cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 21 Documents clear
INTERNALISASI NILAI KEBERKAHAN MELALUI KEGIATAN EDUPRENEURSHIP ISLAMI DI MI SALAFIYAH DADIREJO Atiyah, Atiyah; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7841

Abstract

This study aims to analyze the process of internalizing the value of blessing through Islamic edupreneurship activities and its impact on the character of students at MI Salafiyah Dadirejo. Methods: This study used a qualitative approach with a case study. Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, students, and parents, and documentation studies. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the internalization of the value of blessing in Islamic edupreneurship activities at MI Salafiyah Dadirejo occurs through three main stages: (1) the Value Transformation Stage, where the values ??of honesty (amanah), work ethic (jihad), and social concern (sadaqah) begin in business planning; (2) the Value Transaction Stage, which occurs during a market simulation (Market Day) where students not only engage in buying and selling transactions but also practice greetings, gratitude, and sharing profits; and (3) the Transinternalization Stage, where post-activity reflection and habituation instill the understanding that blessed sustenance is not only about quantity, but also about its usefulness and God's pleasure. As a result, students not only become more independent and self-confident, but also demonstrate a higher level of gratitude, honesty, and caring. This study provides a concrete perspective on how Islamic spiritual values, particularly "blessing," can be systematically internalized through an entrepreneurial approach at the elementary education level, contributing to the development of an independent and meaningful educational ecosystem. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai keberkahan melalui kegiatan edupreneurship Islami serta dampaknya terhadap karakter peserta didik di MI Salafiyah Dadirejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keberkahan dalam kegiatan edupreneurship Islami di MI Salafiyah Dadirejo dilakukan melalui tiga tahap utama: (1) Tahap Transformasi Nilai, dimana nilai-nilai kejujuran (amanah), etos kerja (jihad), dan kepedulian sosial (sadaqah) diintegrasikan dalam perencanaan bisnis; (2) Tahap Transaksi Nilai, yang terjadi selama simulasi pasar (Market Day) dimana peserta didik tidak hanya bertransaksi jual-beli tetapi juga praktik salam, syukur, dan berbagi keuntungan; dan (3) Tahap Transinternalisasi, dimana refleksi dan pembiasaan pasca-kegiatan menanamkan pemahaman bahwa rezeki yang berkah bukan hanya tentang jumlah, tetapi tentang kebermanfaatan dan keridhaan Allah. Dampaknya, peserta didik tidak hanya menjadi lebih mandiri dan percaya diri, tetapi juga menunjukkan sikap syukur, jujur, dan kepedulian yang lebih tinggi. Studi ini memberikan perspektif konkret tentang bagaimana nilai-nilai spiritual Islami, khususnya "keberkahan", dapat diinternalisasikan secara sistematis melalui pendekatan kewirausahaan di tingkat pendidikan dasar, yang berkontribusi pada pengembangan ekosistem pendidikan yang mandiri dan bermakna.
PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DAN IMPLIKASINYA PERSPEKTIF KH. ALI MAKSUM Laksono, Dimas Setiadi; Shohib, Muhammad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7842

