cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
OPTIMALISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS ASRAMA DALAM PENGUATAN KARAKTER SANTRI Aji Abdullah; Mohamad Ali
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen pendidikan pesantren berbasis asrama dalam penguatan karakter santri. Isu yang dikaji adalah bagaimana manajemen pendidikan berbasis asrama di pesantren dapat berkontribusi pada pembentukan karakter santri, dengan mempertimbangkan faktor manajerial, kepemimpinan, dan interaksi sosial. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali fenomena ini secara mendalam, dengan analisis data yang bersumber dari studi literatur terkait dan wawancara dengan pengelola serta santri pesantren. Temuan utama menunjukkan bahwa manajemen pendidikan pesantren berbasis asrama memberikan pengaruh yang signifikan dalam membentuk karakter santri melalui kehidupan yang terstruktur, integrasi ibadah, pembelajaran, dan kegiatan sosial. Kepemimpinan yang humanis dari pengasuh pesantren juga terbukti berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter santri. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya manajemen berbasis asrama dalam pendidikan pesantren. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk memperkuat keterampilan kepemimpinan pengelola pesantren dan meningkatkan kegiatan sosial antar santri. Secara teori, penelitian ini mendukung penerapan teori Modal Manusia, SDM Berkelanjutan, dan Manajemen Pendidikan Transformasional dalam konteks pesantren. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang pengelolaan pendidikan berbasis asrama terhadap perkembangan santri setelah mereka menyelesaikan pendidikan
VALIDITAS DAN RELIABILITAS DALAM EVALUASI PAI Faiqotun nisa; Bashiratud Diyana Basy; Ahmad Jauhari; Yahya Mof; Hasni Noor
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.790

Abstract

Validity and reliability are two fundamental aspects that determine the quality of educational evaluation instruments. A valid instrument accurately measures the intended competencies, while a reliable instrument produces consistent and trustworthy results. This study aims to examine the concepts of validity and reliability of educational evaluation instruments and their implications for Islamic Religious Education (IRE). The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from primary and secondary sources, including books, scientific journals, and other relevant academic publications. Data analysis was conducted using content analysis through the stages of data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that instrument validity consists of content validity, construct validity, and criterion-related validity, all of which ensure measurement accuracy. Meanwhile, reliability refers to the consistency of measurement results and can be assessed through test-retest, split-half, Cronbach’s Alpha, and Kuder-Richardson (KR-20 and KR-21) techniques. The study also reveals that the quality of evaluation instruments is influenced by factors such as the number of test items, difficulty level, scoring objectivity, construct homogeneity, and score distribution. Therefore, validity and reliability testing should be systematically implemented to produce accurate, objective, and accountable evaluation instruments in the learning process of Islamic Religious Education.
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENILAIAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN PAI SERTA KURIKULUM SAAT INI Noor Syifa Azkia Rahmah; Latifah Latifah; Nor Laila; Yahya MOF; Najminnur Hasanatun Nida
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.803

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran, terkhusus pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan transfer ilmu, akan tetapi meliputi transfer nilai dan pembinaan akhlak sehingga diperlukan penilaian atau evaluasi yang fleksibel, otentik, dan berkelanjutan agar sesuai dengan tuntutan pembelajaran pada generasi sekarang. Penilaian tidak hanya mengukur ketercapaian akademik saja, melainkan juga menilai perkembangan sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip penilaian dan relevansinya dengan pembelajaran PAI di kurikulum saat ini. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam penilaian meliputi, objektivitas, kontinuitas (keberlanjutan), dan komprehensif. Adapun prinsip-prinsip tersebut masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini meliputi, prinsip keseluruhan (al-kamal/al-amam), prinsip kesinambungan (istimrar), dan prinsip objektivitas (maudhu’iyyah). Semua prinsip tersebut harus diterapkan dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar mampu mencerminkan hasil evaluasi yang akurat, terpercaya, adil dan akuntabel. Selain itu, penilaian dalam PAI perlu mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang agar mampu menggambarkan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Meskipun dalam realitasnya penilaian masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti subjektivitas guru, tekanan dari orang tua dan lingkungan sekolah, serta kecenderungan berorientasi pada capaian nilai semata. Oleh karena itu, diperlukan komitmen pendidik untuk menerapkan prinsip-prinsip penilaian secara konsisten, profesional, dan berintegritas. Agar pembelajaran PAI dapat memperkuat karakter religius, akhlak mulia, dan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan pendidikan masa kini.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA MELALUI JOYFULLEARNING PADA PELAJARAN AL-QUR'AN HADIS SISWA KELAS IX MTS AL-MUTTAQIN SURABAYA Tasfiyah; Nanda Alivia Riskinah; Nurul Izza Mahfudloh; Hamzah Fanshuri; Ade Kurniawan Ramadhan
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.830

