cover
Contact Name
Tarikh Azis Ramadani
Contact Email
jtm@ppns.ac.id
Phone
+62315947186
Journal Mail Official
jtm@ppns.ac.id
Editorial Address
https://jtm.ppns.ac.id/index.php/jtm/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Maritim
ISSN : 26204916     EISSN : 26207540     DOI : https://doi.org/10.35991/jtm.v8i1
Jurnal Teknologi Maritim (JTM) merupakan media untuk presentasi dan diskusi tentang perkembangan terbaru dalam penelitian, desain, fabrikasi, transportasi / instalasi dan pengalaman dalam layanan yang berkaitan dengan bidang perkapalan dan maritim. Jurnal ini berisi artikel ilmiah yang berkorelasi dengan bidang struktur dan desain kapal, hidrodinamika, sistem perkapalan, permesinan kapal, transportasi laut, pelabuhan dan manajemen resiko pelabuhan, bangunan dan teknik lepas pantai, material kelautan, energi berkelanjutan dari laut, sains data untuk maritim, radar dan artificial intelligence untuk maritim dan pencemaran laut.
Articles 27 Documents
Rancang Bangun Alat Pembengkok Pipa (Pipe Bending Tools) Untuk Produk Project Base Learning Meja dan Kursi Mochammad Karim Al Amin; Anggara, Dika; Ruddianto, Ruddianto; Restu Widodo, Eriek Wahyu; Amrullah, Haidar Natsir; Rachman, Arif; Aprilian, Elham
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.3

Abstract

Project Base Learning merupakan metode pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya membuat sebuah produk atau layanan jasa sebagai bahan dalam penguasaan kompetensi. Metode pembelajaran ini sudah dilaksanakan hampir diseluruh jenjang pendidikan, terutama pada Perguruan Tinggi Vokasi. Karena dalam Pendidikan Vokasi diperlukan kompetensi atau skill bagi lulusannya agar siap terjun di Industri setelah lulus. Dalam menunjang Project Base Learningdi PPNS, maka dilakukan Rancang Bangun untuk Alat Pembengkok Pipa. Alat ini nanti akan digunakan untuk proses pembengkokkan bagian-bagian dari kursi dan meja yang merupakan output dari Project Base Learning pada mahasiswa semester awal. Perancangan alat pembengkok pipa (pipe bending tools) direncanakan dengan menggunakan tenaga manual dengan fokus pada kemudahan alat untuk dibongkar pasang serta pengerjaan pembengkokan pipa yang diletakkan pada jalur di alat kemudian ditekan dengan roda pemutar atau roller yang bertujuan untuk mendapatkan radius pipa yang diinginkan. Dasar alat roll menggunakan pelat dengan bentuk setengah lingkaran yang dilakukan proses permesinan bubut untuk jalur pipa dan juga roda pemutar yang dihubungkan dengan pegangan dan housing sebagai tempat untuk memberikan tenaga manual. Ukuran roda pemutar terdapat dua variasi yaitu pipa dengan ukuran diameter luar 22 mm dan 25 mm. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pembengkokan pipa dengan tenaga manual. Dari desain dan alat yang telah dibuat kemudian dilakukan percobaan, hasil percobaan alat tersebut mampu membengkokan pipa sesuai dengan standard atau ukuran yang telah ditentukan dengan bentuk yang presisi, serta hasil percobaan tersebut telah dibuat sebuah produk meja dan kursi yang juga menjadi luaran dari Project Base Learning.
PROTOTIPE PEMANTAU EMISI GAS CO, OZON, PARTIKULAT PM2.5 DAN PM10 UNTUK BENGKEL LAS PPNS Sophia, Alma Vita; Denny, Dermawan; Aryabima |Dwian, Nugroho
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.5

Abstract

Bengkel las punya potensi menghasilkan emisi gas dan partikulat dari kegiatan praktek perkuliahan oleh dosen dan mahasiswa yang bisa mencemari udara di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Parameter emisi tersebut perlu diukur dan dipantau supaya kualitas udara tetap baik dan tidak membahayakan manusia yang sedang beraktivitas di sekitarnya. Prototipe pemantau yang dibuat akan mengukur dan memantau emisi yang sering dijumpai di lingkungan kerja pengelasan, yaitu gas CO, ozon, partikulat PM 2.5 dan PM10 secara real-time dan memberi penilaian kualitas udara ambien, dalam bentuk prototipe memakai low-cost sensor dan mikrokontroler ESP32 dengan biaya terjangkau, sedikit perawatan dan mudah digunakan.
Analisis Metode Temper Bead Welding sebagai Alternatif Pengganti PWHT pada Pembuatan Sulphuric Acid Storage Tank Miftachul Munir, Moh; Syaiful Amri, M.; Khoirul Rahmat, Imam; Bachtiar, Bachtiar; Victoria, Jaka
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.6

