cover
Contact Name
Khairan Marzuki
Contact Email
jurnalq17@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
jurnalq17@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29630339     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Beberapa cakupan di Jurnal Education Curiosity meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sosial budaya, dll.
Articles 441 Documents
Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia: Dari Sistem Pesantren Tradisional menuju Era Modernisasi Yuridan Syauqi; Elma Syifa’; Rifa Nurafila; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2111

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berkembang dalam dua model utama: pesantren salafi dan pesantren modern. Keduanya memiliki karakteristik sistem kurikulum, filosofi pendidikan, serta respons terhadap kebijakan pendidikan nasional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dinamika kedua sistem pesantren tersebut dalam perspektif kebijakan pendidikan Islam di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, artikel ini mengkaji secara kritis perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren salafi unggul dalam pelestarian tradisi keilmuan klasik dan penanaman nilai-nilai keagamaan yang kuat, namun kurang responsif terhadap tuntutan sistem pendidikan nasional. Sebaliknya, pesantren modern cenderung lebih adaptif terhadap kurikulum nasional dan kebutuhan zaman, namun berisiko mengalami degradasi identitas keilmuan pesantren. Keduanya memiliki tantangan dalam hal integrasi sistemik dengan kebijakan pendidikan nasional yang berlaku. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya model kebijakan pendidikan Islam yang lebih integratif dan kontekstual, yang dapat mengakomodasi kekhasan masing-masing model pesantren dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap arah reformasi pendidikan Islam yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Dinamika Pendidikan Islam Kontemporer: Menjawab Tantangan Globalisasi dan Sekularisme M Yunus Abu Bakar; Ilda Almaaidah; Salsabila Putri Desinta; Rifa Nur Afila
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2124

Abstract

Pendidikan Islam saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial akibat pengaruh masif globalisasi dan arus sekularisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan Islam kontemporer dalam merespons tantangan tersebut serta merumuskan strategi adaptif guna mempertahankan relevansi nilai-nilai religius di era modern. Dengan menggunakan metode studi pustaka (literary research), penelitian ini mengidentifikasi bahwa tantangan utama yang dihadapi mencakup dikotomi keilmuan, krisis moralitas, dan tekanan untuk melakukan modernisasi tanpa kehilangan identitas spiritual. Temuan menunjukkan perlunya integrasi kurikulum antara ilmu umum dan ilmu agama (transdisipliner), penguatan literasi digital berbasis etika Islam, dan revitalisasi peran institusi pendidikan sebagai benteng moral. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus bersifat dinamis dan terbuka terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada prinsip tauhid untuk mencetak generasi yang kompeten secara global sekaligus berkarakter islami
Relevansi Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam: Dari Landasan Filosofis hingga Inovasi Pendidikan Kontemporer Arifah Nur Ainiyah; Dela Auliya Mufidatul Ummah; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2158

Abstract

Sejarah pemikiran pendidikan Islam memegang peranan fundamental sebagai dasar filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang berlandaskan nilai tauhid, akhlak, serta integrasi keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi warisan pemikiran pendidikan Islam dalam merespons tantangan pendidikan masa kini, terutama dalam konteks inovasi dan pembaruan pemikiran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur klasik maupun kontemporer dalam bidang pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam klasik tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga dapat dijadikan sumber inspirasi dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih adaptif, humanis, dan sesuai dengan konteks zaman. Di sisi lain, diperlukan adanya kritik yang bersifat konstruktif terhadap pemikiran yang cenderung tekstual dan kurang berkembang, sehingga dapat direkonstruksi agar selaras dengan perkembangan era modern. Oleh karena itu, penggabungan antara nilai-nilai filosofis historis dengan inovasi pendidikan kontemporer menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang relevan, dinamis, dan kompetitif di tingkat global.
Integrasi Ilmu dan Tantangan Modernitas: Analisis Perbandingan Pemikiran Pendidikan Muhammad Abduh dan Syeikh M. Nuqaib Al-Attas Ilda Almaaidah; Zidny Isyah Alkamil; M Yunus Abu Bakar
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2159

