cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jabibhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien, No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia
ISSN : 27210286     EISSN : 27210278     DOI : https://doi.org/10.36308/jabi.v5i2
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, dengan ISSN 2721-0286 (media cetak) dan ISSN 2721-0278 (media online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKES BHAMADA SLAWI. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar STIKES BHAMADA SLAWI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 118 Documents
EDUKASI DAN INFORMASI TENTANG VAKSINASI “AKU TIDAK TAKUT DISUNTIK VAKSIN COVID-19” DI PANTI ASUHAN ZAINAB MASYKURI KOTA TEGAL Osie Listina; Dini Cahya Chaerunnisa
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.277

Abstract

Fenomena seseorang mengalami ketakutan terhadap jarum suntik khususnya pada saat akan mendapatkan tindakan vaksinasi Covid-19 sangat banyak dijumpai. Seseorang yang mengalami kondisi ini memiliki istilah dalam dunia kesehatan yakni gejala belonephobia/trypanophobia atau fobia jarum suntik. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat di Panti Asuhan Zainab Masykuri Kota Tegal agar penghuni panti lebih siap dan tidak takut terhadap tidakan penyuntikan vaksinasi Covid-19. Metode pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan membagikan kuesioner untuk mengetahui jumlah penghunti panti yang mengalami rasa takut terhadap jarum suntik dan faktor-faktor atau alasan-alasan mengapa mereka merasa takut terhadap jarum suntik. Selanjutnya dari hasil kuesioner dilanjutkan pada kegiatan edukasi dan informasi seputar vaksinasi Covid-19 serta informasi bagaimana kiat agar tidak takut terhadap jarum suntik sehingga siap menerima vaksinasi Covid-19. Hasil dari pelaksaan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Aku Tidak Takut Disuntik Vaksin Covid-19” adalah sebanyak 35,71% penghuni panti menyatakan takut terhadapa jarum suntik dan beberapa diantaranya menyebutkan alasan takut karena trauma rasa sakit, takut terhadap efek sesudah penyuntikan, dan takut kemungkinan terjadi kesalahan dalam prosedur penyuntikan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diketahui bahwa kurang dari 70% penghuni panti belum siap dan takut terhadap suntik vaksinasi Covid-19.
PENYULUHAN PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL (DAGUSIBU) UNTUK MENDUKUNG GERAKAN MASYARAKAT CERMAT MENGGUNAKAN OBAT DI BANJAR YANGBATU KAUH DESA DANGIN PURI KELOD KECAMATAN DENPASAR TIMUR Fitria Megawati; I Putu Tangkas Suwantara; Ni Made Dharma Santini Suena; Osie Listina
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.287

