cover
Contact Name
Mu'allimah Rodhiyana
Contact Email
mualimah.fai@uia.ac.id
Phone
+6282232899015
Journal Mail Official
jurnalfaiuia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Tahdzib Al-Akhlaq Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27212521     DOI : https://doi.org/10.34005/tahdzib
Adapun scope dan focus pada jurnal ini adalah 1. Al Quran dan Hadis Sebagai sumber utama ajaran Islam, Al Quran dan Hadis menjadi fondasi dalam proses pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai tauhid, ibadah, dan akhlak mulia. 2. Pendidikan Karakter Akhlak, Moral, dan Etika Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pembentukan karakter yang berbudi pekerti luhur berdasarkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang. 3. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam sistem pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Kurikulum ini juga mengakomodasi jalur pendidikan formal maupun non-formal, termasuk pesantren dan madrasah. 4. Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran Berbagai pendekatan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, mulai dari metode ceramah, diskusi, praktik ibadah, hingga pemanfaatan media digital untuk pembelajaran berbasis teknologi. 5. Evaluasi Pembelajaran Proses evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta menilai sejauh mana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam kehidupan mereka. 6. Sejarah Pendidikan Islam Memahami perjalanan sejarah pendidikan Islam memberikan wawasan tentang perkembangan institusi pendidikan Islam, tradisi keilmuan, dan peran ulama dalam membangun peradaban Islam. 7. Manajemen Pendidikan Islam Mengelola institusi pendidikan berbasis Islam dengan prinsip-prinsip tata kelola yang profesional, efektif, dan sesuai syariat Islam. 8. Filsafat Pendidikan Islam Mengkaji prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan pemikiran dalam proses pendidikan Islam untuk memahami hakikat manusia dan tujuan pendidikan dalam Islam. Lintas Jenjang dan Jalur Pendidikan Pendidikan Agama Islam mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar SD dan MI, menengah SMP dan MTs, SMA, SMK, MA, hingga perguruan tinggi. Jalur pendidikan formal, non-formal, pesantren, dan madrasah juga menjadi bagian integral dari sistem pendidikan yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Articles 140 Documents
METODE PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN PADA SISWA SMPIT DARUL HIKAM SAWANGAN DEPOK JAWA BARAT Syarifuddin, Ummah Karimah; Zulfikri, Alif; Akmal, Mochamad Daffa
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3689

Abstract

Belajar membaca dan menulis Al-Qur’an merupakan dasar bagi siswa, sehingga peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang sangat penting. Namun dewasa ini, kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an di kalangan siswa semakin menurun, salah satunya adalah siswa yang memiliki latar belakang yang beragam termasuk perbedaan dalam aspek kemampuan intelektual dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi yang dilakukan guru baca tulis Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis deskripsi dengan menggunakan metode studi kasus. Sumber data primer adalah guru baca tulis Al-Qur’an (BTQ) dan siswa di SMPIT Darul Hikam Sawangan Depok Jawa Barat. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumentasi, observasi dan sebagainya yang berkaitan dengan data pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan dokumen. Adapun pemeriksaan keabsahan data penelitian ini menggunakan kredibilitas dengan cara melakukan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) Problematika yang dihadapi guru baca tulis Al-Qur’an mencakup waktu pengajaran yang terbatas, jumlah siswa yang cukup banyak, dan keterbatasan media pembelajaran. 2) Metode yang digunakan guru yaitu metode ceramah untuk menjelaskan materi, metode talaqqi dan baghdadi untuk belajar membaca atau melafazkan Al-Qur’an, kemudian metode imla’ untuk latihan menulis Al-Qur’an. 3) Optimalisasi yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an yaitu dengan membuat perencanaan pembelajaran yang matang, memilih metode yang tepat, memberikan motivasi, dan mengevaluasi perkembangan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an pada siswa
PENGARUH DIGITALISASI TAHSIN DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL ASSESMENT SISWA PADA MADRASAH Ramli, Syahrur; Lainah, Lainah; Sesmiarni, Zulfani
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3755