Abstract

Artkel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pemikiran pendidikan dua tokoh besar Islam, Muhammad Abduh dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam merespons tantangan modernitas. Di tengah dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, kedua tokoh ini menawarkan gagasan integrasi ilmu dengan landasan filosofis yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis deskriptif-komparatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh lebih menekankan pada aspek fungsional-rasionalisme untuk mengejar ketertinggalan umat melalui reformasi kurikulum yang inklusif terhadap sains Barat. Sementara itu, al-Attas menekankan pada aspek ontologis melalui konsep "Islamisasi Ilmu Pengetahuan" dan penanaman adab sebagai inti pendidikan. Perbedaan mendasar terletak pada titik tekan mereka: Abduh pada modernisasi institusi dan pola pikir, sedangkan al-Attas pada dekolonisasi intelektual dan metafisika Islam. Implikasi dari kedua pemikiran ini memberikan kerangka kerja bagi praktik pendidikan Islam kontemporer dalam menyeimbangkan antara tuntutan teknologis-global dan penguatan identitas spiritual.
Simbol dan Komunikasi Bahasa Antarbudaya Ngalimun; Rusma Noortyani; Dwi Wahyu Candra Dewi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2247

Abstract

Komunikasi antarbudaya merupakan proses pertukaran pesan yang melibatkan individu atau kelompok dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam proses ini, simbol dan bahasa memainkan peran sentral sebagai sarana penyampaian makna serta ekspresi identitas dan nilai-nilai budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi, tantangan, dan dinamika penggunaan simbol dan bahasa dalam komunikasi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, yakni menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi pola dan hambatan komunikasi lintas budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi sering kali muncul akibat perbedaan persepsi terhadap simbol-simbol verbal dan nonverbal, seperti stereotip budaya, polarisasi makna, dan kecenderungan melakukan evaluasi statis terhadap kelompok lain. Simbol dan bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi teknis, tetapi juga mencerminkan pandangan dunia, sistem nilai, dan struktur sosial suatu komunitas. Kesimpulannya, keberhasilan komunikasi antarbudaya sangat bergantung pada sensitivitas budaya dan kemampuan individu dalam memahami serta menafsirkan simbol dan bahasa secara kontekstual. Oleh karena itu, kompetensi komunikasi antarbudaya menjadi aspek penting dalam membangun relasi harmonis dalam masyarakat multikultural.
Pengaruh Media Belajar Papan Perkalian untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 di SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin Annisa Meilida; Aditya Hartini
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2275

Abstract

Perkalian sering dianggap sebagai materi yang abstrak bagi siswa sekolah dasar, terutama bagi siswa kelas rendah yang masih berada pada tahap berpikir operasional konkret. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu media pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak tersebut menjadi sesuatu yang lebih nyata dan mudah dipahami. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media papan perkalian terhadap hasil belajar siswa kelas IV di SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan membagi kelas menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest. Hasil pada penelitian ini adalah penggunaan media konkret papan perkalian memberikan pengaruh terhadap kemampuan operasi hitung perkalian siswa. Hasil nilai t hitung sebesar 78,548. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,086, maka nilai t hitung lebih besar daripada t tabel 78,548 > 2,086 sehingga hipotesis hipotesis nol (H0) ditolak dan alternatif (Ha) diterima. Sementara itu, hasil N-Gain juga menunjukkan rata-rata sebesar 0,7823 atau 78,23% yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan perkalian efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan media papan perkalian IV SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin dilaksanakan dengan baik dan efektif. Siswa antusias, aktif, dan semangat selama proses pembelajaran berlangsung. Peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan media tersebut.
Implementasi Media Jigsaw Puzzle dalam Meningkatkan Pemahaman Maharah Kitabah pada Siswa Kelas VIII di MTs Miftahul Huda Kadungrejo Umi Khoirotun Nisa; Muhammad Tareh Aziz; Hurin Innihayatus Sa'adah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2289

