cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29646146     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Jurnal EduCurio meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Articles 414 Documents
Aktualisasi Filsafat Pendidikan Islam dalam Transformasi Digital Era Modern Siti Nafa’atul Udzma; Zaina Esa Latifatus Zahra; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2076

Abstract

Penelitian ini membahas aktualisasi filsafat pendidikan Islam dalam menghadapi transformasi digital di era modern. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan, baik dalam proses pembelajaran, pola interaksi, maupun penyebaran ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi filsafat pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan modern serta mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai literatur, jurnal, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam tetap relevan dalam era modern karena memiliki nilai dasar berupa keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, moral, dan sosial. Transformasi digital dapat menjadi sarana pengembangan pendidikan Islam apabila digunakan secara bijak dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai akhlak, etika, dan tujuan pendidikan Islam. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai filsafat pendidikan Islam mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman
Mengidentifikasi Peran dan Fungsi Lembaga Pendidikan Islam Klasik dalam Membentuk Tradisi Keilmuan Fahmi Muammal Hamidy; Zaina Esa Latifatus Zahra; Roudhotul Mahmudia; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan fungsi lembaga pendidikan Islam klasik dalam membangun dan menjaga tradisi keilmuan Islam. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, pendidikan menjadi pilar utama dalam membentuk peradaban yang berlandaskan ilmu dan akhlak. Lembaga seperti Madrasah Nizamiyah, Bayt al-Hikmah, kuttab, ribath, serta masjid dengan sistem halaqah berkontribusi besar dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu rasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif yang tidak hanya melihat fungsi religiusnya, tetapi juga fungsi sosial, politik, dan intelektualnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber historis dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga-lembaga tersebut berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu, pembentukan karakter, penguatan kohesi sosial, serta kaderisasi kepemimpinan umat. Selain itu, lembaga pendidikan Islam klasik turut mendorong perkembangan sains dan memengaruhi sistem pendidikan dunia. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam klasik merupakan sistem yang dinamis dan holistik dalam membangun tradisi intelektual dan peradaban yang berkelanjutan.
Relasi Wahyu dan Akal dalam Pendidikan Islam sebagai Proses Humanisasi melalui Integrasi Ilmu Yoklosin Rara; Dela Auliya; Uyun Nurrohmah; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2091

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara filsafat, pendidikan, dan Islam dalam tiga aspek utama, yaitu relasi wahyu dan akal, pendidikan sebagai proses humanisasi islami, serta integrasi ilmu naqli dan aqli. Dalam perspektif filsafat Islam, wahyu dan akal tidak diposisikan sebagai dua entitas yang saling bertentangan, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Wahyu menjadi landasan normatif dan transendental, sementara akal berfungsi sebagai instrumen rasional untuk memahami dan mengaktualisasikan ajaran Ilahi. Pendidikan Islam dipahami sebagai proses humanisasi yang berorientasi pada pembentukan insan kamil, yakni manusia yang berkembang secara intelektual, spiritual, dan moral. Lebih lanjut, integrasi ilmu naqli dan aqli menjadi fondasi penting dalam membangun sistem. pendidikan yang holistik dan tidak dikotomis. Dalam konteks modern, integrasi ini relevan sebagai solusi terhadap krisis moral dan fragmentasi ilmu pengetahuan. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan yang menyatukan dimensi rasionalitas, spiritualitas, dan etika dalam satu kesatuan yang integral.
Hakikat Peserta Didik: Subjek, Fitrah, dan Tanggung Jawab Belajar dalam Filsafat Pendidikan Islam Rizqy Abdillah; Shafira Esa Putri Salsabila; Roudhotul Mahmudia; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Fokus utama kajian ini mencakup kedudukan peserta didik sebagai subjek aktif, pengembangan potensi fitrah, serta urgensi tanggung jawab belajar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, peserta didik bukanlah objek pasif, melainkan subjek yang memiliki potensi tauhid dan intelektual sejak lahir (fitrah). Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi tersebut agar peserta didik mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Kesimpulannya, integrasi antara pengembangan fitrah dan kesadaran akan tanggung jawab belajar merupakan kunci keberhasilan pendidikan Islam yang komprehensif.
Pendidikan Islam Kontemporer: Globalisasi, Integrasi Ilmu, dan Penguatan Karakter Rhaditya Candra; Senja Arfiatus Sakinah; Uyun Nurrohmah; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2100