Abstract

Correct use of drugs can help people to self-medicate safely and effectively. The use of free drugs and limited over-the-counter drugs in accordance with the rules and conditions of the patient will support efforts to use rational drugs. Until now, there are many problems in the community in the use of drugs. Among them are a lack of understanding of proper and rational use of drugs, excessive use of free drugs, and a lack of understanding of how to store and dispose of drugs properly. Meanwhile, it is felt that health workers do not provide adequate information about drug use. Based on these problems, community service is carried out related to increasing public knowledge of drug management in households and rational use of medicines. Community service activities regarding counseling on the management and rational use of drugs (DAGUSIBU) to support the community's movement to carefully use drugs in Banjar Yangbatu Kauh Denpasar were carried out through counseling activities by a team of lecturers at the Saraswati Denpasar Pharmacy Academy assisted by 18 students. In the implementation, it was attended by 41 mothers, so that the percentage of attendance in this service was 82%. The results of the evaluation of service activities can be viewed from the results of the pretest and posttest held. This community service activity is held through providing counseling and discussions to PKK mothers in Banjar Yangbatu Kauh Denpasar has been able to increase understanding and knowledge in managing and using medicines at home and in the surrounding environment. , the percentage of attendance of mothers in this activity is relatively high at 82%, the knowledge of mothers about the management and use of drugs shows an increase in the average pretest score from 54 to 75 at posttest. The increase in understanding of mothers about treatment was 21%. Keywords: dagusibu, medicine, rational Keywords: Type the 3-5 keyword here, separated by commas in between the word Abstrak Penggunaan obat secara benar dapat membantu masyarakat dalam pengobatan sendiri secara aman dan efektif. Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas yang sesuai dengan aturan dan kondisi penderita akan mendukung upaya penggunaan obat yang rasional. Sampai saat ini ditengah masyarakat seringkali dijumpai berbagai masalah dalam penggunaan obat. Diantaranya ialah kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional, penggunaan obat bebas secara berlebihan, serta kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar. Sedangkan tenaga kesehatan masih dirasakan kurang memberikan informasi yang memadai tentang penggunaan obat. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat akan pengelolaan obat di rumah tangga dan penggunaan obat yang rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penyuluhan pengelolaan dan penggunaan obat yang rasional (DAGUSIBU) untuk mendukung gerakan masyarakat cermat menggunakan obat di Banjar Yangbatu Kauh Denpasar dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan oleh tim dosen Akademi Farmasi Saraswati Denpasar yang dibantu oleh 18 mahasiswa. Dalam pelaksanaannya dihadiri oleh 41 orang ibu-ibu, sehingga persentase kehadiran dalam pengabdian ini sebesar 82%. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian dapat ditinjau dari hasil pretest dan posttest yang diadakan Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan melalui pemberian penyuluhan dan diskusi kepada ibu-ibu PKK di Banjar Yangbatu Kauh Denpasar telah dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dalam melakukan pengelolaan dan penggunaan obat di rumah maupun lingkungan sekitar, persentase kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan ini relatif tinggi yaitu sebesar 82%, pengetahuan ibu-ibu tentang pengelolaan dan penggunaan obat menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest yaitu 54 menjadi 75 pada posttest. Besarnya peningkatan pemahaman ibu-ibu tentang pengobatan sebesar 21%. Kata Kunci: dagusibu, obat, rasional
FOCUS GROUP DISSCUSION PENERAPAN ETIKOLEGAL KEGAWATDARURATAN DALAM PENCEGAHAN FATALITAS KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Risnanto Risnanto; Woro Hapsari; Arifin Dwi Atmadja
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.292

Abstract

Masalah lalu lintas sering dihadapi di kota besar seperti kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas Pemberdayaan masyarakat perlu dtingkatkan untuk meminimalkan terjadinya kematian korban, sehingga perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Pada saat terjadi kecelakaan maka hidup, mati atau kecacatan korban tergantung kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama yang diberikan. Pertolongan yang terlambat atau salah dapat menyebabkan kondisi yang buruk. Orang awam yang pertama kali menemukan korbanm harus bisa menolong di tempat kejadian dengan baik sesuai prosedur. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan kasus kegawatdaruratan korban kecelakaan lalu lintas. Metode: Melakukan identifikasi permasalahan untuk mencari solusinya melalui diskusi, demonstrasi serta praktik. Kegiatan dimulai dengan studi awal untuk melakukan kerjasama dengan Polres Tegal. Melakukan koordinasi untuk penyusunan jadwal dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Hasil : 1) Kegiatan FGD dilaksanakan di STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi; 2) Pemberian materi berjalan lancar 3) Kemampuan peserta dalam penguasaan materi cukup baik, 4) Pelaksanaan simulasi berjalan lancar sesuai rencana, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan : 1) Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas dengan hasil cukup baik; 2) Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dilakukan dengan penyampaian materi: a) etikolegal penanganan kasus kegawatdaruratan b) Triase dan pemeriksaan primer & sekunder, c) Pembalutan dan Pembidaian, d) Penanganan Luka & Perdarahan; 3) Tidak semua peserta dapat mempraktekkan tindakan yang disimulasikan dikarenakan keterbatasan waktu.
A PERKEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI PAUD/TK ABA BLIGO KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN Nina Zuhana; Suparni Suparni
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.293

Abstract

Masa Anak Usia dini sering disebut istilah “ Golden Age” atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan. Sehingga sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan.. Anak yang mendapatkan gizi seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Memelihara Kesehatan anak bertujuan agar tidak terjadi penyakit yang dapat menganggu belajar serta kecerdasan anak yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, Pemeliharaan kesehatan juga disesuaikan dengan perkembangan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatnya kesehatan anak usia dini melalui kegiatan perilaku sehat pada anak, Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan. Instrument yang digunakan KPSP. Hasil deteksi gangguan pertumbuhan perkembangan ada Sebagian kecil anak yang hasilnya menyimpang dari pemantauan perkembangan anak berdasarkan KPSP yaitu 2 dari 77 anak paud/TK (0,03%). Sebaiknya orantua lebih aktif dalam kegiatan parenting dan edukasi anak yang diselenggarakan oleh sekolah, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara orangtua dan guru, adan apabila terdapat permasalahan anak maka dapat terdeteksi dan tertangani dengan segera
CLINICAL INSTRUCTURE TRAINING PROGRAM UNTUK PERAWAT PELAKSANA RUMAH SAKIT MITRA SIAGA Wisnu Widyantoro; Firman Hidayati; Ratna Widyastuti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.294