Abstract

The escalation of radicalism and intolerance in Indonesia demands a transformation of the educational paradigm capable of bridging the polarization between conservative and liberal religious thought. This study aims to explore the concept of moderate Islamic education from the perspective of KH. Ali Maksum and analyze its implications for the development of the national Islamic education system. Using a qualitative approach with a literature study design, this study examines in-depth the authoritative works of this figure, particularly the book "Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah," through content and historical analysis techniques. The main findings indicate that KH. Ali Maksum's construction of moderation is built on a proportional balance between intellectual and spiritual dimensions, which includes tolerance for differences in jurisprudence (ikhtilaf), strengthening rational faith, and prioritizing social piety. The implications of this thinking for education in Indonesia include the urgency of integrating religious and science curricula, instilling inclusive values, and strengthening character based on global ethics. This study concludes that the pedagogical ideas of KH. Ali Maksum offers a comprehensive framework as a theological bulwark against extremism, while simultaneously positioning educational institutions as laboratories of moderation, effectively producing a generation of adaptability, integrity, and the ability to maintain harmony in a multicultural society. ABSTRAKEskalasi radikalisme dan intoleransi di Indonesia menuntut transformasi paradigma pendidikan yang mampu menjembatani polarisasi antara pemikiran keagamaan konservatif dan liberal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam moderat perspektif KH. Ali Maksum serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan sistem pendidikan Islam nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya otoritatif tokoh, khususnya kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah, melalui teknik analisis isi dan sejarah. Temuan utama menunjukkan bahwa konstruksi moderasi KH. Ali Maksum dibangun di atas keseimbangan proporsional antara dimensi intelektual dan spiritual, yang mencakup sikap toleran terhadap perbedaan fikih (ikhtilaf), penguatan akidah yang rasional, serta prioritas pada kesalehan sosial. Implikasi pemikiran tersebut terhadap pendidikan di Indonesia meliputi urgensi integrasi kurikulum ilmu agama dan sains, penanaman nilai inklusivitas, serta penguatan karakter berbasis etika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gagasan pedagogis KH. Ali Maksum menawarkan kerangka kerja komprehensif sebagai benteng teologis melawan ekstremisme, sekaligus memposisikan institusi pendidikan sebagai laboratorium moderasi yang efektif mencetak generasi adaptif, berintegritas, dan mampu merawat harmoni dalam masyarakat multikultural.
EXPLORING THE USE OF YOUTUBE VIDEOS WITH TEXTS AND WITHOUT TEXTS IN TEACHING LISTENING TO BEGINNER EFL STUDENTS Amalia, Najwa Rizki; Purmasari, Siti Fatimah; Asri, Diar Mukti; Ramadhanti, Nisrina Farida; Ningrum, Cahaya; Syahid, Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7843

Abstract

This study aims to explore the use of YouTube videos, both with and without subtitles, in teaching listening skills to beginner-level EFL learners. The research is motivated by the evolution of digital technology, which provides new opportunities in language learning, particularly through video media that integrates audio, visual, and textual elements. A quasi- experimental method with a pretest-posttest nonequivalent control group design was employed. The subjects consisted of 73 8th-grade students at Berkah Integrated Junior High School, divided into two groups: an experimental class using videos with subtitles and a control class using videos without subtitles. Data were collected from the results of the pretest and posttest, analyzed using descriptive statistics and an independent t-test at a 0.05 significance level. The results indicated no statistically significant difference between the two groups (t = –1.720; p = 0.090). However, descriptively, the group without subtitles showed an increase in scores, while the group with subtitles experienced a slight decrease. This finding suggests that the use of subtitles might increase the cognitive load for beginner students as they have to divide their attention between reading the text and listening to the audio. Conversely, videos without subtitles allow students to fully focus on aural input. Therefore, the application of subtitles should be adjusted according to students' proficiency levels to avoid hindering the comprehension process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan video YouTube dengan teks (subtitle) dan tanpa teks dalam pengajaran keterampilan menyimak (listening) bagi siswa EFL tingkat pemula. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan teknologi digital yang membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa, salah satunya melalui media video yang memadukan unsur audio, visual, dan teks. Metode yang digunakan adalah quasi- eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas 73 siswa kelas VIII di Berkah Integrated Junior High School yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen menggunakan video dengan teks dan kelas kontrol menggunakan video tanpa teks. Data diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –1.720; p = 0.090). Namun, secara deskriptif, kelompok tanpa teks menunjukkan peningkatan skor, sedangkan kelompok dengan teks mengalami sedikit penurunan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan subtitle dapat menambah beban kognitif bagi siswa pemula karena mereka harus membagi perhatian antara membaca teks dan mendengarkan audio. Sebaliknya, video tanpa teks memungkinkan siswa fokus pada input pendengaran secara penuh. Dengan demikian, penggunaan subtitle sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa agar tidak menghambat proses pemahaman.
JARINGAN ULAMA NUSANTARA: PERAN INTELEKTUAL DALAM MEMBENTUK PERADABAN MELAYU-ISLAM Niswah, Choirun; Putra, Aldo; Anggraina, Rina; Rahmadani, Angel
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7844

