cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jabibhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien, No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia
ISSN : 27210286     EISSN : 27210278     DOI : https://doi.org/10.36308/jabi.v5i2
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, dengan ISSN 2721-0286 (media cetak) dan ISSN 2721-0278 (media online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKES BHAMADA SLAWI. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar STIKES BHAMADA SLAWI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 118 Documents
Pelatihan Care Giver Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagi Perawat di Dinas Kesehatan Banyumas Yessy Pramita Widodo; Khodijah Khodijah; Wisnu Widyantoro; Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.215

Abstract

Hambatan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan mempengaruhi kualitas hidupnya, sehingga menjadi perhatian khusus karena dampak yang diakibatkan tidak hanya pada klien tetapi juga berdampak pada keluarga dan masyarakat. Pelatihan care giver orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bagi perawat dilakukan agar dapat merawat dan mendukung kehidupan ODGJ dalam perawatan dan pengobatan di rumah. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu kemampuan dalam penatalaksanaan Care Giver bagi perawat pada pasien dengan gangguan jiwa. Pada pelaksanaanya, peserta juga menanyakan tentang komunikasi serta interaksi pada pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ). Semua materi disampaikan dengan 2 metode, yaitu ceramah dan demonstrasi, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan ketrampilan peserta dalam melakukan penanganan, interaksi dan komunikasi pada pasien dengan gangguan jiwa. Bagi perawat dan dinas kesehatan Banyumas disarankan agar membuat rancangan kegiatan pelatihan secara berkala, dan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait agar masalah kekambuhan pada ODGJ dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pelatihan Care Giver, ODGJ
Edukasi Pencegahan Penularan COVID 19 Di Rumah Yatim Kota Tegal Evi Supriatun; Uswatun Insani; Jumrotun Ni’mah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.220

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat sekarang ini. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga bisa terjadi pada anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 pada anak, khususnya di Rumah Yatim Kota Tegal. Edukasi yang diberikan dengan mengajarkan anak tentang cara suci tangan yang baik dan benar sesuai aturan WHO merupakan salah satu upaya mencegah resiko penularan COVID-19 dan membantu anak memahami salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Strategi lain yang dapat digunakan orang pada umumnya untuk mengontrol penularan infeksi pernafasan COVID-19 dengan menggunakan masker. Penggunaan masker ini bertujuan untuk menghindari percikan/droplet dari penderita yang tanpa disadari atau tanpa gejala bisa menularkan ke orang lain. Oleh karena itu, penting bagi orang tua/pengasuh untuk terus meningkatkan kesadaran tentang cuci tangan dan selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari COVID-19, sehingga anak bisa melakukannya secara mandiri dengan penuh kesadaran. Pengasuh berperan sebagai pembimbing dalam penerapan kebiasaan-kebiasaan untuk melindungi diri dari penularan COVID-19.
Pelatihan Perawatan Diri, Stimulasi Syaraf Perifer dan Teknik Relaksasi Otot Progresif pada Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kusta di Kota Tegal Maria Ulfah; Tinah Purwaningsih; Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.221

Abstract

Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan masalah yang kompleks, bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi dan budaya. Kelompok Perawatan Diri (KPD) yang dibentuk dan dilaksanakan di wilayah Kota Tegal dapat dijadikan media yang efektif untuk mempercepat kesembuhan penderita kusta. Tujuan kegiatan adalah memberikan pelatihan tentang perawatan diri, stimulasi saraf perifer dan Teknik relaksasi otot progresif pada pasien Kusta. Sasaran pengabdian masyarakat adalah kelompok Perawatan Diri (KPD) Kusta di Kota Tegal yang tersebar di wilayah Puskesmas Margadana, Puskesmas Tegal Barat dan Puskesmas Slerok. Pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan demonstrasi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 bulan hari dihadiri oleh 30 peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang penyakit kusta, pencegahan dan pengobatan meningkat menjadi 90%, sikap yang baik terhadap perawatan diri meningkat menjadi 93,3% , tingkat kecemasan peserta menurun menjadi mayoritas kecemasan ringan 60%, praktek senam kusta meningkat menjadi 36,7 % yang dapat melakukan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok perawatan diri (KPD) Kusta di Kota Tegal tentang perawatan diri, stimulasi syaraf perifer dan relaksasi otot progresif, disarankan peserta KPD melakukan perawatan diri pagi dan sore, senam kusta setiap hari untuk mencegah terjadinya kecacatan dan melakukan relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan akibat proses penyakit kusta.
Penerapan Keselamatan Berkendara pada Remaja sebagai Upaya Menurunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Erna Agustin Sukmandari; Agung Tyas Subekti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.222

