cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
PANDANGAN ISLAM DAN PSIKOLOGI TENTANG MANUSIA fizi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.868

Abstract

Makalah ini membahas hakikat manusia dalam perspektif Islam dan psikologi dengan menekankan keterpaduan antara dimensi jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam psikologi modern, manusia umumnya dipahami melalui perilaku, proses mental, emosi, kognisi, dan interaksi sosial. Sementara itu, Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki unsur jasmani, ruhani, akal, fitrah, dan tanggung jawab moral sebagai hamba sekaligus khalifah di bumi. Pembahasan ini juga mengaitkan konsep pendidikan Islam menurut para ahli, khususnya Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang menekankan pendidikan sebagai proses penanaman adab atau ta’dib, yaitu pembentukan manusia yang mampu mengenal kedudukan dirinya, Tuhan, ilmu, dan realitas secara benar. Selain itu, makalah ini menjelaskan struktur jiwa manusia melalui konsep nafs al-nāṭiqah sebagai jiwa rasional yang membedakan manusia dari makhluk lain, serta an-nafs al-ḥayawāniyyah sebagai dorongan biologis dan instingtif yang perlu dikendalikan oleh akal dan nilai agama. Dengan demikian, integrasi antara Islam, psikologi, dan pendidikan menjadi penting untuk membentuk manusia yang seimbang, beradab, berakhlak, dan mampu menjalankan tujuan hidupnya sesuai tuntunan agama.
INOVASI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP 20 ARTIKEL PENELITIAN TAHUN 2021–2026 Risna Widiyanti; Sempurna Iman Harahap; Mardiyanti Lase; Zulhimma
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.872

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka mendorong guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, berpusat pada peserta didik, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Berbagai penelitian telah mengkaji strategi pembelajaran PAI dalam konteks Kurikulum Merdeka, namun hasilnya masih tersebar sehingga diperlukan kajian yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menggunakan metode SLR dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari 20 artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026 dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis secara deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi tren, bentuk inovasi, efektivitas, serta tantangan implementasi strategi pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang paling banyak diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi, Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), pembelajaran kolaboratif, dan pemanfaatan teknologi digital. Strategi-strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, partisipasi aktif, serta pembentukan karakter religius peserta didik. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru dan sarana pendukung pembelajaran.Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi strategi pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dan perlu terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan teknologi pendidikan.
ANALISIS STRUKTUR KURIKULUM DAN KARAKTERISTIK MATERI FIKIH PAI PADA SEMUA JENJANG MADRASAH FATMA AMALIA RAHMA
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.873

Abstract

This study aims to analyze the curriculum structure and content characteristics of Fiqh (Islamic jurisprudence) within the Islamic Religious Education (PAI) stream across all levels of madrasa (MI, MTs, and MA) under the Ministry of Religious Affairs. Employing a descriptive-qualitative method based on a documentary analysis of official Ministry regulations, the study reveals that the Fiqh curriculum is designed using a sequential-spiral model. This means that similar topics are revisited at higher levels but with greater depth and complexity. Specifically, the Fiqh curriculum at the MI level emphasizes practical daily acts of worship; the MTs level begins to integrate aspects of muamalah (social transactions) and basic scriptural evidence (dalil naqli); while the MA level focuses on legal reasoning, the comparison of schools of thought (madhhabs), and contemporary issues. The findings underscore the critical importance of curricular continuity to prevent ineffective overlap between educational institutions.
STRATEGI EFEKTIF DALAM MANAJEMEN ORGANISASI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Woro Yustia Pratiwi; Mohamad Ali; Wachidi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.874