Abstract

Pada proyek EPC Smelter Manyar yang digunakan untuk pengolahan konsentrat tembaga, dilakukan pembuatan Sulfuric Acid Storage Tank yang menggunakan material SA 283 Grade C. Storage tank tersebut dilakukan proses heat treatment(PWHT, post weld heat treatment) yang bertujuan untuk mengurangi residual stress atau tegangan sisa pada material setelah dilakukan pengelasan. Proses pemanasan dan pendinginan saat pengelasan dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktur mikro dan properties material sehingga menimbulkan residual stress setelah pengelasan selesai. Pada proyek EPC Manyar Smelter ini, pelat dengan thickness diatas 25 mm harus dilakukan PWHT atau stress relievingmelalui pemanasan pada temperatur dan jangka waktu tertentu. PWHT yang dilakukan di industri, memiliki kekurangan dalam pengerjaannya seperti terbatasnya furnace, biaya yang cukup besar dan membutuhkan waktu relatif lama. Oleh karena itu, perlu adanya solusi baru untuk meminimalisir kekurangan tersebut yaitu dengan metode temper bead welding(TBW). Temper bead welding (TBW) merupakan teknik pengelasan dengan menempatkan manik las (bead) pada lokasi tertentu pada proses pengelasan untuk merubah struktur mikro dan sifat mekanik pada material yang diharapkan memiliki sifat mekanik yang sama dengan metode PWHT. Teknik ini dalam perkembangannya, sangat efektif dan efisien dalam pengerjaan suatu proyek dan dapat mengurangi biaya yang besar. Hasil pengujian hardness pada teknik Temper Bead Welding menunjukkan nilai rata-rata hardness lebih tinggi daripada teknik PWHT, namun masih memenuhi syarat keberterimaan material SA 283 Grade C, pada standard NACE 0294 yaitu maksimal 248 HV. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa teknik Temper Bead Welding ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti PWHT.
Hubungan Beban Kerja Mental, Stres Kerja, dan Motivasi Terhadap Tingkat Konsentrasi Operator Crane Perusahaan Galangan Kapal Pramesti, Rieke Hardita; Santiasih, Indri; Kusminah, Imah Luluk; Bimo Pratomo, Uranio Hario
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.8

Abstract

Ship production activities at the Shipyard Company require lifting and transporting aircraft to facilitate work, one of which is a crane. Crane operators work monotonously at the wheel of the crane every day for 8 hours or even more. Concentration is needed in this job. Concentration is a state in which a person focuses his attention on an object within a certain time. Loss of concentration in the operator can lead to mismatches in work and the worst risk is the occurrence of work accidents. This study aims to determine the relationship between mental workload, work stress, and motivation with the level of concentration in crane operators. The population of this study were 35 crane operators. Sampling using total sampling technique with the entire population sampled. Measurements used the NASA-TLX questionnaire to measure mental workload, Stress Diagnosis Survey to measure work stress levels, motivation questionnaire and Grid Concentration Test to measure concentration levels. Data analysis using the chi square test, with the results showing that the independent variables that have a significance value <0.05 are mental workload with a value of 0.009 and work stress with a value of 0.044. While the motivation variable has a significance value of 0.391. The conclusion obtained is that the variables associated with the level of concentration are mental workload and work stress, while the motivation variable has no relationship with the level of concentration.
Analisis Risiko Goliath Crane Galangan Kapal Menggunakan Fuzzy FMEA Bachtiar, Ilham Bima; Darul K., Mades; Yusuf S., Mochamad
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.9

Abstract

The Goliath crane is a very vital machine for the shipbuilding industry because of its lifting capacity which supports the ship production process, especially in the block erection process. The problem that often occurs with the goliath crane is when the engine fails and cannot be used so that the ship production process stops. Although according to the company's failure data there are no component failures that can cause work accidents, it is important to carry out a risk analysis because the size of the crane and the weight of the erection block being lifted can cause work accidents. The results of the analysis using fuzzy FMEA in longtravel mechanism of a goliath crane show that there are three failures that have a high medium to low high risk level where the FRPN value is more than 7, namely cracks in the crane legs, cracks in the main girder and malfunctioning thruster brakes. The recommendation to overcome this problem is to carry out a visual inspection once a year on the crane legs and main girder and to inspect and check the thruster components for each crane to be used.
Object Detection of Track Using YOLO Method in Fast Unmanned Vessel Application Anggara Trisna Nugraha; Elmi Hidayana
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.10