Abstract

Angka kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi, dimana setiap tahunnya hampir 1,3 juta orang meninggal karenanya serta jutaan orang lainnya mengalami cedera. Sebanyak 30% korban kecelakaan lalu lintas merupakan anak-anak dan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para remaja dalam keselamatan berkendara sehingga mereka dapat menerapkannya pada perilaku sehari-hari. Sosialisasi dilakukan dengan metode diskusi (focus group discussion) yang terintegrasi dengan kegiatan Latsa Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang dilakukan oleh Polres Tegal. Banyak diantara peserta yang baru mengetahui bahwa mereka merupakan kelompok dengan risiko tertinggi dengan angka kematian terbanyak pada kecelakaan lalu lintas. Tema yang paling menarik didiskusikan oleh para peserta adalah mengenai faktor utama kecelakaan lalu lintas pada remaja. Peserta antusias dan saling berbagi pengalaman mengenai kecepatan tinggi saat berkendara, penggunaan helm, serta kejelasan penglihatan saat berkendara. Pengetahuan para peserta diskusi mengenai keselamatan dalam berkendara sudah baik, hanya saja mereka masih sering mengabaikannya. Masih perlu adanya sosialisasi secara terus menerus sebagai reinforcement agar pengetahuan dan sikap para remaja terhadap keselamatan berkendara dapat terwujud nyata dalam perilakunya.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia untuk Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler di Kelurahan Bandung Kota Tegal Tinah Purwaningsih; Maria Ulfah; Sadar Prihandana; Hudinoto E Y
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.223

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia memberikan dampak permasalahan kesehatan khususnya bagi lansia, penyakit yang sering dirasakan adalah penyakit kardiovaskuler (hipertensi, jantung dan stroke). Posyandu lansia merupakan perpanjangan pelayanan kesehatan di puskesmas yang dapat berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardivaskuler pada lansia. maka dipandang perlu kader posyandu lansia dibekali pengetahuan dan ketrerampilan dalam mengelola lansia agar status kesehatannya lebih optimal dan terhindar dari penyakit kardiovaskuler. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan lansia dalam tentang penyakit kardiovaskuler, keterampilan penggunaan alat kesehatan, senam hipertensi serta terfasilitasinya alat bantu pemeriksaan kesehatan untuk posyandun lansia. Sasaran pengabdian masyarakat adalah kader kesehatan lansia di kelurahan Bandung Kota Tegal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 bulan dihadiri oleh 30 peserta kader kesehatan posyandu lansia. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang penyakit kardiovaskuler pada lansia meningkat menjadi 90%, ketrampilan penggunaan alat kesehatan melakukan dengan baik 43,3%, melakukan senam hipertensi dengan baik 53,3% . Dapat disimpulkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan posyandu lansia tentang penyakit kardiovaskuler pada lansia dan cara pencegahannya, kader dapat menggunakan atau mengoperasikan alat tensimeter dan alat ukur gula darah, dan kolesterol, dan dapat mengukur Indeks Masa Tubuh (IMT), meningkatkan ketrampilan kader dalam kegiatan senam hipertensi dan diharapkan setelah kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan peran serta kader kesehatan dalam kegiatan posyandu lansia sehingga dapat melakukan deteksi dini penyakit kardiovaskuler pada lansia di wilayah kelurahan bandung
EDUKASI DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DENGAN DZIKIR DAN HERBAL DI KELURAHAN DEBONG KULON TEGAL Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Hudinoto Hudinoto
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.245

