cover
Contact Name
Tarikh Azis Ramadani
Contact Email
jtm@ppns.ac.id
Phone
+62315947186
Journal Mail Official
jtm@ppns.ac.id
Editorial Address
https://jtm.ppns.ac.id/index.php/jtm/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Maritim
ISSN : 26204916     EISSN : 26207540     DOI : https://doi.org/10.35991/jtm.v8i1
Jurnal Teknologi Maritim (JTM) merupakan media untuk presentasi dan diskusi tentang perkembangan terbaru dalam penelitian, desain, fabrikasi, transportasi / instalasi dan pengalaman dalam layanan yang berkaitan dengan bidang perkapalan dan maritim. Jurnal ini berisi artikel ilmiah yang berkorelasi dengan bidang struktur dan desain kapal, hidrodinamika, sistem perkapalan, permesinan kapal, transportasi laut, pelabuhan dan manajemen resiko pelabuhan, bangunan dan teknik lepas pantai, material kelautan, energi berkelanjutan dari laut, sains data untuk maritim, radar dan artificial intelligence untuk maritim dan pencemaran laut.
Articles 27 Documents
Analisis Kadar Air, Abu, dan Fixed Carbon pada Biobriket Sludge IPAL dengan Metode Karbonisasi 6000C Nindyapuspa, Ayu; Dermawan, Denny; Pramestyawati, Talent Nia; Firmansyah, Bagas Wahyu; Pakpahan, Araya Bonita
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i1.41

Abstract

Peningkatan produksi minuman dapat mengakibatkan peningkatan jumlah air limbah yang dihasilkan. Hal ini mengakibatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjalankan proses pengolahan limbah secara berkelanjutan, yang berpengaruh pada peningkatan volume sludge di IPAL. Sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limba (IPAL) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai biobriket. Agar kualitas bionriket meningkat, limbah IPAL dicampur dengan sekam padi, serbuk kayu, dan fly ash untuk menambah nilai kalor dari bionriket tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari komposisi bahan biobriket yang menggunakan campuran fly ash dan abu sekam padi, melalui metode karbonisasi pada suhu 600 derajat Celcius. Berbagai kombinasi bahan biobriket yang diterapkan dalam studi ini mencakup sludge IPAL dan abu sekam padi (100% : 0% ; 90% : 10% ; 80% : 20%) serta sludge IPAL, serbuk kayu, dan fly ash (40%:50%:10%, 60%:30%:10%, 80%:10%:10%). Analisis kualitas biobriket yang akan dilaksanakan mencakup analisis proksimat (kandungan air, kandungan abu, karbon tetap). Hasil analisis akan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4931:2010 mengenai Briket Batubara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air pada biobriket sudah memenuhi standar yang ditetapkan, tetapi kandungan abu dan karbon tetap masih belum mencapai syarat yang sesuai dengan SNI 4931:2010.
Penerapan Uji Wilcoxon Signed Rank Test Untuk Menganalisis Perbedaan Nilai Test Sebelum Dan Setelah Pelatihan Digital Marketing Widiana, Dika Rahayu; Syafiuddin; Sriwijayasih, Imaniah; Aju, Irma Rustini; Praharsi, Yugowati; Novianarenty, Eky
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.73

Abstract

Pelatihan digital marketing pada dua puluh lima ibu rumah tangga anggota paguyuban Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu (PPT) Tunas Mulia Keputih Surabaya perlu dievaluasi untuk melihat tingkat pemahaman peserta setelah diberikan pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan setelah diberikan pelatihan serta melihat perbedaan rerata dari nilai pre-test dan post-test. Peserta diberikan pre-test dan post-test sebagai langkah awal untuk melihat efektivitas pelatihan. Nilai pre-test dan post-test diuji dengan wilcoxon signed rank test untuk melihat perbedaan rerata setelah sebelumnya dilakukan uji normalitas. Berdasarkan uji normalitas dengan shapiro wilk, diperoleh nilai p-value kurang dari 0.05 sehingga disimpulkan nilai pre-test dan post-test tidak berdistribusi normal. Nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan sebesar 5.11% dari nilai rata-rata pre-test yang mengindikasikan ada peningkatan pemahaman peserta setelah diberikan pelatihan. Berdasarkan uji wilcoxon signed rank test memberikan hasil bahwa nilai p-value lebih dari 0.05 sehingga disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap nilai rerata peserta baik sebelum dan setelah diberikan pelatihan.
Uji Emisi Gas buang Pada Four Stroke Engine Menggunakan Multi-Feedstock Biodiesel Dengan Penambahan Zat Aditif (2-EHN) Sa'diyah, Aminatus; Ardiansyah Lutfi, Dede; Haryono, Edi; Novianarenti, Eky; Rahmat Ramadani, Novan
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.74