Abstract

Pendidikan senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga manajemen organisasi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan, mengelola, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan. Efektivitas manajemen pendidikan berkontribusi dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia, memperjelas arah tujuan pendidikan, serta mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengkaji tantangan dan hambatan dalam penerapan strategi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam manajemen pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui pengembangan rencana pembelajaran yang terintegrasi, evaluasi proses pembelajaran secara berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidik, serta pengembangan lingkungan belajar yang inklusif. Adapun tantangan dan hambatan dalam implementasi strategi tersebut umumnya disebabkan oleh keterbatasan sumber daya serta kurang memadainya infrastruktur pendidikan.
PERAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Ria Nata Kusuma; Mohamad Ali; Wachidi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui implementasi fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) berdasarkan teori George R. Terry. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan manajemen pendidikan dan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi POAC dalam manajemen pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, peningkatan motivasi dan kedisiplinan peserta didik, serta penguatan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, implementasi fungsi manajemen tersebut mampu mengoptimalkan pengelolaan berbagai komponen pendidikan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan demikian, manajemen pendidikan tidak hanya berperan sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai strategi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Kata kunci: fungsi POAC, kualitas pembelajaran, manajemen pendidikan.
PENGEMBANGAN MATERI FIQIH SHALAT JAMA’ BERBASIS AKTIVITAS MUSLIM MODERN DI MTsN 3 BANJAR Mardhia Agustina; Muhammad Rawa; Mustainbillah Mustainbillah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.884

Abstract

Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah idealnya bersifat aplikatif dengan mengintegrasikan prinsip taysir (kemudahan) ke dalam dinamika modern. Namun, materi shalat jama’ di MTsN 3 Banjar masih diajarkan secara tekstual-teoritis, sehingga memicu hambatan kognitif siswa dalam mengontekstualisasikan konsep rukhsah pada mobilitas muslim kontemporer. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) diterapkan sebagai solusi strategis untuk merekonstruksi materi agar lebih relevan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi shalat jama’ berbasis aktivitas muslim modern, mendeskripsikan proses pengembangannya, menganalisis relevansi kontekstualnya, serta menghasilkan produk bahan ajar yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII MTsN 3 Banjar yang dipilih secara purposive berdasarkan adanya kesenjangan instruksional materi Fikih. Objek penelitian berfokus pada pengembangan materi ajar shalat jama’ berbasis aktivitas muslim modern. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan murid, serta studi dokumentasi perangkat pembelajaran di MTsN 3 Banjar. Hasil Penilitian adalah tahap analisis menunjukkan bahwa pembelajaran eksisting masih berfokus pada ranah kognitif tingkat rendah (C1-C2). Berdasarkan temuant, kemudian desain pengembangan diarahkan pada rekonstruksi materi dengan teori belajar konstruktivisme melalui pendekatan kontekstual (CTL) yang melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan refleksi dengan pengembangan Tujuan Pembelajaran (TP) yang mencakup kemampuan analisis situasi (C4 dan C5), dalam tahap pengembangan materi melalui proses ahli pendidikan PAI, ahli kurikulum, akademisi, dan praktisi untuk memastikan keselarasan langkah pembelajaran serta kevalidan modul ajar, kemudian di implementasikan secara empiris kepada siswa kelas VII MTsN 3 Banjar dalam satu pertemuan berdurasi 2 X 40 menit melalui proses pembelajaran: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti: penyampaian materi dengan PPT dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok media LKPD di mana tiap kelompok menganalisis legalitas syar'i  dari studi kasus profesi/aktivitas yang berbeda, lalu mempresentasikannya. Dan kegiatan penutup: Refleksi, penarikan kesimpulan bersama, dan penguatan nilai moral dan tahap evaluasi keterlibatan siswa
PENGARUH HARDINESS PERSONALITY TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK DI MTS SA NURUL HIDAYAH KEDUNGREJA sanah-15_7 uus; Ellen Prima Ellen; Ma’fiyatun Insiyah; Laela Mahmudah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.895

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh hardiness personality terhadap hasil belajar Akidah Akhlak siswa MTs SA Nurul Hidayah Kedungreja. Hardiness personality merupakan konstruk psikologi yang dikembangkan oleh Kobasa (1979) terdiri dari tiga dimensi, yaitu commitment, control, dan challenge, yang ecara teoritis berperan sebagai penyangga terhadap tekanan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana terhadap 37 responden yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui angket hardiness personality dan dokumentasi nilai Penilaian Akhir Semester. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hardiness personality tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak (t hitung = -0,757 lebih kecil dari t tabel = 2,030, p = 0,454 lebih besar dari 0,05), dengan persamaan regresi Ŷ = 80,724 - 0,194X dan koefisien determinasi R² = 0,016. Artinya hardiness personality hanya menjelaskan 1,6 % variansi hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor di luar kepribadian, seperti kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap materi keagamaan, kemungkinan punya kontribusi yang lebih besar terhadap hasil belajar Akidah Akhlak. Implikasi penelitian ini mendorong madrasah untuk tidak hanya bertumpu pada pembinaan kepribadian individual, tetapi juga memperkuat kualitas proses pembelajaran dan sistem evaluasi yang lebih autentik.
EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN BAHASA ARAB: PERSPEKTIF PENILAIAN MODERN TERHADAP KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB Dafiq Mudzakir; Siti Shalihah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.900