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi berbagai tantangan kompleks seiring dengan perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang mengubah pola pikir, perilaku, serta sistem pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tantangan pendidikan Islam dalam merespons perubahan tersebut, khususnya dalam aspek integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, penguatan pendidikan karakter, serta moderasi beragama. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi dan digitalisasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan Islam, terutama dalam menjaga identitas keislaman di tengah arus modernisasi. Integrasi ilmu dan nilai Islam menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Selain itu, pendidikan karakter dan moderasi beragama berperan penting dalam membentuk generasi yang toleran, inklusif, dan berakhlak mulia. Di sisi lain, pemikiran klasik Islam tetap relevan untuk direaktualisasikan sebagai landasan normatif dalam menjawab persoalan kontemporer. Dengan demikian, diperlukan upaya sistematis dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan Islam yang adaptif, integratif, dan kontekstual di era modern.
Pengembangan Kurikulum dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Hakikat, Tujuan, dan Integrasi Ilmu Berbasis Nilai Islam Sheryl Freya Revalina Putri; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2101

Abstract

Kurikulum dalam pendidikan Islam merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai rencana pembelajaran, tetapi juga sebagai jalan terang (manhaj) untuk mengintegrasikan potensi intelektual dan spiritual peserta didik. Kajian ini menunjukkan bahwa hakikat kurikulum pendidikan Islam melampaui sekadar transfer pengetahuan kognitif, melainkan sebuah sistem komprehensif yang menghapus dikotomi antara ilmu dunia dan akhirat berdasarkan landasan teologis QS. Al-Qashash ayat 77. Operasionalisasi kurikulum ini dibangun di atas lima landasan utama, yaitu landasan religius, filosofis, psikologis, sosial, dan organisatoris, guna memastikan relevansi materi dengan ajaran wahyu serta perkembangan zaman. Tujuan akhir dari konstruksi kurikulum ini adalah melahirkan individu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak, yang mampu menjalankan peran sebagai hamba Allah sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemaslahatan masyarakat secara holistik.
Dikotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam: Analisis Faktor, Dampak, dan Solusi Integratif Syifa Nuril Irbah; Zahwa Marjuwa; Salsabila Putri Desinta; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2102

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena dikotomi ilmu serta dampaknya terhadap perkembangan pendidikan Islam. Dikotomi ilmu dipahami sebagai pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum yang dalam praktiknya telah memengaruhi arah dan sistem pendidikan Islam di berbagai lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya dikotomi ilmu, menganalisis dampaknya terhadap sistem pendidikan Islam, serta merumuskan upaya integrasi keilmuan dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema dikotomi ilmu dan integrasi pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, reduksi, penelaahan, dan interpretasi terhadap sumber-sumber yang berkaitan sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikotomi ilmu muncul akibat pengaruh kolonialisme Barat, proses sekularisasi pendidikan, serta pemahaman yang terbatas terhadap konsep ilmu dalam perspektif Islam. Kondisi ini berdampak pada ketidakseimbangan antara aspek intelektual dan spiritual peserta didik, lemahnya integrasi nilai-nilai moral dalam ilmu pengetahuan, serta tertinggalnya pendidikan Islam dalam penguasaan sains dan teknologi modern. Oleh karena itu, diperlukan upaya integratif melalui pengembangan kurikulum terpadu dan penguatan peran pendidik dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara holistik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ilmu merupakan solusi strategis dalam membangun sistem pendidikan Islam yang seimbang, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Cara Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Islam: Telaah Epistemologis atas Wahyu, Akal, Pengalaman, dan Metode Ilmiah Arifah Nur Ainiyah; Safira Aulia Putri; Zidny Isyah Alkamil; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2107