Abstract

Penelitian ini berupaya mendokumentasikan upaya para pendidik di Kelas IX MTS Al-Muttaqin Surabaya untuk meningkatkan kreatifitas siswa melalui pembelajaran al-Qur'an dan Hadits yang menyenangkan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan deskriptif. Data dikumpulkan dari pembimbing dan siswa Hadist al-Qur'an kelas sembilan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan. Menarik, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data merupakan analisis data. Temuan menunjukkan bahwa praktik pembelajaran yang menyenangkan dapat menumbuhkan lingkungan kelas yang menarik, menghibur, dan kolaboratif. Guru berusaha menggunakan berbagai strategi pengajaran, termasuk memecahkan kebekuan, kerja kelompok kecil, permainan edukatif, Tanya Jawab interaktif, dan banyak lagi. Keterlibatan, kepercayaan diri, dan orisinalitas siswa dalam menerapkan apa yang mereka pelajari dari Al-Qur'an dan Hadits semuanya dipengaruhi secara positif oleh aplikasi tersebut. unsur-unsur yang memberikan kepercayaan pada penelitian ini termasuk motivasi siswa dan dukungan sekolah, sedangkan unsur-unsur yang menentangnya termasuk berbagai bakat siswa dan waktu yang dialokasikan untuk pengajaran. Oleh karena itu, salah satu cara efektif untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam mempelajari al-Qur'an Hadits adalah dengan belajar dengan senang hati.  
The Renewal of Teaching Ethics within the Digital Literacy Ecosystem: A Phenomenological Inquiry into the Professional Practices of Indonesian Teachers fizi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.635

Abstract

This study examines how teachers reinterpret teaching ethics in the context of digital literacy-based education, by addressing gaps in previous studies that primarily viewed digital literacy as a technical skill. Using a qualitative phenomenological design, the study involved 80 teachers who were purposively selected and participated in digital learning practices. Data was collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using thematic coding, with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that digital literacy is understood not only as a technological skill but also as an ethical foundation inherent in teachers' professional assessments. Five main themes emerged: ethical awareness formed by digital literacy, critical reflection on the use of technology, the construction of contextual ethical norms, the role of teachers as role models of digital ethics, and the need for institutional strengthening. Challenges include limited access to digital resources and lack of digital ethics training. This study offers a new theoretical contribution by integrating digital literacy as a contextual variable within the framework of teachers' professional ethics, while providing practical implications for policy development and teacher training in responding to ethical demands in the digital education era.
ULAMA SUFI KLASIK JUNAID AL-BAGHDADI, AL-GHAZALI,DAN ABDUL QADIR AL-JAILANI Jam'ani; Khalilurrahman; M.Anshari
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.640

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep tasawuf tiga tokoh utama dalam tradisi sufi Sunni klasik Junaid al-Baghdadi, al-Ghazali, dan Abdul Qadir al-Jailani dengan tujuan memahami fondasi spiritualitas Islam yang mengintegrasikan syariat, dimensi batin, dan etika moral. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis kritis terhadap karya-karya klasik serta penelitian kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh tersebut, meskipun hidup pada konteks sosial-intelektual berbeda, memiliki kesamaan pandangan bahwa tasawuf sejati tidak terlepas dari syariat dan bertujuan membentuk kesucian jiwa serta akhlak. Junaid al-Baghdadi menawarkan tasawuf berbasis kesadaran, tauhid, dan sikap wara’ sebagai disiplin spiritual yang moderat. Al-Ghazali memperkuat struktur epistemologis tasawuf melalui integrasi syariat, akal, dan tazkiyah al-nafs sebagai jalan mencapai ma‘rifat serta pembentukan moral masyarakat. Sementara itu, Abdul Qadir al-Jailani menampilkan tasawuf praktis yang menekankan disiplin syariat, penyucian jiwa, zuhud yang realistis, dan kontribusi sosial sebagai manifestasi kedekatan spiritual. Kesimpulannya, pemikiran tiga tokoh ini memperlihatkan bahwa tasawuf merupakan jalan penyempurnaan diri dan transformasi sosial yang berdiri di atas keseimbangan syariat, spiritualitas, dan etika sehingga tetap relevan sebagai fondasi moral dan spiritual umat Islam pada berbagai zaman.
PERAN KEGIATAN MENGGUNTING DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI KELOMPOKBERMAIN TERATAI DESA GARIS HANYAR rahimah imah; Husnul Hatimah; Yunita
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.659