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Covid-19 menyebabakn sebagian besar masyarakat panik, tidak ingin terkena atau terjangkit oleh virus ini. Masyarakat mulai tersadar untuk menjaga dan meningkatkan daya tubuh agar tidak terpapar oleh covid 19. Meningkatkan daya tahan tubuh adalah upaya untuk tidak mudah terserang penyakit termasuk Covid-19. Tujuan : Pendekatan spiritual dan minuman herbal/tradisional yang dapat membantu peningkatan imunitas tubuh merupakan bagian pendekatan secara hoistik yang diharapkan mampu mencegah penyebaran covid-19. Metode : Pengabdian masyakat ini dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi tentang aplikasi dzikir/doa dan pembuatan minuman lemon madu/teh yang dapat meningkatan imunitas. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dengan pre-post test serta kunjungan ke masyarakat untuk pendampingan aplikasi dzikir/doa serta pembuatan minuman lemon atau teh. Evaluasi akhir menggunakan google form untuk mengetahui respon masyrakat terhadap penerapan dzikir dan kosumsi lemon madu/teh. Hasil : 70-80 persen masyarakat yang mengaplikasikan dzikir dan konsumsi lemon/ teh secara rutin selama satu bulan merasakan ketenangan hati dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kesimpulan : Penerapan dzikir dalam kehidupan sehari-hari dan konsumsi lemon teh memberikan rasa ketenangan diri dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kata Kunci: Imunitas,Dzikir,Lemon,Teh
PELATIHAN TERAPI MODALITAS ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BAGI PERAWAT DI DINAS KESEHATAN BANYUMAS Ratna Widhiastuti; Firman Hidayat; Dwi Budi Prastiani; Susi Muryani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.253

Abstract

Abstract People with mental disorders will have emotional disturbances which can eventually lead to bad behavior. Until now, society in general still has a negative stigma against people with mental illness, which causes many of them to serve poorly. Therefore, in helping to reduce and overcome the high number of people with mental disorders, the lecturers of the Nursing and Nurse Study Program conducted a Modality Therapy for People with Mental Disorders (ODGJ) Training for Nurses at the Banyumas Health Office. The purpose of this abdimas implementation is that nurses can provide nursing care for mental patients and can provide modality therapy for people with mental disorders (ODGJ). This activity was carried out for 2 days from 25-26 February 2020. The method used was the Lecture and Discussion Group Forum to Banyumas health service nurses. The results of active participants following the provision of material and modality therapy practices and being able to practice modality therapy activities in mental patients with hallucinations, violent behavior, low self-esteem and social isolation. The conclusion is that nurses are expected to be more active in participating in activities that can improve mental nursing competence. Keywords: Modality Therapy, ODGJ (People with mental disorders, Nurse) Abstrak Orang dengan gangguan mental akan memiliki gangguan kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Hingga saat ini masyarakat pada umumnya masih memiliki stigma negatif pada pengidap penyakit mental hingga menyebabkan banyak diantara mereka yang diperlakukan secara buruk. Oleh karena itu, dalam membantu mengurangi dan mengatasi tingginya angka pengidap gangguan mental dosen prodi Sarjana Keperawatan dan Ners melakukan Pelatihan Terapi Modalitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Bagi Perawat Dinas Kesehatan Banyumas. Tujuan dari pelaksanaan abdimas ini adalah perawat dapat memberikan asuhan keperawatan pasien gangguan jiwa dan dapat memberikan terapi modalitas pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari mulai tanggal 25-26 Februari 2020.Metode yang digunakan adalah Ceramah dan Forum Grup Disscussion kepada perawat dinas kesehatan banyumas. Hasil peserta aktif mengikuti kegiatan dari pemberian materi dan praktik terapi modalitas dan mampu mempraktikan kegiatan terapi Modalitas pada pasien jiwa dengan halusinasi, perilaku kekerasan, harga diri rendah dan isolasi social. Kesimpulan perawat diharapkan lebih aktif lagi dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi keperawatan jiwa. Kata Kunci: Terapi Modalitas, ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa, Perawat
PELATIHAN PSIKOEDUKASI PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BAGI PERAWAT DI DINAS KESEHATAN BANYUMAS agus budianto; Nurhakim Yudi Wibowo; Ikawati Setyaningrum; Umi Salamah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.265