Abstract

Abstract This study analyzes extracurricular learning in MTsN 7 Lima Puluh Kota developed by applying digitalization of differentiated learning. The extracurricular concept uses media, facilities and infrastructure of labor computers and projectors with differentiated learning using digital tarteel applications. The use of the tarteel application will certainly have an impact on the final assessment results of eskul tahsin activities. This research is a type of experimental quantitative research. The variable X1 in this study is the digitization of tahsin, variable X2 is differentiated learning and variable Y is the result of tahsin assessment. The population and sample are 86 students of grade VII MTsN 7 Lima Puluh Kota of West Sumatra Province for the 2023/2024 academic year. Quantitative assessment data is obtained through pre-test and post-test. The instrument used is a questionnaire. The results of research through data testing showed that the influence of digital tahsin as much as 36% on the results of tahsin assessment. The effect of tahsin learning differentiated by 6% on the results of tahsin assessment. The results of the R square coefficient value show the influence of the two variables on Y by 0.6 or 60% of the influence of differentiated tahsin digital on the results of the assessment of tahsin students grade VII MTsN 7 Lima Puluh Kota. Keywords: Digital Tahsin; Differentiated Learning; Learning Assessment
INTEGRASI AKHLAK DALAM DIMENSI SPIRITUAL, TEOLOGIS, SYARIAT, PENDIDIKAN, DAN FILOSOFIS Nasution, Nur Atikah Ibnu Asrul; Masyithoh, Siti
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3767

Abstract

Abstract. Morals are a vital foundation in human life, which includes behavioral aspect not only physically, but also spiritually, theologically, syariat, educationally, and philosophically. This article aims to explore the integration of morals in these various dimensions. In the spiritual dimension, morals are closely related to the concept of sufism which emphasizes cleansing the soul and closeness to Allah swt. Meanwhile, in the teological dimension, morals are related to the concept of monotheism, which emphasizes belief in the unity of Allah swt. From a syariat perspective, morals are reflected in obedience to islamic laws that regulate human behavior. In the educational context, morals are the main focus in the tarbiyah process, which aims to shape individual character. Philosophically, morals are debated in the realm of ethics, which discusses the concept of goodness, truth and human moral obligations. This combination of morals with various dimensions confirms that morals are a multidimensional concept that embraces spiritual, theological, syariat, educational, and philosophical aspects. it is hoped that this study will provide a holistic understanding of the foundations of morals and their role in forming a kind human personality and integrity. Abstrak. Akhlak merupakan landasan vital dalam kehidupan manusia, yang mencakup aspek perilaku tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual, teologis, syariat, pendidikan, dan filosofis. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi akhlak dalam berbagai dimensi tersebut. Dalam dimensi spiritual, akhlak terkait erat dengan konsep tasawuf yang menekankan pembersihan jiwa dan kedekatan dengan Allah swt. Sementara dalam dimensi teologis, akhlak berkaitan dengan tauhid, yang menekankan keyakinan akan keesaan Allah swt. Dari perspektif syariat, akhlak tercermin dalam ketaatan terhadap hukum-hukum islam yang mengatur perilaku manusia. Dalam konteks pendidikan, akhlak menjadi fokus utama dalam proses tarbiyah, yang bertujuan untuk membentuk karakter individu. Secara filosofis akhlak diperdebatkan dalam ranah etika, yang membicarakan konsep kebaikan, kebenaran, dan kewajiban moral manusia. Penggabungan akhlak dengan berbagai dimensi ini menegaskan bahwa akhlak merupakan konsep multidimensional yang merangkul aspek spiritual, teologis, syariat, pendidikan, dan filosofis. Kajian ini diharapkan akan memberikan pemahaman holistic tentang landasan akhlak dan perannya dalam membentuk kepribadian manusia yang baik dan berintegritas.
INKLUSIFITAS BERAGAMA PEMBELAJARAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TEMA KEARIFAN LOKAL Saputra, Eddy; Ali, Nur
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3779

Abstract

The importance of creating an inclusive educational environment and promoting moderation in understanding religion is the focus of this research. This research discusses efforts to strengthen the profile of Pancasila students as an initiative to realize religious inclusivity and produce moderate Islamic students. The aim of this research is to explore the contribution of the Strengthening the Pancasila Student Profile Project to creating an inclusive educational environment and forming Islamic students who have a moderate understanding of religion. Qualitative research methods were used, with a case study approach as the analytical framework. Data was collected through observation, interviews, and document analysis related to the implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students. The research results show that this project is effective in stimulating moderate religious understanding among Islamic students. This project facilitates the integration of Pancasila values, which include aspects of tolerance, unity, and justice, supporting the formation of students' characters who can accept religious differences with an open attitude. Students' involvement in this project increases their understanding of plurality and stimulates positive interfaith dialogue. In this context, the project to strengthen the profile of Pancasila students is not only a means of religious learning but also a tool for forming inclusive and moderate attitudes towards differences in beliefs.
PENDIDIKAN ENTERPRENEURSHIP DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN DAN HADIST Asmawi, Mohammad; Rodhiyana, Mu’allimah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3852

