cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 20 Documents clear
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Widyanto, Danik Ary; Yuliantoro, Agus; Sukini, Sukini; Hersulastuti, Hersulastuti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9523

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the urgency of strengthening character education in junior high school literature learning, which has not optimally utilized literary works as a medium for internalizing values, resulting in a gap between curriculum objectives and classroom practices that remain cognitively oriented. The study aims to describe the character education values contained in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi and to analyze its relevance as an alternative teaching material for eighth-grade novel text learning. This research employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data consist of the novel text, while supporting data are derived from curriculum documents. Data were collected through intensive reading and note-taking, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, strengthened by document triangulation. The findings reveal values of religiosity, discipline, hard work, responsibility, honesty, independence, appreciation of knowledge, and friendship, which align with the basic competencies of novel text learning and support the development of students’ character profiles. The study concludes that integrating literary works enriches literacy experiences and fosters contextual character formation, making the novel relevant and appropriate as teaching material in literature learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMP yang belum optimal memanfaatkan karya sastra sebagai media internalisasi nilai, sehingga terjadi kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi kognitif. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi serta menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar teks novel kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa teks novel sebagai sumber utama dan dokumen kurikulum sebagai pendukung, dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dengan penguatan triangulasi dokumen. Hasil menunjukkan adanya nilai religiusitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, apresiasi terhadap ilmu, dan persahabatan yang selaras dengan kompetensi dasar pembelajaran teks novel serta mendukung profil pelajar berkarakter. Temuan menegaskan bahwa integrasi karya sastra dapat memperkaya literasi sekaligus membentuk karakter secara kontekstual, sehingga novel tersebut relevan dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra.
EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI Gulo, Piterman; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9582

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBUAT KOLASE DENGAN TINGKAT KREATIVITAS SISWA SANGGAR BIMBINGAN AT-TANZIL MALAYSIA Agustin, Clara Rizkina; Widayati, Sri; Sarwono, Ridha
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9650

Abstract

Creativity is an important aspect in student development that can be stimulated through art activities, one of which is collage making. However, studies on the relationship between collage making ability and students' creativity are still limited, especially in the guidance studio environment. This study aims to analyze the relationship between collage making ability and students' creativity at the At-Tanzil Guidance Studio in Malaysia. The study used a quantitative approach with a correlational design. All studio students were used as research subjects with a saturated sampling technique. Data were obtained through collage making practice tests and creativity questionnaires that had met the criteria for validity and reliability. Data analysis techniques were carried out using the Pearson Product Moment correlation test assisted by statistical software. The results of the study showed a positive and significant relationship between students' ability to make collages and their level of creativity. These findings indicate that collage making activities can be used as an effective learning alternative in developing creativity. This study is expected to contribute to educators in designing art learning activities oriented towards developing students' creative potential. ABSTRAKKreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa yang dapat distimulasi melalui kegiatan seni, salah satunya pembuatan kolase. Namun, kajian mengenai hubungan kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa masih terbatas, khususnya pada lingkungan sanggar bimbingan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh siswa sanggar dijadikan subjek penelitian dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui tes praktik pembuatan kolase serta angket kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan siswa dalam membuat kolase dengan tingkat kreativitas yang dimiliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan membuat kolase dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran seni yang berorientasi pada pengembangan potensi kreatif siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Rohana, Sy.
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9636

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) faces challenges in accommodating the diverse characteristics of students, including differences in learning readiness, interests, learning styles, and socio-cultural backgrounds. One relevant approach to addressing these challenges is the differentiated learning model. This article aims to conceptually analyze the implementation of differentiated learning in Islamic Religious Education, including its fundamental concepts, characteristics, implementation procedures, and challenges encountered in practice. This study employs a library research method by collecting and analyzing various scholarly sources such as books, journal articles, and educational policy documents related to differentiated instruction and Islamic Religious Education. The findings indicate that differentiated learning enables teachers to adjust content, learning processes, and learning products according to students’ needs, thereby creating a more inclusive, effective, and meaningful learning environment. The implementation of this model contributes to increased motivation, active participation, and the development of students’ cognitive, affective, and psychomotor domains. Therefore, differentiated learning serves as an essential strategy in supporting the optimal and sustainable achievement of Islamic Religious Education learning objectives. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik yang meliputi perbedaan kesiapan belajar, minat, gaya belajar, serta latar belakang sosial dan kultural. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut adalah model pembelajaran berdiferensiasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran PAI, meliputi konsep dasar, karakteristik, langkah-langkah implementasi, serta kendala yang dihadapi dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi dan PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih inklusif, efektif, dan bermakna. Penerapan model ini berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, partisipasi aktif, serta pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran PAI secara optimal dan berkelanjutan.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEGIATAN EKSTRAKULIKULER HIZBUL WATHAN DI SD Alifiyah, Rifdah; Haryanto, Budi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9638

