cover
Contact Name
Hara Permana
Contact Email
coutionbbc@gmail.com
Phone
+62895363144631
Journal Mail Official
coutionbbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153, Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Coution : Journal of Counseling and Education
ISSN : -     EISSN : 27466787     DOI : 10.47453
Coution Journal is managed and published by the Islamic Education Counseling Guidance Study Program of the Tarbiyah Faculty of Islamic University Bunga Bangsa Cirebon. college student. The scope of scientific articles published in this journal is about counseling and education as well as those relating to the scientific study of counseling guidance. Coution Journal is published twice a year, in February and August.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Coution" : 10 Documents clear
“Aku Takut Menjalani Kehidupan Kedepan”: Studi Fenomenologi Tantangan Remaja yang Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan Suwidagdho, Dhanang; Anggraini, Weni; Hananto, Ipung; Munawarroh, Khofifatul
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2080

Abstract

Kehamilan yang pada remaja usia sekolah menjadi kasus yang penting untuk mendapat perhatian. Kondisi ini akan menyebabkan remaja menjadi kehilangan usia muda dan pendidikannya menjadi terkorbankan. Studi ini menggunakan pendekatan studi fenomenologi yang bertujuan untuk mencari tahu tantangan yang dialami remaja hamil tidak diinginkan. Data diambil berdasarkan wawancara mendalam dan triangulasi terhadap 102 responden dengan kriteria saat hamil berusia <19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan menghadapi tantangan yang sangat kompleks, baik dari segi sosial, emosional, maupun pendidikan. Respons awal remaja terhadap kehamilan tersebut didominasi rasa takut, kecewa, dan kebingungan. Sementara tanggapan dari orang tua umumnya adalah marah dan kekecewaan yang mendalam, meski pada akhirnya menerima dengan lapang dada kondisi tersebut.
Challenges Faced By Counselors In Pakistani Universities Sain, Zohaib Hassan; Sain, Shahzadi Hina
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2635

Abstract

The presence of counselling services in Pakistani universities is pivotal for the maintenance of student's mental health and academic prosperity. However, these services are challenged by various factors. This study seeks to delve into the cultural, institutional, and professional barriers that impede the efficacy of these services. The research design employed a qualitative approach, using semi-structured interviews with university counsellors and administrative personnel and document analysis to gather data. The study's findings reveal that widespread cultural stigma, insufficient institutional resources, and limited professional development opportunities are significant hurdles to effective counselling. Furthermore, the study elucidates the adverse impact of unsupportive administrative policies on service provision. These challenges underscore the necessity for holistic strategies to enhance counselling services, such as increased institutional backing, enhanced counsellor training, and targeted awareness initiatives to combat stigma. Addressing these issues is imperative to foster a supportive environment that promotes student well-being and academic accomplishment. The implications of this study hold substantial significance for policymakers, university administrations, and mental health professionals striving to elevate the quality and accessibility of counselling services in higher education.
Coping Proaktif Mahasiswa Dalam Mengerjakan Tugas Akhir Sembiring, Ray Rido Imanuel; Aryani, Eka
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2647

Abstract

Sebagian mahasiswa semester akhir pada lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta sering kali mengeluh perihal kesulitan mengerjakan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 98 mahasiswa dan jumlah sampel 49 mahasiswa melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir yaitu dilihat dari 13 aspek coping proaktif yaitu aspek keaktifan 8,53%, aspek mencari dukungan sosial bersifat emosional 7,72%, aspek penindasan aktivitas bersaing 8,04%, aspek positif penafsiran ulang dan pertumbuhan 7,44%, aspek penerimaan 8,60%, aspek kontrol diri 7,69%, aspek mencari dukungan sosial bersifat instrumental 7,69%, aspek pelepasan perilaku 7,45%, aspek religiusitas 7,85%, aspek perencanaan 8,57%, aspek fokus dan pelampiasan emosi 5,96%, aspek penolakan 6,90%, aspek pelepasan mental 7,57%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek coping proaktif mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir paling besar dalam penelitian ini yaitu aspek penerimaan sedangkan aspek paling rendah ada pada aspek fokus dan pelampiasan emosi.
Konseling Keluarga Sebagai Media Penguatan Resiliensi Psikologis pada Remaja yang Menjalani Pernikahan Dini Sona, Dwi; Linsia, Rya Wiyatfi; Irawan, Andi Wahyu
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2648

