cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
IMPLEMENTASI PERAN KONSELING PADA PROSES PERMAINAN ANAK USIA DINI DI POS PAUD SURYO SUMINAR SURAKARTA Marsha Thufailia Zakiyyah Damariza; Feri Faila Sufa; Yetty Isna Wahyuseptiana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14271

Abstract

ABSTRACT Early Childhood Education (ECE) is an educational level that plays an important role in optimizing children’s development during the golden age period. At this stage, children require stimulation that focuses not only on cognitive aspects but also on social and emotional development through appropriate guidance. One effort that can be implemented is integrating counseling roles into play activities. This study aims to describe the implementation of counseling roles in early childhood play activities at POS PAUD Suryo Suminar Surakarta and identify factors influencing its implementation. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were selected through purposive sampling involving teachers, the school principal, and parents. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity ensured through triangulation. The results showed that counseling roles were integrated into play activities through child assistance, motivation, positive reinforcement, conflict resolution, and social-emotional development. The implementation was supported by teacher competence, school support, parental collaboration, and a conducive learning environment, while the main obstacles included diverse child characteristics, limited time, and the number of children requiring assistance. This study concludes that integrating counseling roles into play activities is an effective strategy to support children’s social-emotional development in early childhood education. ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan yang berperan penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak pada masa golden age. Pada tahap ini, anak membutuhkan stimulasi yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga perkembangan sosial dan emosional melalui pendampingan yang sesuai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan peran konseling ke dalam kegiatan bermain. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi peran konseling dalam proses permainan anak usia dini di POS PAUD Suryo Suminar Surakarta serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konseling telah terintegrasi dalam kegiatan bermain melalui pendampingan anak, motivasi, penguatan positif, penyelesaian konflik, dan pengembangan sosial-emosional. Implementasi tersebut didukung oleh kompetensi guru, dukungan sekolah, kerja sama orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan hambatan meliputi keberagaman karakteristik anak, keterbatasan waktu, serta jumlah anak yang didampingi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi konseling dalam kegiatan bermain menjadi strategi efektif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
TEACHER ATTITUDE AND STUDENT-TEACHER RELATIONSHIP AS PREDICTORS OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE (EFL) STUDENT ENGAGEMENT Dian Nurafni Hasman; Alberth Alberth; La Ode Nggawu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14342

Abstract

This study investigates the predictive relationships between Students' Perceived Teacher Attitude, Student-Teacher Relationship, and Student Engagement in English as a Foreign Language (EFL) classes at SMKN 01 Bombana, Indonesia. Student engagement is considered a critical factor in language learning success, particularly in vocational school contexts where learners often show low motivation and limited perceived relevance of English for future careers. The study aims to examine how teacher-related factors contribute to student engagement both individually and jointly. A quantitative explanatory design was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS software. The sample consisted of 193 students from Grades 10 to 12, selected through total population sampling. Data were collected using a structured questionnaire with a five-point Likert scale. The results show that both predictor variables significantly influence student engagement. Students' Perceived Teacher Attitude has a positive and significant effect on Student Engagement (β = 0.377, t = 4.962, p < 0.001), and Student-Teacher Relationship also has a positive and significant effect (β = 0.386, t = 5.697, p < 0.001). The model explains 50.5% of the variance in Student Engagement (R² = 0.505), indicating moderate explanatory power. Among the two predictors, Student-Teacher Relationship demonstrates a slightly stronger influence. The study concludes that student engagement in EFL classes is strongly shaped by both teacher attitude and relationship quality, highlighting the importance of interpersonal and affective dimensions in language learning, particularly in vocational education settings. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji hubungan prediktif antara sikap guru yang dipersepsikan siswa, hubungan Guru-Siswa, dan keterlibatan siswa dalam kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di SMKN 01 Bombana, Indonesia. Keterlibatan siswa dipandang sebagai faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran bahasa, terutama dalam konteks sekolah kejuruan yang sering menunjukkan motivasi rendah dan persepsi relevansi bahasa Inggris yang terbatas bagi karier siswa. Penelitian ini bertujuan menguji sejauh mana faktor-faktor terkait guru memengaruhi keterlibatan siswa, baik secara individual maupun secara bersama-sama. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Sampel penelitian berjumlah 193 siswa kelas 10 hingga 12 yang dipilih melalui teknik total population sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel prediktor berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan siswa. Sikap guru yang dipersepsikan siswa berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,377, t = 4,962, p < 0,001), demikian pula hubungan Guru-Siswa (β = 0,386, t = 5,697, p < 0,001). Model penelitian menjelaskan 50,5% varians Keterlibatan Siswa (R² = 0,505), yang menunjukkan kekuatan penjelas model yang moderat. Di antara kedua prediktor, hubungan Guru-Siswa menunjukkan pengaruh yang sedikit lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan siswa dalam kelas EFL sangat dipengaruhi oleh sikap guru maupun kualitas hubungan guru-siswa, sehingga menegaskan pentingnya dimensi interpersonal dan afektif dalam pembelajaran bahasa, khususnya pada konteks pendidikan kejuruan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS MATERI PERUBAHAN ENERGI KELAS IV Arina Rahmatika; Arie Widya Murni; Novaria Lailatul Jannah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14451