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih saja mengalami stigma (labeling, stereotipe, pengucilan, diskriminasi). Penilaian negatif tidak hanya berasal dari lingkungan, namun ODGJ menanggap dirinya berbeda dengan orang lain sebagai bentuk konsekuensi psikologis dan social atas penilaian negatif yang diberikan lingkungan. Perawat dapat berkontribusi dengan memberikan psikoedukasi kepada penderita, keluarga dan masyarakat. Psikoedukasi dapat membantu ODGJ dan keluarga untuk menceritakan perasaan yang dialami sehingga dapat dibantu dalam memilih dan melatih koping (cara menghadapi masalah) yang lebih positif, menurunkan stigma internal dan dapat melanjutkan kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Tujuan pelatihan ini adalah Perawat dapat mendemonstrasikan teknik psikoedukasi pada 4 kasus besar ODGJ. Metoda yang digunakan diskusi, demonstrasi, dan praktek simulasi. Hasil wawancara menunjukan hasil pemahaman peserta tentang psikoedukasi pada ODGJ setelah dilakukan kegiatan ini meningkat. Sedangkan berdasarkan observasi yang dilakukan keterampilan perawat dalam melakukan psikoedukasi dengan menggunakan teknik komunikasi terapeutik menjadi lebih baik.
KONSELING PRAKTIK PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.273

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan dampak di masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga jarak aman (physical distancing), mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Masalah pada bayi baru lahir dapat diminimalkan dengan perawatan bayi baru lahir oleh seorang ibu ataupun keluarganya, yang tidak lepas dari peran dan dukungan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kemampuan perawatan bayi. Jumlah Balita di wilayah Desa Kalisapu sejumlah 150 orang, dimana 40 diantaranya adalah bayi berusia kurang dari 1 tahun. Desa Kalisapu berada di Kecamatan Slawi yang merupakan zona merah (level 4 –Risiko Tinggi) tingkat transmisi Covid-19. Beberapa kendala dalam perawatan bayi di Desa Kalisapu antara lain pengetahuan ibu dan keluarga yang masih rendah tentang perawatan bayi, selain karena kegiatan Posyandu Balita untuk sementara ditunda selama masa pandemi, informasi terkait tumbuh perkembangan bayi dan balita kurang optimal. Target luaran yang ingin dicapai adalah ibu yang memiliki bayi dapat melakukan perawatan bayi baru lahir sesuai dengan standar. Pengabdian ini dilakukan pada Bulan Maret 2020, diikuti oleh 30 ibu yang memiliki bayi di Desa Kalisapu. Teknik pelaksanaan dengan metode promotif, yaitu konseling dan praktik simulasi perawatan bayi yang sesuai standar kesehatan di masa pendemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan door to door sesuai dengan data yang diberikan oleh bidan desa setempat, sehingga menghindari atau tidak menimbulkan kerumunan. Hasil pengabdian masyarakat tentang perawatan bayi baru lahir di masa pandemi ini mennujukkan kepuasan dari masyarakat sasaran. Ibu-ibu yang memiliki bayi baru lahir dapat melakukan mempraktikkan perawatan bayi dengan baik dan benar. Hasil konseling didadaptkan bahwa sasaran telah mengerti dan memahami tentang perawatan bayi baru lahir yang benar.
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN MEDIA BOOKLET DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI COVID 19 PADA SISWA DI MA AL IKHLAS JATINEGARA ita nur itsna; Anisa Oktiawati; Risnanto Risnanto; Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.276

Abstract

Infection a virus known as coronavirus has hit various countries in the world. Several types of coronavirus are known to cause respiratory tract infections in humans ranging from colds to more serious coughs. The spread of this virus is increasing very rapidly. This is because the virus can spread from person to person through droplets from the nose or mouth that come out when an infected person talks, sneezes, or coughs. One of the efforts to prevent Covid 19 infection is to adopt a clean and healthy lifestyle. The application of clean and healthy living habits in schools is also very important to ensure the health and safety of children while studying during the Covid 19 pandemic. One of the indicators of a Clean and Healthy Life Behavior is “Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”. CTPS is one of the sanitation measures by cleaning hands and fingers using soap and water to make them clean. One of the media used in counseling is a booklet containing writing accompanied by pictures. The extension activity was attended by 26 people and began with the delivery of definitions, signs and symptoms, supporting examinations, prevention and treatment and then the practice of washing hands with soap and accompanied by the use of booklet media. The students listened carefully to the sequence of steps described by paying attention to the CTPS steps as listed in the given booklet. The use of booklet media helps in improving the skills of students and teachers and it is hoped that the implementation of CTPS will become a habit in everyday life. Keywords : Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Booklet, Covid 19

Page 2 of 12 | Total Record : 118