Abstract

This study aims to analyze the content and implementation of Islamic educational values in the extracurricular activities of Hizbul Wathan at SD Muhammadiyah 9 Ngaban Tanggulangin. This study is motivated by the importance of strengthening character education based on Islamic values through non-formal activities in Muhammadiyah elementary schools. The method used is qualitative research with a phenomenological approach to understand the meaning of the internalization of values that occur in scouting activities. The research subjects included Hizbul Wathan coaches, fourth to sixth grade students, and the school principal. Data collection techniques were carried out through observation, open interviews, and documentation, while data validity was tested through source triangulation. The results showed that the values of faith, worship, morals, and social values were internalized in an integrated manner through habit formation, role modeling, and direct experience. The values of faith and worship are reflected through communal prayer, the habit of greeting others, the correction of intentions, and the interpretation of every activity as a form of obedience to Allah SWT. Moral values are evident in discipline, responsibility, politeness, and the example set by humanistic and compassionate mentors. Meanwhile, social values develop through teamwork, mutual assistance (ta'awun), solidarity, and concern for the school environment. The high level of student participation shows the growth of intrinsic motivation as a result of a religious and enjoyable coaching approach. Thus, Hizbul Wathan functions as an effective medium for the internalization of Islamic educational values in an applicable and contextual manner at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serta implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah 9 Ngaban Tanggulangin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui kegiatan nonformal di sekolah dasar Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami makna internalisasi nilai yang terjadi dalam aktivitas kepanduan. Subjek penelitian meliputi pembina Hizbul Wathan, siswa kelas IV–VI, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terbuka, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai aqidah, ibadah, akhlak, dan sosial terinternalisasi secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung. Nilai aqidah dan ibadah tercermin melalui doa bersama, pembiasaan salam, pelurusan niat, serta pemaknaan setiap aktivitas sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Nilai akhlak tampak dalam sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta keteladanan pembina yang humanis dan penuh kasih sayang. Sementara itu, nilai sosial berkembang melalui kerja regu, tolong-menolong (ta’awun), solidaritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Tingginya partisipasi siswa menunjukkan tumbuhnya motivasi intrinsik sebagai hasil pendekatan pembinaan yang religius dan menyenangkan. Dengan demikian, Hizbul Wathan berfungsi sebagai media efektif dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam secara aplikatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar.
PENYUSUNAN INSTRUMEN ASESMEN KETERAMPILAN VOKASIONAL MEMBUAT KUE COKLAT BERBAHAN EGGDROP UNTUK SISWA DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL Rojanah, Wilda; Astuti, Eka Yuli
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9663

Abstract

The development of vocational skills for students with intellectual disabilities requires appropriate assessment instruments to measure their abilities and learning progress. This study aims to develop a performance-based assessment instrument for eggdrop-based chocolate cake making skills spesifically designed for students with intellectual disabilities phase D. The study used a descriptive qualitative approach implemented at Pelita Al Karomah Special Education School teachers with two special education teachers and two validators as subjects. The development process was carried out through three stages: preparation with a literature review and need analysis, preparation of an instrument covering three main aspects (work readiness, manufacturing process and product results), and validation and limited trials. The instrument was designed using task analysis principles by breaking down complex tasks into simple, sequential, and observable steps, equipped with a 1-4 scale scoring rubric based on hierarchical prompting. Validation results showed the instrument met content validity criteria with clear, observable indicators that were appropriate to student characteristics. Limited trials demonstrated its practicality with a 15-20 minute completion time and ease of use by teachers. The developed instrument enables objective and systematic assessment that supports individualized learning planning and documentation of student learning progress in culinary vocational skills. ABSTRAK Pengembangan keterampilan vokasional bagi peserta didik dengan hambatan intelektual memerlukan instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur kemampuan dan perkembangan belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen asesmen berbasis kinerja pada keterampilan pembuatan kue coklat berbahan dasar eggdrop yang dirancang khusus untuk peserta didik dengan hambatan intelektual fase D. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Sekolah Khusus Pelita Al Karomah dengan subjek dua orang guru pendidikan khusus dan dua orang validator. Proses pengembangan dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan dengan kajian literatur dan analisis kebutuhan, penyusunan instrumen yang mencakup tiga aspek utama (kesiapan kerja, proses pembuatan, dan hasil produk), serta validasi dan uji coba terbatas. Instrumen dirancang menggunakan prinsip analisis tugas dengan memecah tugas kompleks menjadi langkah-langkah sederhana dan berurutan yang dapat diamati, dilengkapi rubrik penilaian skala 1-4 berdasarkan hirarki prompting. Hasil validasi menunjukkan instrumen memenuhi kriteria validitas konten dengan indikator yang jelas, dapat diobservasi, dan sesuai karakteristik peserta didik. Uji coba terbatas menunjukkan kepraktisan dengan efisiensi waktu pengisian 15-20 menit dan kemudahan penggunaan oleh guru. Instrumen yang dikembangkan memungkinkan asesmen yang objektif dan sistematis yang mendukung perencanaan pembelajaran terindividualisasi serta dokumentasi kemajuan belajar siswa dalam keterampilan vokasional tataboga.  
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR Setyaningrum, Afifah; Suswandari, Meidawati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9737