Abstract

The low learning outcomes of elementary school students in Science and Social Studies (IPAS), particularly on the topic of energy transformation, indicate the need for a learning model that actively engages students in constructing conceptual understanding. This study aimed to analyze the effect of Guided Discovery Learning on the learning outcomes of fourth-grade students at SD Plus Cahaya Budaya. A quantitative approach with a pre-experimental method employing a One Group Pretest–Posttest Design was used. The sample consisted of 14 students selected through saturated sampling. Data were collected using learning achievement tests and classroom observation sheets and analyzed using the Shapiro–Wilk normality test, Paired Sample t-Test, and N-Gain analysis. The results revealed that the mean pretest score increased from 37.8 to 82.1 on the posttest. The Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that Guided Discovery Learning had a significant effect on students' learning outcomes. In addition, the N-Gain score was 0.71, which was classified as high. Therefore, Guided Discovery Learning is effective in improving fourth-grade elementary school students' learning outcomes on the topic of energy transformation. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi perubahan energi, menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam membangun pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Guided Discovery Learning terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 14 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, Paired Sample t-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 37,8 meningkat menjadi 82,1 pada posttest. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang mengindikasikan bahwa penerapan Guided Discovery Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,71 termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, Guided Discovery Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi perubahan energi peserta didik kelas IV sekolah dasar.
STRATEGI KOMUNIKASI EMOTIF DALAM TUTURAN DAKWAH USTAZ HILMAN AL FAUZI: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Lisna Lisna; Hari Windu Asrini
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14518

Abstract

The digital media transformation encourages preachers to package religious lectures emotively to build social and emotional closeness with the audience. This descriptive qualitative study using a sociopragmatic approach aimed to describe Ustaz Hilman Al Fauzi's emotive communication strategies on the Taubat Nasuha YouTube channel and explain how speech contexts influence their usage. Data were gathered through non-participatory observation, verbatim transcription, and note-taking, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model grounded in Aristotelian rhetoric, Searle's speech acts, and Hymes' SPEAKING model. Results identified six primary emotive communication strategies: instilling hope, fostering reassurance, providing spiritual motivation, strengthening religious conviction, employing life analogies, and incorporating textual legitimacy from the Qur'an and Hadith. These strategies integrate psychological and religious reinforcement through a synthesis of ethos, pathos, and logos. The main conclusion confirms that digital preaching effectiveness depends heavily on the preacher's skill in aligning emotive language choices with the audience's social context and emotional state. ABSTRAK Transformasi media digital mendorong pendakwah mengemas ceramah keagamaan secara emotif untuk membangun kedekatan hubungan sosial dan emosional dengan audiens. Penelitian kualitatif deskriptif berpendekatan sosiopragmatik ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi emotif Ustaz Hilman Al Fauzi pada kanal YouTube Taubat Nasuha serta pengaruh konteks tuturan terhadap penggunaannya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap, transkripsi verbatim, dan pencatatan, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan landasan retorika Aristoteles, tindak tutur Searle, serta komponen tutur Hymes. Hasil penelitian menemukan enam strategi komunikasi emotif utama, meliputi membangun harapan, menumbuhkan ketenangan, memberikan motivasi spiritual, memperkuat keyakinan religius, menggunakan analogi kehidupan, serta menyertakan legitimasi dalil Al-Qur'an dan hadis. Strategi tersebut terintegrasi ke dalam dimensi penguatan psikologis dan religius melalui perpaduan ethos, pathos, dan logos. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas dakwah digital sangat ditentukan oleh kejelian pendakwah dalam menyelaraskan pilihan strategi bahasa emotif dengan konteks sosial dan kondisi emosional jamaah.    
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA MERANCANG PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA PADA MATA KULIAH TEORI DAN PRAKTIK PENGAJARAN SASTRA INDONESIA Tri Astuti; Dwi Desi Fajarsari; Ajeng Tina Mulyana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14568