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di sekolah menengah masih banyak yang bertumpu pada metode konvensional berbasis ceramah dan buku teks, sehingga sebagian siswa kurang termotivasi dan mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan menulis (maharah kitabah). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media Jigsaw Puzzle dalam pembelajaran maharah kitabah, menguji efektivitasnya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya pada siswa kelas VIII MTs Miftahul Huda Kadungrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design (Posttest Only Control Group Design). Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (30 siswa) yang diberi perlakuan media Jigsaw Puzzle dan kelompok kontrol (30 siswa) yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, angket, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, serta uji t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dengan mean difference sebesar 16,900, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Media Jigsaw Puzzle terbukti efektif meningkatkan pemahaman maharah kitabah karena mendorong keterlibatan aktif, kerja sama kelompok, dan suasana belajar yang menyenangkan. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa dan kerja sama kelompok, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan akademik siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran.
Pengaruh Lokasi Usaha dan Strategi Branding terhadap Persepsi Daya Saing Bakpia Djava Yogyakarta: Studi pada Mahasiswa Peserta Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Haidar Ulin Nuha; Daffa Maulana Aditya; Ferdi Setiawan Dwi Saputra; Aulia Azmi Nst; Adelia Rahma; Fandi Sanjaya
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2349

Abstract

Persaingan industri oleh-oleh khas Yogyakarta yang semakin ketat menuntut setiap pelaku usaha untuk memiliki strategi yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan. Bakpia Djava merupakan salah satu produsen bakpia di Yogyakarta yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kompetitornya melalui konsep open kitchen, fasilitas kunjungan industri, pelayanan prima, dan konsep one stop shopping. Namun demikian, lokasi usaha yang berada di luar kawasan wisata utama seperti Malioboro menjadi tantangan tersendiri dalam membangun persepsi daya saing perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lokasi usaha dan strategi branding terhadap persepsi daya saing Bakpia Djava Yogyakarta berdasarkan penilaian mahasiswa peserta Pembelajaran Luar Kampus (PLK). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 228 mahasiswa peserta PLK Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 149 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25 melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi Bakpia Djava dalam memperkuat persepsi daya saing perusahaan melalui pengelolaan lokasi usaha dan strategi branding.
A Descriptive Study on the Integration of Technology and Contextual Learning in Supporting Students’ Speaking Skill Diva Salsabila; Desi Sri Astuti; Dian Shinta Sari
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2403

Abstract

This study aims to describe the integration of technology within the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in English speaking instruction and to examine how this integrated implementation contributes to the improvement of students' speaking skills at SMA Negeri 01 Anjongan. This study employed a descriptive qualitative method involving purposively selected students from Class XI A. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with students. The findings indicate that integrating technology into the CTL approach enhances speaking instruction by providing meaningful contextual learning experiences, increasing student engagement, and encouraging active participation in speaking activities. The integration also creates a more authentic and interactive learning environment, which enhances students' confidence and motivation to communicate in English. These findings suggest that the integration of technology within the CTL approach is an effective instructional strategy for developing students' speaking skills at the secondary school level, particularly in non-urban educational settings. This study is expected to serve as a reference for English teachers in designing more interactive, meaningful, and contextually relevant speaking instruction.
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani, Keterampilan Teknik Dasar Futsal, dan Hasil Belajar PJOK pada Siswa SMA Negeri 1 Pagak Kelas XI IPS dan XI MIPA Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Exshayudha Angger Cahya; Siti Nurrochmah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2428

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kondisi fisik dan penguasaan teknik gerak dalam olahraga, di mana siswa kelas sebelas SMA Negeri 1 Pagak belum pernah menjalani tes pengukuran kebugaran jasmani yang terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan mengkaji tingkat kebugaran jasmani, keterampilan teknik dasar futsal, serta hasil belajar PJOK pada siswa kelas sebelas MIPA dan sebelas IPS SMA Negeri 1 Pagak. Melalui rancangan survei deskriptif berpendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 64 siswa, di mana 14 di antaranya adalah siswa putra dan 50 lainnya merupakan siswa putri.  Instrumen pengumpulan data meliputi rangkaian Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 16-19 tahun, tes menggiring dan menendang bola futsal, serta dokumentasi nilai rapor ganjil tahun akademik 2022/2023. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok putra (n=14) memiliki tingkat kebugaran jasmani kategori kurang, keterampilan menggiring bola baik, menendang bola cukup, dan hasil belajar baik. Sementara kelompok putri (n=50) memiliki kebugaran jasmani kategori baik, keterampilan menggiring bola baik, menendang bola baik sekali, dan hasil belajar baik. Kesimpulan dari penelitian ini mendeskripsikan profil capaian fisik, teknik futsal, dan hasil belajar PJOK siswa secara variatif di setiap indikatornya.