cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
KONTRIBUSI PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI: SEBUAH KAJIAN LITERATUR anisa latifa; fitri arsih; helendra; Rahmadhani Fitri
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.910

Abstract

Pembelajaran biologi berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi melalui materi sistem reproduksi manusia. Namun, peningkatan pengetahuan tidak selalu diikuti oleh perubahan sikap yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai kontribusi pembelajaran biologi terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Portal Garuda dengan kriteria publikasi tahun 2020–2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik penelitian. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anatomi, fisiologi, dan kesehatan sistem reproduksi. Pembentukan sikap positif dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti Problem Based Learning, Contextual Teaching and Learning, dan pembelajaran berbasis Socio-Scientific Issues, serta integrasi aspek afektif dalam proses pembelajaran. Disimpulkan bahwa pembelajaran biologi perlu dirancang secara kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan aspek kognitif serta afektif untuk mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
MENGKAJI POTENSI PEMBELAJARAN ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP SPIRITUAL: SEBUAH KAJIAN LITERATUR syafiqayadi; Ardi; Lufri; Rahmawati D.; Wandra Apriyoza
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.911

Abstract

Pembelajaran anatomi dan fisiologi manusia dalam biologi selama ini cenderung berorientasi pada penguasaan konsep struktural dan fungsional organ tubuh, sementara potensinya dalam menumbuhkan sikap spiritual peserta didik belum banyak dioptimalkan. Padahal, kompleksitas dan keteraturan sistem tubuh manusia berpotensi menjadi sarana refleksi terhadap kebesaran Sang Pencipta. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pembelajaran anatomi dan fisiologi manusia dalam menumbuhkan sikap spiritual peserta didik melalui kajian literatur sistematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan Portal Garuda dengan kriteria publikasi tahun 2020–2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik penelitian. Sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap struktur dan mekanisme kerja tubuh manusia, seperti sistem pencernaan, imun, dan reproduksi, dapat meningkatkan kesadaran spiritual peserta didik apabila diintegrasikan secara eksplisit dengan nilai-nilai keagamaan, terutama melalui pengaitan materi dengan ayat-ayat kauniyah dan refleksi rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan. Efektivitas integrasi ini dipengaruhi oleh ketersediaan bahan ajar terintegrasi, kompetensi pedagogik guru dalam menjembatani sains dan nilai spiritual, serta pendekatan pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Disimpulkan bahwa pembelajaran anatomi dan fisiologi manusia memiliki potensi besar sebagai media penguatan sikap spiritual apabila dirancang secara terpadu, sistematis, dan didukung oleh instrumen penilaian sikap yang valid.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BOOKLET ETNOBOTANI JAMBI UNTUK SISWA KELAS X FASE E SMAN 2 PADANG Rasyiq Riyanto; Fitri Arsih; Helendra; Fitri Olvia
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.915

Abstract

Bahan ajar biologi konvensional di jenjang sekolah menengah atas kerap tidak memiliki pijakan kontekstual yang memadai terhadap lingkungan lokal peserta didik, sehingga menciptakan kesenjangan pedagogis yang menghambat pemahaman konsep dan motivasi belajar, khususnya pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik Kelas X Fase E di SMAN 2 Padang terhadap pengembangan bahan ajar booklet biologi berbasis etnobotani potensi lokal Jambi. Desain deskriptif kualitatif diterapkan dengan mengombinasikan angket analisis kebutuhan terstruktur yang diberikan kepada 36 peserta didik kelas X dan wawancara semi-terstruktur dengan guru biologi pengampu. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,11% peserta didik membutuhkan bahan ajar pendamping; seluruh peserta didik (100%) menggunakan LKPD sebagai sumber belajar utama, namun hanya 2,7% yang pernah menggunakan booklet; 83,33% telah mengenal keanekaragaman hayati lokal di sekitar mereka; dan seluruh peserta didik (100%) menyetujui integrasi potensi etnobotani Jambi ke dalam bahan ajar berbentuk booklet. Data wawancara guru mengkonfirmasi bahwa bahan ajar yang tersedia belum secara memadai menghubungkan konsep biologi dengan konteks ekologi lokal peserta didik, dan bahwa pengembangan booklet selaras dengan prinsip pembelajaran kontekstual dan berpusat pada peserta didik dalam Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi urgensi pedagogis pengembangan booklet biologi berbasis etnobotani untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, dan transmisi antargenerasi pengetahuan ekologi lokal Jambi.
MILIKKU, MILIKMU, DAN MILIK-NYA: INTERNALISASI KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PAI UNTUK MENGATASI PERILAKU GHASAB BARANG DI LINGKUNGAN PESANTREN Yulia Maulida Yulia; Rika Sartika Rika
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.925