Abstract

Pembelajaran dalam praktik klinik adalah suatu proses transformasi seorang mahasiswa untuk menjadi perawat profesional. Peningkatan kualitas pembelajaran praktik klinik dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja perawat pembimbing klinik. Pembelajaran klinik yang baik harus didukung oleh instruktur klinik yang mampu menjadi role model. Instruktur klinik berwenang dan bertanggung jawab untuk mengatur proses pembelajaran klinik di wahana praktik. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan instruktur klinik dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan akan peran fungsi dan tanggung jawab instruktur klinis dalam membimbing peserta didik di tatanan klinik. Pemberian materi melalui pendidikan Pembelajaran Klinik, diskusi interaktif dan simulasi pembelajaran klinik. Tujuan pelatihan ini yaitu pembimbing klinik dapat melakukan bimbingan bagi para mahasiswa sehingga tumbuh kembang profesi perawat dapat berkembang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi pelaksanaan preceptorship. Hasil wawancara menunjukan hasil pemahaman dan peningkatan ketrampilan tentang kegiatan bimbingan klinik. Sedangkan berdasarkan observasi perawat pelaksana yang ditunjuk sebagai pembimbing klinik dapat menggunakan teknik preceptorship dengan baik.
PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Adrestia Rifki Naharani; Siti Erniyati Berkah Pamuji; Tri Agustina Hadiningsih
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.296

Abstract

Masa nifas merupakan masa yang beresiko terjadi kematian pada ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan. Penyebab kematian ibu dalam masa nifas diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas. Penyebab tidak diketahuinya masalah bahaya masa nifas yaitu kurangnya pengetahuan ibu nifas, sehingga ibu nifas tidak menyadari jika mengalami tanda bahaya pada masa nifas (Setyoningsih, 2020). Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemgetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 16 sampai18 September 2020 di Desa Kalisapu Kec. Slawi Kab. Tegal sebanyak 30 ibu nifas dengan metode pemberian pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian adalah ibu nifas mengetahui dan paham apa saja tanda bahaya masa nifas dan bersedia memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika mengalami salah satu dari tanda bahaya masa nifas dengan alat bantu leafleat. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tanda Bahaya Masa Nifas, Ibu Nifas
SKRINING ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER 3 DENGAN ALAT PENGUKUR HB DIGITAL DI PUSKESMAS PEMBANTU GUMBANG Fransiska Nova Nanur; Dionesia Octaviani Laput; Catherine Mbohong
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.304

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh ibu hamil. Di Indonesia, prevalensi anemia mencapai 48,9% pada tahun 2018. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab anemia yang sering terjadi pada kehamilan. Faktor risiko yang paling sering dikutip untuk anemia defisiensi besi pada wanita hamil adalah pola makan yang buruk dan kurang mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi serta memiliki masalah pencernaan yang mempengaruhi penyerapan. Sebagai bagian dari langkah pencegahan itu, skrining anemia sangat penting dilakukan baik di tingkat individu dan populasi, untuk menginformasikan perawatan dan pengobatan pasien, serta untuk memandu intervensi kesehatan masyarakat dan kebijakan nasional.Skrining untuk anemia defisiensi besi pada wanita hamil dapat mengarah pada identifikasi dini dan oleh karena itu pengobatan lebih dini dapat mencegah berbagai permasalah serius baik bagi ibu maupun bayi.Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan skrining atau deteksi dini anemia pada ibu hamil trimester tiga. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari 2021 dengan jumlah sasaran sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat 15 ibu hamil yang mengalami anemia sehingga diperlukan tindakan penanganan berupa konseling tentang asupan nutrisi yang beragam dan penegasan untuk patuh mengkonsumsi tablet besi yang telah diberikan. Kegiatan ini diharapakn dapat terus dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kesakitan dan kematian pada ibu.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA di PANTI ASUHAN DARUL FARROH Anisa Oktiawati; Maharani Nuke Fauziah; Ratna Tika Nikhmatul Laili
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.307