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena yang kerap terjadi di berbagai masyarakat, yang dapat membawa dampak psikologis signifikan bagi remaja yang menjalaninya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konseling keluarga dalam memperkuat resiliensi psikologis pada remaja yang menjalani pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami dinamika intervensi konseling keluarga dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Partisipan terdiri dari 10 remaja yang menikah di bawah umur serta anggota keluarga mereka yang terlibat dalam sesi konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga berperan penting dalam meningkatkan komunikasi antar anggota keluarga, memperkuat dukungan emosional, dan membangun keterampilan koping yang adaptif pada remaja. Selain itu, konseling keluarga mampu menjadi salah satu opsi media penguatan dalam menghadapi tingkat stres dan kecemasan yang dialami remaja, sehingga mereka lebih mampu menghadapi tantangan yang muncul akibat pernikahan dini. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi konseling keluarga sebagai bagian dari strategi intervensi yang komprehensif untuk meningkatkan resiliensi psikologis pada remaja dalam situasi pernikahan dini.
Profil Growth Mindset Siswa Berdasarkan Sistem Zonasi Giantari, Nanda; Ningsih, Ruly
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2682

Abstract

Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri 3 Kalasan telah menimbulkan berbagai permasalahan, termasuk ketidakadilan dalam akses pendidikan dan perbedaan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil growth mindset siswa yang ditinjau dari sistem zonasi di SMP Negeri 3 Kalasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan jenis survei. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Kalasan dengan sampel berjumlah 261 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data adalah uji T dengan Kruskal Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis digunakan untuk menganalisis perbedaan growth mindset antar siswa dari berbagai jalur zonasi. Hasil uji Kruskal-Wallis (Asymp. Sig = 0,378) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan growth mindset siswa antara siswa jalur zonasi dengan non zonasi. Growth mindset siswa kategori sangat tinggi memiliki presentase 2%, kategori tinggi 52%, kategori sedang 38% dan kategori rendah 8%. Sebagian besar siswa memiliki growth mindset yang tinggi atau sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki growth mindset yang tinggi (52%), sehingga tidak ada perbedaan profil growth mindset pada siswa zonasi dengan nonzonasi.
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Siswa Kecanduan Game Online Higgs Domino (Scatter) Afrida, Elmi; Syahputra, Irwan
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2683

Abstract

Penelitian ini membahas peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan game online Higgs Domino (Scatter) di Man 2 Tanjung Pura. Guru BK memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan, edukasi, konseling, pendampingan, dan kolaborasi dengan orang tua dan pihak terkait. Penelitian ini bertujuan dalam mengetahui betapa pentingnya Guru BK dalam membantu siswa mengatasi kecanduan game online. Dengan pendekatan holistik dan kerjasama yang kuat, Guru BK dapat membantu siswa memahami dampak negatif kecanduan game online, mengidentifikasi faktor pemicu, dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kecanduan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengambilan data penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Adapun sampel pada penelitian ini merupakan siswa kelas XII IPA 1 MAN 2 Tanjung Pura terdiri dari 35 siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru BK dalam membentuk perilaku siswa dalam menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab, sehingga kecanduan game online dapat diatasi demi kesejahteraan siswa.
Pola Bimbingan Penyuluhan Pendidikan Seks Melalui Pendekatan Psikoedukasi Sebagai Basis Sekolah Ramah Anak Agustina, Anggita; Mahardika, Bagus; Fatonah, Siti; Maulidiya, Rintang; Ananda, Septalia Tientha
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2699

Abstract

Maraknya pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak menjadi salah satu bentuk kekerasan memiliki dampak serius pada perkembangan fisik, emosional, dan sosial pada anak. Kasus pelecehan seksual pada anak terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik yang mencakup tindakan verbal maupun non verbal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi masalah ini yaitu melalui pendekatan psikoedukasi yang diterapkan sebagai basis sekolah ramah anak. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pola bimbingan penyuluhan pendidikan seksual melalui pendekatan psikoedukasi pada siswa kelas IV MI Al Ma’had An Nur Yogyakarta sebagai basis sekolah ramah anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pendidikan seksual. Penerapan penyuluhan psikoedukasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif dalam meningkatkan rasa aman dan nyaman siswa untuk mendiskusikan terkait topik pendidikan seksual. Penelitian ini menegaskan terkait pentingnya penyuluhan pendekatan psikoedukasi dalam membangun sekolah ramah anak yang berfokus pada kebutuhan dan kesejahteraan siswa.
Dampak Lapisan Mikrosistem Pada Karir Remaja Kusumawati, Kusumawati; Hasfaraini, Ari Rahmi; Sari, Yulia Novita
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2730