Abstract

Pena teman hilang, penggaris berpindah tangan, sendal berganti pakai, seragam sekolah tertukar dan tidak kembali. Kejadian kecil ini sering dianggap wajar di lingkungan pesantren, padahal termasuk perilaku ghasab, yaitu memakai atau mengambil barang orang lain tanpa izin. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat tumbuh menjadi sikap tidak jujur dan tidak peduli terhadap hak orang lain hingga dewasa. Masalah yang dibahas tulisan ini ada tiga: bagaimana bentuk dan penyebab perilaku ghasab barang di lingkungan pesantren,  bagaimana konsep kepemilikan dalam Islam, yaitu milikku, milikmu, dan milik Allah, dapat menjelaskan akar masalah ghasab,  dan bagaimana kecerdasan spiritual dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengatasi perilaku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola ghasab barang di lingkungan pesantren, merumuskan kerangka kepemilikan dalam pandangan Islam sebagai pisau analisis, dan merumuskan model internalisasi kecerdasan spiritual dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) di Pesantren Ibnu Atha’illah. Data digali melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan santri,  ustadzah pengampu PAI, serta pengasuh pesantren, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ghasab barang di lingkungan pesantren bukan hanya persoalan kedisiplinan, melainkan cermin lemahnya kesadaran tentang batas hak milik pribadi, hak milik sesama, dan hak Allah atas segala sesuatu. Kebaruan (novelty) penelitian ini adalah tawaran Model Segitiga Kepemilikan Spiritual, yaitu kesadaran milikku (tanggung jawab menjaga hak pribadi), kesadaran milikmu (menghormati hak sesama), dan kesadaran milik-Nya (menyadari segala sesuatu adalah amanah Allah), sebagai kerangka internalisasi kecerdasan spiritual dalam PAI untuk mengatasi perilaku ghasab barang di lingkungan pesantren.
Kesadaran Hak Milik Pakaian dalam Perspektif Fiqih Al-Bi'ah: Kajian Kelestarian Lingkungan Domestik Santriwati Muzarah; Rika Sartika
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.926

Abstract

Kepemilikan pribadi atas pakaian di lingkungan asrama sering dianggap persoalan sepele yang jauh dari isu lingkungan. Padahal, cara santriwati memperlakukan pakaian miliknya dijaga, dirawat, tidak dipakai berlebihan sebenarnya mencerminkan nilai fikih al-bi’ah yang berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan domestik asrama, mulai dari pengelolaan limbah cucian sampai pola konsumsi barang. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesadaran hak milik pakaian pada santriwati dan menganalisis kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan domestik asrama, dengan berlandaskan perspektif fikih al-bi’ah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) murni yang bersifat deskriptif-analitis; seluruh data bersumber dari bahan tertulis, tanpa pengumpulan data primer di lapangan. Sumber data primer berupa ayat Al-Qur’an, hadis, dan kaidah fikih terkait hak milik dan lingkungan, sementara sumber data sekunder berupa artikel jurnal dan buku tentang fikih al-bi’ah, konsep kepemilikan, teori sikap dan kesadaran, serta kesadaran lingkungan di pesantren, yang dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasilnya menunjukkan bahwa kesadaran hak milik pakaian pada santriwati secara konseptual dapat dipetakan ke dalam empat dimensi kognitif, afektif, konatif, dan sosial  merujuk pada teori struktur sikap Secord dan Backman serta teori planned behavior Ajzen, dan kesadaran tersebut berpotensi berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan domestik asrama lewat perilaku merawat, tidak boros, dan bertanggung jawab atas barang pribadi, sejalan dengan larangan israf dan tabzir. Kajian ini menyimpulkan perlunya penguatan edukasi fikih al-bi’ah secara eksplisit dalam kurikulum kepesantrenan, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran ekologis yang dimulai dari hal-hal terdekat dalam keseharian santriwati.
MODEL EDUKASI FIQH LINGKUNGAN UNTUK KONSUMSI PANGAN BERKELANJUTAN DI PESANTREN : SEBUTIR NASI YANG TERBUANG, SEBUAH DOSA YANG TERLUPAKAN    maulida hayatie; Rika Sartika
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.929