Abstract

Islam in the Indonesian archipelago emerged as a transformative force that not only touched on spiritual aspects but also profoundly reconstructed the social and intellectual structures of society. This research focuses on the strategic role of the Indonesian ulama network as a key intellectual agent in shaping the foundations of a distinctive Malay-Islamic civilization. Using a qualitative approach with descriptive-analytical literature study methods, this study examines historical literature on the dynamics of ulama thought and the transmission of knowledge. The study's findings indicate that ulama acted not only as propagators of religion but also as cultural mediators, integrating universal Islamic values ??with local wisdom through a harmonious process of acculturation. This network also played a vital role in standardizing the Malay language as a lingua franca for scholarship and establishing basic educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), which became pillars of the modernization of the Muslim community. The main conclusion emphasizes that this intellectual synergy has given birth to a unique, moderate, and adaptive Malay-Islamic civilizational identity, in which ulama successfully bridged global and local traditions, thus strengthening the existence of Islam as a central element in the history of Southeast Asian civilization. ABSTRAKIslam di kawasan Nusantara hadir sebagai kekuatan transformatif yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga merekonstruksi struktur sosial dan intelektual masyarakat secara mendalam. Penelitian ini memfokuskan kajian pada peran strategis jaringan ulama Nusantara sebagai agen intelektual kunci dalam membentuk fondasi peradaban Melayu-Islam yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah literatur historis mengenai dinamika pemikiran dan transmisi keilmuan ulama. Temuan studi menunjukkan bahwa para ulama tidak hanya bertindak sebagai penyebar agama, tetapi juga sebagai mediator kultural yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam universal dengan kearifan lokal melalui proses akulturasi yang harmonis. Jaringan ini juga berperan vital dalam membakukan bahasa Melayu sebagai lingua franca keilmuan serta mendirikan lembaga pendidikan basis seperti pesantren yang menjadi pilar modernisasi umat. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi intelektual ini telah melahirkan identitas peradaban Melayu-Islam yang unik, moderat, dan adaptif, di mana ulama berhasil menjembatani tradisi global dan lokal, sehingga memperkokoh eksistensi Islam sebagai elemen sentral dalam sejarah peradaban Asia Tenggara.
PERAN TOKOH ADAT DALAM MEMBERI NASEHAT NEKHAHKEN UNTUK MEMBANTU KEMATANGAN EMOSIONAL CALON PENGANTIN DI DESA KUTARIH KECAMATAN BABUSSALAM Umaiyah, Salsabila; NK, Mahdi; Indra, Syaiful
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7849

Abstract

The Marriage is not merely the union of two individuals but also a social bond rich in cultural and religious values. In many regions of Indonesia, particularly among the Gayo community in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict, this tradition holds profound significance. This study aims to analyze the role of traditional leaders in the nasehat nekhahken tradition for prospective brides and grooms in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict. The research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that traditional leaders play a central role as guardians of moral values, mediators between Islamic teachings and local wisdom, and social educators through the oral art of tangis dilo. The tradition serves not only as premarital advice but also as a medium for character education and social control that fosters emotional readiness among couples. However, modernization and weak regeneration have led to shifts in the role of traditional leaders, necessitating innovation in delivery methods and media. The relevance of nasehat nekhahken remains strong due to its universal values and regional regulatory support. Therefore, revitalization and digitalization of this tradition are essential to sustain its socio-cultural function as a moral and familial resilience instrument in the modern era. ABSTRAK Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga ikatan sosial yang sarat nilai budaya dan agama. Di banyak daerah di Indonesia, khususnya masyarakat Gayo di Desa Kutarih Kecamatan Babussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam tradisi nasehat nekhahken kepada calon pengantin di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai moral, mediator antara ajaran Islam dan kearifan lokal, serta pendidik sosial melalui seni tutur tangis dilo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai nasihat pranikah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan kontrol sosial yang membentuk kesiapan emosional calon pengantin. Namun, modernisasi dan lemahnya regenerasi menyebabkan pergeseran peran tokoh adat, sehingga diperlukan inovasi dalam metode dan media penyampaian. Relevansi nasehat nekhahken tetap terjaga karena nilai-nilainya yang universal dan didukung oleh regulasi daerah. Oleh karena itu, revitalisasi dan digitalisasi tradisi ini penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi sosial-budayanya sebagai instrumen pembinaan moral dan ketahanan keluarga di era modern.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM MENYELESAIKAN POLA BILANGAN PERKALIAN KELAS VIII SMPN 2 NANGA PINOH Sugiono, Fani; Ferianti, Flesia Welly
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7860