Abstract

ABSTRACT The ability to design literature instruction is a crucial competency for prospective Indonesian language and literature teachers, given that literature instruction emphasizes appreciation, expression, and the internalization of values. This study addresses the gap between students' conceptual mastery of literature teaching theories and their practical ability to design literature lessons suitable for the classroom. The study aims to describe and analyze students' abilities in designing Indonesian literature lessons within the "Theory and Practice of Indonesian Literature Teaching" course, specifically regarding the formulation of learning objectives, selection of teaching materials, use of teaching methods and strategies, and design of assessments for literary appreciation. A quantitative descriptive approach was employed, involving 40 students from the Indonesian Language and Literature Education program at Universitas Indraprasta PGRI, selected via purposive sampling. Data were collected through a performance test—specifically the creation of a literature lesson plan—evaluated using a rubric and analyzed using descriptive percentage statistics. The results indicate that the students' overall ability fell into the "good" category, with a breakdown of 15% in the "very good" category, 45% in "good," 30% in "fair," and 10% in "poor." The highest achievement levels were observed in the formulation of learning objectives and the selection of teaching materials, while the lowest levels were found in the design of literary appreciation assessment instruments and the selection of varied teaching methods. The study concludes that practical application, teaching simulations, and literature-focused microteaching activities need to be enhanced to optimize students' readiness to design and implement literature instruction in schools. ABSTRAK Kemampuan merancang pembelajaran sastra merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa calon guru bahasa dan sastra Indonesia karena pembelajaran sastra memiliki karakteristik yang menekankan aspek apresiasi, ekspresi, dan penghayatan nilai. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara penguasaan teori pengajaran sastra secara konseptual dengan kemampuan mahasiswa dalam menyusun rancangan pembelajaran sastra yang aplikatif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran sastra Indonesia pada mata kuliah Teori dan Praktik Pengajaran Sastra Indonesia, meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan bahan ajar, penggunaan metode dan strategi pembelajaran, serta perancangan penilaian apresiasi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta PGRI menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui tes kinerja berupa penyusunan rancangan pembelajaran sastra yang dinilai menggunakan rubrik penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa secara umum berada pada kategori baik, dengan rincian 15% kategori sangat baik, 45% kategori baik, 30% kategori cukup, dan 10% kategori kurang. Aspek dengan capaian tertinggi terdapat pada perumusan tujuan pembelajaran dan pemilihan bahan ajar, sedangkan aspek terendah terdapat pada perancangan instrumen penilaian apresiasi sastra dan pemilihan metode pembelajaran yang variatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan praktik, simulasi mengajar, dan kegiatan microteaching sastra perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan kesiapan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sastra di sekolah.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA MUTU SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yuliati Yuliati; Luluk Elyana; Dyah Kusbiantari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14574