Abstract

The increase in gas emissions from fossil fuels, which contributes to the greenhouse gas (GHG) effect, not only impacts the environment but can also serve as an indicator of diesel engine performance. This situation has driven the development of environmentally friendly alternative fuels. This study aims to analyze the characteristics and exhaust gas emissions of multi-feedstock biodiesel fuels produced from palm oil, used cooking oil, and soybean oil, blended with Pertamina Dex, when used in a four-stroke diesel engine. The method employed is a laboratory experiment involving variations of B40 biodiesel blends, including B40 with the addition of 2-ethylhexyl nitrate (2-EHN) as an additive. The tests were conducted at engine speeds of 1000 RPM, 1200 RPM, and 1400 RPM, using a 4000-watt lamp as the load. The parameters evaluated include flash point, density, viscosity, cetane number, calorific value, and the emission levels of CO, NOx, and SO₂. The results indicated that the B40 fuel blend with the 2-EHN additive showed the best performance. This was reflected in improved fuel characteristics such as a cetane number exceeding 59.2, a reduced viscosity of 5.78 cSt, and lower CO emissions, with the highest value recorded at 84.89 mg/m³. Although NOx emissions slightly increased to 165.9 mg/m³, the value remains well below the standard exhaust emission limit of 3400 mg/m³.
Analisis Kuat Arus Pengelasan Sambungan Tube to Tubesheet Stainless Steel Type 316L Terhadap Struktur Mikro, dan Kekerasan di Heat Exchanger Moh. Syaiful Amri; Bachtiar; Moh. Miftachul Munir; Mukhlis; Muhammad Ari; Mohammad Thoriq Wahyudi; Kurniawan, Ilham; Haruri, Rikko Harli
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.78

Abstract

Sambungan tube to tubesheet pada heat exchanger berperan penting dalam menjamin kinerja dan keandalan operasi. Variasi kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) memengaruhi heat input yang berdampak pada struktur mikro, struktur makro, dan sifat mekanik sambungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh arus 110 A, 130 A, dan 150 A pada sambungan tube SA-213 TP316L ke tubesheet SA-240 TP316L setelah tube expansion sebesar 8% sesuai standar TEMA edisi ke-11. Pengujian meliputi uji mikro, makro, dan kekerasan metode Vickers pada enam zona. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan arus meningkatkan heat input, memengaruhi lebar Heat Affected Zone (HAZ) dan morfologi butir. Arus 150 A menghasilkan fusi sempurna tanpa cacat makro, memperhalus butir pada zona las, serta memberikan kekerasan tertinggi 357,4 Kgf/mm2 pada area of expand, sedangkan kekerasan terendah 182,0 Kgf/mm2 tercatat pada base metal tube (110 A). Peningkatan kekerasan weld metal dari 200,8 Kgf/mm2 menjadi 225,8 Kgf/mm2 menandakan kontribusi heat input optimal dalam pembentukan butir halus. Nilai tinggi pada area of expand disebabkan strain hardening akibat proses ekspansi. Pemilihan arus optimal terbukti penting untuk integritas sambungan dan sifat mekanik yang baik.
Analisis Perbandingan Backing Gas Argon Dan H2-N2 Pada Pengelasan Material Cu-DHP Dengan Proses GTAW Terhadap Kekuatan Tarik Dan Metallograhy Khoirul Rohmat, Imam; Munir, Moh Miftachul; Fadillah, Mochamad Wildan; Ari, Muhamad; Anggara, Dika
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.81