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe students’ conceptual understanding in solving multiplication number pattern problems in Grade VIII of SMPN 2 Nanga Pinoh. A qualitative descriptive approach was employed, using written tests and in-depth interviews to obtain a comprehensive depiction of students’ thinking processes. Data validity was ensured through technique triangulation, allowing the findings to be more accurate and trustworthy. The results show that students’ conceptual understanding is categorized as very good, with an average score of 90,96 and 83.33% of students meeting the mastery criterion. High-achieving students demonstrated the ability to recognize numerical regularities, determine relationships between terms, and correctly apply the formula . However, students in the medium and low categories still experienced difficulties in identifying ratios and generalizing patterns into symbolic forms. Differences in learning outcomes were influenced by students’ logical thinking abilities, the teacher’s instructional strategies, and students’ reflective skills in evaluating their solutions. Discovery learning and scaffolding approaches were found to effectively support more meaningful and in-depth understanding of multiplication number patterns. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan perkalian di kelas VIII SMPN 2 Nanga Pinoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes deskriptif dan wawancara mendalam untuk menggali proses berpikir siswa secara lebih komprehensif. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik sehingga temuan yang diperoleh lebih akurat dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa tergolong sangat baik, dengan rata-rata nilai 90,96 dan 83,33% siswa mencapai KKM. Siswa berkemampuan tinggi mampu mengenali keteraturan pola, menentukan hubungan antar suku, serta menerapkan rumussecara tepat. Namun, siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan dalam menentukan rasio serta menggeneralisasikan pola ke bentuk simbolik. Perbedaan hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan berpikir logis, strategi pembelajaran guru, dan kemampuan reflektif siswa dalam menyebarkan langkah penyelesaiannya. Pendekatan pembelajaran penemuan (discovery learning) dan bimbingan bertahap (scaffolding) terbukti membantu siswa memahami pola bilangan secara lebih bermakna dan mendalam.
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM MENGOPTIMALKAN BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA KABUPATEN MOJOKERTO Irmawan, Mochammad Surya; Anshori, Isa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7906

Abstract

The Community and Village Empowerment Office of Mojokerto Regency, East Java Province, is a government agency that plays a vital role in formulating and implementing regional policies in the field of community and village empowerment. It also coordinates, supervises, and facilitates the implementation of programs related to community and village government empowerment, including the existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in villages throughout Mojokerto Regency. In this study, the author used a qualitative descriptive research method with data obtained through observation, interviews, and documentation techniques. The research findings indicate that optimizing the development of management capacity in Village-Owned Enterprises can increase village original income through the implementation of Joint Village-Owned Enterprises (BUMDesMa) carried out by villages and sub-districts across Mojokerto Regency. While there are notable benefits, several challenges still remain, which necessitate consistent monitoring and evaluation to ensure the continued progress of BUMDesMa in Mojokerto Regency. With these efforts, BUMDesMa is expected to function optimally as an economic driver in rural areas and significantly contribute to the sustainable increase of Village Original Income (PADes) in Mojokerto Regency. ABSTRAK Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu instansi pemerintahan yang memiliki peran penting dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang pemberdayaan masyarakat desa dan juga mengkoordinasikan, membina dan memfasilitasi pelaksanaan program-program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, serta adanya BumDes yang ada di desa-desa di seluruh Kabupaten Mojokerto. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengoptimalkan pengembangan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dapat meningkatkan pendapatan asli desa dalam Badan Usaha Milik Desa Bersama yang dilaksanakan eh desa bersama kecamatan di seluruh Kabupaten Mojokerto Hal ini tentu saja adanya keuntungan dan juga hambatan yang ada sampai saat ini, tentu juga harus di lakukan monitoring dan evaluasi untuk kemajuan Badan Usaha Milik Desa Bersama yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan BumDes Bersama dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi desa dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kabupaten Mojokerto secara berkelanjutan.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Sumiati, Sumiati; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Rezkillah, Ineng Irma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7974

