cover
Contact Name
Borisman Bertinegara
Contact Email
jurnaljim.lpc@gmail.com
Phone
+6285239778771
Journal Mail Official
jurnaljim.lpc@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnaljim.lpc@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 30263808     EISSN : 30263808     DOI : https://doi.org/10.60126/jim
Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JIM) is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published twelve issue a year, every month with online version of E-ISSN: 3026-3808. JIM provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. JIM welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 232 Documents
Dampak Perkembangan Reformasi Kebijakan CAP (Common Agricultural Policy) Terhadap Pertanian Prancis Pada Tahun 2023-2025 Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Taneo, Vivy Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1472

Abstract

Periode 2023-2025 ditandai dengan fase baru dari implementasi reformasi Kebijakan Pertanian Bersama (Common Agricultural Policy/CAP) Uni Eropa yang memberikan dampak mendalam terhadap sektor pertanian Prancis sebagai penerima dana CAP terbesar. Penelitian ini mengkaji implikasi kebijakan tersebut khususnya dalam aspek ekologis, digitalisasi, dan pemerataan pendapatan terhadap produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta stabilitas ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintahan Prancis dan studi akademis berupa jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun reformasi CAP mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan adopsi inovasi teknologi, tantangan muncul dari ketimpangan distribusi insentif dan beban administratif yang dirasakan tidak proporsional oleh petani kecil. Efektivitas CAP 2023-2025 di Prancis sangat ditentukan oleh sinergi antara kerangka Uni Eropa dan Kapasitas Implementasi Domestik.
Manajemen Konflik Pemerintah Daerah Barito Timur Dalam Sengketa Tata Batas Wilayah Desa Dambung 2018-2025 Lilosona, Niel Segah Anugrah; Gie, Verikson
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1473

Abstract

Sengketa tata batas wilayah Desa Dambung muncul setelah adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2018. Kebijakan tersebut membuat status Desa Dambung menjadi tidak jelas, sehingga mempengaruhi tugas Pemerintahan Barito Timur dalam memberikan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen konflik Pemerintah Barito Timur dalam sengketa tata batas Wilayah Desa Dambung pada tahun 2018-2025. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan melalui berita media dari sumber terpercaya seperti ANTARA News Kalimantan Tengah, Media Center Barito Timur, Berita Kalteng, Konten Kalteng, serta dokumen resmi pemerintah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur memanajemen konflik melalui jalur administratif dan kelembagaan, seperti berkomunikasi dengan pemerintah pusat serta berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun konflik belum sepenuhnya selesai, cara Pemerintah Barito Timur memanajemen konflik berhasil menjaga stabilitas pemerintahan dan mencegah konflik sosial yang besar.
Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan (2020-2023): Dinamika Sengketa Wilayah dan Keamanan Regional di Kaukasus Selatan Balawangga, Paulina Sriyati Magi; Kalla, Dwi Amelinda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1474

Abstract

Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan merupakan salah satu konflik teritorial paling kompleks di kawasan Kaukasus Selatan yang kembali mengalami eskalasi signifikan pada periode 2020–2023. Konflik ini dipicu oleh sengketa wilayah, perbedaan identitas etnis, serta kepentingan politik dan keamanan kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan pada periode 2020–2023 serta implikasinya terhadap keamanan regional di Kaukasus Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen resmi terkait. Kerangka teoretis yang digunakan adalah teori realisme dan konsep keamanan regional untuk menjelaskan kepentingan negara, distribusi kekuasaan, serta peran aktor regional dan internasional dalam konflik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan militer Azerbaijan pada 2020 dan konsolidasi kekuasaan pada 2023 telah mengubah konfigurasi kekuatan regional, sekaligus meningkatkan ketergantungan keamanan kawasan terhadap aktor eksternal seperti Rusia dan Turki. Konflik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik dan keamanan Armenia dan Azerbaijan, tetapi juga berimplikasi luas terhadap keamanan regional Kaukasus Selatan dan arsitektur keamanan Eropa secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik Nagorno-Karabakh mencerminkan keterkaitan erat antara sengketa teritorial dan dinamika keamanan regional dalam sistem internasional kontemporer.
Analisis Dampak Bantuan World Health Organization (WHO) Terhadap Krisis Kesehatan di Palestina Tahun 2023-2025 Andim, Wensensiana Yasinta; Riangtobi, Yohana Damiana Uto; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1475