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara epistemologis bagaimana cara memperoleh ilmu dalam perspektif Islam dengan mengedepankan pada peran wahyu, akal, pengalaman, dan metode ilmiah sebagai sumber serta instrumen pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam, wahyu ditempatkan sebagai sumber kebenaran utama yang memberikan kerangka normatif dan orientasi nilai bagi aktivitas keilmuan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an tentang pentingnya membaca dan mencari ilmu. Akal berperan sebagai alat untuk memahami tanda-tanda Tuhan dan melakukan penalaran rasional, sedangkan pengalaman empiris menjadi perantara verifikasi terhadap fenomena alam dan sosial. Selain itu, metode ilmiah dalam perspektif Islam dipandang selaras dengan prinsip tadabbur dan tafakkur sebagai proses sistematis dalam menemukan kebenaran. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka epistemologis yang holistik dan seimbang antara dimensi spiritual dan rasional-empiris. Dengan demikian, pemahaman terhadap epistemologi Islam penting dalam merumuskan paradigma pendidikan yang integratif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan transendensi.
Fondasi Filosofis Pendidikan Islam: Integrasi Al-Quran, Hadits, dan Pemikiran Ulama menuju Pembentukan Insan Kamil M Yunus Abu Bakar; Rhaditya Candra Ariyanto; Senja Arfiatus Sakinah; Syifa Nuril Irbah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2108

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam adalah studi yang mendalam tentang esensi, tujuan, dan cara-cara dalam pendidikan yang berasal langsung dari ajaran Islam. Tujuannya adalah membentuk manusia yang sempurna, beriman, memiliki ilmu, dan berakhlak yang baik, di tengah perubahan dunia yang semakin global dan semakin sekular. Penelitian ini menemukan tiga sumber utama yang saling melengkapi: Al-Qur'an dan Hadis sebagai dasar normatif dan teologis, pemikiran para ulama dan filsuf Muslim sebagai refleksi intelektual, serta konteks sosial dan empiris sebagai penerapan yang dinamis. Al-Qur’an menyediakan prinsip ontologis manusia (QS. Al-Tin: 4) dan epistemologis ilmu (QS. Al-Alaq: 1-5; Al-Zumar: 9), sementara hadis Nabi SAW seperti "Cari ilmu, walau ke negeri Cina" memberikan contoh nyata tentang belajar seumur hidup dan inklusif. Pemikiran tokoh seperti Al-Ghazali (dalam kitab Ihya Ulumuddin) menggabungkan akal dan wahyu untuk menciptakan pendidikan yang menyeluruh, Ibn Sina merancang kurikulum yang berjalan dari tingkat sensorik hingga metafisik; Ibn Rusyd menjaga rasionalitas dalam karyanya Tahafut at-Tahafut, Ibn Miskawaih membahas etika melalui bukunya Tahdhib al-Akhlaq, serta Al-Attas menawarkan konsep islamisasi ilmu (Islam dan Sekularisme) yang sesuai dengan zaman digital. Konteks sosial, seperti perubahan pesantren di Indonesia setelah pandemi dengan penggunaan teknologi dan pendidikan yang inklusif, menerapkan konsep ini tanpa menghilangkan esensi agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten-hermeneutik terhadap teks primer seperti Al-Qur’an, Hadis, dan karya klasik, serta teks sekunder berupa studi kasus empiris. Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan ketiga sumber tersebut membentuk sistem pendidikan Islam yang lengkap, bisa beradaptasi, serta sesuai dengan kondisi sehari-hari. Sistem ini mampu menghadapi tantangan zaman modern seperti penurunan moral dan krisis identitas.
Hakikat Manusia, Ilmu, Pendidikan, Dan Alam Semesta Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Syifak Muhammad Abdul Rosyid; Syafina Aulia Alfarizkyl; Faizatur Rahmawati; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2110

Abstract

Artikel ini membahas hakikat manusia, ilmu, pendidikan, dan keteraturan alam semesta dalam perspektif Islam. Manusia dipandang sebagai makhluk multidimensional yang terdiri atas fitrah, jasad, akal, dan ruh, yang ke-semuanya harus dikembangkan melalui pendidikan Islam. Ilmu dalam Islam tidak hanya bersifat empiris, tetapi juga transendental, bersumber dari Allah SWT, dan berfungsi sebagai sarana ibadah. Pendidikan Islam dipahami sebagai proses pengembangan potensi manusia secara komprehensif dan bertahap, dengan tujuan membentuk kepribadian muslim yang berakhlak mulia. Alam semesta dalam Islam dipandang sebagai ciptaan Allah yang teratur, memiliki tujuan, dan menjadi tanda kekuasaan-Nya. Dengan demikian, pendidikan Islam menegaskan integrasi antara iman, ilmu, dan amal dalam membentuk manusia sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.