Abstract

The era of globalization presents complex challenges in the form of moral degradation and the dominance of instant culture due to technological advances, which are slowly eroding the social and ethical values ??of elementary school students. This study aims to analyze the urgency and strategies for implementing character education to develop high-quality, responsible human resources with strong resilience against the negative impacts of globalization. The research method used was a meta-analysis, reviewing eight selected relevant scientific articles, using a literature review approach to integrate previous empirical findings. The analysis results indicate that the integration of character education through Social Studies (IPS) subjects, the use of cultural stories, and extracurricular activities has proven effective in optimizing students' cognitive, affective, and spiritual development. Quantitative data from the literature review noted a significant increase in students' discipline and responsibility, moving from an initial percentage of 58.3% (sufficient category) to 87.5% (excellent category) after the character education intervention. The main conclusion of this study confirms that character education is a vital instrument that must be implemented holistically and sustainably in elementary schools to build a solid spiritual and ethical foundation, enabling students to adapt to global dynamics without losing their national identity. ABSTRAK Era globalisasi menghadirkan tantangan kompleks berupa degradasi moral dan dominasi budaya instan akibat kemajuan teknologi, yang secara perlahan mengikis nilai sosial dan etika siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi serta strategi implementasi pendidikan karakter guna membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, bertanggung jawab, serta memiliki filter yang kuat terhadap dampak negatif globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah meta-analisis dengan menelaah delapan artikel ilmiah terpilih yang relevan, menggunakan pendekatan studi pustaka untuk mengintegrasikan temuan-temuan empiris sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), pemanfaatan dongeng budaya, serta kegiatan ekstrakurikuler terbukti efektif dalam mengoptimalisasi perkembangan kognitif, afektif, dan spiritual siswa. Temuan data kuantitatif dari studi literatur mencatat adanya peningkatan signifikan pada aspek kedisiplinan dan tanggung jawab siswa, yang bergerak dari persentase awal sebesar 58,3% (kategori cukup) menjadi 87,5% (kategori baik sekali) setelah dilakukan intervensi pendidikan karakter. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan instrumen vital yang harus diterapkan secara holistik dan berkelanjutan di sekolah dasar untuk membangun fondasi spiritual serta etika yang kokoh, sehingga siswa mampu beradaptasi dengan dinamika global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB SEBAGAI PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Ni’mah, Azkia Faiqotun; Yusuf , Enjang Burhanudin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8199

Abstract

ABSTRACT Extremism and religious terrorism pose a serious threat to social cohesion and national stability, demanding wasathiyyah (religious moderation) as a fundamental solution. Wasathiyyah encompasses the pillars of Justice (Al-Adl), Balance (Tawazun), and Tolerance, serving as a counterweight to both limitless liberalism and rigid radicalism. Given that this phenomenon is driven by rigid textual interpretation, the integration of moderation concepts into Islamic Religious Education (PAI) is imperative. This research aims to address the gap in conceptual literature by formulating a strategic design for integrating wasathiyyah values into PAI, utilizing M. Quraish Shihab's Tafsir Al-Mishbah as the primary philosophical and methodological basis. The study employs a purely qualitative approach with a library research design, treating Tafsir Al-Mishbah as the primary data. Data was processed using Content Analysis with the Tafsir Maudhu'i (Thematic Interpretation) approach, classifying the substance of wasathiyyah within the domain of PAI. The findings indicate that the integration of wasathiyyah into PAI must be philosophically supported by Al-Attas's Concept of Din (for the balance of knowledge) and methodologically by Tafsir Maudhu'i (for comprehensive and contextual Qur'anic guidance). Practically, the strategic design includes (1) curriculum revision ensuring balance (Al-Adl and Tawazun); (2) dialogical, critical, and collaborative learning strategies; and (3) reinforcement of an anti-discrimination school culture. Student success indicators are measured by their ability to achieve Justice (Al-Adl) in critical thinking and Balance (Tawazun) in pro-social interaction. Therefore, wasathiyyah is the anti-extremism solution that must be mainstreamed in PAI. PAI must transform into an intellectual fortress that shapes balanced (mutawassit) Muslim individuals through the application of the Tafsir Maudhu'i methodology, yielding contextual guidance and measurable achievement indicators. ABSTRAK Ekstremisme dan terorisme berdalih agama merupakan ancaman serius bagi kohesi sosial dan stabilitas nasional, sehingga menuntut wasathiyyah (moderasi beragama) sebagai solusi fundamental. Wasathiyyah yang mencakup pilar Keadilan (Al-Adl), Keseimbangan (Tawazun), dan Toleransi adalah penyeimbang terhadap liberalisme tanpa batas dan radikalisme kaku. Mengingat fenomena ini sering dimotori oleh penafsiran dalil yang rigid, integrasi konsep moderasi ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi imperatif. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur konseptual dengan merumuskan desain strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyyah ke dalam PAI, dengan menjadikan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab sebagai basis filosofis dan metodologis utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif murni dengan desain studi kepustakaan (library research), menjadikan Tafsir Al-Mishbah sebagai data primer. Data diolah menggunakan metode Analisis Isi (Content Analysis) dengan pendekatan Tafsir Maudhu'i (Tematik), untuk mengklasifikasikan substansi wasathiyyah ke dalam ranah PAI (kurikulum, pedagogi, evaluasi, dan budaya sekolah). Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa integrasi wasathiyyah ke dalam PAI harus didukung secara filosofis oleh Konsep Din Al-Attas (untuk keseimbangan ilmu) dan secara metodologis oleh Tafsir Maudhu'i (untuk panduan Qur'ani yang utuh dan kontekstual). Secara praktis, desain strategis mencakup (1) revisi kurikulum yang seimbang (Al-Adl dan Tawazun); (2) strategi pembelajaran dialogis, kritis, dan kolaboratif; dan (3) penguatan budaya sekolah anti-diskriminasi. Indikator keberhasilan siswa diukur dari kemampuan mereka mencapai Keadilan (Al-Adl) dalam berpikir kritis dan Keseimbangan (Tawazun) dalam interaksi pro-sosial. Dengan demikian dapat dusimpulkan bahwa wasathiyyah adalah solusi anti-ekstremisme yang harus diarusutamakan dalam PAI. PAI harus bertransformasi menjadi benteng intelektual yang membentuk individu Muslim seimbang (mutawassit) melalui penerapan metodologi Tafsir Maudhu'i, sehingga menghasilkan panduan kontekstual dan indikator capaian yang terukur.
IMPROVING SPATIAL UNDERSTANDING USING BILINGUAL PHRASES DESCRIBING POSITION IN ELEMENTARY CLASSROOM ACTIVITIESNALISIS Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br; Ginting, Sinthya Wardhani; Aulia, Rahma; Arwila, Arwila; Maharaja, Wina Yunita; Utami, Tri Setia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8207

