Articles
563 Documents
Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Siswa Kelas III Melalui Model Pembelajaran Kooper
Rahman Rahman;
Muhammad Irfan;
Muhammmad Fitri
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.62910
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Papan Berpaku dapat meningkatkan keaktifan belajar Matematika siswa serta mengetahui penerapan model pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan keaktifan belajar Matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SPF SD Inpres Btn Ikip II Kota Makassar. Subjek penelitian yaitu kelas III dengan jumlah siswa 11 orang. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Papan Berpaku dengan 2 dengan 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada setiap siklus adapun hasil yang didapatkan pada siklus I keaktifan belajar siswa yaitu 60,24% kategori cukup tinggi dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 83,24% kategori tinggi dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa IV SD
Nurul Fadhila Nelly;
Nasrah Natsir;
Wiwi Oktafiani
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i3.62712
Pendekatan pengajaran matematika realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran matematika yang didasarkan pada hal-hal yang nyata atau konkrit bagi siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif menemukan jawaban atas permasalahan yang diajukan, dan mendorong pembelajaran menjadi lebih bermakna. Pembelajaran yang disampaikan menekankan pada kaitan materi dengan kehidupan nyata siswa sehingga mempengaruhi pembelajaran yang disampaikan, termasuk hasil belajar siswa. Pada penelitian-penelitian sebelumnya, banyak yang mengatakan bahwa peserta didik merasa jenuh dalam proses pembelajaran yang konvensional sehingga dibutuhkan pembaruan dalam pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik salah satunya dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan realistik pendidikan matematika terhadap hasil belajar matematika di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Teknik dan prosedur pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 14 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 12 perempuan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Nur Afni Mutmainnah;
Muhammad Asrul Sultan;
Misnawati Misnawati
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.62577
Permasalahan dalam penelitian ini adalah pada umumnya hasil belajar siswa pada kelas matematika rendah. Merancang pertanyaan penelitian dan metode untuk menjelaskan penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil matematika siswa kelas V UPT SPF SD Negeri Mongisidi II. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan model problem based learning,Meningkatkan pembelajaran siswa dalam matematika. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei efektivitas sekolah (PTK) yang terdiri dari 2 siklus pengumpulan data yang digunakan: observasi, tes dan dokumentasi. Keterampilan analisis data. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa yang berjumlah 29 orang.Apa ada siklus l hasil penelitian proses pelajaran observasi aktivitasku berada pada kualifikasi baik (B) sedangkan observasi aktivitas siswa berada pada kualifikasi cukup (C) dan hasil tes belajar pada kualifikasi kurang (K). Dan pada siklus kedua hari penting proses pembelajaran observasi aktivitas guru dan siswa berada pada kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi baik (B). Kesimpulan pada penelitian ini menerapkan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik Kelas V di UPT SPF SD Mongisidi ll.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD Melalui Model Contextual Teaching Learning
Khaerunnisa Khaerunnisa;
St. Habibah;
Dewi Shinta
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i3.62764
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS dengan materi jual beli dengan menerapkan model pembelajaran contextual teaching learning pada siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng 1. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Bawakaranaeng I. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas secara individual dari 19 siswa hanya 6 siswa atau 32% yang memenuhi kriteria ketercapaia tujuan pembelajaran (KKTP) atau berada pada kategori rendah. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana dari 19 siswa terdapat 17 siswa atau 90% telah memenuhi KKTP. Dengan demikian dapat disimpulkan Penerapan model pembelajaran contextual teaching learning berbantu kegiatan market day pada materi jual beli dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I.
Meningkatkan Minat Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN 12 Malaka Kabupaten Pangkep
Muh Faisal;
Hotimah Hotimah;
Ahmad Fadhlan
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.59473
Rendahnya minat belajar siswa salah satunya dikarenakan gaya mengajar guru yang masih konvensional. Guru belum sepenuhnya memanfaatkan penggunaan model pembelajaran sebagai penunjang berhasilnya peroses pembelajaran. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan minat belajar menggunakan model Pembelajaran inquiri terbimbing pada siswa kelas V SDN 12 Malaka Kabupaten Pangkep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasilnya meliput: penggunaan langkah-langkah model pembelajaran inquiri terbimbing dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan minat belajar kelas V SDN 12 Malaka Kabupaten Pangkep. Dalam menggunakan model ini, kualitas proses pembelajaran mengalami peningkatan. Sehingga, dapat disimpulkan bahawa penggunaan model inquiry terbimbing dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDN 12 Malaka.
