN SEBAGAI BARANG PUBLIK DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Hartatik Efendi; Dede Sri Kartini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.544

Abstract

Jalan Trans-Kalimantan merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional yang memiliki peran vital sebagai barang publik, khususnya dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Kalimantan Barat. Jalan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur utama transportasi antarwilayah, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta aksesibilitas masyarakat terhadap layanan publik dan sosial. Keberadaannya sangat penting dalam memperkuat integrasi wilayah dan mendorong pembangunan ekonomi yang merata, terutama di daerah-daerah perbatasan dan terpencil. Dalam konteks manajemen sektor publik, Jalan Trans-Kalimantan menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur publik harus dikelola dengan pendekatan tata kelola yang baik (good governance), mencakup transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta partisipasi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran strategis Jalan Trans-Kalimantan dari sudut pandang pelayanan publik dan pembangunan wilayah, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengelolaannya. Kajian penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis dokumen sekunder, ditemukan sejumlah permasalahan utama, seperti tingginya tingkat kerusakan jalan akibat kendaraan over dimension and over load (ODOL), keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta lemahnya koordinasi antar instansi dan level pemerintahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya perbaikan tata kelola yang berbasis prinsip good governance sangat diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi jalan ini sebagai infrastruktur publik yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemerataan wilayah.
PERBANDINGAN HUKUM KELUARGA DI NEGARA MINORITAS BELANDA, JERMAN DAN PRANCIS Rahmat; Syarifuddin; Ali Murtadho
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.547

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan hukum keluarga di tiga negara dengan populasi Muslim sebagai minoritas, yaitu Belanda, Jerman, dan Prancis. Ketiga negara ini memiliki sistem hukum yang sekuler namun menghadapi tantangan dalam mengakomodasi praktik-praktik keluarga umat Islam, seperti pernikahan, perceraian, dan hak asuh anak, yang sering kali berbeda dengan hukum nasional. Dalam konteks multikulturalisme dan integrasi, negara-negara ini mengambil pendekatan yang beragam terhadap isu-isu hukum keluarga Islam. Belanda relatif lebih akomodatif terhadap pluralisme hukum melalui pengakuan terbatas terhadap kontrak pernikahan keagamaan. Sementara itu, Jerman menunjukkan pendekatan yang lebih formalistik dan legalistik, menekankan supremasi hukum nasional, namun tetap membuka ruang kompromi melalui yurisprudensi. Sebaliknya, Prancis mengedepankan prinsip laïcité (sekularisme ketat) yang menjauhkan pengaruh agama dalam urusan publik, termasuk dalam ranah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi perbandingan hukum, serta analisis normatif terhadap undang-undang dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam mengakomodasi hukum keluarga Islam, ketiga negara cenderung bergerak menuju integrasi hukum dengan derajat fleksibilitas yang bervariasi tergantung pada konteks sosial-politik masing-masing.
RELEVANSI KAIDAH 11–20 DALAM QAWĀ‘ID AL-FIQHIYYAH GHAIRU ASHĀSIYYAH TERHADAP PROBLEMATIKA HUKUM MODERN Achmad Rahmani; Abdul Helim; Syaikhu
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.549

Abstract

Qawa’id al-Fiqhiyyah Ghairu Ashasiyyah merupakan kaidah-kaidah fiqh umum yang berfungsi sebagai pelengkap kaidah utama dalam sistem hukum Islam. Kaidah-kaidah ini memiliki ruang lingkup yang luas dan berlaku dalam berbagai cabang fiqh, sehingga sangat penting dalam memberikan solusi atas persoalan-persoalan hukum yang tidak secara eksplisit diatur dalam nash syar’i. Kajian ini menelaah kaidah nomor 11-20 dengan menggunakan metode kajian pustaka, yang meliputi pengumpulan, analisis, dan sintesis literatur klasik dan kontemporer terkait qawa’id fiqhiyyah ghairu ashasiyyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kaidah-kaidah tersebut tetap diakui keabsahannya oleh para ulama dan memiliki peran strategis dalam memperluas cakupan hukum Islam serta menjaga relevansi dan kemaslahatan hukum dalam berbagai situasi.
PARADIGMA BARU PERLINDUNGAN ANAK YATIM PIATU KARENA KRIMINALITAS: SINERGI MASYARAKAT SIPIL DAN NEGARA DALAM KASUS PEMBUNUHAN ORANG TUA Ira Zulfia Kausar; Ibnu Elmi AS Pelu; Abdul Helim
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.552