Abstract

The purpose of this study was to describe the process of developing creative thinking skills in science (IPAS) subjects through the Problem Based Learning (PBL) model in grade VI students of Mertan 1 Elementary School. The data collection techniques used included observation, interviews, and documentation with 7 students from grade IV as the subjects. The data analysis technique applied was interactive data analysis through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions, processed using NVivo version 12. The results of the study indicate that students’ creative thinking skills through PBL developed comprehensively: fluency of thinking produced various alternative problem-solving ideas and initial ideas; flexibility of thinking generated new solutions and different ways of collecting information; originality of thinking resulted in presenting outcomes independently and contributing actively to discussions; and the development of thinking processes produced detailed idea elaboration, systematic explanation of investigation steps, and evaluation of results with logical improvement measures. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses kemampuan berpikir kreatif dalam mata pelajaran IPAS melalui model Problem-Based Learning siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Mertan 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek kelas IV yang terdiri dari 7 siswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif melalui empat tahapan, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diolah melalui Nvivo versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif pada siswa melalui PBL berkembang secara menyeluruh, kelancaran berpikir menghasilkan berbagai alternatif pemecahan masalah dan ide awal, keluwesan berpikir menghasilkan solusi baru dan cara pengumpulan informasi yang berbeda, keaslian berpikir menghasilkan penyampaian hasil dengan cara sendiri dan kontribusi nyata dalam diskusi, serta pengembangan proses berpikir menghasilkan elaborasi ide yang rinci, penjelasan langkah penyelidikan secara sistematis, dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh dengan langkah perbaikan yang logis.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN BERKEBUN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Monita, Dewi Krisiyanti; Hidayah, Nahdiyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9741

Abstract

Early childhood is a golden period of brain development that requires integrated stimulation, but environmental awareness is often hampered by conventional learning methods that lack direct experience for students. This study aims to optimize ecological literacy through gardening activities for twenty students aged four to five years at KB Al-Kautsar Banjarnegara. Using a Classroom Action Research design with a spiral model, this study was conducted in two cycles involving the stages of scenario planning, implementation of planting actions, systematic observation, and critical reflection in the field. Data collection was carried out through direct observation techniques on three main indicators that were analyzed using simple descriptive statistics. The research findings show a substantial increase in children's capacity in each cycle: the ability to recognize plant types increased significantly from 40% to 95%, understanding of plant care procedures increased from 45% to 90%, and the manifestation of caring attitudes towards the surrounding environment grew from 40% to 80%. These results prove that outdoor experience-based learning methods are able to transform abstract material into concrete understanding that is imprinted in children's long-term memory. The main conclusion confirms that gardening activities are a highly effective contextual pedagogical strategy in improving the ability to recognize the environment while simultaneously building naturalist intelligence and responsible character in early childhood in a sustainable manner. ABSTRAK Fase usia dini merupakan periode keemasan perkembangan otak yang memerlukan stimulasi terintegrasi, namun pengenalan lingkungan seringkali terhambat oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan pengalaman langsung bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi ekologis melalui aktivitas berkebun pada dua puluh anak didik usia empat hingga lima tahun di KB Al-Kautsar Banjarnegara. Menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan model spiral, studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan tahapan perencanaan skenario, pelaksanaan tindakan menanam, observasi sistematis, serta refleksi kritis di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi langsung terhadap tiga indikator utama yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif sederhana. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas anak secara substansial pada setiap siklus: kemampuan mengenali jenis tanaman meningkat signifikan dari 40% menjadi 95%, pemahaman tata cara merawat tumbuhan naik dari 45% menjadi 90%, dan manifestasi sikap peduli terhadap lingkungan sekitar tumbuh dari 40% ke angka 80%. Hasil ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman di luar ruangan mampu mentransformasi materi abstrak menjadi pemahaman konkret yang membekas pada ingatan jangka panjang anak. Simpulan utama menegaskan bahwa kegiatan berkebun merupakan strategi pedagogis kontekstual yang sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lingkungan sekaligus membangun kecerdasan naturalis serta karakter bertanggung jawab pada anak usia dini secara berkelanjutan.
MENGATASI OVERTHINKING: TANTANGAN MAHASISWA PAI MENUJU GURU PROFESIONAL Susanti, Agus
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9743