Abstract

Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tidak di inginkan, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, serta bentuk kekerasan dan pemaksaaan seksual. Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak – kanak dengan dewasa dan relative belum mencapai tahap kematangan mental dan social sehingga mereka harus menghadapi tekanan – tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Masalah kesehatan reproduksi remaja yang terjadi pada masa remaja sangat bervariasi maka dari itu perlu dibekali dasar untuk menjalani pola hidup yang sehat, agar remaja mampu melewati masa transisi tanpa masalah salah satunya dengan edukasi edukasi masalah kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus panti asuhan darul farroh, kami mendapatkan informasi bahwa jumlah yang berada disana 27 remaja. Beberapa remaja mengatakan belum pernah mendapatkan informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi pada remaja, beberapa anak juga mengaku tidak percaya diri dan sulit untuk mengambil keputusan saat memiliki masalah karena kurangnya informasi dan wawasan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan kesehatan di panti asuhan darul farroh yang dilaksanakan pada hari Minggu, 09 Mei 2021. Dari hasil evaluasi kegiatan remaja yang mengikuti kegiatan sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi dari awal sampai akhir. Kemudian hasil dari sesi Tanya jawab yang dilakukan oleh moderator setelah penyampaian materi edukasi dapat dipastikan bahwa sebagian besar peserta dapat memahami materi kesehatan reproduksi remaja dan bisa menerapkannya di masa yang akan datang. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh pengurus dan remaja yang berada di panti asuhan darul farroh serta anggota PIK R SMART Bhamada. Dampak dari keberhasilan pengabdian yang diharapkan adalah remaja mampu menjelaskan kembali materi yang sudah dijelaskan dan mampu menerapkannya.
SKRINING KEGAWATDARURATAN KESEHATAN LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA MEJASEM TIMUR RW 06 KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL Yessy Pramita Widodo; Khodijah Khodijah; Ikawati Setyaningrum; Dwi Budi Prastiani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.339

Abstract

Peningkatan pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia diperlukan untuk mewujudkan lansia yang sehat, berkualitas, dan produktif di masa tuanya. Keluhan kegawatdaruratan kesehatan yang dialami oleh lansia merupakan efek dari penyakit kronis seperti asam urat, hipertensi, diabetes mellitus, rematik dan penyakit lainnya, dan yang merupakan penyakit penyebab rawat jalan tertinggi pada tahun 2020 yang dialami lansia adalah hipertensi. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu bagaimana kemampuan lansia dalam menjaga dan mempertahankan kesehatannya dan kader lansia mengajarkan senam hipertensi kepada lansia. Pada pelaksanaannya, lansia menanyakan tentang gaya hidup dan cara mempertahankan kesehatannya. Pelaksanaan dilakukan dengan metode cermah, demonstrasi dan praktik. Hasil pelatihan menunjukkan kesadaran akan menjaga dan mempertahankan kesehatannya kader lansia mengajarkan senam hipertensi dan lansia sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan senam lansia. Bagi kader dapat berkerjasama dengan puskesmas dan dinas kesehatan agar dilakukan pelatihan kepada lansia agar lebih dapat memperhatikan masalah kesehatan pada lansia
PENYULUHAN HERBA PENINGKAT SISTEM IMUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Oktariani Pramiastuti; Qibtiyah Adzillina
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.344

Abstract

Pandemi COVID-19 disebabkan oleh virus corona 2 (SARS-CoV-2). Virus SARS-CoV-2 merupakan jenis virus RNA. Pencegahan agar tidak terjangkit virus salah satunya yaitu meningkatkan sistem imun tubuh. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya peserta panti asuhan terkait tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai peningkat sistem imun dalam masa pandemi. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi tanya jawab antara pemateri dan peserta penyuluhan, dan diakhiri dengan postest. Analisis data pretest dan postest digunakan untuk menentukan hasil ketersampaian materi. Hasil penyuluhan herba peningkat sistem imun pada masa pandemi covid-19 adalah rata-rata nilai pretes 59,66 dan rata-rata nilai postest yaitu 65,52. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai herba peningkat sistem imun sebesar 9,8%.

Page 3 of 12 | Total Record : 118