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran kegiatan mengguntingdalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok BermainTeratai Desa Garis Hanyar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukungkeberhasilan kegiatan tersebut. Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusialdalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat danterencana. Pada usia 4-5 tahun, kemampuan motorik halus anak mulai berkembang pesatnamun masih membutuhkan bimbingan dan latihan yang konsisten. Kegiatan mengguntingmenjadi fokus penelitian karena berpotensi melatih kekuatan otot jari, koordinasi matatangan, serta kemampuan konsentrasi dan kesabaran anak.Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kegiatanmenggunting dalam mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun dan faktor apa sajayang mendukung kegiatan tersebut di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian satuorang guru kelompok A dan objeknya peran kegiatan menggunting dalam mengembangkanmotorik halus anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran,wawancara dengan guru dan pengelola, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran.Penelitian berlangsung dengan pengamatan intensif terhadap pelaksanaan kegiatanmenggunting. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptifkualitatif.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggunting berperansignifikan dalam pengembangan motorik halus anak. Implementasi kegiatan mengguntingdilakukan melalui tiga tahapan: perencanaan (penyusunan RPPH dan pembuatan media),pelaksanaan (penggunaan media variatif), dan evaluasi (metode recalling). Faktorpendukung keberhasilan kegiatan yaitu kreativitas guru dalam membuat sertamenggunakan media pembelajaran dari bahan sederhana dan lingkungan sekolah sebagaipendukung tersedianya berbagai sumber bahan alami untuk membuat media kegiatan.
PENDEKATAN METODOLOGIS PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI MADRASAH: ANALISIS PENERAPAN METODE TILAWATI DAN METODE UMMI Masruddin Husaini; Khalilurrahman; Muhammad Athaillah; Anjelina Fitriani; Ahmad Zaki Fuad; Muhammad Nuzhan
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Metode Tilawati dan Metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an di madrasah, dengan studi kasus di MTsN 5 Tapin dan MI Bi Tsalaatsi Lughaat An-Najah Cindai Alus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran Al-Qur’an pada kedua madrasah telah dilakukan secara sistematis sesuai dengan karakteristik masing-masing metode. Penerapan Metode Tilawati menekankan pembelajaran klasikal berlagu dengan fokus pada fashahah dan tajwid, sedangkan Metode Ummi menekankan pembelajaran bertahap berbasis direct method, pengulangan dengan prinsip dasar kasih sayang. Evaluasi pembelajaran pada kedua metode dilakukan secara berjenjang melalui munaqosyah dan kenaikan level. Penerapan kedua metode terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan makhraj, dan pemahaman tajwid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Metode Tilawati dan Metode Ummi sama-sama efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an, dengan keunggulan yang kontekstual sesuai jenjang pendidikan dan karakteristik peserta didik.
Engaged Buddhism sebagai Gerakan Transformasi Sosial ratnasari; Lauw Acep; Edi Priyono
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Engaged Buddhism sebagai gerakan transformasi sosial dalam perspektif Buddhisme kontemporer dengan menelaah bagaimana ajaran Dhamma diaktualisasikan dalam kehidupan sosial. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis teks terhadap sumber utama Kapita Selekta: Dhamma Di Persimpangan Abad 21 serta literatur pendukung terkait Buddhisme sosial. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti welas asih, kebijaksanaan, tanggung jawab sosial, dan non-kekerasan sebagai prinsip gerakan sosial Buddhis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Engaged Buddhism dipahami sebagai integrasi antara praktik spiritual dan aksi sosial yang berfungsi sebagai kerangka etis dalam merespons krisis sosial, lingkungan, dan moralitas modern. Nilai-nilai Dhamma terbukti mendorong transformasi sosial yang berorientasi pada perdamaian, solidaritas, dan keberlanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan konseptual Engaged Buddhism dalam konteks Buddhisme Indonesia kontemporer sebagai model gerakan sosial berbasis spiritualitas yang relevan menghadapi tantangan abad ke-21.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK Ohan supriatna; M. Yusron Maulana El Yunusi; Eli Masnawati
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.688

Abstract

Abstract This article aims to describe the role of Islamic Religious Education Teachers (GPAI) in enhancing students' religious culture. This research is a qualitative study using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that GPAI plays a strategic role as educators, role models, spiritual guides, motivators, and guardians of religious habits. Religious culture is realized through ubudiyah yaumiyah programs such as dhuha prayer and congregational dhuhur prayer, tadarus (Islamic study), istighosah (Islamic study), and the School of Quranic Recitation Movement. This success is supported by school policies and parental support, while obstacles include the suboptimal involvement of non-PAI teachers and the lack of continuity in habituation at home.  Keywords: Islamic Education Teacher; Religious Culture; Students   Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam meningkatkan budaya religius peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPAI berperan strategis sebagai pendidik, teladan, pembimbing spiritual, motivator, dan pengawal pembiasaan ibadah. Budaya religius diwujudkan melalui program ubudiyah yaumiyah seperti sholat dhuha, sholat dhuhur berjamaah, tadarus, istighosah, dan Gerakan Sekolah Mengaji. Keberhasilan tersebut didukung oleh kebijakan sekolah dan dukungan orang tua, sementara hambatannya meliputi keterlibatan guru non-PAI yang belum optimal dan kurangnya kesinambungan pembiasaan di rumah.   Kata kunci: Guru PAI; Budaya Religius; Peserta Didik