Abstract

Sebagai konsekuensi pentingnya kegiatan wirausaha, Islam menekankan pentingnya pembangunan dan penegakan budaya kewirausahaan dalam kehidupan setiap muslim. Budaya kewirausahaan muslim itu bersifat manusiawi dan religius, berbeda dengan budaya profesi lainnya yang tidak menjadikan pertimbangan agama sebagai landasan kerjanya. Seorang wirausahawan muslim akan memiliki sifat-sifat dasar yang mendorongnya untuk menjadi pribadi yang kreatif dan handal dalam menjalankan usahanya, atau menjalankan aktivitas pada perusahaan tempatnya bekerjaja. Pendidikan enterpreneurship bertujuan untuk meningkatkan keahlian khusus, sehingga merupakan strategi yang membutuhkan inovasi dan kreativitas. Kerwirausahaan juga merupakan alat untuk membuat strategi bisnis. Enterpreneurship secara Islam meyakini bahwa enterprneurship adalah semua kegiatan usaha yang dilakukan dalam rangka menghasilkan jasa dengan cara yang yang tetap dalam hukum Syariat Islam. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Kajian Pustaka (Literatur Review) untuk menelaah topik yang diangkat. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pustaka meliputi membaca, menelaah danmencari bahan pustaka, laporan-laporan hasil penelitian berupa jurnal-jurnal yang berisi teori-teori yang ada hubungannya dengan penelitian. Nilai-nilai spiritualitas yang tercermin pada sikap dan perilaku yang harus ada dalam entrepreneurship ada 5 yaitu: Pertama, nilai kejujuran (shiddiq), Kedua, Amanah dan bertanggung jawab, Ketiga, menjauhi keserakahan, Keempat, empati dan kepedulian, dan Kelima, Berorientasi tugas dan hasil.
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB ADAB SULUK AL-MURID KARYA HABIB ABDULLAH AL-HADDAD Soraya, Syarifah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan Akhlak Dalam perspektif Sayyid Abdullah Al-Haddad, dengan subfokus: Apa Makna dan tujuan pendidikan Akhlak menurut Sayyid Abdullah Al Haddad, Bagaimana Metode dan Kurikulum Pendidikan Akhlak menurut Sayyid Abdullah Alhaddad serta Apa Relevansi konsep Pendidikan Akhlak menurut Sayyid Abdullah Alhaddad. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan Sumber Primer buku karangan Sayyid Abdullah Al Haddad yang berjudul Adab Suluk Al Murid . Sedangkan sumber sekundernya adalah buku-buku, jurnal-jurnal yang relevan dengan obyek pembahasan penulis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, content analysis, dan analisis interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan akhlak ditujukan sebagai upaya pembentukan dan pembinaan akhlak pada jiwa anak, menanamkan nilai-nilai akhlak Islami, memberikan pengajaran, pembiasaan dan latihan untuk senantiasa berbuat kebaikan dan berperilaku sesuai dengan akhlaq al karimah. Hal ini diwujudkan berdasarkan banyaknya kenyataan saat ini akan kemerosotan akhlak, moral dan etika dengan segala macam bentuk tingkah laku mereka yang tidak sedikit menimbulkan kekacauan bagi dirinya pribadi maupun keresahan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan hal tersebutlah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana corak pemikiran Abdullah Al-Haddad dalam pendidikan akhlak dengan mengkaji kembali beberapa buku karangannya yang menjadi sumber primer. Penelitian ini juga dilakukan dengan maksud untuk mengetahui secara lebih jauh konsep-konsep pemikiran Abdullah Al-Haddad yang ia tawarkan dalam rangka pelaksanaan pendidikan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pendidikan akhlak menurut Abdullah Al-Haddad adalah upaya penanaman nilai-nilai ke Islaman dalam jiwa anak, sehingga segala macam bentuk kegiatan, materi, metode dan juga pendekatan- pendekatan dalam upaya pendidikan akhlak lebih menekankan pada pembentukan sifat-sifat keutamaan sebagai wujud kesempurnaan jiwa yang tercermin dalam bentuk akhlaq al karimah.
RULES AND ETHICS OF MEMORISING THE GLORIUS QUR’AN: A STUDY FROM AL-FARA’ID AL-JALILAH OF SHAYKH ABDULLAH BN FODUYE Muhammad, Bala Abubakar
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3868