Abstract

Dynamic social change and rapid technological advancement drive the need for leadership transformation in Early Childhood Education (ECE) units to foster a sustainable quality culture. This Systematic Literature Review (SLR) study following PRISMA guidelines aimed to examine the role of principals' transformational leadership in building an ECE quality culture, analyze its contribution to children's character, and identify challenges and opportunities. Literature selection resulted in 20 final articles (2020–2025) retrieved from Google Scholar, Scopus, SINTA, ERIC, and Garuda Portal analyzed thematically. Findings indicate that transformational leadership contributes through four dimensions (idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration) reinforced by values-based leadership. The established quality culture effectively shapes young children's character, including spiritual values, independence, discipline, social-emotional competence, creativity, entrepreneurship, and inclusiveness. Primary challenges involve facility constraints, teacher administrative burdens, and digital literacy gaps. Opportunities exist through technology utilization, parental collaboration, local wisdom, and data-driven accreditation. The main conclusion confirms that integrating transformational leadership with a quality culture serves as a strategic factor in delivering holistic, innovative, and sustainable ECE services. ABSTRAK Perubahan sosial dan pesatnya teknologi menuntut transformasi pola kepemimpinan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk membangun budaya mutu berkelanjutan. Penelitian Systematic Literature Review (SLR) berpedoman alur PRISMA ini bertujuan mengkaji peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya mutu PAUD, menganalisis kontribusinya terhadap karakter anak, serta mengidentifikasi tantangan dan peluangnya. Seleksi literatur menghasilkan 20 artikel final (2020–2025) dari basis data Google Scholar, Scopus, SINTA, ERIC, dan Portal Garuda yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berkontribusi melalui empat dimensi (idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration) yang diperkuat values-based leadership. Budaya mutu yang terbentuk efektif membentuk karakter anak mencakup nilai spiritual, kemandirian, disiplin, sosial-emosional, kreativitas, kewirausahaan, dan inklusivitas. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana, beban administratif guru, dan kesenjangan literasi digital. Peluang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi, kolaborasi orang tua, kearifan lokal, dan akreditasi berbasis data. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan transformasional dan budaya mutu menjadi faktor strategis mewujudkan layanan PAUD holistik, inovatif, dan berkelanjutan.    
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI TEKS NARASI KELAS IV Bahtiar Fuadi; Fakhrur Rozy; M. Setyo Wardono
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14579

Abstract

Indonesian language learning at the elementary school level, particularly in narrative text instruction, requires innovative teaching methods to enable students to actively construct their understanding. Conventional teacher-centered instructional practices tend to limit students' opportunities to explore learning materials comprehensively, resulting in low levels of conceptual understanding. To address this issue, student-centered instructional strategies that provide meaningful learning experiences are needed. This study aimed to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with a deep learning approach on students' conceptual understanding of narrative texts among fourth-grade students at SDN Banjarbendo. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 25 fourth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a conceptual understanding test that had been validated and proven reliable. The collected data were analyzed using the normality test and the paired sample t-test. The findings indicated an improvement in the mean score from 64.16 on the pretest to 73.04 on the posttest. Furthermore, hypothesis testing yielded a significance value of 0.002 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between students' conceptual understanding before and after the implementation of the intervention. The study concludes that integrating the Problem-Based Learning (PBL) model with a deep learning approach is effective in improving elementary students' conceptual understanding of narrative texts. Therefore, this instructional approach is recommended as an effective alternative for creating a dynamic, meaningful, and student-centered learning environment in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat dasar, terkhusus pada topik teks narasi, menuntut adanya pembaruan metode agar anak didik sanggup berpartisipasi secara optimal dalam membentuk pemahamannya. Sejauh ini, praktik mengajar yang masih didominasi oleh guru cenderung membatasi ruang bagi peserta didik guna menelaah materi secara menyeluruh, yang kemudian memicu rendahnya tingkat penguasaan konsep. Guna meredam kendala tersebut, dibutuhkan strategi instruksional yang berfokus pada siswa serta mampu menyajikan pengalaman edukasi yang penuh arti. Riset ini dimaksudkan untuk menguji seberapa besar dampak pengaruh penggunaan model Problem-Based Learning (PBL) yang dikombinasikan dengan kerangka deep learning terhadap kemampuan memahami materi teks narasi pada siswa kelas IV SDN Banjarbendo. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, serta menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 25 anak kelas IV sebagai sampel penelitian. Pengumpulan informasi memanfaatkan tes pemahaman konsep yang telah teruji keabsahan dan keandalannya, yang kemudian diuji melalui uji normalitas dan paired sample t-test. Temuan pengolahan data menunjukkan terjadinya peningkatan nilai rata-rata kelas dari semula 64,16 sewaktu pretest menjadi 73,04 tatkala posttest. Di samping itu, pengujian hipotesis membuahkan angka signifikansi di titik 0,002 (di bawah ambang batas 0,05), yang secara empiris mengonfirmasi adanya selisih nyata antara kompetensi siswa sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari ini menyatakan bahwa integrasi model Problem-Based Learning berbasis deep learning dengan pendekatan deep learning sangat manjur dalam mengatrol pemahaman konsep narasi anak didik. Dengan demikian, pendekatan ini sangat direkomendasikan sebagai opsi alternatif yang ampuh guna menciptakan iklim kelas yang dinamis, bermakna, dan berpusat pada siswa di lingkungan sekolah dasar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI MEDIA GAME PUZZLE DAN STORYBOARD Sefia Salma Nazihah; Dina Merdeka Citraningrum; Indah Ita Utami
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14625