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the challenges faced by Islamic Education (PAI) students in their academic journey toward teacher professionalism, particularly regarding the phenomenon of overthinking, which often arises as a form of anxiety and self-doubt. Using a qualitative method with a phenomenological approach, the research explores the experiences of seven PAI students from the 2021 cohort at UIN Raden Intan Lampung through interviews, observations, and documentation, and analyzes them thematically to uncover the essential meaning of their experiences. The findings reveal that overthinking negatively affects productivity, emotional stability, and self-confidence, yet simultaneously serves as a medium for building resilience and mental toughness. The strategies employed by students to manage overthinking include integrating psychological and spiritual approaches, such as strengthening Islamic values and fostering a supportive academic environment. These findings affirm that Islamic higher education plays a crucial role in shaping professional PAI teachers, not only through mastery of knowledge but also through psychological and spiritual balance that supports the development of character, exemplary conduct, and readiness to face the dynamics of the educational world.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses akademik menuju profesionalisme guru, khususnya terkait fenomena overthinking yang kerap muncul sebagai bentuk kecemasan dan keraguan diri. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman tujuh mahasiswa PAI angkatan 2021 UIN Raden Intan Lampung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik untuk menemukan makna esensial dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overthinking berdampak pada penurunan produktivitas, kestabilan emosional, dan kepercayaan diri, namun sekaligus menjadi sarana pembentukan resiliensi dan ketangguhan mental. Strategi pengelolaan overthinking yang dilakukan mahasiswa meliputi integrasi pendekatan psikologis dan spiritual, seperti penguatan nilai-nilai Islam, serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam berperan penting dalam membentuk guru PAI yang profesional, tidak hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui keseimbangan psikologis dan spiritual yang mendukung pembentukan karakter, keteladanan, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA KEAGAAMAN: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Khoirunnisa, Ratna; Ardhan, Dhea Tisane; Saidatuningtyas, Ifa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9744

Abstract

Presidential speeches at religious events are often viewed as mere ceremonial formalities, yet they contain crucial pragmatic strategies for influencing public attitudes. This study examines the illocutionary speech acts in President Prabowo Subianto's welcoming speech at the 2025 National Christmas Celebration to describe their types, dominant types, and communicative functions. Using a descriptive qualitative approach with a content analysis method, the research stages include data collection from the official website of the Cabinet Secretariat and classification of speech segments based on John Searle's theory. The analysis results identified 31 occurrences of illocutionary speech acts in 25 speech segments. Quantitatively, the assertive type dominated with 12 findings (38.7%), followed by expressive with 7 findings (22.6%), directive with 5 findings (16.1%), and commissive with 4 findings (12.9%), with no declarative speech acts. The findings indicate that assertive dominance functions to frame the factual narrative of the nation's condition, while expressive strengthens interpersonal relationships with the audience. Directive speech acts are used as instruments of moral persuasion to maintain unity, while commissive speeches emphasize the government's promise of performance for the welfare of the people. The main conclusion of this study confirms that the president's speech is a strategic political discourse that utilizes a variety of linguistic strategies to construct meaning and influence in communication in the public sphere. This study demonstrates that speech choices play a vital role in shaping the image of inclusive leadership in Indonesia's multicultural society. ABSTRAK Pidato presiden dalam acara keagamaan sering kali hanya dipandang sebagai formalitas seremonial, padahal di dalamnya terkandung strategi pragmatik krusial untuk memengaruhi sikap publik. Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi dalam pidato sambutan Presiden Prabowo Subianto pada Perayaan Natal Nasional 2025 guna mendeskripsikan jenis, tipe dominan, serta fungsi komunikatifnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dari situs resmi Sekretariat Kabinet dan klasifikasi segmen pidato berdasarkan teori John Searle. Hasil analisis mengidentifikasi 31 kemunculan tindak tutur ilokusi dalam 25 segmen pidato. Secara kuantitatif, tipe asertif mendominasi dengan 12 temuan (38,7%), diikuti ekspresif 7 temuan (22,6%), direktif 5 temuan (16,1%), dan komisif 4 temuan (12,9%), tanpa adanya tindak tutur deklaratif. Temuan menunjukkan bahwa dominasi asertif berfungsi membingkai narasi faktual kondisi bangsa, sementara ekspresif memperkuat relasi interpersonal dengan audiens. Tindak tutur direktif digunakan sebagai instrumen persuasi moral untuk menjaga persatuan, sedangkan komisif menegaskan janji kinerja pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pidato presiden merupakan wacana politik strategis yang memanfaatkan keragaman strategi kebahasaan untuk membangun makna dan pengaruh komunikasi di ruang publik. Kajian ini membuktikan bahwa pilihan tuturan berperan vital dalam membentuk citra kepemimpinan yang inklusif pada masyarakat Indonesia yang multikultural.  

Page 1 of 2 | Total Record : 20