Abstract

ABSTRAK Persoalan sisa makanan di pesantren mencerminkan kesenjangan antara larangan israf dalam ajaran Islam dan realitas konsumsi pangan santri, sementara edukasi lingkungan pesantren selama ini masih berfokus pada sampah anorganik dan belum menyasar perilaku konsumsi pangan berbasis nilai fiqh. Penelitian ini bertujuan merumuskan model edukasi fiqh lingkungan untuk mengisi kekosongan tersebut, menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang diadaptasi hingga tahap analisis kebutuhan, perancangan model, dan validasi ahli, dengan subjek santri, guru/ustadz-ustadzah, dan pengelola dapur di MI plus Pondok Pesantren Ibnu Atha'illah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan triangulasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sisa makanan konsisten teramati pada hampir setiap waktu makan; sebagian merupakan kelebihan penyediaan akibat faktor eksternal seperti kantin dan titipan makanan orang tua, namun mubazir yang nyata tetap ditemukan pada kebiasaan makan santri usia dini yang membiarkan makanan terbuang tanpa dipungut kembali, mengindikasikan kesenjangan antara pengetahuan normatif dan praktik. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan model edukasi fiqh lingkungan berisi lima komponen (tujuan, materi, metode, media, evaluasi) untuk menguatkan nilai israf dan amanah pangan. Model divalidasi oleh tiga ahli (dosen Pendidikan Agama Islam, ketua kurikulum pondok pesantren, dan pengajar fiqh) menggunakan teknik Content Validity Ratio, dengan hasil seluruh komponen model memperoleh nilai CVR 1,00 (valid). Uji coba lapangan dan diseminasi model direkomendasikan untuk penelitian lanjutan. Kata kunci: edukasi pesantren; fiqh lingkungan; israf; konsumsi pangan berkelanjutan;model edukasi. Abstract (English) The issue of food waste in pesantren reflects a gap between the Islamic prohibition of israf and the daily reality of santri's food consumption, while environmental education in pesantren has mainly focused on inorganic waste, not yet addressing food consumption behavior based on fiqh values. This study aims to develop an environmental fiqh education model to address this gap, using a Research and Development (R&D) approach limited to the needs analysis, model design, and expert validation stages, involving santri, teachers, and kitchen staff at MI Pondok Pesantren Ibnu Atha'illah as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed qualitatively through source and technique triangulation. The findings show leftover food occurring at nearly every mealtime; part stems from external factors such as on-site canteens and food brought by parents, yet genuine wastefulness (mubazir) persists in young santri's habit of leaving fallen food unretrieved, indicating a gap between normative knowledge and actual practice. Based on these findings, an environmental fiqh education model was developed comprising five components (objectives, materials, methods, media, and evaluation) to strengthen the values of israf and food amanah. The model was validated by three experts, an Islamic education lecturer, a pesantren curriculum coordinator, and a fiqh instructor, using the Content Validity Ratio technique, with all components obtaining a CVR of 1.00. Field testing and dissemination of the model are recommended for further research. Keywords: educational model; environmental fiqh; israf; pesantren education; sustainable food consumption.