Abstract

Scientific writing skills require mastery of structure, language logic, and scientific conventions, yet studies combining puzzle-based and storyboard-based media for teaching scientific writing at the senior high school level remain relatively limited. This study aims to determine the effectiveness of implementing puzzle-based and storyboard-based learning media in improving scientific writing skills, and to describe changes in learning activities and student responses in Class XI A at SMA Muhammadiyah 3 Jember. This study employed the Kemmis and McTaggart model of Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The study sample consisted of 14 students, selected using a total sampling technique. Data were collected through observation, scientific writing skill tests, and student response questionnaires, then analyzed using a quantitative descriptive method. The results show that the implementation of puzzle-based and storyboard-based learning media was effective in improving students' scientific writing skills. The average score increased from 70 at baseline to 74.29 in Cycle I and 84.57 in Cycle II. The percentage of students meeting the learning standard increased from 64.29% to 92.86%, while positive student responses rose from 57.13% to 92.86%. These results indicate that both media are capable of enhancing students' motivation, engagement, and ability to systematically compose scientific papers. The findings suggest that puzzle games and storyboards can serve as innovative learning media alternatives for teaching scientific writing. However, this study was limited to a single class of 14 students and two action cycles; therefore, future research should involve a larger sample to enhance the generalizability of the results.. ABSTRAK Keterampilan menulis karya ilmiah menuntut penguasaan struktur, logika berbahasa, dan kaidah ilmiah. Kajian yang memadukan media game puzzle dan storyboard untuk pembelajaran menulis karya ilmiah di jenjang SMA masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas penerapan media pembelajaran berbasis game puzzle dan storyboard dalam meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah, serta mendeskripsikan perubahan aktivitas belajar dan respons siswa kelas XI A di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sampel penelitian berjumlah 14 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes keterampilan menulis karya ilmiah, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media game puzzle dan storyboard efektif meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 70 pada kondisi awal menjadi 74,29 pada siklus I dan 84,57 pada siklus II. Persentase siswa yang memenuhi standar belajar meningkat dari 64,29% menjadi 92,86%, sementara respons positif siswa meningkat dari 57,14% menjadi 92,86%. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua media mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemampuan siswa dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa game puzzle dan storyboard dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif untuk pembelajaran menulis karya ilmiah. Namun, penelitian ini terbatas pada satu kelas berjumlah 14 siswa dan dua siklus tindakan, sehingga penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel yang lebih besar untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian.
PENGARUH MEDIA POP-UP BOOK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA DI SD Imelda Uneputty; Dominggus Rumahlatu; Johanes Pelamonia; Eka Sriwahyuni
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14662