Abstract

Abstrak Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam pendidikan bahasa Arab yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Perkembangan paradigma pendidikan abad ke-21 menuntut sistem penilaian yang tidak hanya berorientasi pada hasil belajar, tetapi juga mampu mengukur proses dan kompetensi peserta didik secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evaluasi pembelajaran dalam pendidikan bahasa Arab melalui perspektif penilaian modern terhadap keterampilan berbahasa Arab. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian terhadap buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian modern dalam pembelajaran bahasa Arab menekankan penggunaan penilaian autentik yang mencakup penilaian kinerja, portofolio, proyek, observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Pendekatan tersebut mampu mengevaluasi empat keterampilan berbahasa Arab, yaitu menyimak (maharah al-istimā'), berbicara (maharah al-kalām), membaca (maharah al-qirā'ah), dan menulis (maharah al-kitābah) secara lebih objektif, komprehensif, dan berorientasi pada kompetensi. Dengan demikian, penerapan penilaian modern menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran serta mendukung pengembangan kompetensi berbahasa Arab peserta didik sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.  
KONSEP MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROGRAM BAITUL ARQAM 1 DAN 2 LPPIK UMS Muhammad Izzan Naqiba; Mohamad Ali
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.905

Abstract

This study aims to analyze the management of the implementation of the Baitul Arqam 1 and 2 Program organized by LPPIK University of Muhammadiyah Surakarta in supporting the development of Al-Islam and Muhammadiyah for students. The research uses a descriptive qualitative method with a field study approach through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively using George R. Terry's management function theory which includes planning, organizing, actuating, and controlling (POAC). The results of the study show that the implementation of the Baitul Arqam Program has implemented a systematic management function starting from schedule planning, division of team and facilitator tasks, organizing participants, implementing learning that is integrated with the values of Al-Islam and Muhammadiyah, to control through monitoring, evaluation, and program follow-up. The implementation of management is considered effective in supporting the achievement of the vision, mission, goals, and targets of the Baitul Arqam Program, which is to form students who have a comprehensive understanding of Islam, have an Islamic character, and are able to implement Muhammadiyah values in academic and social life. The novelty of this research lies in the analysis of the management of the implementation of the Baitul Arqam Program using the POAC approach combined with the results of interviews with program managers, so as to provide a more comprehensive picture of the governance of the Al-Islam and Muhammadiyah cadre regeneration programs within Muhammadiyah Universities.
Implementation of Differentiated Instruction in the Animation Expertise Program fizi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.909

Abstract

This study aims to describe teachers' understanding in the Animation Expertise Program regarding the basic concept of differentiated instruction, the forms of its implementation, the challenges that emerge, and the strategies used to overcome those challenges. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the vice principal for curriculum affairs, animation productive-subject teachers, and a guidance and counseling (BK) teacher at SMK Negeri 1 Martapura. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through several stages, namely data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings show that teachers have a fairly good understanding of differentiated instruction and perceive its benefits in the learning process. The implementation of differentiated instruction was carried out by mapping students' learning needs through non-cognitive diagnostic assessment conducted by the BK teacher and cognitive assessment conducted by the animation productive-subject teachers. Furthermore, teachers prepared lesson plans based on learning outcomes, applied differentiation in the aspects of content, process, and product, and conducted evaluation and reflection through formative and summative assessments. Several obstacles found in the implementation of differentiated instruction included difficulties in managing students, preparing teaching modules, students' tendency to expect instant responses, and students' low self-confidence. To overcome these obstacles, the school and teachers undertook various efforts, including encouraging the continuous implementation of differentiated instruction, strengthening collaboration among teachers, providing supportive facilities and infrastructure, and conducting ongoing evaluation and feedback.