Abstract

Fenomena anak yatim piatu akibat tindak pidana pembunuhan dalam keluarga merupakan isu krusial yang masih belum memperoleh perhatian memadai dalam kebijakan perlindungan anak di Indonesia. Anak-anak yang kehilangan orang tua akibat kekerasan domestik menghadapi trauma psikologis mendalam, keterlantaran, dan risiko penelantaran hak-hak dasarnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis problematika perlindungan hukum dan psikososial terhadap anak yatim piatu karena kriminalitas, mengevaluasi peran masyarakat sipil dalam intervensi sosial dan advokasi, serta merumuskan bentuk sinergi ideal antara negara dan komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen, studi literatur, dan pemetaan kebijakan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa belum terdapat regulasi khusus yang mengatur perlindungan terhadap anak-anak dalam situasi ekstrem ini, sementara masyarakat sipil berperan penting dalam menjangkau korban melalui program pemulihan dan advokasi kebijakan. Kolaborasi yang terstruktur antara negara dan masyarakat sipil, seperti dalam program ATENSI Anak dan pembentukan Satgas Perlindungan Anak di tingkat komunitas, menjadi model strategis untuk mewujudkan sistem perlindungan anak yang holistik, responsif, dan inklusif.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA MAHASISWA MAGANG Fadia Aulia Sandi; Riza Noviana Khoirunnisa
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa magang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling terhadap 137 populasi mahasiswa angkatan 2021 & 2022 di Universitas X yang pernah atau sedang memprogram magang MBKM mandiri rumpun PIO (Psikologi Industri dan Organisasi) pada perseroan terbatas (PT) dengan posisi HC/HR/SDM dan masa magang ≥ 4 bulan. Terdapat 102 mahasiswa magang yang menjadi sampel penelitian dan 31 mahasiswa magang menjadi uji coba instrumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS versi 30 for windows. Hasil analisis data terdapat nilai pearson correlation sebesar 0.301 menunjukan adanya hubungan yang signifikan dalam kategori rendah dan hubungan yang searah antara self-efficacy dengan work engagement pada mahasiswa magang.
PEMBINAAN UMKM BATIK LUMPO OLEH DINAS PERDAGANGAN DAN TRASNMIGRASI KABUPATEN PESISIR SELATAN SEBELUM DAN PASCA PANDEMI COVID-19 Farhan Nurmen
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pembinaan UMKM Batik Lumpo oleh Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Selatan sebelum dan setelah pandemi Covid-19. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling, dan untuk memastikan keabsahan data, penulis menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan UMKM Batik Lumpo oleh Dinas Perdagangan dan Transmigrasi telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Dinas tersebut.
EFEKTIVITAS PERAN DINAS PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENCEGAHAN OCSEA (ONLINE CHILD SEXUAL EXPLOITATION AND ABUSE) DI WILAYAH KALIMANTAN TENGAH Anis Aprilia; Ibnu Elmi as Pelu; Abdul Helim
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.558

Abstract

The advancement of digital technology presents a dual impact on children—on one hand, it offers vast opportunities for learning and interaction; on the other hand, it exposes them to serious threats such as Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA). Central Kalimantan, with its vast geographical area, uneven digital literacy, and limited surveillance infrastructure, is particularly vulnerable to such online crimes. This article aims to examine the effectiveness of the Regional Office for Women and Children Protection (DPPA) in preventing and responding to OCSEA in Central Kalimantan. Using a descriptive-analytical approach, the study highlights four key strategies implemented by the DPPA: public education campaigns, cross-sector collaboration, complaint and victim support services, and local policy advocacy. Findings indicate that while the DPPA has initiated various programs, their overall effectiveness remains low due to limitations in human resources, funding, infrastructure, and inter-agency coordination. Strengthening institutional capacity, expanding outreach, and developing specific local regulations are essential to building a more robust child protection system against online sexual crimes.
PERSPEKTIF ULAMA KOTA PULANG PISAU TERHADAP PUTUSNYA IKATAN PERNIKAHAN DENGAN SEBAB FASAKH PADA PERBEDAAN KEYAKINAN PASCA PERNIKAHAN M. Rullyan Surachman1; Ibnu Elmi As Pelu; Abdul Helim
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.559

Abstract

Maraknya kasus perbedaan keyakinan setelah pernikahan di masyarakat muslim, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Fenomena ini menimbulkan kegamangan hukum dan sosial, terutama bagi pasangan yang masih mempertahankan keislaman. Dalam kondisi ini, fatwa dan pandangan para ulama lokal menjadi penting sebagai rujukan keagamaan dan solusi atas kekosongan atau ketidakpastian hukum di tingkat masyarakat akar rumput. Oleh karena itu, penelitian ini memotret bagaimana para ulama merespons persoalan tersebut secara fikih dan kontekstual, dengan menjadikan Kompilasi Hukum Islam, mazhab Syafi’i, dan praktik sosial-keagamaan sebagai basis pijakan analisis

Filter by Year

2024 2026