cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial
ISSN : -     EISSN : 29853656     DOI : https://doi.org/10.71456/sultan
Core Subject : Social,
Sultan Adam : Jurnal Hukum dan Sosial adalah Jurnal yang memuat kajian-kajian di bidang ilmu hukum baik secara teoritik maupun empirik. Fokus jurnal ini tentang kajian-kajian hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum internasional, hukum acara dan hukum adat, politik dan ilmu sosial.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 106 Documents
POLITIK HUKUM PERUBAHAN MASA JABATAN KEPALA DESA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG DESA DITINJAU DARI ASAS KEDAULATAN RAKYAT Akmal; Anwary, Ichsan
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum perubahan masa jabatan kepala desa dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa serta menilai kesesuaiannya dengan asas kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode analisis deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, serta pendekatan historis terhadap dinamika pembentukan UU Desa. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum tata negara, teori demokrasi, serta berbagai temuan empiris mengenai praktik pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun didasari oleh pertimbangan politik hukum yang berfokus pada stabilitas pemerintahan desa, namun belum disertai mekanisme akuntabilitas, pengawasan, dan evaluasi kekuasaan yang memadai. Perpanjangan masa jabatan ini berpotensi mengurangi ruang partisipasi dan kontrol rakyat karena memperpanjang interval pemilihan, sehingga melemahkan prinsip kedaulatan rakyat. Selain itu, kondisi sosial-politik desa yang cenderung paternalistik serta lemahnya fungsi BPD memperbesar risiko konsentrasi kekuasaan lokal (local authoritarianism). Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan legislasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip demokrasi dan pembatasan kekuasaan dalam negara hukum Indonesia. Oleh karena itu, perubahan masa jabatan kepala desa perlu dikaji kembali melalui mekanisme legislative review dan diperkuat dengan regulasi pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa yang demokratis, akuntabel, dan konstitusional.
IDENTIFIYING AND ANALYZING MISCONCEPTION OF XI GRADE STUDENTS ABOUT BASIC KINEMATICS MATERIAL BY USING TWO TIER-TEST METHOD IN SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN Solikin; Bukit, Threxy Febrina Br.; Eltera; Purba, Glen Adetya; Pardede, Esther Bertha Advent Nita; Fatimah, Fadila; Hutagalung, Ruth Brinets Sri Debora; Munthe, Ruth Tamariska BR.; Cahyani, Wan Aura
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1567

Abstract

Conceptual difficulties in fundamental physics, particularly basic kinematics, represent a persistent challenge in secondary education that significantly hinders students' subsequent learning. Misconceptions are alternative frameworks students hold that deviate from scientifically accepted concepts, often leading to systematic errors when solving problems or interpreting phenomena. Addressing this issue is critical, as a weak foundation in kinematics the description of motion can severely impact the comprehension of dynamics and energy. This study was specifically aimed at identifying and quantitatively analyzing the prevalence and patterns of student understanding and misconceptions regarding basic kinematics among 11th-grade science students at SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan.The research employed a descriptive quantitative methodology, utilizing the robust Two-Tier Diagnostic Test method to collect and categorize student data. The study sample consisted of 30 students from the Grade XI Matlangraf class who participated in a 10-item questionnaire covering core kinematics concepts. Analysis of the diagnostic test results revealed a critical issue in conceptual mastery. The findings indicated that only 6 students (20%) demonstrated a solid conceptual understanding. Conversely, a significant majority 17 students (57%) were classified as experiencing specific misconceptions, while the remaining 7 students (23%) showed no understanding of the concepts. This substantial finding confirms that a majority of the 11th-grade cohort harbors underlying misconceptions related to basic kinematics material, underscoring the urgent necessity for the implementation of effective intervention strategies to address these cognitive obstacles directly.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ MISCONCEPTIONS ON NEWTON’S LAWS USING THE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) METHOD IN CLASS IX-B OF SMAN 2 PERCUT SEI TUAN Sihombing, Aulia Febriani; Suwu, Beby Cavana; Sitorus, Bintang Elisa; Munthe, Eksaudi Elianto; Adira, Nazwa Husna; Nasution, Reysa Nadine; Fau, Sela Auria; Solikin
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1568