Penerapan Model Question Student Have dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V
Kardasi, Jein Milenia;
Herlina, Herlina;
Ratna, Ratna
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v5i3.57747
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran IPAS di SDN 2 Gandangbatu Sillanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS dengan menggunakan metode Question Student Have. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru, lembar observasi siswa dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil observasi aktivitas guru berada pada kategori cukup, aktivitas siswa berada pada kategori cukup dan hasil belajar siswa berada pada kategori cukup. Pada siklus II menunjukkan peningkatan hasil observasi aktivitas guru berada pada kategori baik, observasi aktivitas siswa berada pada kategori baik dan hasil belajar siswa juga berada pada kategori baik. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan metode Question Student Have dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V UPT SDN 2 Gandangbatu Sillanan Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja.
Penerapan Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Kelas II SD
Nurazizah Rahayu;
Rika Kurnia;
Syurawahyuni Syurawahyuni
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.62994
Tujuan terlaksananya penelitian ini adalah untuk memberi perbaikan dan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas II dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada materi Kerja Sama Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Latar belakang dalam penelitian ini karena hasil belajar siswa yang masih dibawah rata-rata karena pasifnya peserta didik pada saat melakukan proses pembelajaran di kelas, guru terlalu mendominasi proses pembelajaran sehingga peserta didik kurang aktif dalam berkontribusi dalam proses belajar dan menjadikan nilai mereka dibawah nilai KKTP 75. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat dari hasil tes yang diperoleh siswa setiap siklusnya meningkat, selain itu ativitas siswa dalam kelas juga meningkat. Dapat terlihat dari jumlah presentase sebesar 92% pada pertemuan kedua di siklus II yang sebelumnya pada siklus I pertemuan pertama hanya mendapat jumlah prsesentase sebesar 28% saja. hal ini dikarenakan siswa belum memahami model pembelajaran yang dibawa oleh peneliti sebelumnya, sehigga dari hasil evaluasi, refleksi dan perbaikan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II SD Negeri Mongisidi III mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di UPT SDN 13 Makale
Nospi Resianto;
Musfirah Musfirah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.52874
Pada tahun ajaran 2022/2023, terjadi pelaksanaan Kurikulum Merdeka di berbagai sekolah di Indonesia. Proses pelaksanaannya di sekolah menghadapi sejumlah tantangan yang menarik untuk diinvestigasi, serta cara sekolah mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT SDN 13 Makale telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam asesmen diagnostik kognitif, pembuatan modul ajar, dan pelaksanaan pembelajaran IPAS. Meskipun belum ada pelaksanaan Praktik Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sekolah telah melakukan kegiatan serupa, yaitu mengurangi sampah plastik. Hambatan yang dihadapi termasuk kurangnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka karena minimnya pelatihan tatap muka. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah aktif mencari informasi melalui web edukasi dan platform digital yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, serta berdiskusi dengan rekan guru yang lebih berpengalaman.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Melalui Penerapan Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition)
Sitti Nur' Aisyah;
Nurfaizah Nurfaizah;
Muhammad Qardhawi Arief
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i2.62653
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Minasa UPA melalui penerapan model pembelajaran AIR (Ausitory, Intelectually, Repetition. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan selama 2 siklus, 1 siklus terdiri dari 2 pertemuan. Tahapan penelitiannya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun subjek penelitiannya merupakan 23 siswa kelas VA UPT SD Inpres Minasa UPA. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas VA setelah diterapkannya model pembelajaran AIR. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 77,39 dengan persentase ketuntasan 74% dan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus II yaitu 86,21 dengan persentase 100%.
Sahril Samad_Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode (PBL)
sahril samad
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70713/pjp.v6i3.62295
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh beberapa kesimpulan bahwa penggunaan metode pembelajaran Problem based learning (PBL) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan tersebut didasarkan pada Meningkatnya rata rata hasil belajar yang sebelumnya hanya 69 pada saat sebelum tindakan, 74 pada saat siklus I dan meningkat menjadi 83 pada siklus II selain itu persentase jumlah siswa yang tuntas juga meningkat pada sebelum pemberian tindakan 42% (8 siswa yang tuntas), pada siklus I sebanyak 52% (10 siswa yang tuntas), dan pada siklus II sebanyak 79% ( 15 siswa yang tuntas). Hasil Penelitian menunjukkan rata rata hasil belajar yang sebelumnya hanya 69 pada saat sebelum tindakan, 74 pada saat siklus I dan meningkat menjadi 83 pada siklus II selain itu persentase jumlah siswa yang tuntas juga meningkat pada sebelum pemberian tindakan 42% ( 8 siswa yang tuntas), pada siklus I sebanyak 52% ( 10 siswa yang tuntas), dan pada siklus II sebanyak 79% ( 15 siswa yang tuntas). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik terpadu kelas V UPT SPF SD Inpres Minasa Upa