Abstract

Science learning on the material of changes in the state of matter in fourth grade is often considered abstract and boring due to the dominance of lecture methods, resulting in low student learning outcomes. This study aims to determine the effect of using pop-up book learning media on the science learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 61 Ambon. This study employed a quantitative approach with a one group pretest-posttest design. The population and sample consisted of all 23 fourth-grade students at SD Negeri 61 Ambon. The sampling technique used total sampling (saturated sampling), in which all members of the population were included as research participants. Data were collected using tests in the form of pretest and posttest, as well as observation. Data analysis included descriptive analysis, normality test, homogeneity test, Paired Sample T-Test, and N-Gain analysis. The results showed that the students' average pretest score was 51.85 and increased to 69.67 in the posttest. The Paired Sample T-Test produced a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in learning outcomes before and after the treatment. Furthermore, the N-Gain analysis yielded an average score of 0.4020, categorized as moderate. Therefore, the use of pop-up book media had a significant effect on improving science learning outcomes on the material of changes in the state of matter among fourth-grade students at SD Negeri 61 Ambon. The pop-up book media helps transform abstract concepts into more concrete and visual representations, thereby supporting students' understanding and engagement during the learning process. ABSTRAK Pembelajaran IPA materi perubahan wujud benda di kelas IV SD sering kali dianggap abstrak dan membosankan karena dominasi metode ceramah, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran pop-up book terhadap hasil belajar IPA materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD Negeri 61 Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 61 Ambon yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling (sampel jenuh), yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest serta observasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample T-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 51,85 meningkat menjadi 69,67 pada posttest. Hasil Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,4020 dengan kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPA materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD Negeri 61 Ambon. Media pop-up book membantu mengubah konsep yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan visual sehingga dapat mendukung pemahaman serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MEDIA KOKAMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA SISWA SDN Moh. Adi Firmansyah; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Siti Li’anatuz Zuhro
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14667

Abstract

The ability to construct simple sentences is one of the fundamental language skills that elementary school students need to master. However, students still experience difficulties in developing words into coherent and meaningful sentences during the learning process. The use of learning media that integrates game-based activities with local wisdom needs to be further developed to create learning experiences that are more contextual, engaging, and appropriate to the characteristics of elementary school students. This study aims to determine the influence of local wisdom-based Mystery Card Box (KOKAMI) media on the ability to construct simple sentences among third-grade students at SDN Janti 1. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental research design, specifically a One Group Pretest Posttest Design. The research subjects consisted of 18 third-grade students selected using total sampling. Data were collected using a test, while data analysis included validity, reliability, normality, paired sample t-test, and N-Gain tests. The validity test showed that all items had a Sig. value of < 0.05, indicating that the instrument was valid. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.992 > 0.60, indicating that the instrument was reliable. The Shapiro-Wilk normality test showed Sig. values of 0.765 for the pretest and 0.777 for the posttest, both of which were > 0.05, indicating that the data were normally distributed. The N-Gain test showed an average score of 0.44657, which was categorized as moderate. Furthermore, the paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Therefore, the use of local wisdom-based Mystery Card Box (KOKAMI) media had a significant influence on the ability of third-grade students at SDN Janti 1 to construct simple sentences. ABSTRAK Kemampuan menyusun kalimat sederhana merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang penting dikuasai siswa sekolah dasar. Namun, dalam pembelajaran masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kata menjadi kalimat yang runtut dan bermakna. Penggunaan media pembelajaran yang memadukan aktivitas permainan dengan kearifan lokal masih perlu dikembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Kotak Kartu Misteri (KOKAMI) berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa kelas III di SDN Janti 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis One Group Pretest Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, sedangkan analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir soal memiliki nilai Sig. < 0,05 sehingga instrumen dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,992 > 0,60 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan nilai Sig. pretest sebesar 0,765 dan posttest sebesar 0,777, yang keduanya > 0,05 sehingga data berdistribusi normal. Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,44657 yang termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, hasil paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penggunaan media Kotak Kartu Misteri (KOKAMI) berbasis kearifan lokal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa kelas III SDN Janti 1.