Abstract

Memorization of the Qur'an was one of the important areas that Muslims in the past have really worked on, in order to preserve it from distortion, this was in line with the promise of Allah the Most High for its protection as Q.15:9 says: “Verily, it's We who revealed the Dhikr (i.e. the Qur'an) and surely We will guard and protect it.” As-Sa'ady said: the protection is during and after revelation. The paper Intend to highlights on rules and ethics of memorization of the Glorious Qur’an as pointed out by Shaykh Abdullah bn Foduve in his book al-Fara’id al-Jalilah wasaid al-Fawaid al-Jamilah fi Ulum al-Qur’an. In the review authors made an effort to show the importance, rules and ethics for Qur’anic memorization in the content of the book under study, it discusses on the supportive majors on memorization of the glorious Qur'an. The paper also recommends to the Qur'anic Schools, Islamiyya, Tsangaya and individual to follow the teachings of the book.
MODEL PEMBERDAYAAN USTADZAH DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN BERKURBAN DI MAJELIS TAKLIM Adnan, Mohammad; Maarif, Samsul; Jiwanto, Fahmi Islam; Munajah, Neneng; Majid, Zamakhsyari Abdul
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model pemberdayaan ustadzah yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan berkurban di kalangan jamaah majelis taklim. Kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang melambangkan ketaatan dan kepedulian sosial, namun masih banyak jamaah yang belum memahami makna mendalam dari kurban, mengalami kendala ekonomi, serta kurangnya motivasi dan kesadaran untuk melaksanakan ibadah ini. Peran majelis taklim sebagai lembaga pendidikan agama informal sangat strategis dalam membentuk sikap keagamaan jamaah, dan ustadzah sebagai pendakwah perempuan memiliki potensi besar untuk memotivasi dan mengedukasi jamaah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali faktor-faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi ustadzah dalam mendidik jamaah tentang pentingnya berkurban. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari beberapa majelis taklim yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ustadzah yang mencakup peningkatan kapasitas dalam ilmu agama, keterampilan dakwah, dan kepemimpinan dapat secara signifikan meningkatkan kepatuhan berkurban di kalangan jamaah. Penelitian ini menyarankan beberapa strategi pemberdayaan, termasuk pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya pendidikan, dan dukungan komunitas, yang dapat diimplementasikan oleh pengelola majelis taklim dan pihak terkait. Dengan pemberdayaan yang tepat, ustadzah dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam menggerakkan jamaah untuk melaksanakan ibadah kurban, sehingga meningkatkan keberhasilan program-program keagamaan di masyarakat.
FALSAFAH SUMBER HUKUM ISLAM PADA MUKMIN SEJATI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN AL-HADITS Fahrany, Sofia
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3876

Abstract

Dalam kehidupan di dunia, ada kalanya mukmin mendapatkan fenomena lemahnya dalam menghadapi masalah, mudahnya berputus asa, sedih yang berkepanjangan bila hasil tidak sesuai dengan ekspektasinya. Mukmin sejati akan kuat (survive) dalam menyelesaikan persoalan yang menimpa dirinya, bila prinsip dalam hidupnya senantiasa berpedoman pada Inna Shalati, Wa Nusuki Wa Mahyaya Wa Mamati Lillahi Robbil’alamin yang dibaca setiap shalat lima waktu sehari dalam bacaan Takbiratul Ichrom, dan tentunya penanaman falsafah hidup kembali kepada sumber hukum Agama Islam yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits. Salah satu mukmin sejati adalah memiliki mental kuat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Orang Mukmin Yang Kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah,” (HR Muslim). Allah SWT berfirman “ Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula bersedih hati (Q.S Al-Imron ayat 139). Sesulit apapun hidup harus diisi dengan gairah semangat menebar kebaikan. Meski terkadang saat melayani dan memampukan ada arena yang kita sulit berjuang. Tetap bertahan hidup dalam kekuatan, karena hidup ini sejatinya tak pernah sempurna. Bertawakkallah dengan proses berjuang, karena Allah lebih menyukai proses berjuang sebagai amalan shalih meraih keimanan menggapai ketaqwaan. Ada tiga golongan mukmin sejati yakni: Pertama, bila dibacakan ayat Allah, maka bergetarlah hatinya, Kedua, bertambah keimanannya manakala ayat Al-Qur’an dibaca, Ketiga, Orang yang bertawakkal kepada Allah SWT.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM FAZLUR RAHMAN DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Ritonga, Nur’ainun; Siregar, Maragustam
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3905

Abstract

This study aims to comprehend Fazlur Rahman's educational philosophy and its relevance to the Merdeka Belajar Curriculum. Employing a literature review approach and qualitative descriptive method, the primary source is Ahmad Suryadi's book (2020) on Fazlur Rahman's educational philosophy, while secondary sources comprise relevant books and scholarly articles. Data collection techniques involve documentation, and data analysis employs the Milles and Huberman analysis technique, encompassing activities such as data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The research findings highlight three main concepts in Rahman's educational model: critical education, creativity, and morality, which bolster Islamic intellectualism and are pertinent to contemporary contexts. These concepts are congruent with the Merdeka Belajar concept, emphasizing student-centered learning, creativity, and the application of moral values, in accordance with Islamic principles. The relevance of Rahman's ideas to education in Indonesia demonstrates the compatibility of these concepts with the needs and context of education in the country, bolstered by various research studies.

Page 11 of 14 | Total Record : 140