Abstract

Misunderstanding of Newton’s Laws is one of the main factors contributing to low physics achievement at the senior high school level. These misconceptions are often stable and strongly believed by students, which can hinder further learning, making early identification an important step for improving instruction. This study aims to describe students’ levels of conceptual understanding and misconceptions regarding Newton’s Laws using a diagnostic test based on the Certainty of Response Index (CRI). The research was conducted with 33 tenth-grade students from class X-B at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan using a descriptive quantitative non-experimental design. The instrument consisted of 10 multiple-choice questions accompanied by a CRI scale ranging from 1 to 5, which was used to classify students into categories of understanding the concept, not understanding the concept, lucky guess, and misconception. Data were analyzed based on the combination of correct/incorrect answers and high/low CRI scores. The results indicate that students still experience significant misconceptions in several sub-concepts, particularly concerning action–reaction forces, the identification of forces acting on an object, and the relationship between net force and motion. These misconceptions primarily appear among students who are highly confident in their incorrect answers , with the highest percentage of misconceptions found on Question No. 5 at 72.8%, followed by Questions No. 3 and No. 7, each reaching 57.6%. These findings confirm that the CRI method is effective in diagnosing the quality of student understanding and highlights the need for instructional interventions that focus on correcting faulty conceptual beliefs rather than merely procedural memorization.
METODE PENAFSIRAN ZAHIR–ISYARI DALAM GHARAIB AL-QUR'AN WA RAGHAIB AL-FURQAN: ANALISIS TAFSIR AL-NAISABURI ATAS QS. AL-BAQARAH: 72–73 Muliawan, Cahyo; Anwar, Khairil; Mahfuzh, Taufik Warman
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1571

Abstract

Kajian terhadap metodologi penafsiran al-Qur’an terus berkembang seiring munculnya berbagai corak pemikiran ulama. Al-Naisaburi sebagai salah seorang mufassir klasik menawarkan metode penafsiran yang unik melalui karyanya Gharaib al-Qur'an wa Raghaib al-Furqan, yakni dengan menggabungkan tafsir zahir (tekstual) dan tafsir isyari (sufistik) dalam satu rangkaian penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menelaah pola penafsiran al-Naisaburi terhadap QS. al-Baqarah: 72-73. Data dikumpulkan dari karya tafsir primer serta literatur pendukung mengenai tafsir isyari dan metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Naisaburi memulai penafsiran dengan makna zahir, kemudian dilanjutkan dengan penafsiran isyari sebagai pendalaman makna batin yang bernilai spiritual dan etis. Kajian ini menegaskan bahwa model penafsiran al-Naisaburi penting dalam mengembangkan paradigma tafsir integratif yang tidak hanya memuat makna literal teks, tetapi juga membuka dimensi tazkiyatun nafs (pembersihan hati) melalui simbolisme Qur'ani.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERBANKAN DI INDONESIA Sari, Safitri Wikan Nawang
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan hukum bagi nasabah sebagai korban tindak pidana perbankan di Indonesia serta upaya hukum yang dapat ditempuh untuk memperoleh keadilan dan kepastian hukum. Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi nasabah telah diatur dalam  Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK No. 6/POJK.07/2022 yang menggantikan POJK No. 1/POJK.07/2013 tentang perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan). Perlindungan tersebut mencakup aspek preventif dan represif, termasuk pertanggungjawaban pidana pelaku dan tanggung jawab Bank  atas kerugian nasabah. Namun, dalam praktiknya perlindungan hukum belum berjalan optimal karena lemahnya posisi nasabah, keterbatasan akses terhadap mekanisme penyelesaian sengketa, serta belum maksimalnya penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana perbankan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi perlindungan nasabah, peningkatan peran otoritas jasa keuangan dalam pengawasan dan penegakan hukum serta penyederhanaan mekanisme penyelesaian sengketa agar nasabah sebagai korban tindak pidana perbankan memperoleh perlindungan hukum yang efektif, adil, dan berkelanjutan.
METODE PEMAHAMAN HADITS PENDEKATAN MAQĀSHIDĪ BERBASIS TUJUAN SYARIAT Latifah; Helim, Abdul; Supriadi, Ahmad
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, landasan epistemologis, urgensi, serta implikasi pendekatan maqāshidī dalam memahami hadits, sekaligus menunjukkan relevansinya bagi pengembangan studi hadis modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab-kitab hadits mu‘tabar serta sumber sekunder berupa kitab syarah hadits, karya ushul fikih, dan literatur maqāshid al-syarī‘ah klasik maupun kontemporer. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengombinasikan analisis tekstual, kontekstual, dan maqāshidī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāshidī merupakan metode pemahaman hadits yang tidak berhenti pada aspek lafaz teks, tetapi menekankan penggalian tujuan, hikmah, dan nilai kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini memiliki landasan epistemologis yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan berfungsi sebagai jembatan antara teks hadits dan realitas kontemporer. Selain itu, pendekatan maqāshidī terbukti memiliki urgensi tinggi dalam menghindari formalisme tekstual, memperkuat moderasi beragama, serta membuka ruang ijtihad kontekstual yang bertanggung jawab. Secara metodologis dan praktis, pendekatan ini berimplikasi pada rekontekstualisasi hadis, integrasi kajian hadis dan ushul fikih, serta penguatan relevansi hadis sebagai sumber etika, hukum, dan solusi bagi problem kemanusiaan modern.

Page 11 of 11 | Total Record : 106