Abstract

ABSTRACT Spatial understanding is an important component in early cognitive development and plays a major role in mathematical reasoning, problem solving, and everyday navigation. This study aims to examine the contribution of bilingual spatial phrases such as di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, and di belakang / behind in improving the spatial understanding of elementary school students. The method used is a literature review by synthesizing journal articles and scientific books published in the last five to ten years that are relevant to spatial language, bilingual scaffolding, and classroom learning strategies. The synthesis results indicate that explicit exposure to spatial language strengthens children's mental representation of object positional relationships, while the use of bilingual phrases further enhances understanding through the process of mapping concepts from the first language to the target language. Interactive learning activities such as direction games, object arrangement, map tasks, and digital games can improve spatial vocabulary, reasoning skills, and student engagement in learning. In addition, the use of bilingual spatial language creates an inclusive learning environment, increases confidence, and encourages active participation, especially for students with limited English skills. Thus, the integration of bilingual spatial phrases is an effective pedagogical approach that supports the cognitive, linguistic, and academic development of elementary school students. This study recommends the systematic application of multimodal and bilingual learning strategies in early learning to optimize the development of spatial understanding. ABSTRAK Pemahaman spasial merupakan komponen penting dalam perkembangan kognitif awal dan berperan besar dalam kemampuan penalaran matematika, pemecahan masalah, serta navigasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi frasa spasial bilingual seperti di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, dan di belakang / behind dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mensintesis artikel jurnal dan buku ilmiah terbitan lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan bahasa spasial, scaffolding bilingual, dan strategi pembelajaran di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa paparan eksplisit terhadap bahasa spasial memperkuat representasi mental hubungan posisi objek pada anak, sementara penggunaan frasa bilingual semakin meningkatkan pemahaman melalui proses pemetaan konsep dari bahasa pertama ke bahasa sasaran. Aktivitas pembelajaran interaktif seperti permainan arah, penataan objek, tugas peta, dan permainan digital mampu meningkatkan kosakata spasial, kemampuan penalaran, serta keterlibatan belajar siswa. Selain itu, penggunaan bahasa spasial bilingual menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Dengan demikian, integrasi frasa spasial bilingual merupakan pendekatan pedagogis efektif yang mendukung perkembangan kognitif, linguistik, dan akademik siswa sekolah dasar. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran multimodal dan bilingual secara sistematis dalam pembelajaran awal untuk mengoptimalkan perkembangan pemahaman spasial.

Page 2 of 3 | Total Record : 21