Abstract

Metode YOLO (You Only Look Once) digunakan dalam pembacaan lintasan buoy melalui webcam, sebuah pendekatan deteksi objek berbasis deep learning yang unggul dalam kecepatan dan presisi. Dalam deteksi lintasan, citra digital diambil melalui kamera atau dataset dan diubah menjadi format matriks piksel yang dapat diterima oleh model CNN. Jaringan CNN kemudian mengekstraksi fitur dari citra untuk deteksi buoy merah dan hijau melalui operasi konvolusi, pooling, dan aktivasi. Sistem menggunakan pengklasifikasi objek yang dianalisis di berbagai lokasi dan skala pada gambar, dilanjutkan dengan post-processing untuk menyaring kotak pembatas dan menghilangkan deteksi ganda. Dengan webcam yang memiliki akses baik, tingkat akurasi pendeteksian buoy mencapai hampir 100%, terutama ketika buoy ditempatkan dekat dengan perangkat. Pengguna mendapatkan informasi real-time tentang objek-objek terdeteksi melalui tampilan webcam dengan menampilkan kotak pembatas pada objek tersebut. Metode YOLO berhasil mendeteksi buoy dengan akurasi sesuai dengan hasil dari proses pelatihan, mencapai rata-rata 41,42%. Sistem ini menunjukkan ketepatan dalam deteksi objek lintasan, memberikan kemampuan yang baik bahkan ketika webcam digunakan selama proses pelatihan dan labeling objek menggunakan metode YOLO.
Pemanfaatan Jam Tangan Pintar Komersial untuk Mengukur Getaran Tangan dalam Rangka Meningkatkan Keselamatan Pembuatan Kapal di Indonesia: Identifikasi Tantangan dan Peluang Santoso, Mochamad Yusuf; Rachmat, Aulia Nadia; Khairiansyah, Mades Darul; Endrasmono, Joko; Satriano, Renato Senna; Kuncoro, Robie
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.16

Abstract

Paparan getaran tangan-lengan di tempat kerja merupakan masalah yang umum terjadi di industri pembuatan kapal, yang sering kali menyebabkan kondisi kesehatan yang melemahkan bagi para pekerja. Metode tradisional untuk mengukur paparan getaran lengan-tangan bisa mahal dan tidak praktis, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini menyelidiki kelayakan penggunaan jam tangan pintar yang tersedia secara komersial untuk mengukur dan memantau paparan getaran lengan-tangan di antara para pekerja pembuatan kapal di Indonesia. Kami melakukan eksperimen menggunakan Samsung Galaxy Watch 4, model jam tangan pintar populer yang tersedia di pasar Indonesia, untuk mengukur getaran yang dihasilkan selama tugas-tugas pembuatan kapal yang umum. Temuan kami menunjukkan potensi jam tangan pintar sebagai alat yang mudah diakses untuk memantau paparan getaran lengan-tangan. Data yang dikumpulkan memberikan wawasan tentang tingkat getaran yang dialami oleh para pekerja, berpeluang untuk intervensi yang ditargetkan dalam mengurangi risiko. Selain itu, studi ini mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penggunaan jam tangan pintar komersial untuk tujuan ini, termasuk perlunya validasi yang ketat, pelatihan pengguna, dan integrasi dengan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang ada.
Perbandingan Metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System dan Support Vector Regression dalam Prediksi Waktu Pemeliharaan pada Mesin E-Fill Ii Munadhif; Deni Almunawar; Ryan Yudha Adhitya
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Adaptive NeuroFuzzy Inference System (ANFIS) dan Support Vector Regression (SVR) dalam memprediksi waktu pemeliharaan yang optimal pada mesin pengisian cairan otomatis atau yang biasa disebut mesin e-fill. Mesin e-fill banyak digunakan oleh industri produsen untuk mengemas produk cairan mereka ke dalam kemasan botol. Mesin ini sering mengalami kerusakan yang dapat mengganggu proses produksi dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, prediksi waktu pemeliharaan yang tepat sangat penting agar perusahaan dapat mempersiapkan dana dan antisipasi sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. Penelitian ini mengumpulkan data historis parameter operasional mesin e-fill seperti performance, quality, dan availability. Data tersebut kemudian dibagi menjadi data latih dan data uji. Data latih digunakan untuk melatih model prediksi ANFIS dan SVR agar dapat memprediksi waktu pemeliharaan mesin. Data uji digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dari kedua model. Model ANFIS dilatih dengan menyesuaikan parameter-parameternya agar sesuai dengan pola pada data latih. Model SVR juga dilatih dengan data latih agar parameternya dapat mengenali pola data. Kinerja kedua model dievaluasi dengan metrik RMSE pada data uji. Metode Support Vector Regression (SVR) memiliki rata-rata Accuracy yang lebih tinggi, yaitu 91,67%, dibandingkan dengan metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) yang memiliki rata-rata Accuracy sebesar 68,33%. Hal ini menunjukkan bahwa SVR lebih akurat dalam memprediksi waktu pemeliharaan pada mesin e-fill di berbagai tingkat RPM.
Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Cold Reheat Boiler Berkapasitas 2300 Ton/Jam Pada Kondisi Tidak Operasi Mahardhika, Pekik; Adi Wirawan Husodo; Ekky Nur Budiyanto; Benedicta Dian Alfanda; Rina Sandora
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.34