Abstract

Selama proses transisi dari remaja menuju dewasa berbagai perubahan harus dihadapi, termasuk mulai mengevaluasi identitas diri dan dihadapkan pada berbagai tantangan moral dan spiritual, yang lazim terjadi pada kebanyakan remaja. Perkembangan zaman menambah tuntutan dan stres yang semakin banyak dihadapi remaja. Sebagai contoh, menemukan pekerjaan di dalam kondisi yang semakin kompetitif, mengembangkan hubungan baik dengan orang lain, dan beradaptasi dengan teknologi yang kesemuanya memberikan tekanan yang tak sedikit bagi remaja. Remaja di usianya yang seharusnya telah dapat memberikan pendapat dan memutuskan apa yang ingin dilakukannya terkungkung dalam tekanan baik dari keluarga, maupun masyarakat. Ke semuanya terangkum dalam lapisan mikrosistem remaja, yakni lingkaran interaksi sosial yang terdekat dengan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa persen lapisan mikrosistem memberikan dampak pada pilihan karir siswa dan sedalam apa status identitas karir mereka terhadap pilihan karir yang mereka jalani saat ini. Penelitian ini juga diharapkan mampu menghasilkan kajian dasar yang akan digunakan sebagai referensi pendukung penelitianpenelitian yang berkaitan dengan karir di tahun selanjutnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan sampel terdiri dari 156 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan merupakan skala status identitas karir yang diberikan kepada responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 35% responden setuju terhadap keluarga sebagai pemberi pengaruh terbesar pada pilihan karir mereka, selanjutnya teman 24%, sekolah 21% dan masyarakat 20%. Responden pada penelitian ini juga cenderung memiliki status identitas yang berada pada status identitas achievement. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa remaja di sekolah menengah ini memiliki bentuk kemandirian dalam pilihan karir dan memberikan gambaran bahwa keluarga masih menjadi faktor pendorong terbesar dalam pemilihan karir responden.
Konsep Self Management Pasangan Suami Istri Dalam Mencegah KDRT Menurut Psikologi Dan Perspektif Al-Quran Fatahillah, Wilnan; Hariyadi, Muhammad
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2736

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yaitu segala bentuk perilaku yang menyebabkan penderitaan fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi bagi anggota keluarga, merupakan fenomena sosial yang serius di Indonesia. Dampak KDRT sangat merugikan, baik bagi individu maupun masyarakat luas, menciptakan ketidakstabilan dalam keluarga dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep self-management, atau pengelolaan diri, yang dilakukan oleh pasangan suami istri sebagai upaya preventif dalam mencegah KDRT, dengan meninjau dari perspektif psikologi dan nilai-nilai Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan data diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber relevan, termasuk buku, artikel, dan jurnal ilmiah. Ruang lingkup penelitian ini mencakup pasangan suami istri di berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan lokasi, baik urban maupun rural, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management yang efektif meliputi beberapa aspek penting, yaitu pengendalian diri, motivasi, komunikasi yang sehat, serta keyakinan dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara bertanggung jawab. Selain itu, pemantauan kondisi mental dan pengembangan diri yang positif menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini juga menggarisbawahi bahwa penerapan prinsip-prinsip Al-Qur’an dalam interaksi pasangan dapat memperkuat ikatan pernikahan dan menurunkan risiko terjadinya KDRT. Dengan demikian, self-management bukan hanya strategi individual, tetapi juga pendekatan kolektif untuk membangun keluarga yang harmonis, damai, dan penuh pengertian.
Pemahaman Pendidikan Seks Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Pranoto, Setyo; Hana, Athia Akhzalini
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan pemahaman tentang pendidikan seks siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Blitar. Pemahaman tentang seks oleh remaja penting untuk diketahui agar petugas layanan bimbingan dan konseling bisa memberikan materi yang sesuai. Sehingga di harapkan dengan adanya materi bimbingan dan konseling yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan mengetahui pemahaman tentang pemahaman pendidikan seks untuk remaja. Penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan Angket. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Blitar. Dengan memilih data kuantitatif dan juga sumber data yang primer yaitu siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Blitar. Data yang didapatkan yaitu siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Blitar memiliki pemahaman tentang pendidikan seks yang cukup, dibuktikan dengan hasil 89% paham akan pendidikan seks. Dari hasil wawancara juga didapatkan pengetahuan yang cukup. Siswa cukup memahami pengetahuan pendidikan seks dalam takaran usia mereka. Dari paparan data kesimpulan bahwa pemahaman pendidikan seks untuk kelas VIII SMPN 1 BLITAR tahun ajaran 2024/2025 sudah cukup baik. Terlihat dari data-data yang dikumpulkan oleh peneliti dari kuesioner, wawancara dan juga dokumentasi. Dari hasil yang sudah terpapar ini dapat juga menggambarkan bahwa layanan bimbingan terkait dengan pemahaman pendidikan seksual kelas VIII sudah tersampaikan dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10