Abstract

Proses pembuatan condenser umumnya material yang digunakan adalah tembaga dan dilakukan dengan proses pengelasan menggunakan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). Material Cu-DHP (Phosphorus deoxided copper) merupakan material yang memiliki konduktivitas termal yang baik. Backing gas yang digunakan adalah Argon 100%, dan campuran gas Hidrogen 20% - Nitrogen 80%. Penelitian ini difokuskan untuk evaluasi pada kekuatan tarik dan metallography. Spesimen yang digunakan adalah pipa Cu-DHP dengan diameter 88,9mm dan tebal 4,8mm yang disambung menggunakan sambungan butt joint. Pengujian dilakukan secara destruktif (uji tarik dan metallography). Hasil penelitian menunjukan bahwa backing gas campuran Hidrogen 20% - Nitrogen 80% menghasilkan penetrasi dengan kedalaman 8,60 mm sedangkan backing gas argon menghasilkan kedalaman 7.26 mm, di struktur mikro terdapat fasa Cu-α, dan Cu3P serta hasil struktur mikro backing gas campuran Hidrogen 20% Nitrogen 80% menghasilkan Cu3P pada weld metal dibandingkan struktur mikro backing gas argon 100%. Nilai kekuatan tarik rata-rata backing gas campuran Hidrogen 20% - Nitrogen 80% menghasilkan 198.84 Mpa sedangkan nilai kekuatan tarik rata-rata backing gas argon sebesar 191.25 Mpa.
Analisis Variasi Jenis Elektroda Buffer Layer Pada Proses Hardfacing Material ASTM A216 WCB Terhadap Uji Visual, Uji Penetran Dan Makro Toto, Alvalo; Al Amin, Mochammad Karim; Wahyudi, M. Thoriq; Budi Kurniyanto, Hendri; Amri, Moh. Syaiful; Firmansyah, Moch. Aria; Leonard, Rikky
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Maritim (In Press)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v9i1.76

Abstract

ASTM A216 WCB is a cast carbon steel material commonly used in valve components due to its good mechanical properties and resistance to high temperatures. One of the major issues encountered in its application is surface wear. To enhance surface hardness and wear resistance, a hardfacing process was conducted using the GTAW welding method. This involved the application of buffer layers using ER308 and ER309 filler metals, followed by hardfacing layers of Stellite 12. A total of four specimens were prepared with varying combinations of buffer and hardfacing layer numbers. The visual inspection results indicated the absence of surface defects in all specimens, demonstrating good welding quality. Dye penetrant testing revealed a non-relevant indication on specimen 3 with a size of 1.3 mm, which remains within the acceptable limits as per ASME Section IX standards. Macroscopic examination showed sound fusion between layers, free from defects such as porosity or cracks. The deepest weld penetration was observed in specimen 4, which used the ER309 buffer layer, achieving a depth of 1.5 mm. Overall, the use of ER308 and ER309 buffer layers significantly influenced the quality of the hardfacing welds, contributing to the formation of homogeneous and defect-free layers. This study provides valuable insight into material selection and welding parameters to improve wear resistance in ASTM A216 WCB-based valve components within industrial environments.
Pengembangan Inovasi Produk Pelet Pakan Ternak dari Limbah Organik Perairan dengan Pendekatan SCAMPER Devi, Yesica; Gaguk Suhardjito; Muhammad Syifak Qolbi; octavia rahmadhany; jasmine zabrina
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Maritim (In Press)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v9i1.87

Abstract

Pemanfaatan limbah organik perairan sebagai bahan baku alternatif menjadi salah satu strategi dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan. Salah satu potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes), gulma air yang banyak ditemukan di wilayah Surabaya–Sidoarjo dan sering menjadi penyebab pencemaran serta penyumbatan aliran sungai. Sementara itu, komposisi pakan ternak komersial umumnya masih mengandung bahan kimia, dengan pemanfaatan bahan alami bernutrisi tinggi yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi pelet pakan ternak berbasis eceng gondok sebagai bahan utama, menggunakan pendekatan metode SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another use, Eliminate, Rearrange). SCAMPER digunakan sebagai metode analisis data dan strategi kreatif dalam pengembangan produk, mencakup pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga strategi pemasaran. Hasil Penelitian pengembangan produk inovasi menggunakan SCAMPER menghasilkan proses produksi dilakukan secara tradisional namun terstruktur, meliputi pencucian, fermentasi, pengeringan menggunakan oven atau solar dryer, dan pencetakan pelet siap pakai. Eceng gondok di fermentasi untuk meningkatkan kandungan nutrisinya, kemudian ada tambahan bahan daun pepaya dan kangkung. Kombinasi ketiga bahan dipilih karena mengandung protein nabati, vitamin, serat, dan antioksidan yang mendukung kesehatan ternak seperti ayam, kambing, dan sapi. Hasil produk inovasi ini diharapkan dapat memberikan alternatif pakan ternak yang ekonomis, ramah lingkungan, dan bernutrisi tinggi, sekaligus menjadi solusi pengendalian gulma air yang berdampak negatif pada ekosistem perairan.

Page 3 of 3 | Total Record : 27