Abstract

Konflik antara Palestina dan Israel yang meningkat sejak Oktober 2023, menyebabkan terjadinya krisis kesehatan yang parah, khususnya di Jalur Gaza. Krisis kesehatan tersebut meliputi; berbagai kerusakan infrastruktur kesehatan, akses terhadap kesehatan terbatas, peningkatan penyakit baik yang menular dan yang tidak menular, dan tingginya korban sipil akibat konflik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dampak bantuan World Health Organization (WHO) dalam menangani krisis kesehatan di Palestina selama periode 2023–2025 dan menganalisis peran WHO sebagai salah satu aktor internasional dalam melaksanakan diplomasi kesehatan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan konsep diplomasi kesehatan global sebagai kerangka analisisnya. Data yang terkumpul dilakukan melalui tinjauan literatur, dokumen resmi, serta data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan media, dan data statistik kesehatan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan dari WHO berpengaruh dalam mempertahankan layanan kesehatan dasar, menahan penyebaran penyakit, mengatasi kekurangan gizi, dan memperkuat sistem pemantauan kesehatan di tengah konflik. Sementara itu, sebagai aktor diplomasi kesehatan global, WHO aktif menyuarakan krisis tersebut untuk meningkatkan akses terhadap bantuan dan menyerukan gencatan senjata. Namun, efektivitas bantuan WHO masih terbatas oleh hambatan politik, blokade teritorial, dan kompleksitas kepentingan geopolitik internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WHO memainkan peran penting dalam mengatasi krisis kesehatan di Palestina, tetapi membutuhkan dukungan multilateral yang lebih kuat untuk memaksimalkan dampak bantuannya.
Analisis Konflik Struktural Dalam Isu Kekerasan Bersenjata di Papua: Kajian Tentang Peran Institusi Militer, OPM dan Dampaknya Terhadap Pelanggaran HAM Wonda, Nadia Natasya; Nope, Lady Imelda
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1477

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena konflik kekerasan bersenjata di Papua yang telah berlangsung dalam jangka panjang sebagai bentuk konflik struktural yang kompleks. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi peran institusi militer negara (TNI–Polri) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam dinamika keamanan, serta implikasinya terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar konflik bersumber dari ketidakadilan struktural yang terlembaga, seperti marginalisasi masyarakat adat, ketimpangan pembangunan ekonomi yang bersifat Jawa-sentris, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal. Kehadiran aparat keamanan negara yang cenderung represif dan militeristik di satu sisi, serta perlawanan bersenjata faksi militer OPM di sisi lain, telah menciptakan siklus kekerasan yang memperburuk kondisi keamanan manusia (human security) dan memicu berbagai pelanggaran HAM. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kebijakan otonomi khusus (Otsus) telah diimplementasikan, efektivitasnya dalam meredam konflik masih rendah akibat kegagalan dalam membangun kepercayaan antara negara dan masyarakat Papua, serta lemahnya penegakan hukum yang adil.
Peran Diplomasi Kesehatan Indonesia Dalam Upaya Penanggulangan Tuberkulosis Sebagai Penyakit Menular Global Tahun 2023-2024 Wonda, Nadia Natasya; Nope, Lady Imelda
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1478

Abstract

Tuberkulosis (TBC) hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia dan telah ditetapkan sebagai kedaruratan kesehatan global oleh World Health Organization (WHO). Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, sehingga membutuhkan strategi penanggulangan yang tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga melibatkan kerja sama internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diplomasi kesehatan Indonesia dalam upaya penanggulangan tuberkulosis sebagai penyakit menular global pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis data sekunder berupa laporan WHO, dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa, ASEAN, serta publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi kesehatan global berperan penting dalam memperkuat komitmen politik, memperoleh dukungan pendanaan dan teknis, serta mendorong inovasi dalam pencegahan dan pengobatan TBC. Partisipasi Indonesia dalam forum global seperti High-Level Meeting PBB, kerja sama dengan WHO, Global Fund, serta keterlibatan aktif di tingkat regional ASEAN mencerminkan upaya strategis dalam mempercepat eliminasi TBC. Selain itu, keterlibatan aktor non-negara turut memperkuat jejaring dan advokasi kebijakan kesehatan. Dengan demikian, diplomasi kesehatan global terbukti menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kapasitas nasional dan mempercepat pencapaian target eliminasi TBC pada tahun 2030 sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Peran World Health Organization (WHO) Dalam Menangani Penyebaran Wabah Virus Ebola di Afrika Barat Tahun 2015-2016 Balawangga, Paulina Sriyati Magi; Veronika, Yosefina; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1481