Abstract

Salah satu pembangkit listrik bertenaga uap terbesar di Jawa Timur menggunakan 3 (tiga) unit boiler dengan kapasitas masing-masing sebesar 2300 ton/h untuk mendukung fungsinya. Pada akhir tahun 2023 salah satu unit boiler (Unit-7) dilakukan shut-down untuk melakukan kegiatan perawatan. Perawatan pada sistem perpipaan dilakukan pengecekan terhadap kemungkinan pengurangan ketebalan pipa dan pengecekan terhadap posisi elevasi pipa ketika kondisi tidak beroperasi (cold condition). Salah satu sistem perpipaan pada unit 7 adalah Cold Reheat Pipe (CRP). Analisa tegangan pada sistem perpipaan perlu dilakukan dan menjadi satu kesatuan kegiatan proses pengecekan sistem perpipaan berguna untuk mengetahui apakah dalam kondisi tanpa operasi (cold condition) masih memenuhi kriteria ASME B31.1 (dikatakan aman) atau tidak. Tahapan penelitian ini meliputi pemodelan & simulasi tegangan pipa menggunakan stress analysis software kondisi tanpa operasi (cold condition) dan disesuaikan dengan kriteria penerimaan ASME B31.1. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan CRP BS 130 dan CRP BS 131 lebih rendah dari tegangan izin. Disimpulkan bahwa sistem perpipaan dalam kondisi tidak beroperasi aman bahkan pada ketebalan pipa yang ada.
Analisis Kuat Arus Dissimilar Welding Terhadap Metalografi, Nilai Kekerasan dan Uji Torsi Proses Arc Stud Welding Pada Produk Hopper Amri, Moh. Syaiful; Mukhlis; Bachtiar; Ari, Muhammad; Hamzah, Faiz; Wibowo, Alvalo Toto
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i2.35

Abstract

Industri manufaktur memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Salah satu metode penyambungan logam yang saat ini digunakan adalah pengelasan arc stud welding. Pengelasan stud sendiri digunakan untuk pengelasan baut yang berguna untuk menyambung bagian pada suatu kontruksi baja. Penelitian ini dilakukan dengan variasi parameter kuat arus 200A, 400A, dan 600A dengan waktu pengelasan 1 detik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan parameter terbaik untuk mengetahui kedalaman penetrasi, heat affected zone dan zona fusi sambungan pengelasan pada material A36, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan parameter yang ideal. Hasil pengujian makro menunjukkan bahwa tidak ada cacat seperti retak pada dasar logam, HAZ atau weld metal, atau cacat lainnya seperti persyaratan penerimaan ASME sec. IX. Selain itu, karena tidak ada masukan panas yang maksimal pada area dasar logam A36 dan SS 304, hasil pengujian mikro tidak menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Pada pengujian hardness daerah weld metal memperoleh nilai tertinggi, dengan nilai rata-rata terendah 192,85 HVN pada spesimen stud 1, dan nilai rata-rata tertinggi pada spesimen stud 3 adalah 201,59 HVN. Pada pengujian torsi menujukan bahwa variasi kuat arus dan waktu pengelasan mempengaruhi besar nilainya uji torsi, pada spesimen 9 menunjukan mencapai kekuatan hingga 80 Nm.

Page 1 of 3 | Total Record : 27