Abstract

Wabah Ebola di Afrika Barat pada periode 2015–2016 merupakan krisis kesehatan transnasional yang berdampak luas pada stabilitas regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis World Health Organization (WHO) dalam kerangka diplomasi kesehatan global untuk menanggulangi epidemi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas koordinasi kebijakan dan interaksi antar-aktor selama krisis berlangsung. Data dikumpulkan melalui teknik studi kepustakaan dari dokumen resmi WHO, laporan PBB, dan literatur akademik bereputasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WHO berfungsi sebagai aktor diplomatik sentral melalui penetapan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), yang mengatalisasi mobilisasi sumber daya internasional dan inovasi medis. Meskipun menghadapi kritik atas respons awal, WHO berhasil mengintegrasikan pendekatan sosial-budaya lokal dan reformasi institusional melalui WHO Health Emergencies Programme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas diplomasi kesehatan global sangat bergantung pada sinergi antara kapasitas teknis, sensitivitas budaya, dan dukungan finansial yang berkelanjutan. Rekomendasi utama menekankan perlunya penguatan sistem surveilans terintegrasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Tim Tanggap Cepat atau Rapid Response Team (RRT) multidisiplin untuk menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.
Implikasi Kerja Sama Internasional Terhadap Efektivitas Penanggulangan HIV di Indonesia (2019-2024): Studi Kasus Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan WHO Gie, Verikson; Lilosona, Niel Segah Anugrah
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1485

Abstract

HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan di Indonesia, dengan tren penularan yang mulai didominasi oleh kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dan World Health Organization (WHO) serta organisasi internasional lainnya dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan HIV/AIDS periode 2019 - 2024. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengaplikasikan Teori Efektivitas Rezim Internasional yang mencakup tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi output tercapai melalui adopsi standar WHO ke dalam kebijakan teknis nasional seperti perluasan akses Terapi Antiretroviral (ARV). Pada dimensi outcome, terdapat peningkatan aksesibilitas layanan bagi populasi kunci dan digitalisasi edukasi kesehatan. Namun, pada dimensi impact, meskipun terjadi penurunan infeksi baru sebesar 52%, keberlanjutan program masih menghadapi hambatan berupa ketergantungan pendanaan eksternal, stigma sosial, dan kesenjangan fasilitas antarwilayah. Kerja sama internasional terbukti krusial dalam menutup celah kapasitas riset dan teknologi, namun transisi menuju kemandirian domestik diperlukan untuk menjaga momentum keberhasilan eliminasi HIV pada tahun 2030.
Peran Médecins Sans Frontières (MSF) Dalam Diplomasi Kesehatan Global Melalui Penanggulangan Krisis Kemanusiaan dan Wabah Penyakit di Republik Demokratik Kongo Periode 2020–2025 Khalizah, Sri Nur; Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1487

Abstract

Republik Demokratik Kongo (RDC) menghadapi krisis kemanusiaan multidimensi yang disebabkan oleh konflik bersenjata berkepanjangan dan wabah penyakit menular yang mematikan, seperti Ebola dan Mpox. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai menciptakan celah besar dalam tata kelola kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Médecins Sans Frontières (MSF) dalam diplomasi kesehatan global di RDC selama periode 2020–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji kontribusi MSF melalui kerangka teori peran NGO oleh David Lewis, yaitu sebagai implementer, catalyst, dan partner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSF berhasil mengisi kekosongan layanan kesehatan dengan menyediakan perawatan medis langsung (implementer), memicu perhatian dunia terhadap kedaruratan kesehatan melalui advokasi (catalyst), dan berkolaborasi dengan otoritas lokal serta internasional untuk penguatan kapasitas (partner). Penemuan ini menegaskan bahwa aktor non-negara memiliki peran krusial dalam diplomasi kesehatan global, khususnya di wilayah dengan stabilitas politik yang rendah.
Upaya Peacemaking United Nations Assistance Mission In Afghanistan (UNAMA) Dalam Manajemen Konflik antara Taliban dan Aktor Domestik Afghanistan Pada Tahun 2021-2023 Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Khaliza, Sri Nur; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peacemaking yang dilakukan oleh United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) dalam manajemen konflik antara Taliban dan aktor domestik Afghanistan pada periode krusial 2021-2023. Pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada Agustus 2021, Afghanistan terjebak dalam krisis multidimensi yang mencakup keruntuhan ekonomi, bencana kemanusiaan, dan degradasi hak asasi manusia yang sistematis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini membedah peran UNAMA melalui kerangka teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UNAMA mengoptimalkan mandat Good Offices melalui mediasi lokal, Proses Doha, dan pengawasan hak asasi manusia untuk meredam konflik. Meskipun UNAMA berhasil memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan dan mediasi sengketa sumber daya di tingkat akar rumput, upaya mencapai "perdamaian positif" terhambat oleh kekerasan struktural berupa "apartheid gender" dan kekerasan kultural melalui interpretasi hukum yang restriktif.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2026 Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026 Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026 Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025 Vol. 3 No. 11 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2025 Vol. 3 No. 10 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Oktober 2025 Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2025 Vol. 3 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2025 Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025 Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025 Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Mei 2025 Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2025 Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2025 Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2025 Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2025 Vol. 2 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2024 Vol. 2 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2024 Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Oktober 2024 Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024 Vol. 2 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2024 Vol. 2 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2024 Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2024 Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2024 Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2024 Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2024 Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2023 Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2023 More Issue